Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
RUMAH BARUNYA VIA



Leon yang melihat tingkah dari Via, dia langsung saja menatap kedua kepalan tangan dari Via lalu kearah wajah Via.


" Apa mau anda Nona?? ",, tanya Leon dengan tanpa ekspresi kepada Via.


" Mau bertepuk tangan ",, jawab Via kepada Leon sambil menepuk-nepukkan kedua tangannya didepan Leon.


Leon yang melihat kelakuannya Via, dia langsung saja menangkap kedua tangan Via itu dan langsung juga membuat Via melototkan matanya kepada Leon.


" Lepaskan tangan saya Tuan ",, kata Via sambil menarik kedua tangannya dari cekalan tangan Leon.


Adegan tarik menarik pun terjadi antara Leon dan juga Via.


Namun tebakan anda salah readers, jika biasanya sang laki-laki akan menarik tangan sang perempuan sehingga membuat sang perempuan jatuh keatas tubuh sang laki-laki.


Kali ini berbeda, ketika Leon sudah menarik tangan dari Via tadi, dia langsung saja melepaskannya dengan tiba-tiba.


Sehingga membuat Via langsung saja terjatuh terjungkal kebelakang.


" Aduuuuuuuhhhh ",, ucap Via ketika terjatuh dan membuat *4**4* seksinya langsung mencium lantai yang sangat keras.


Leon yang melihat Via terjatuh, masih tanpa ekspresi dia langsung saja bangun dari duduknya dan langsung saja meminta Via untuk bergeges bangun untuk mengikutinya.


" Ayo cepat, akan saya antarkan kerumah yang sedang dijual ",, kata Leon sambil berlalu dari hadapan Via.


" Itu laki-laki atau kecebong sih, sudah tahu ada perempuan jatuh bukannya dibantuin dulu malah langsung ditinggal pergi seperti itu ",, gerutu Via untuk Leon.


" Ayo cepat!! ",, kata Leon lagi kepada Via yang hanya diam saja tidak mengikutinya.


Via pun yang mendengar perkataan dari Leon lagi, dia langsung saja berdiri dari duduknya dan langsung juga mengikuti Leon yang sudah melangkahkan pergi dari dalam rumah.


" Tuan tunggu!! ",, teriak dari Via kepada Leon.


Dan Leon pun langsung saja menghentikan langkah kakinya tanpa berbalik badan untuk menunggu Via yang sedang berjalan kearahnya.


" Tuan, anda bisa tidak sih, kalau jalan jangan seperti mengejar maling, kaki anda itu besar dan pastinya jaraknya lebar, jangan dibandingkan dengan kaki saya dong, saya capek tahu mengikuti langkah kaki dari anda ",, kata Via kepada Leon.


Leon yang mendengar perkataan dari Via, dia tidak menjawab perkataan dari Via sama sekali, namun Leon langsung mencoba melangkah dengan pelan-pelan menyamakan langkah kaki dari Via.


Via yang melihat perhatian kecil dari Leon, dia langsung saja tersenyum manis didalam diamnya.


Ketika Via dan Leon sudah keluar dari dalam rumah dan berjalan melewati mobil, Via langsung dibuat kebingungan dengan tingkah dari Leon.


" Lho-lho-lho ko kita tidak naik mobil?? ",, tanya Via kepada Leon.


" Nanti kamu tahu sendiri ",, jawab Leon kepada Via dengan singkat.


Sang penjaga pintu gerbang yang melihat sang majikan sedang melangkahkan kakinya menuju kegerbang, dia langsung saja membukakan pintu gerbang itu untuk Leon dan juga Via.


Leon hanya mengangguk saja kepada para penjaga pintu gerbangnya itu.


Sedangkan untuk para penjaga pintu gerbang rumah Leon, mereka langsung saja menundukkan badan mereka dengan hormat ketika Leon dan Via melewati mereka.


" Itu lihatlah sendiri ",, kata Leon kepada Via ketika sudah berada didepan pintu gerbang rumahnya.


" Itu rumahnya yang sedang ingin dijual??, kenapa berada tepat didepan rumah anda Tuan?? ",, kata Via kepada Leon sambil menunjuk rumah yang sedang dijual.


" Memangnya kenapa jika berada didepan rumah saya?? ",, tanya singkat dari Leon kepada Via.


" Iya tidak apa-apa ",, jawab dari Via kepada Leon.


