
Akhirnya Mamah Gretl, Oma dan Opa sampai juga didalam ruang perawatan Ava ketika Derral dan Papah Zohan baru saja masuk juga kedalam ruang perawatan tersebut.
Ketika Derral dan Papah Zohan mendengar suara pintu diketuk dari luar, Derral langsung saja berinisiatif membukakan pintunya dan ternyata yang datang adalah semua keluarganya.
" Opa, Oma, Mamah, ayo mari masuk ",, kata Derral kepada semua keluarganya.
" Derral, Zohan, bagaimana keadaan dari Ava??, kenapa dia bisa sampai dibawa keklinik ini?? ",, tanya Opa kepada Derral dan Papah Zohan.
" Iya Derral, jelaskan kepada Papah juga, tadi kamu belum sempat menjawab perkataannya Papah ",, kata Papah Zohan juga kepada Derral.
Sebelum Derral menjawab, dia tersenyum terlebih dahulu kepada semua Keluarganya, dan hal itu membuat mereka semua menjadi bingung, kenapa Derral tidak menjawab perkataan mereka malah tersenyum seperti itu.
" Ava tidak kenapa-kenapa ko Papah, Opa ",, kata Derral kepada Opa serta Papah Zohan dan masih didengar oleh semua orang yang ada disitu.
" Tidak kenapa-kenapa bagaimana??, Ava saja seharian ini tidak bisa beranjak dari ranjang, kamu bilang dia tidak kenapa-kenapa?? ",, kata Papah Zohan kepada Derral.
" Ava begitu karena dia ternyata sedang hamil Papah, dia hamil anak Derral, itulah mengapa Ava seharian seperti itu ",, kata Derral kepada semua keluarganya sambil menampilkan wajah yang benar-benar sangat bahagia sekali.
" Apa Derral hamil??, Papah tidak salah mendengar kan, jika Ava sedang hamil?? ",, tanya Papah Zohan lagi kepada Derral.
" Benar Papah, begitulah penjelasan dari Dokter tadi kepada Derral, jika Ava sedang hamil sekarang ",, jawab Derral kepada Papah Zohan.
Sungguh Opa, Oma, Papah Zohan dan Mamah Gretl langsung saja merasa sangat bahagia sekali mendengar kabar jika Ava juga sedang hamil seperti Dian.
Itu artinya mereka semua akan mendapatkan cucu dan cicit dua sekaligus dari Ava dan Aaric.
" Mamah sangat senang sekali Nak mendengarnya ",, kata Mamah Gretl kepada Derral.
" Iya Derral, Oma juga sangat senang mendengarnya, akhirnya Oma bisa melihat Ava hamil juga seperti Dian ",, kata Oma juga kepada Derral sambil tersenyum.
" Ava sementara waktu dia harus banyak beristirahat Papah, jadi kemungkinan besar besok Ava dan Derral tidak bisa ikut diacara pernikahan dari Kak Aaric dan Dian ",, kata Derral kepada Papah Zohan.
" Tidak masalah, Kakak kalian pasti bisa mengerti, dan kesehatan Ava itu penting, jadi kamu temani Ava saja dulu disini ",, jawab Papah Zohan kepada Derral.
Karena waktu sudah lewat tengah malam, akhirnya mereka semua memutuskan untuk bermalam dulu diklinik tersebut sambil menemani Derral menunggui Ava.
Dan ketika malam sudah digantikan sinarnya dengan cahaya mentari pagi, mereka semua sedang menyambut suka cita yang berbeda-beda didalam hati mereka.
Derral dan semua Keluarganya sedang menyambut suka cita dengan kehamilannya Ava, sedang Aaric dan Dian mereka menyambut suka cita karena sebentar lagi mereka akan menikah.
Dihari yang sama, ketika semua Keluarga sedang pada sibuk ingin berpamitan kepada Derral dan Ava yang baru saja sadar.
Tiba-tiba saja ponsel dari Papah Zohan berdering cukup keras sekali, dan ternyata yang menelfon adalah Aaric.
" Halo Aaric ",, kata Papah Zohan kepada Aaric.
" Papah sama yang lainnya akan kesini lebih awal kan?? ",, kata Aaric kepada Papah Zohan.
" Iya, kami akan kesitu sekitar pukul delapan pagi, dan saat ini kami sedang bersiap-siap ",, jawab Papah Zohan kepada Aaric.
