
Daripada kita terbang lagi keSpanyol, untuk menghemat waktu dan uang lebih baik kita membahas Ava dan Derral yang masih berada diNegara yang sama dengan Dian, yaitu Indonesia.
Ava yang tadi sudah menaruh gethuknya didalam dapur, dia berbincang sebentar dengan para bibi yang sudah bekerja divila sang Opa sejak dirinya masih kecil dulu.
Namun ketika Ava yang ingin pergi dari dalam dapur, dia tidak sengaja melihat siMbok yang paling senior yang bekerja divila sang Opa sedang berjongkok didepan kulkas.
" Mbok Sagah, sehat..........?? ",, kata Ava kepada mbok Sagah pembantu yang paling tua sendiri umurnya.
" Eh lho Non Ava, kapan lek teko, ko simbok ora weruh?? " ( Eh lho Non Ava, kapan datangnya, ko simbok tidak melihat?? ) ",, kata simbok Sagah kepada Ava dengan nada yang sangat terkejut sekali.
Iya wajar saja jika simbok Sagah dia terkejut melihat kedatangan dari Ava, karena tadi dia pulang sebentar kerumahnya yang jaraknya tidak terlalu jauh dari vila sang Opa diantarkan oleh cucunya.
Jadi ketika para Keluarga Altherr sudah sampai divila sang Opa, Mbok Sagah tidak mengetahuinya.
" Baru saja tadi Mbok.......... Mbok Sagah sendiri darimana?? ko terkejut begitu melihat Ava??, apa yang lain tadi tidak memberitahukan kepada simbok jika Ava kesini bersama Keluarga Ava beserta suami Ava ",, kata Ava kepada Simbok Sagah.
" Belum Non, lagipula ini simbok baru saja sampai, dan belum melihat para bibi yang lain ",, jawab siMbok Sagah kepada Ava.
" Non Ava beneran wis rabi??, endi bojone, kenalke kesimbok tho Non " ( Non Ava beneran sudah menikah??, mana suaminya, kenalkan kesimbok tho Non ) ",, kata mbok Sagah lagi kepada Ava.
" Suami Ava sedang tidur Mbok, dia kecapekan, dan dia juga sedang tidak enak badan ",, kata Ava kepada mbok Sagah.
" Yawis, Non Ava istirahat sisan kono, mengko nak melu-melu sakit malah kepriben dadine " ( Ya sudah, Non Ava istirahat juga sana, nanti kalau ikut-ikutan sakit kan susah jadinya ) ",, kata Mbok Sagah kepada Ava.
" Iya Mbok, Ava kekamar dulu ya ",, jawab Ava kepada Mbok Sagah.
" Iya ",, jawab Mbok Sagah lagi kepada Ava sambil tersenyum.
Setelahnya Ava langsung saja berlalu pergi dari dalam dapur meninggalkan Mbok Sagah yang sedang menata sayuran didalam kulkas.
Ava yang sudah masuk kedalam kamar, dia langsung saja ikut merebahkan badannya disamping Derral.
Namun ketika Ava ingin memeluk tubuhnya Derral, dia sedikit terkejut, ketika badan Derral benar-benar panas sekali.
Ava yang merasa mempunyai kewajiban sebagai seorang istri, dia tidak jadi tidur, namun melainkan turun dari atas ranjang untuk mengambil handuk kecil untuk mengompres Derral.
Dengan telaten Ava mengompres badan Derral dan dengan penuh perhatian juga.
Ava pun yang merasa AC kamarnya yang terlalu besar suhunya dan tidak baik untuk Derral, dia langsung saja mematikannya, walau akhirnya dirinyalah yang merasa kegerahan didalam kamar.
" Apa sebegitu capeknya kamu Derral, hingga badan kamu tiba-tiba panas begini ",, kata Ava sambil mengganti kompresannya.
Setelah membasahi handuknya lagi, Ava pun langsung saja mencoba untuk tidur disamping Derral, namun tidur Ava kali ini tidak bisa nyenyak karena harus terjaga untuk mengganti kompresannya Derral.
Sedang geser kedalam kamar Aaric.
Setelah tiba divila sang Opa, Aaric yang sudah saling sapa menyapa dengan Opa dan Omanya, dia langsung saja berlalu masuk menuju kedalam kamarnya sendiri.
Ketika Aaric sudah sampai didalam kamar, Aaric sama sekali tidak bisa memejamkan matanya, karena dia rasanya ingin sekali segera melihat Dian yang saat ini sedang mengandung anaknya.
" Dian, apa kabar kamu disana, apakah kamu baik-baik saja bersama anak kita yang sedang kamu kandung ",, kata Aaric sambil berbicara sendiri.
" Andai saja semua kontakku tidak kamu block, pasti saat ini aku bisa melihat apa saja yang sedang kamu lakukan ",, kata Aaric lagi sambil menatap langit-langit kamarnya.
" Aku sudah tidak sabar ingin mengantarkanmu untuk kontrol keDokter Kandungan Dian ",, kata Aaric lagi sambil tersenyum sendiri.
" Ternyata tokcer juga milikku langsung bisa membuahimu ",, kata Aaric dengan bangga kepada dirinya sendiri.
