Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
HAMPIR SAJA



Ava yang tadi sudah puas berendam didalam bathtubenya, dia langsung saja berdiri dari berendamnya itu, dan langsung berjalan kearah shower untuk menyalakan air showernya untuk membilas tubuhnya yang penuh dengan busa sabun tadi.


Dengan sambil menghayati sekali ketika Ava membilas tubuhnya telan9nya itu dibawah guyuran air shower, tiba-tiba saja Ava dikejutkan dengan suara pintu kamar mandi yang terbuka dari luar.


Dan pelakunya adalah Derral yang juga ingin mandi dan bersih-bersih badannya didalam kamar mandi.


Derral langsung saja terpaku ditempatnya dia berdiri dengan sedikit melototkan matanya sambil terus menatap kearah Ava yang sedang tidak memakai pakaian sama sekali dengan posisi yang sungguh terlihat sangat seksi sekali dipandangannya itu.


Dan tiba-tiba juga tidak disangka oleh Derral, tongkat baseballnya yang ada dibalik celananya tidak sengaja sedikit terlihat menonjol dari luar.


Dan pandangannya Ava pun tidak sengaja juga melirik kearah tongkat baseballnya Derral itu.


Tanpa berbicara dengan Ava, Derral langsung saja menutup kembali pintu kamar mandinya dengan cukup keras, dan dia juga langsung saja berlalu keluar dari dalam kamarnya Ava untuk meredakan gejolak yang ada didalam dirinya karena baru saja melihat pemandangan yang membuat sesuatu dalam dirinya tersiksa.


" **111*, kenapa juga Ava mandi tidak mengunci pintunya sih ",, gerutu Derral sambil berlalu keluar dari dalam kamarnya Ava.


" Sakit sekali rasanya tongkat baseballku ini ",, gerutu Derral lagi sambil terus berlalu tanpa tentu arah.


Sedangkan Ava yang tadi tidak sengaja melihat Derral dalam keadaan yang sangat absurd sekali, dia langsung saja merasakan merinding disekujur tubuhnya.


" Hu!!!!, dadaku rasanya sangat sesak sekali,....... apakah Derral tadi melihat semuanya yang ada pada tubuhku ini?? ",, kata Ava sambil berbicara sendiri, sambil juga memakai handuk yang sudah dia siapkan tadi.


" Aku harus bagaimana ini??, niat hati ingin mengerjai Derral, malah jadinya aku malu sendiri begini ",, kata Ava lagi sambil berbicara sendiri didepan pintu kamar mandi dan takut untuk melangkahkan kakinya keluar dari dalam kamar mandi.


" Aku bisa, ayo bertahan Ava ",, kata Ava sambil menyemangati dirinya sendiri.


Sebelum membuka pintu kamar mandi, Ava mengambil nafasnya dengan cukup panjang, dan dia keluarkan dengan sangat perlahan-lahan.


Dan ketika sudah cukup tenang, Ava langsung saja membuka pintu kamar mandinya dan langsung juga melangkahkan kakinya keluar sambil melirik kesana dan kesini untuk mencari keberadaannya Derral.


Namun Ava tidak menemukan Derral sama sekali didalam kamarnya, sebab Derral sudah berlalu keluar daritadi.


" Dia tidak ada disini, terus dimana dia?? ",, kata Ava ketika dia sudah mengalihkan pandangannya keseluruh sudut kamarnya.


" Biar sajalah, malah itu lebih baik, daripada disini membuatku canggung saja ",, kata Ava lagi sambil membuka handuk yang dipakainya itu.


Karena memang itu kebiasaan Ava ketika selesai mandi, jangan bilang Ava murahan ya readers, tapi itulah kebiasaan Ava yang terkadang Ava lakukan sering bertelanja9 bulat sambil mengambil pakaiannya didalam ruang walk in closetnya.


Sedang kita beralih lagi keDerral.


Derral yang tadi ingin turun menggunakan lift, ketika melihat pintu lift terbuka, tidak sengaja dia berpas-pasan dengan Mira yang sedang membawa sebuah paperbag yang berukuran cukup besar sekali.


" Eh Tuan Derral kebetulan bertemu anda disini ",, kata Mira kepada Derral.


" Ada apa??!! ",, tanya singkat dari Derral kepada Mira.


