Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
SADAR



Jam pun terus berputar seiring berputarnya jarum jam, walau sepertinya baru tadi Via beserta keluarganya pulang dari dalam ruang perawatan Ava.


Tapi tidak disangka ternyata sudah dua jam saja mereka pergi daritadi.


Ava yang merasa tubuhnya sedikit lebih baik, dia meminta tolong kepada Keluarganya untuk membantunya turun dari atas brankarnya.


Sang Kakak yaitu Aaric yang mendengar perkataan dari Ava, dengan sigap dia langsung saja membantu Ava untuk turun dari atas brankar pasiennya.


" Kamu mau kemana Ava??, istirahatlah supaya kamu bisa cepat sehat ",, kata Aaric kepada Ava.


" Ava ingin memeluk Derral Kak ",, jawab Ava kepada Aaric.


" Derral belum sadarkan diri, nanti saja ya, jika dia sudah sembuh ",, kata Aaric lagi kepada Ava.


" Sudah biarakan saja Aaric, mungkin Ava sedang rindu dengan Derral, atau bisa jadi calon baby mereka yang sedang merindukan sang Ayah ",, sahut dari Opa kepada Aaric.


Mendengar perkataan dari Opa akhirnya Aaric pun menuruti permintaan dari Ava untuk turun dari atas brankarnya dan naik keatas brankarnya Derral.


Semua Keluarga yang ada disitu, mereka semua yang melihat hanya diam saja dan memperhatikan apa yang ingin dilakukan oleh Ava kepada Derral.


" Ava Kakak tutup gordennya ya??, supaya kamu bisa leluasa mengobrol dengan Derral ",, kata Aaric kepada Ava.


" Iya Kak, tutup saja, dan jika Kakak sama yang lainnya mau beristirahat, istirahatlah saja, supaya kalian semua tidak kecapekan dan gantian sakit ",, jawab Ava kepada Aaric.


Aaric hanya mengangguk saja kepada Ava.


Dan setelahnya Aaric langsung menutup gorden penyekat itu untuk memberikan ruang kepada Ava dan juga Derral.


Aaric yang sudah selesai menutup gordennya, dia langsung saja mengajak Dian untuk beristirahat didalam kamar yang tersedia disitu.


Sejak keluar dari dalam bandara tadi, sampai sekarang, mereka semua belum ada yang ingin pulang kemansion, sebab rasanya mereka berat sekali meninggalkan Derral dan Ava dalam keadaan yang seperti sekarang.


Kondisi dari Papi Alano sendiri juga sudah semakin membaik, bahkan saat ini Papi Alano sudah tidak menggunakan selang infusnya lagi.


Ruang perawatan dari Papi Alano juga tidak pernah dia tempati, karena dia lebih memilih beristirahat didalam ruang perawatan Derral sambil menunggui sang anak sadar.


Namun sampai dia sudah membaik kondisinya, Derral pun belum sadar juga dari pingsannya.


Ava yang sudah naik keatas brankarnya Derral, dia pun langsung saja memiringkan tubuhnya untuk memeluk Derral dari samping.


Untung saja ranjang pasien yang ditempati Derral cukup besar ukurannya, jadi bisa muat untuk dua orang diatasnya.


" Derral .............. ",, panggil Ava dengan suara yang seperti sedang menahan air matanya.


" Apakah kamu tidak merindukanku?? ",, kata Ava lagi akhirnya sambil meneteskan air matanya juga.


" Cepatlah sadar Derral, kami berdua sangat merindukanmu ",, kata Ava lagi kepada Derral.


" Apa kamu tidak mau menyapa baby love kita Derral??, apa kamu tidak mau mengusap perutku lagi......... ",, kata Ava kepada Derral yang masih memejamkan matanya.


" Bukannya kamu yang paling excited sekali dengan kehamilanku ini, tapi kenapa sekarang kamu tidur tidak bangun-bangun ",, kata Ava kepada Derral.


Walau semua Keluarga mendengar perkataan dari Ava kepada Derral, namun mereka memilih diam saja dan tidak mau menyela atau menyahutinya sama sekali.


Justru Mamah Gretl dan Mami Elsie mereka ikut meneteskan air matanya juga mendengar suara Ava yang sedang berbicara sambil menangis seperti itu.