Setelahnya Via langsung saja mengamati bangunan rumah mewah yang terlihat dari depan itu dengan cermat.


" Boleh juga rumahnya ",, kata Via untuk dirinya sendiri.


" Iya ",, jawab singkat dari Leon kepada Via dengan kedua tangan yang dia masukkan kedalam saku celananya.


Setelahnya Via dan Leon langsung saja melangkahkan kaki mereka untuk menyeberang jalan menuju kerumah yang sama mewahnya seperti rumah milik Leon.


Ketika Leon sudah sampai didepan pintu gerbang rumah itu, dia langsung saja memencet bell yang ada disitu.


Sang penjaga pintu gerbang langsung saja membukakan gerbangnya untuk Leon, karena dia mengenali siapa itu Leon.


" Oh Tuan Leon silahkan masuk, apakah anda mau bertemu dengan Nyonya ",, kata sang penjaga pintu gerbang kepada Leon.


" Iya ",, jawab singkat lagi dari Leon kepada penjaga pintu gerbang.


" Nyonya ada didalam Tuan, silahkan masuk ",, jawab sang penjaga pintu gerbang kepada Leon.


Leon hanya mengangguk saja menanggapi perkataan dari penjaga pintu gerbang itu.


Setelahnya Leon langsung saja mengajak Via untuk masuk kedalam rumah yang sedang ingin dijual itu.


Leon yang sudah masuk kedalam rumah, dia langsung saja disambut ramah oleh pembantu yang ada disitu, dan langsung juga dipersilahkan untuk duduk dishofa yang ada diruang tamu.


Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya sang pemilik rumah pun datang setelah dipanggilkan oleh pembantunya tadi.


" Tuan Leon, ada apa anda kesini??, apakah ada yang bisa saya bantu??, dan ini apakah calon istri anda Tuan ?? ",, tanya Nyonya pemilik rumah kepada Leon sambil duduk dishofa yang ada disitu.


" Bu ............. ",, perkataan dari Via langsung saja terpotong dengan perkataan dari Leon.


" Iya Nyonya Camelia, dia calon istri saya ",, jawab sopan dari Leon kepada Nyonya Camelia yang punya rumah.


" Oh, cantik sekali dia, sangat serasi dengan anda Tuan Leon yang gagah dan juga tampan ",, jawab Nyonya Camelia kepada Leon.


Leon hanya bisa tersenyum tipis ketika mendengar perkataan dari Nyonya Camelia.


Sedangkan Via dia hanya bisa terbengong melihat kebohongan dari Leon kepada Nyonya Camelia.


" Ada apa Tuan Leon yang membuat anda datang kesini?? ",, tanya Nyonya Camelia lagi kepada Leon.


" Apakah rumah anda ini jadi anda jual Nyonya, jika jadi rumah ini akan saya beli sebagai hadiah untuk calon istri saya ini ",, jawab Leon kepada Nyonya Camelia.


" Oh jadi-jadi, waaah sangat perhatian sekali anda Tuan leon, dan anda sangat beruntung Nona bisa mendapatkan calon suami seperti Tuan Leon ini ",, kata Nyonya Camelia kepada Leon dan juga Via.


Hingga membuat Via langsung saja tersenyum garing kepada Nyonya Camelia.


" Berapakah harga yang anda tawarkan Nyonya?? ",, tanya Leon kepada Nyonya Camelia.


Dan Nyonya Camelia langsung saja menyebutkan nominal uang untuk harga rumahnya kepada Leon.


" Bagaimana Via apakah kamu mau?? ",, tanya Leon kepada Via ketika dia sudah mendengar perkataan dari Nyonya Camelia tadi.


" Iya baiklah saya mau ",, jawab Via kepada Leon.


Sebab ketika Via melihat desain dalam rumah itu yang hanya nampak sekilas dari ruang tamu, dia sudah langsung menyukainya.


Akhirnya rumah itu terjual lunas kepada Via, dan secepatnya Via akan menempati rumah tersebut, setelah Nyonya Camelia akan pindah ikut dengan anaknya yang ada diluar Negeri.


Setelah menyelesaikan pembayaran menggunakan akun rekening milik Leon, supaya tidak dicurigai oleh Nyonya Camelia.


Via dan Leon lalu kembali lagi kedalam rumah milik Leon lagi untuk membicarakan hal yang daritadi terus berputar-putar diotaknya Via yang perlu dipertanyakan oleh Via kepada Leon.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...