" Ini Tuan, tadi titipan dari sekretaris Tuan, katanya ini isinya semua pakaian yang Tuan butuhkan ",, jawab Mira kepada Derral sambil menyerahkan paperbag yang dibawanya kepada Derral.


Derral langsung saja mengambil paperbag itu dari tangannya Mira, tanpa mengucapkan terimakasih kepada Mira.


" Huuuu, tidak bilang terimakasih!! ", gerutu Mira dengan suara kecilnya sambil juga sedikit merasa sebal dengan Derral.


Sedang Derral yang tadi sudah berlalu pergi dari depannya Mira, dia terpaksa harus kembali lagi kedalam kamarnya Ava untuk menaruh baju-baju yang dibawanya itu.


Disaat Derral sudah sampai didepan kamarnya Ava, dia langsung saja membuka pintunya, namun ketika sudah membuka pintu, Derral dibuat melototkan matanya lagi oleh Ava, karena dia harus melihat Ava lagi dalam keadaan yang sama, masih tidak berpakaian sama sekali dan kali ini Ava sedang berjalan santai kesana dan kesini didalam kamarnya dan langsung berhenti didepan cermin besar yang ada didalam kamarnya.


Ava dia belum sadar, jika Derral sedang berdiri didepan pintu sambil memperhatikannya yang sedang asik bercermin didepan cermin besarnya itu tanpa menggunakan pakaiannya sama sekali.


" Tubuhku masih bagus, dan juga seksi ",, kata Ava ketika sedang bercermin didepan cermin besarnya dan perkataannya Ava juga didengar oleh Derral.


Dan Derral yang sudah tidak tahan, dia langsung saja sengaja menutup pintunya dengan suara yang cukup keras sekali.


Dan hal itu langsung saja mengalihkan pandangannya Ava kearah sumber suara.


Alangkah terkejutnya Ava ketika dia melihat Derrallah yang tadi menutup pintu dan dia sedang berjalan kearahnya.


" Derral, mau apa kamu?? ",, tanya Ava kepada Derral yang sedang terus berjalan kearahnya.


" Mau apa kamu tanyakan???...... ",, kata Derral sambil tersenyum miring kepada Ava, dengan terus melangkahkan kakinya kearahnya Ava.


" Tentu saja mau melakukan yang seharusnya suami istri lakukan ",, sambung lagi perkataannya Derral kepada Ava.


Ava reflek langsung saja menggelengkan kepalanya sambil terus melangkahkan kakinya mundur kebelakang.


" Kenapa kamu menggelengkan kepala kamu Ava??, bukannya daritadi kamu yang sudah menggodaku?? ",, kata Derral lagi kepada Ava dengan suara yang terdengar sangat menyeramkan sekali ditelinganya Ava.


" Siapa yang menggoda kamu Derral, aku memang seperti ini jika didalam kamar, dan jika kamu tidak mau melihatnya ya silahkah pergi saja dari dalam kamar aku!! ",, jawab dan elak dari Ava kepada Derral.


Dan akhirnya langkah kakinya Ava berhenti juga karena terhalang tembok dibelakangnya.


Derral langsung saja tersenyum devil ketika melihat Ava sudah terpojok seperti itu.


" Sungguh kamu memang seksi dan sangat menggoda sekali Ava, seperti kata kamu tadi ",, kata Derral dengan suara serak-serak ngebassnya sambil juga mengukung tubuhnya Ava yang sudah terpojok oleh tembok, dalam keadaan Ava yang masih belum memakai pakaiannya.


" Tubuh kamu sangat menggodaku, dan sangat menyiksaku Ava ",, kata Derral lagi kepada Ava dengan semakin menempelkan tubuhnya ketubuhnya Ava dengan cukup dekat sekali.


" Apakah kamu merasakannya Ava ",, kata Derral lagi kepada Ava sambil sedikit menekankan tongkatnya keperutnya Ava.


" Iya........aku sangat merasakannya ",, kata Ava kepada Derral dengan sengaja sambil merem45 tongkat baseballnya Derral dari luar celananya Derral.


Membuat Derral reflek langsung melepaskan kukungannya dari tubuhnya Ava, karena dia semakin dibuat ngilu saja ditongkat baseballnya itu karena ulahnya Ava.


Sedangkan Ava setelah bebas dari kukungan tubuhnya Derral, dia langsung melenggang pergi dari hadapannya Derral untuk masuk kedalam ruang walk in closetnya dengan santainya.


...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...


...***TBC***...