Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
KATA-KATA MANIS TUAN SINGA



Geser sejenak ke siapa dulu ya??, Via, Leon atau Chico.


Chico dululah ya, cuma sebentar ko.


Chico ketika waktu pagi menjelang, seperti biasanya dia akan selalu langsung saja berangkat kekantor dan memilih tidak sarapan bersama dirumah.


Mamah Elsa pun pastinya dia belum tentu ikut sarapan juga diruang makan, jika Chico sarapan diruang makan.


Itulah mengapa Chico jarang sekali makan dirumah, karena dia merasa kesepian.


Dan setibanya dikantor, Chico pun langsung saja menghubungi anak buahnya yang dia tugaskan untuk mencari keberadaan dari Via.


Namun sayang Chico masih belum mendapatkan infomasi tersebut.


Untuk menghilangkan rasa stres difikirannya yang belum mendapatkan informasi dari para anak buahnya, Chico langsung memilih untuk mengerjakan semua pekerjaannya, dan larut dalam pekerjaan tersebut.


Hingga waktu tanpa sadar sudah menunjukkan pukul empat sore, waktunya jam pulang kantor.


Disaat Chico sudah pulang kantor dan sampai dirumah, dia pun langsung saja bersiap-siap untuk menghadiri acara Penghargaan untuk para Pembisnis yang selalu diselenggarakan disetiap tahunnya itu.


Dan Chico pun memang hadir diacara Penghargaan tersebut yang tahun ini dimenangkan oleh Ava yang sudah kita bahas sebelumnya.


Nah sekarang kita akan membahas Via dan Leon.


Via yang tadi sudah memberikan sebuah perkataan tegas kepada Leon, dia langsung saja mengendarai mobilnya untuk pulang kerumah mewah milik Ayahnya.


Setelah melakukan perjalanan berjam-jaman lamanya akhirnya Via sampai juga dirumah mewah sang Ayah sekitar pukul lima sore.


Via yang sudah keluar dari dalam mobil, dia langsung saja masuk kedalam rumah untuk segera menemui sang Mamah tercintanya.


" Mah......... Mamah, Via pulang Mah ",, kata Via sambil berlalu masuk kedalam rumah.


" Via, kamu sudah pulang Nak ",, sahut dari Mamah Delfa kepada Via dari arah ruang keluarga.


" Mamah............, Mamah bagaimana keadaannya??, apakah masih merasa sakit?? ",, tanya Via sambil duduk disamping Mamahnya.


" Mamah kamu tidak sakit Via, dia cuma membohongi kamu saja supaya kamu segera pulang ",, kata Ayah Markus kepada Via yang juga duduk disitu.


" Kasihan Kak Via, dibohongi sama Mamah, sedang enak-enak berlibur dengan sang kekasih malah disuruh pulang wlee",, ejek ari Ozzie kepada Via.


Via pun reflek langsung saja melempari bantal shofa kepada Ozzie yang sedang mengejeknya.


" Mamah iiish kenapa begitu sih sama Via ",, kata Via langsung merajuk kepada Mamah Delfa.


" Kamu sendirian saja Via, dimana sang Jenderal kekasih kamu itu?? ",, Mamah Delfa tidak mempedulikan sikap merajuk dari Via, malah dia menanyakan siLeon.


" Dia sedang sibuk dikantor Mah, lagi banyak kasus yang sedang dia tangani ",, jawab cuek dari Via kepada Mamahnya dan masih didengar oleh Ayah maupun adiknya.


" Iyaaaaaaaaaaahh, sayang sekali, padahal Mamah sudah ingin sekali berkenalan dengannya, Mamah kan bisa pamerin kepada teman-teman Mamah, jika calon menantu Mamah seorang Jenderal ",, kata Mamah Delfa kepada Via.


" Mamah.......... ",, sahut Via dengan sebal sambil menatap kearah Mamahnya.


" Sudah aaah Via mau istirahat capek, bangunkan Via jika nanti makan malam ya Mah ",, kata Via lagi kepada Mamahnya.


" Iya ",, jawab singkat dari Mamah Delfa kepada Via.


" Alasannya mau istirahat, padahal mau menelfon kekasihnya itu didalam kamar ",, goda dari Ozzie lagi kepada Via.


Via pun langsung saja memberikan satu buah kepalan tangan kepada Ozzie.


Namun Ozzie tidak takut, dia langsung saja memeletkan lidahnya kepada Via.


Walau umur mereka sudah tidak lagi anak-anak, namun kebersamaan sebagai seorang adik kakak masih terlihat sekali diantara mereka berdua.


Jam makan malam pun akhirnya tiba, saat ini Via, beserta kedua orang tuanya dan juga Ozzie sedang pada asik menikmati makan malam mereka.


Namun ditengah kebersamaan mereka, tiba-tiba saja mereka didatangi oleh salah satu asisstan rumah tangga jika ada seorang tamu yang mengaku sebagai calon suami dari Via.


Sontak saja hal tersebut membuat semua orang langsung saja beranjak bangun dari duduk mereka dari ruang makan menuju keruang tamu.


" Leon, Tanisa?? ",, kata Via dengan terkejut ketika mereka semua sudah sampai diruang tamu.


Yaps tamu yang mengaku sebagai calon suami dari Via adalah Sang Jenderal alias Leon siSinga.


" Apakah anda yang kemarin saya telefon itu anak muda?? ",, kata Ayah Markus juga kepada Leon.


