
Semua orang yang ada didalam ruang tamu mansionnya Papah Zohan, kecuali Aaric tentunya, mereka semua langsung saja pada saling melototkan matanya ketika mendengar Ava memperkenalkan Derral sebagai suaminya.
" Ava, jangan bercanda deh sama kami?? ",, kata Bryan kepada Ava dengan nada yang sangat terkejut.
" Iya Ava, bercanda kamu tidak lucu, kamu apa tidak kasihan sama Abana?? ",, kata Dean juga kepada Ava, sambil menyindir Abana.
Sebab Dean juga baru-baru itu mengetahui jika Abana mempunyai rasa dengan Ava.
" Memangnya Abana kenapa Dean?? ",, tanya Bryan kepada Dean.
" Iya Kak Dean, memangnya Kak Abana kenapa?? ",, tanya Ava juga kepada Dean.
Namun Dean malah menjawab dengan melototkan matanya kepada Bryan sambil mengkode melirik kearahnya Abana yang masih fokus menatap kearahnya Ava.
Ava pun yang tidak dijawab pertanyaannya oleh Dean dia akhirnya diam lagi.
Dan Bryan yang mengerti kode itu, dia langsung saja diam juga sama seperti Ava.
Sedangkan Aaric dia hanya bisa diam saja sambil menutupi mukanya menggunakan kedua tangannya, karena merasa tidak enak dengan Abana.
" Ava tidak bercanda Kak Bry dan Kak Dean ",, jawab Ava kepada dua orang tersebut.
" Iya Ava tidak bercanda, saya memang suaminya Ava, dan kami baru menikah kemarin ",, kata Derral juga kepada semua sahabatnya Aaric dengan tenang, dan santai sekali, sambil menatap kearahnya Abana yang terlihat sekali jika dia sedang cemburu kepadanya.
" Ini pasti kalian berdua mengeprank kita kan Ava?? ",, kata Dean lagi dengan masih tidak percaya perkataannya Ava dan juga Derral.
" Aaric!! ",, panggil Bryan kepada Aaric.
" Iya brother, Derral ini adalah suaminya Ava, mereka sudah menikah sejak kemarin, dan baru sah secara Negara serta Agama, tadi pagi ",, jawab Aaric akhirnya jujur kepada ketiga sahabatnya sambil merasa tidak enak dengan Abana.
Abana yang mendengar perkataannya Aaric dia langsung saja berdiri dari duduknya dan langsung saja pergi tanpa permisi kepada semua orang yang ada disitu.
" Abana!!!, Abana kamu mau kemana?? ",, tanya Dean kepada Abana.
Namun Abana tidak memperdulikan panggilannya Dean dan dia terus berlalu pergi dari dalam mansionnya Papah Zohan.
" Tega kamu Ric sama Abana!! ",, kata Dean kepada Aaric sebelum dia berlalu pergi menyusul Abana yang ternyata sudah pergi mengendarai mobilnya.
Sedangkan Bryan dia langsung saja ikut berlalu pergi dari dalam mansion itu, namun dia masih menghargai Aaric dengan berpamitan dulu tadi kepada Aaric.
Aaric hanya mengangguk saja kepada Bryan, sambil menampilkan senyum terpaksanya.
Derral sendiri bisa melihat jika Abana sahabat dari Kakak iparnya mempunyai rasa kepada Ava.
Dan Derral tidak akan membiarkan Abana bisa sampai mendekati Ava.
Melihat semua sahabatnya sudah pada berlalu pergi, Aaric langsung saja berlalu pergi juga menuju kedalam kamarnya, meninggalkan Ava dan juga Derral.
Ava sendiri dia dibuat santai dan tidak memperdulikan kehebohan yang tadi terjadi didepan matanya.
Sebab bagi Ava, dia tidak ada sangkut pautnya dengan mereka, dan fikir Ava itu urusan untuk para laki-laki.
Melihat Aaric pergi, Ava pun juga berlalu pergi meninggalkan Derral tanpa mengajak Derral untuk masuk juga.
Dan Derral yang ditinggal sendirian didalam ruang tamu itu, dia lalu ikut menyusul Ava dengan berjalan santai.
Ketika Derral melewati ruang keluarga, dia melihat Ava sedang menonton televisi disitu sambil menikmati camilan yang ada diatas meja didepannya.
Dan Derral pun langsung saja ikut duduk dishofa yang ada disebelahnya Ava.