" Derral bangunlah Derral.............. ",, kata Ava lagi kepada Derral.


Ava yang sudah berkata seperti itu, dia menjedanya sejenak, karena dia sedang menetralkan suaranya yang habis karena bercampur dengan air mata.


Setelahnya Ava mencoba memegang tangan Derral untuk dia usapkan sendiri diatas perutnya.


" Apa kamu tidak merasakannya Derral jika baby love kita sudah ingin melihat wajah sang Ayah ",, kata Ava lagi sambil menggerakkan tangan Derral diatas perutnya.


Dan ajaibnya Derral langsung merespon gerakan yang dibuat oleh Ava itu.


" Baby Love, Ayah kamu merespon kamu ",, kata Ava dengan sangat senang sekali sambil menangis dan tersenyum secara bersamaan.


" Ayo baby love bangunkan Ayah supaya dia mau membuka matanya lagi ",, kata Ava kepada calon babynya sambil terus menggerakkan telepak tangan Derral diatas perutnya.


Sungguh mungkin itulah yang dinamakan kontak batin dengan calon babynya, karena tidak diduga akhirnya Derral perlahan mau juga membuka matanya lagi.


" Ava.......... ",, kata Derral dengan suara serak yang tidak jelas.


" Derral ............ ",, kata Ava juga kepada Derral sambil tersenyum senang.


" Syukurlah kamu sudah sadar Derral............. ",, kata Ava kepada Derral dengan nada yang sangat bahagia sekali.


Semua Keluarga yang mendengar perkataan dari Ava mereka semua reflek langsung membuka gorden penyekat yang ada disitu.


Dan benar saja ketika gordennya sudah dibuka, mereka semua melihat jika Derral sudah membuka matanya lagi seperti sedia kala.


Tanpa menunggu waktu lama lagi, Papah Zohan langsung saja memencet tombol darurat untuk memanggil Dokter.


Ava sendiri sudah turun dari atas brankarnya Derral dengan bibir yang tersenyum sambil terus menggenggam tangan Derral.


Para tenaga medis tidak lama mereka semua langsung datang kedalam ruang perawatan Derral untuk memeriksa keadaan dari Derral.


Semua orang langsung saja menyingkir sejenak untuk memberikan ruang kepada para petugas medis yang akan memeriksa keadaan dari Derral.


Wajah lega dan senang nampak terlihat sekali dari semua Keluarga yang ada disitu, terutama Mami Elsie, dia begitu senang sekali melihat anak laki-laki satu-satunya sudah sadar dari pingsannya selama kurang lebih tiga hari lamanya.


Semua Keluarga yang melihat Derral sudah selesai diperiksa oleh Dokter, mereka semua langsung saja bergegas mendekat kearah brankar untuk bertanya kepada Dokter.


" Bagaimana Dokter keadaan dari suami saya?? ",, tanya Ava kepada Dokter.


" Keadaan Tuan Derral sudah bisa dikatakan membaik Nyonya, dan sepertinya efek bius yang ada didalam tubuhnya sudah mulai menghilang, hanya saja mungkin saat ini semua anggota tubuh dari Tuan Derral masih sulit digerakan ",, jawab dari Dokter itu kepada Ava dan masih didengar oleh semua orang yang ada disitu.


" Namun Nyonya dan yang lainnya tidak perlu khawatir, karena jika efek bius yang ada didalam tubuh Tuan Derral sudah sepenuhnya hilang, Tuan Derral nanti bisa kembali menggerakan semua anggota tubuhnya ",, sambung lagi perkataan dari sang Dokter kepada Ava dan yang lainnya.


" Tuan Derral, tapi anda sendiri harus terus mencoba dan berusaha menggerakkan semua anggota tubuh anda ya Tuan, supaya otot-otot anda tidak kaku, apalagi anda sudah tertidur selama tiga hari lamanya ",, pesan sang Dokter kepada Derral.


" Baik Dokter ",, jawab Derral kepada Dokter tersebut.


Setelahnya Dokter dan para asisstannya mereka semua berpamitan kepada semua orang untuk melanjutkan lagi pekerjaan mereka.


Dan setelah kepergian dari para tenaga medis itu, Ava pun memberanikan diri bertanya tentang obat bius yang dimaksudkan oleh Dokter tadi kepada Papah Zohan.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...