" Tapi Derral dan Ava mereka tidak bisa menghadiri pernikahan kamu Aaric ",, kata Papah Zohan lagi kepada Aaric.
" Kenapa memangnya Pah??, apa mereka belum sampai diIndonesia?? ",, tanya Aaric kepada Papah Zohan.
" Tidak......... mereka sudah sampai sejak kemarin, hanya saja saat ini adik kamu sedang dirawat diklinik dekat vila Opa ",, jawab Papah Zohan kepada Aaric.
" Ava kenapa Pah?, dia tidak kenapa-kenapa kan?? ",, tanya Aaric lagi kepada Papah Zohan.
" Ava tidak kenapa-kenapa Aaric, Ava hanya cuma sedang hamil muda seperti Dian, makanya badannya sedikit ngedrop seperti itu karena kecapekan pulang pergi naik pesawat terus ",, jawab lagi dari Papah Zohan kepada Aaric.
" Ava juga hamil Pah?? ",, kata Aaric kepada Papah Zohan.
" Iya, dia juga sedang hamil seperti Dian ",, jawab Papah Zohan kepada Aaric.
" Itu artinya Aaric sebentar lagi akan mempunyai keponakan dong ",, kata Aaric lagi kepada Papah Zohan.
" Ya sudah, kalau begitu salam saja untuk Ava dan Derral Pah, biarlah Ava beristirahat dulu hingga badannya sehat, jika nanti acara pernikahannya sudah selesai, Aaric akan usahakan untuk menjenguk Ava ",, kata Aaric kepada Papah Zohan.
" Iya, sudah kamu sekarang fokus saja dengan pernikahan kamu, dan Papah mau bersiap-siap dulu sama yang lain ",, kata Papah Zohan kepada Aaric.
Dan setelahnya sambungan telefon mereka terputus juga ketika Papah zohan sudah mendengar jawaban dari Aaric.
Papah Zohan yang sudah selesai menerima telefon dari Aaric, dia langsung saja segera mengajak semua Keluarganya untuk kembali kevila untuk bersiap-siap menghadiri pernikahannya Aaric dan Dian.
" Jaga Ava sebentar ya Nak ",, kata Oma kepada Derral.
" Siap Oma ",, jawab Derral kepada Oma.
" Nanti jika acaranya sudah selesai kita akan segera kesini lagi ",, kata Mamah Gretl kepada Derral dan Ava.
" Iya Mah, kalian hati-hati ya dijalan ",, jawab Ava kepada Mamah Gretl.
Dan setelah berpamitan kepada Derral serta Ava, Papah Zohan, Mamah Gretl, Oma serta Opa langsung saja segera bergegas pergi menuju kevila, supaya nanti mereka semua tidak kesiangan dan terlambat sampainya dirumah Ayah Chyou yang jaraknya cukup jauh.
Sepeninggalan dari semua keluarganya, Ava langsung saja bertanya kepada Derral.
" Derral..........?? ",, panggil Ava kepada Derral.
" Apa sayang?? ",, jawab Derral kepada Ava sambil mengusap lembut rambut kepalanya Ava.
" Apa benar aku sedang hamil?? ",, tanya Ava kepada Derral.
" Benar dong sayang, Dokter sendiri yang mengatakan kepadaku jika kamu sedang hamil tujuh minggu, dan disini ada baby kita Ava ",, jawab Derral kepada Ava sambil mengusap lembut perut ratanya Ava.
Ava pun ikut-ikutan mengusap perutnya itu, karena dia sendiri rasanya masih tidak percaya jika sebentar lagi akan menjadi seorang ibu.
Tadi ketika Ava baru saja sadar dari pingsannya dia langsung saja bertanya kepada Derral, dan Deral dengan perasaan senangnya, dia langsung menjelaskan kepada Ava jika dia sedang hamil.
Pada waktu itu Ava sangat terkejut sekali, karena tidak menyangka rasa sakit ditubuhnya yang seharian dia rasakan karena faktor hormon kehamilannya.
" Mulai sekarang kamu tidak boleh terlalu kecapean Ava, karena aku tidak mau terjadi apa-apa kepadamu dan baby kita sayang ",, kata Derral kepada Ava sambil mencium tangannya Ava.
Ava hanya menjawab perkataan dari Derral dengan tersenyum manis sekali.
Dan Derral serta Ava sendiri mereka belum sempat memberitahukan berita kehamilan dari Ava kepada Papi Alano dan Mami Elsie yang berada dibeda Negara dengan mereka.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...