Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
KABAR MENGEJUTKAN



Ava yang masih didalam pesawat, fikiran dia sudah semakin tidak fokus saja.


Rasanya Ava ingin sekali melalui jalur teleportasi saja supaya dia bisa segera sampai diSpanyol.


Mata Ava pun juga terlihat sekali jika tatapannya kosong sejak masuk dan duduk didalam pesawat.


Mamah Gretl yang duduk tidak jauh dari Ava, dia terus memperhatikan Ava yang daritadi melamun terus.


Sedang sang Dokter Kandungan yang ikut juga didalam pesawat tersebut, dia akan memeriksa keadaan dari Ava sekitar dua jam sekali.


Semua itu sang Dokter lakukan karena keprofesionalitas sebab saat ini Ava adalah tanggung jawabnya, dan jika terjadi apa-apa kepada Ava dirinyalah yang patut disalahkan.


Meninggalkan Ava yang masih berada didalam pesawat, saat ini kita akan membahas Leon dan Via.


Leon dan Via saat ini bersama Ayah Markus, Mamah Delfa serta juga Ozzie sedang perjalanan menuju kerumah milik Leon.


Leon dan Via sendiri berada didalam satu mobil, sedang Mamah Delfa, Ayah Markus dan juga Ozzie berada didalam mobil mereka sendiri.


Ayah Markus satu mobil dengan Mamah Delfa, sedang Ozzie membawa mobil milik Via dan pulangnya nanti akan bersama Ayah Markus.


" Sepertinya perjalan kita masih panjang Mah, karena tadi ketika Leon menjelaskan kepada kita, rumah dia berbeda kota dengan rumah kita ",, kata Ayah Markus kepada Mamah Delfa.


" Iya Ayah, Mamah juga berfikirnya begitu, dan lagipula kota tempat tinggal serta dinasnya Nak Leon memang jauh dari rumah kita Ayah ",, jawab Mamah Delfa kepada Ayah Markus.


" Iya walau jauh, setidaknya jika kita rindu atau ingin mengunjungi Via tidak perlu naik pesawat Mah ",, kata Ayah markus kepada Mamah Delfa.


" Betul sekali ",, jawab Mamah Delfa lagi sambil tertawa.


Sedang berpindah lagi kerumah sakit tempat Derral dan Papi Alano yang sedang dirawat.


Sebab kita tidak akan membahas Chico sementara waktu, karena Chico mungkin akan author keluarkan diakhir-akhir nanti saja untuk pelengkap.


Dan untuk Tanisa sendiri, entahlah apakah author akan carikan jodoh untuknya karena author belum ada ide sama sekali.


Yuk tinggalkan mereka dulu ya..............


Papah Zohan ketika sedang menunggu didepan ruang operasi, dia terus berfikir apakah dia harus menelfon dan mengabari keadaan dari Derral serta Papi Alano kepada semua keluarganya atau tidak.


Ingin sekali Papah Zohan mengabari mereka semua, akan tetapi Papah Zohan belum mendapatkan jawaban yang pas jika mereka semua bertanya kepadanya.


Namun bagaimanapun juga semua Keluarganya berhak tahu keadaan dan kondisi dari Derral serta Papi Alano.


Akhirnya Papah Zohan pun memutuskan untuk mencoba menghubungi semua Keluarganya.


Orang yang pertama kali ingin Papah Zohan hubungi adalah Ava, namun ketika Papah Zohan sudah menghubungi Ava sebanyak tiga kali semua sambungan telefon itu tidak tersambung juga.


Begitu juga dengan Mamah Gretl yang sudah coba dihubungi oleh Papah Zohan, akan tetapi sama seperti Ava yang tidak bisa dihubungi juga.


Iya wajar saja jika Ava serta Mamah Gretl tidak bisa dihubungi, sebab ponsel dari Ava dan Mamah Gretl sengaja dimatikan karena mereka sedang berada didalam pesawat.


Ketika Papah Zohan tidak bisa menghubungi Ava maupun sang istri yaitu Mamah Gretl, akhirnya Papah Zohan mencoba menghubungi telefon rumah yang ada divila sang Opa.


Aaric dan Dian yang belum pulang dari vila sang Opa karena kemungkinan besar jika jadi Aaric akan menginap divila sang Opa bersama Dian.


Dan ketika mereka semua sedang berbincang hangat diruang Keluarga setelah kepergian dari Ava serta Mamah Gretl tadi, atensi mereka semua teralihkan dengan suara dering telefon yang ada didekat mereka.


Aaric yang duduk dishofa samping meja telefon, dia pun langsung saja mencoba mengangkat telefon yang sedang berdering tersebut.


" Halo dengan vila Keluarga Altherr dengan siapa saya berbicara?? ",, kata Aaric ketika sudah mengangkat telefonnya.