" Iya Tuan, Nyonya, saya Leon, dan ini adik saya Tanisa ",, jawab Leon dengan sopan kepada Ayah Markus dan Mamah Delfa.


" Silahkan duduk kembali ", kata Ayah Markus kepada Leon dan juga Tanisa.


Akhirnya mereka semua langsung saja pada duduk diruang tamu Ayah Marson.


" Emm sebelum kita berbincang, tadi kita sekeluarga sedang pada menikmati makan malam, mari Nak Leon dan Nak Tanisa, kita makan malam bersama, mari ayo jangan sungkan ",, kata Ayah Marson kepada Leon dan juga Tanisa.


" Tapi Tuan............. ?? ",, jawab Leon merasa tidak enak kepada Ayah Markus.


" Tidak apa-apa, ayo Via ajak kekasih kamu ini sama Nak Tanisa untuk makan malam bersama kita ",, kata Ayah Markus kepada Via dan juga Leon.


Via pun dengan kaku dia langsung saja mengajak Leon untuk masuk kedalam ruang makan rumahnya.


Dan disinilah mereka semua, sudah pada duduk anteng dikursi meja makan rumah Ayah Markus.


" Via ambilkan untuk Nak Leon dia mau makan yang mana?? ",, perintah dari Mamah Delfa kepada Via.


Via pun mau tidak mau dia langsung saja menawari Leon ingin makan yang mana.


Dan Leon sendiri merasa jika dia sudah seperti suami bagi Via.


" Nak Leon pasti capek ya, dan Nak Leon ternyata lebih tampan dari yang saya lihat ditelefon kemarin ",, kata Mamah Delfa disela-sela makannya.


Leon pun hanya bisa tersenyum garing saja menanggapi perkataan dari Mamah Delfa.


" Oh ya Nak, tadi kata Via kamu sedang sibuk menangani banyak kasus, makanya tidak bisa ikut dengan Via kesini ",, kata Ayah Markus juga kepada Leon.


Leon pun sebelum menjawab perkataan dari Ayah Markus, dia langsung saja menatap kearah Via yang duduk disebelahnya.


Namun orang yang ditatap oleh Leon, dia memilih cuek tidak mempedulikan tatapan dari Leon sama sekali.


" Iya Tuan, saya memang sedang menangani banyak kasus ",, jawab Leon kepada Ayah Markus.


" Sebenarnya saya sudah mengatakan iya kepada Via kalau saya mau mengantarkan dia pulang, namun dia tidak sabar katanya kelamaan menunggu saya jika saya harus ijin dulu kepada atasan saya dikantor Tuan ",, kata Leon lagi kepada Ayah Markus.


Ayah Markus pun yang mendengar perkataan dari Leon, dia langsung saja memarahi Via.


" Via, kamu ini........!!, sudah tahu kekasih kamu bekerja untuk Negara, kamu jangan bersikap egois seperti itu dong ",, kata Ayah Markus kepada Via.


" Iya Ayah ",, jawab Via dengan sekenanya saja kepada Ayahnya.


" Kurang belaian ini siTuan Singa, bisa-bisanya berbicara bohong seperti itu kepada Ayah ",, gerutu dari Via didalam hatinya untuk Leon sambil memakan makanannya dengan tidak mood sama sekali.


Sedang Tanisa yang mendengar perkataan dari kakaknya, dia hanya bisa tersenyum dalam diamnya.


Sebab Tanisa sangat tahu sekali, jika Via tidak mungkin bersikap seperti itu kepada Leon tadi.


" Sudah Tuan tidak apa-apa, Via tadi bersikap seperti itu, karena dia begitu sangat khawatir sekali dengan Mamahnya ",, kata Leon lagi dan lagi mencuri perhatian dari kedua orang tuanya Via.


" Saya sangat tahu Via Tuan, dan Via sebenarnya bukan wanita seperti itu, tapi tadi dia reflek saja seperti itu karena dia sedang merasa khawatir sekali kepada anda Nyonya ",, kata Leon kepada Mamah Delfa.


Mamah Delfa langsung saja tersenyum manis kepada Leon, karena menurut Mamah Delfa Leon sangat manis sikapnya dan juga bersifat sangat dewasa sekali.


" Dia wanita yang berbeda dari wanita yang pernah saya temui Tuan, itulah mengapa saya mau mengejar dia sampai sejauh ini, karena saya takut kalau dia kenapa-kenapa dijalan, sebab ketika saya telefon daritadi tidak diangkat sama sekali oleh dia ",, kata Leon lagi dan lagi kepada Ayah Markus dan Mamah Delfa sambil mengusap lembut rambut kepala Via.


Via yang mendengar perkataan dari Leon, dia rasanya ingin muntah namun ditahannya sekuat tenaga.


Sedang Tanisa sendiri yang mendengar perkataan manis dari sang Kakak, fix fikir Tanisa, jika Kakaknya sudah bisa membuka hati lagi untuk seorang wanita.


" Mimpi apa aku semalam, Tuan Singa bisa berbicara sepanjang itu, dan terlebih dia terlihat begitu romantis sekali kepadaku ",, kata batin dari Via untuk Leon.


" Ingin rasanya aku jitak kepalanya, karena sudah pintar sekali mencuri hati Ayah dan Mamah ",, sambung lagi kata batin dari Via untuk Leon.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...