Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
SEBUAH RENCANA



Author akan percepat waktunya saja ya..........


Jika diIndonesia tadi sudah malam, itu artinya diSpanyol sudah pagi.


Dan pagi ini ketika Via yang masih tidur, tiba-tiba saja dia mendengar ponselnya yang dia taruh disebelah bantalnya pun berdering dengan sangat kencang sekali.


Via yang terkejut dia langsung saja menggapai ponselnya itu untuk dia angkat telefonnya tanpa melihat siapa yang sedang menelfonnya.


" Halo ",, kata Via dengan suara serak orang mengantuk sambil masih memejamkan matanya.


" Apakah kamu masih tidur Via?? ",, tanya orang itu kepada Via.


" Iya, dan ini siapa?? ",, tanya Via kepada orang yang menelfonnya dengan mata yang masih terpejam.


" Astaga, kamu sudah lupa dengan suaraku Via?? ",, kata orang itu kepada Via.


" Entahlah, aku masih mengantuk aku tidur lagi dulu ya.......... telefonnya lanjut nanti saja ",, jawab Via yang sedikit menjengkelkan bagi sipenelfon.


" Viaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!,...... '',, teriak gemas dari orang yang menelfon Via kepada Via.


Via yang terkejut karena suara teriakan tadi, dia pun langsung saja membuka matanya dengan sangat lebar sekali.


" Kamu siapa sih cerewet sekali ",, kata Via kepada orang yang menelfonnya.


" Astaga Via ",, kata orang itu lagi kepada Via.


Dan Via pun yang baru bisa mengenali orang yang sedang menelfonnya, dia langsung saja melihat nama orang yang sedang menelfonnya.


" Heheh maaf Singaku sayang, beneran aku tadi tidak melihat nama kamu diponselku, dan aku juga masih mengantuk sekali ini ",, kata Via kepada Leon sambil menguap dengan cukup lebar sekali.


Bahkan Leon sampai mendengar suara menguap dari Via melalui telefon.


Yaaa orang yang menelfon Via adalah Leon calon suaminya sendiri.


" Memangnya semalam kamu tidur jam berapa Via?? ",, tanya Leon kepada Via.


" Tidak tahu, tidak melihat jam, tapi sebelum tidur aku bertelefonan dulu sebentar dengan temanku Ava, untuk memberitahukan pernikahan kita kepadanya ",, jawab Ava kepada Leon dengan semakin mengeratkan selimut ditubuhnya.


Leon pun yang ada diseberang sana, dia langsung saja menggelengkan kepalanya walau Via tidak melihat gelengannya itu.


" Oh ya sayang, aku semalam sudah berbicara kepada Tanisa mengenai Chico, dan benar apa kata kamu, jika Tanisa pasti tidak akan percaya dengan perkataan dari kita ",, kata Leon kepada Via.


" Dan untuk lebih meyakinkan lagi bagi Tanisa, kita memang harus melaksanakan rencana kamu itu ",, kata Leon lagi kepada Via.


" Tapi aku tidak punya nomor telefonnya Chico Leonku sayang, karena aku pernah dikasih tapi tidak aku simpan ",, kata Via kepada Leon.


" Itu mudah, nanti aku kirimkan nomornya keponsel kamu ",, jawab Leon kepada Via.


" Memangnya kamu punya nomor telefonnya Chico Leon?? ",, tanya Via kepada Leon.


" Kamu lupa sayang suami kamu ini seorang Jenderal, untuk urusan itu tentu saja mudah bagiku ",, jawab Leon kepada Via.


" Baru calon sayang, belum sah ",, kata Via kepada Leon.


Leon pun hanya tersenyum lucu ketika mendengar jawaban dari Via tadi.


" Ya sudah kirimkan saja nomornya kepadaku, nanti aku akan membuat rencananya dan kamu sama Tanisa ikutin saja apa kataku, tapi jangan sampai terlihat mencurigakan, karena aku yakin Chico pasti mengirimkan seseorang untuk selalu memantau keadaanku ",, kata Via kepada Leon.


" Iya baiklah sayang, aku mengerti, kiss dulu dong sebelum dimatikan telefonnya ",, kata Leon kepada Via.


Dan Via pun sebelum mematikan sambungan telefonnya, dia langsung saja memberikan kiss online kepada Leon.


Leon pun juga langsung membalas ciuman yang diberikan oleh Via tadi.