Aaric bolehlah merasa bangga dan senang untuk sekarang, karena dia tidak tahu hal apa yang akan dia hadapi nantinya ketika sang Opa dan Omanya tahu jika kedatangan mereka semua diIndonesia bukanlah untuk liburan melainkan untuk membahas pernikahannya dengan Dian.
Geser keluar kamar Aaric, tepatnya didalam kamar Papah Zohan.
Ketika Papah Zohan tidak melihat sang Ayah didalam ruang keluarga, dia langsung saja bertanya kepada salah satu pekerja yang ada diVila sang Opa.
Papah Zohan yang tidak bisa berbicara menggunakan Bahasa Indonesia atau Bahasa Jawa dia sedikit kesulitan mengobrol dengan para pekerja yang ada disitu.
Pekerja yang ditanya oleh Papah Zohan pun, dia juga sama kebingungannya mendengar perkataan dari Papah Zohan yang menggunakan Bahasa Inggris maupun Bahasa asli Spanyol.
Namun pekerja tadi menangkap kata-kata Opa didalam perkataan dari Papah Zohan.
Karena berhubung tidak bisa menjawab perkataan dari Papah Zohan, pekerja laki-laki yang Papah Zohan tahu dia sebagai tukang kebun divila sang Opa, dia langsung saja berjalan untuk memberitahukan keberadaan dari sang Opa kepada Papah Zohan yang ternyata sedang melihat-lihat koleksi tanamannya.
" Thank you ",, kata Papah Zohan kepada tukang kebun itu.
" Nggeh sami-sami " ( iya sama-sama ) ",, jawab dari tukang kebun tadi kepada Papah Zohan menggunakan Bahasa Jawa yang sopan.
Pasti tahulah arti kata Thankyou yang tadi diucapkan oleh Papah Zohan, dan karena tidak bisa menjawab menggunakan Bahasa Inggris juga, pekerja tadi langsung menjawabnya menggunakan Bahasa Jawa.
Tukang kebun tadi setelahnya dia langsung saja kembali masuk kedalam vila untuk mengambil sesuatu entah apa itu.
Sedangkan Papah Zohan dia langsung saja memanggil Ayahnya untuk dia ajak masuk kedalam karena ada hal serius yang ingin dia bicarakan.
" Ya sudah, kita kedalam ruang kerja Ayah ",, jawab dari Opa kepada Papah Zohan.
Papah Zohan hanya mengangguk saja kepada Opa, dan selanjutnya mereka berdua langsung saja melangkahkan kaki mereka untuk masuk kedalam ruang kerja milik Opa.
" Apa yang ingin kamu bicarakan kepada Ayah Zohan?? ",, tanya dari sang Opa kepada Papah Zohan.
" Ayah, sebenarnya kita datang keIndonesia, bukanlah ingin liburan............ ",, kata Papah Zohan kepada Opa.
" Terus jika bukan untuk liburan, kalian semua kesini untuk apa Zohan?? ",, tanya dari sang Opa kepada Papah Zohan.
" Untuk membahas pernikahan dari Aaric dengan gadis dari Indonesia, sebab gadis itu sudah dihamili oleh Aaric dan dia sedang mengandung anaknya Aaric Ayah ",, jawab dari Papah Zohan dengan sangat hati-hati sekali kepada Ayahnya.
Sungguh jawaban dari Papah Zohan tadi membuat sang Opa langsung saja memegangi dadanya karena sangat-sangat terkejut sekali.
" Ayah.......... ",, kata dari Papah Zohan dengan sangat ketakutan, jika Ayahnya akan terkena serangan jantung mendadak, karena berita mengejutkan ini.
Namun ketika Papah Zohan ingin menenangkan sang Ayah, Opa malah mengintrupsi Papah Zohan untuk tidak perlu khawatir kepadanya.
" Siapa gadis itu Zohan?? ",, tanya dari Opa kepada Papah Zohan sambil memegangi dadanya.
" Dian Ayah, sahabatnya Ava ",, jawab dari Papah Zohan kepada sang Opa.
" Dian anak dari Tuan Chyou itu?? ",, tanya dari sang Opa lagi kepda Papah Zohan.
" Iya Ayah, Dianlah orangnya ",, jawab dari Papah Zohan kepada Opa.
Opa terus menetralkan deru nafasnya yang tiba-tiba semakin tidak karuan saja rasanya.
" Panggilkan Aaric kesini dan Mamah kamu, Mamah kamu tadi sedang menemui tukang jamu didepan ",, kata Opa kepada Papah Zohan.
" Apa Ayah tidak apa-apa Zohan tinggal?? ",, tanya dari Papah Zohan kepada sang Opa yang masih merasa khawatir.
" Tidak apa-apa, cepat pergilah!! ",, jawab dari sang Opa kepada Papah Zohan.
Setelah itu Papah Zohan langsung saja keluar dari dalam ruang kerja milik Ayahnya untuk memanggil Aaric yang sedang berada didalam kamarnya, dan juga sang Oma yang baru saja masuk kedalam vila lagi ketika sudah membeli jamu untuk Derral dan Ava.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...