" Eeeh kamu mau apa Derral?? ",, kata Ava dengan sedikit terkejut ketika Derral tiba-tiba saja merebahkan badannya dengan beralaskan pah4nya.
" Terserah kamu sajalah ",, jawab Ava kepada Derral, sambil terus memasukkan keripik kedalam mulutnya.
Namun ketika Derral melihat Ava ingin memasukkan keripik itu lagi kedalam mulutnya, tangannya Ava langsung saja ditarik oleh Derral dan langsung menuntunnya untuk memasukkan keripik itu kedalam mulutnya.
Ava yang terkejut dia hanya menurut-menurut saja dengan apa yang dilakukan oleh Derral ditangannya.
Dan selanjutnya Ava juga menyuapi Derral ketika dia sudah memakan keripik itu.
Sungguh pemandangan yang cukup romantis, dan Derral sepertinya dia sudah ada rasa dengan Ava, karena selalu mencari cara bagaimana bisa selalu berdekatan dengan Ava.
" Ambilkan minum dong istriku, aku haus ini ",, kata Derral dengan sedikit manja kepada Ava.
" Iya ",, jawab singkat dari Ava kepada Derral dengan sedikit jutek.
Dan setelah itu Ava langsung saja berdiri dari duduknya untuk mengambilkan air minum untuk dirinya dan juga Derral.
Setelah beberapa menit didalam dapur, Ava akhirnya keluar juga sambil membawa satu gelas jus alpukat untuknya dan juga jus pisang untuk Derral yang sudah berada didalam masing-masing tangannya Ava.
" Ini ",, kata Ava kepada Derral sambil memberikan jus pisang itu kepada Derral.
" Apa ini kuning-kuning kental seperti ini Ava?? ",, tanya Derral kepada Ava sambil menerima jus pisang tadi.
" Itu jus pisang ",, jawab Ava kepada Derral.
" Jus pisang??, no ambil saja ini kembali aku tidak suka ",, kata Derral kepada Ava sambil menyodorkan jus pisang tadi kepada Ava lagi.
" Jus pisang itu bagus untuk kesuburan pria Derral, bisa meningkatkan sp3rma kamu itu, bisa juga meningkatkan lib1do dan meningkatkan kinerja seksu4litas dari seorang pria serta masih banyak lagi manfaat yang lainnya, jika tidak percaya browsing saja sana diinternet ",, jawab Ava dengan santai sambil duduk lagi dishofa yang dia duduki.
" Awas saja jika kamu berbohong kepadaku!! ",, kata Derral kepada Ava.
" Untuk apa aku berbohong kepadamu Derral??, jika kamu tidak mau meminumnya ya tinggal ditaruh saja itu diatas meja ",, jawab Ava kepada Derral.
Namun Derral yang mendengar perkataannya Ava, dia bukannya menaruh jus pisang itu, malah langsung meminumnya hingga habis.
Dan Ava yang melihatnya dia langsung saja tersenyum sangat senang sekali.
" Nah begitu, pintarnya suamiku ",, kata Ava kepada Derral sambil mengusap rambut kepalanya Derral.
" Itu gelas kamu sendiri hijau-hijau seperti itu jus apa??, jus bayam?? ",, kata Derral kepada Ava.
" Sembarangan saja jika berbicara, ini itu jus alpukat yang sangat bagus untuk meningkatkan kesuburan bagi seorang wanita sepertiku ",, jawab Ava kepada Derral.
" Memangnya kamu apa mau segera mempunyai anak bersamaku Ava, ko sepertinya kamu sudah sangat teringin sekali mempunyai anak dengan memberikanku minuman seperti ini?? ",, tanya Derral lagi kepada Ava.
" Siapa sih yang tidak mau mempunyai anak Derral??, dimana-mana jika seorang wanita yang sudah menikah pastinya dia ingin mempunyai anak untuk meneruskan kehidupannya, begitupun denganku ",, jawab Ava kepada Derral.
" Tapi kalau aku belum sekarang, tapi suatu saat nanti, sebab aku sekarang masih belum bern4fsu melakukannya denganmu!! ",, sambung lagi perkataannya Ava kepada Derral.
Membuat Derral yang mendengar jawabannya Ava, dia langsung saja berlalu pergi meninggalkan Ava sendirian didalam ruang keluarga tersebut.
Entahlah Derral marah atau bagaimana ketika mendengar jawabannya Ava tadi.
Tapi yang pasti Derral sudah ada rasa untuk Ava saat ini sepertinya.
...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...
...***TBC***...