" Iya aku Aaric apakah ini Papah?? ",, jawab Aaric kepada Papah Zohan.


Dan semua orang yaitu Opa, Oma termasuk Dian mereka bertiga langsung diam saja sambil memperhatikan Aaric yang sedang mengangkat telefon.


" Iya ini Papah, Aaric katakan kepada Opa, Oma dan juga Mamah terlebih Ava ............ ",, perkataan dari Papah Zohan yang belum selesai langsung terputus dengan perkataan dari Aaric.


" Mamah sama Ava sudah pulang Pah, menggunakan pesawat pribadi kita sejak beberapa jam yang lalu ",, kata Aaric kepada Papah Zohan.


Papah Zohan sedikit terkejut ketika mengetahui akan hal itu yang ternyata istri dan anaknya sudah berada didalam pesawat menuju keSpanyol.


" Apaaa??!!, kamu tidak bercanda kan Aaric kepada Papah??, Ava kan masih belum sembuh keadaannya?? ",, kata Papah Zohan kepada Aaric.


" Iya Pah, tapi Ava pergi ditemani oleh Dokter Kandungan, karena dia sudah tidak sabar ingin segera melihat Derral, katanya dia sangat gelisah dan kefikiran Derral terus Pah ",, jawab Aaric kepada Papah Zohan.


" Sungguh besar perasaan cinta kamu untuk suami kamu Nak, bahkan kamu sangat tahu sekali jika Derral saat ini sedang kritis keadaannya ",, kata batin dari Papah Zohan ketika mendengar jawaban dari Aaric tadi.


" Pah........ Papah, apakah Papah masih berada disana?? '',, panggil Aaric kepada Papah Zohan yang sedang diam melamun memikirkan Ava.


" Iya Papah masih ada disini Aaric ",, jawab Papah Zohan kepada Aaric.


" Aaric ada sesuatu yang ingin Papah sampaikan kepada kamu, Opa serta Oma tentang Derral dan Tuan Alano ",, kata Papah Zohan kepada Aaric.


" Ada apa Pah, apakah ada sesuatu yang sudah terjadi kepada mereka berdua?? '',, tanya Aaric dengan segera dan hal itu membuat Opa, Oma serta Dian menjadi semakin tambah penasaran saja.


" Iya Aaric, Derral dan Tuan Alano saat ini sedang dirawat dirumah sakit, Tuan Alano mengalami luka tembak, sedang Derral dia sedang kritis karena terlalu banyak diberikan obat bius, bahkan sekarang Papah sedang menunggu Derral yang lagi dioperasi oleh Dokter Aaric ",, kata Papah Zohan kepada Aaric.


Aaric sungguh super sangat terkejut sekali mendengar kabar dari Papah Zohan, bahkan dia sampai berdiri sambil berteriak dengan sangat keras sekali karena saking terkejutnya.


Opa, Oma dan juga Dian mereka bertiga semakin bingung dan juga terkejut karena Aaric tiba-tiba bersikap seperti itu.


" Apakah Papah tidak bercanda kepada Aaric?? ",, tanya Aaric kepada Papah Zohan.


" Untuk apa Papah bercanda soal nyawa Aaric, terutama tentang keluarga kita?? ",, kata Papah Zohan kepada Aaric.


" Aaric dan semua akan segera menyusul Ava Pah, tolong Papah terus kabari kami tentang keadaan dari Derral dan Tuan Alano ",, kata Aaric kepada Papah Zohan.


" Iya, berhati-hatilah kalian semua dan semoga kalian semua selamat sampai sininya ",, kata Papah Zohan kepada Aaric.


Dan setelahnya sambungan telefon mereka pun terputus juga.


Melihat Aaric sudah selesai menelfon, Opalah orang pertama yang bertanya kepada Aaric tentang apa yang sebenarnya terjadi.


" Derral sedang kritis Opa, dan dia sedang menjalani operasi, sedang Papinya Derral yaitu Tuan Alano dia baru saja mengalami luka tembak ditubuhnya ",, jawab Aaric kepada Opa, dan masih didengar oleh Oma serta Dian.


Mereka semua langsung saja terkejut sekali mendengar jawaban dari Aaric tadi.


Bahkan jantung dari Opa langsung saja merasa sesak seketika ketika mendengar jika cucu mantunya sedang dalam keadaan kritis seperti itu.


Akhirnya setelah Opa sedikit baikkan, Opa memutuskan untuk terbang keSpanyol menyusl Ava dan Mamah Gretl, bersama Oma, Aaric dan juga Dian menggunakan pesawat komersil biasa.


Karena bagaimana pun juga mereka semua tidak bakal bisa tenang jika tidak melihat keadaan dari Derral secara langsung, terlebih lagi mereka juga sangat khawatir sekali dengan keadaan dari Derral sekarang.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...