Setelahnya Leon langsung saja memberikan nomor ponsel milik Chico kenomor ponselnya Via.


Leon sendiri sebenarnya dia malas sekali berhubungan dengan laki-laki yang bernama Chico.


Tapi karena berhubung untuk memberi pengertian yang lebih jelas kepada Tanisa supaya cinta dia belum berkembang lebih besar, Leon rela berkorban kecil demi adik perempuannya itu.


Ditambah lagi Leon juga tidak mau mempunyai adik ipar seperti Chico, yang dia yakinin suatu saat bisa menjadi bumerang untuk Keluarganya jika Chico beneran bersama Tanisa.


Via yang sudah mendapatkan nomor telefonnya Chico dia langsung saja mencoba menghubungi Chico.


Sedang Chico sendiri yang baru saja bangun dari tidurnya dan ingin beranjak dari atas ranjang.


Tiba-tiba saja dia mendengar ponselnya berdering dengan cukup kencang.


Chico yang melihat ada nama Tanisa, dia langsung saja mencoba mengangkat sambungan telefonnya itu.


Dan Tanisa ketika sambungan telefonnya diangkat oleh Chico, dia begitu sangat senang sekali.


Tanisa dan Chico mereka terlibat perbincangan sebentar, yang membuat Tanisa entah kenapa menjadi berbunga-bunga dibuatnya.


Padahal Chiconya sendiri dia menjawabi pertanyaan dari Tanisa dengan sekedarnya saja.


Dan Chico mau menanggapi Tanisa, karena dia merasa bersalah kepada Tanisa sebab sudah menabraknya kemarin, tidak lebih dari itu.


Tanisa dan Chico yang sudah selesai bertelefonannya, Chico pun lalu ingin berjalan kearah kamar mandi.


Namun ketika Chico hampir saja sampai didalam kamar mandi, tiba-tiba saja ponsel dia berdering lagi dengan sangat kencang sekali.


Chico pun mengurungkan niatnya lagi untuk masuk kedalam kamar mandi untuk mengambil ponselnya yang dia taruh diatas ranjang.


Dan ketika Chico melihat nama Via diponselnya, Chico pun langsung saja sangat bersemangat sekali.


" Ehem-ehem ",, kata Chico sebelum mengangkat sambungan telefonnya Via.


Setelahnya Chico langsung saja mengangkat sambungan telefon dari Via ketika dia merasa suaranya sudah bagus.


" Halo Via ",, kata Chico dibuat setenang mungkin, padahal aslinya Chico sangat senang sekali.


" Halo Chico ",, sapa balik dari Via kepada Chico.


" Ada apa kamu menelfonku sepagi ini Via, apa kamu sudah mau menerima cintaku?? ",, kata Chico kepada Via dengan gayanya yang sok bossy.


" Apa kamu hari ini sibuk Chico?? ",, tanya Via kepada Chico mengalihkan pembicaraan.


" Sesibuk-sibuknya aku, tetap saja aku pasti ada waktu luang untuk kamu Via, ada apa??, apa kamu ingin bertemu denganku?? ",, jawab Chico kepada Via.


" Iya, aku ingin mengajak kamu ketemuan ",, kata Via kepada Chico.


Dan Via pun langsung saja menyebutkan nama tempat serta jam berapa mereka bisa ketemuan.


" Siap aku pasti datang Via ",, jawab Chico kepada Via dengan bernada biasa saja.


Padahal aslinya Chico sangat senang sekali, karena baru saja diajak ketemuan oleh Via, bahkan dia sampai ingin berjingkrak kegirangan karena saking merasa senangnya.


Setelah itu mereka berdua langsung saja sepakat ingin mengakhiri sambungan telefonnya.


Chico yang sudah selesai bertelefonan dengan Via dia semakin bersemangat sekali ingin segera mandi dan segera berangkat kekantor supaya dia bisa segera bertemu dengan Via.


Sedang Via sendiri ketika sudah selesai menelfon Chico tadi, dia langsung saja menelfon Leon dan memberitahukan semua rencananya kepada Leon.


Entahlah bagaimana nanti reaksi dari Chico ketika ketemuan yang dibayangkan tidak seperti ekspetasinya.


Sedang untuk Tanisa sendiri apa yang akan dia rasakan, jika mendengar sendiri kalau Chico yang dia sukai mencintai calon Kakak iparnya sendiri.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...