
Geser keDerral lagi.
Derral yang sudah keluar dari dalam kamarnya, dia langsung saja berjalan menuju keruang Keluarga Mansionnya untuk menemui sang Papah mertua yang sudah menunggunya daritadi.
Dan ketika Derral sudah sampai diruang Keluarga, dia langsung melihat sang Papah mertua sedang memainkan ponselnya.
Papah Zohan yang merasa ada seseorang sedang berjalan kearahnya, dia langsung saja mengalihkan pandangannya dari ponselnya kearah orang tersebut.
Dan Papah Zohan yang melihat Derrallah yang berjalan kearahnya, dia langsung saja menaruh lagi ponselnya keadalam saku jasnya.
" Apakah Ava sudah tenang?? ",, tanya Papah Zohan kepada Derral.
" Sudah Pah, dia sedang tertidur saat ini ",, jawab Derral kepada Papah Zohan sambil duduk dishofa seberang dari Papah Zohan.
" Sekarang jelaskan kepada Papah, bagaimana sebenarnya ini bisa terjadi ",, kata Papah Zohan kepada Derral.
" Yang pasti kejadian ini sangat cepat sekali Pah ",, jawab Derral kepada Papah Zohan.
" Teruskan ",, sahut dari Papah Zohan kepada Derral.
" Tadi ketika Derral dan Ava sedang menikmati makan siang disalah satu Cafe, Ava tiba-tiba ijin kekamar mandi kepada Derral ",, kata Derral memulai bercerita kepada Papah Zohan.
" Derral sudah mencoba menawarkan diri untuk mengantarkannya Pah, namun Ava menolaknya, dan fikir Derral cuma kekamar mandi saja, jadinya Derral pun mengiyakan saja perkataan dari Ava ",, sambung terus cerita dari Derral kepada Papah Zohan yang masih diam saja setia mendengarkan semua cerita dari Derral.
" Namun tiba-tiba selang beberapa menit Ava sudah berada didalam kamar mandi, ada seorang waiters mengumumkan sesuatu kepada semua pengunjung Cafe jika ada seorang perempuan yang sedang pingsan dan ciri-cirinya sama persis seperti Ava ",, cerita dari Derral lagi.
" Derral langsung saja bergegas menemui perempuan itu, yang ternyata itu memang Ava Pah, dan ketika Derral tanya, Ava ternyata sedang menjadi korban percobaan penculikan dengan cara dipukul tengkuk belakang lehernya Pah, itulah yang menyebabkan Ava pingsan sampai seperti itu tadi ",, lanjut lagi perkataan dari Derral kepada Papah Zohan.
" Apakah penculik dari Ava sudah berhasil ditangkap Derral?? ",, tanya Papah Zohan kepada Derral.
" Berhasil Pah, dan saat ini dia sedang berada dimarkas Derral ",, jawab Derral kepada Papah Zohan.
" Bagus, mari kita beri pelajaran kepadanya, dan siapakah yang menyuruh dia melakukan ini kepada Ava ",, kata Papah Zohan kepada Derral.
" Iya Pah, Derral juga sudah sangat penasaran sekali siapa dalang dibalik penculikan Ava ",, jawab Derral kepada Ava.
" Tapi biar Papah saja yang pergi, kamu dirumah saja jagain Ava ",, kata Papah Zohan kepada Derral.
" Tapi Pah........ ",, kata Derral kepada Papah Zohan.
" Tidak perlu tapi-tapi, Papah bisa menyelesaikan sendiri masalah ini, yang terpenting sekarang kamu temani Ava, karena dia pasti jika sudah bangun akan mencari keberadaanmu disini Derral ",, jawab Papah Zohan kepada Derral.
" Baiklah jika itu mau Papah, Derral menurut saja, nanti biar Derral menyuruh Egon untuk menemani Papah dimarkas Derral ",, kata Derral kepada Papah Zohan.
Dan Papah Zohan langsung saja mengangguk kepada Derral.
" Papah pergi dulu ",, pamit dari Papah Zohan kepada Derral.
" Iya Pah, hati-hati dijalan ",, jawab Derral kepada Papah Zohan sambil menganggukkan kepalanya.
Setelahnya Papah Zohan langsung saja melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam mansion Derral menuju kemarkas milik Derral.
Sedang Derral sendiri, dia langsung menelfon Egon untuk menemani Papah Zohan yang akan menuju kemarkasnya.
Derral menyuruh anak buahnya untuk memberikan uang sebanyak sepuluh ribu euro kepada waiters tersebut.
Dan jika dirupiahkan uang sepuluh ribu euro sama dengan seratus empat puluh delapan juta tujuh ratus dua puluh tiga sekian.
Jumlah yang sangat banyak sekali bukan yang Derral berikan kepada waiters tersebut.
Namun bagi Derral uang segitu tidak ada apa-apanya dengan keselamatan dari Ava yang masih tidak ternilai harganya.
Sedang Papah Zohan sendiri dia sudah sangat tidak sabar sekali ingin segera sampai dimarkas Derral supaya dia tahu akar dari penculikan yang menimpa putri tercintanya.
Dokter Rava yang tahu jika salah satu anak buah yang dia tugaskan untuk memata-matai Derral maupun Ava sudah berhasil ditangkap oleh anak buah dari Derral dari laporan anak buahnya yang lain.
Dokter Rava langsung saja melarikan diri dari Negara Spanyol itu untuk bersembunyi dari kejaran para anak buah dari Derral dan Papah Zohan yang akan segera mencarinya.
" Tidak akan aku biarkan diriku tertangkap dengan mudah oleh para anak buah mereka semua ",, kata Dokter Rava sambil memakai kaca matanya ketika ingin naik pesawat.
Sungguh Papah Zohan dan Derral mereka kurang cepat dalam bergerak, sehingga otak pertama dalam penculikan Ava sudah berhasil kabur terlebih dahulu.
Papah Zohan menyuruh anak buahnya yang menyopirinya untuk mengendari mobilnya dengan cukup kencang supaya cepat sampai dimarkas Derral.
Sedang Derral sendiri setelah menyelesaikan telefonnya tadi dengan para anak buahnya, dia langsung saja melangkahkan kakinya untuk menuju kedalam kamarnya lagi.
Sesampaikan didalam kamar, Derral melihat Ava masih tertidur cukup lelap sama seperti tadi ketika dia tinggal.
Derral yang tidak mau menggangu Ava yang sedang tidur, dia memilih langsung saja melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam kamar mandi.
Didalam kamar mandi, Derral langsung saja segera mandi untuk membersihkan keringat yang menempel ditubuhnya itu.
Disaat sudah selesai mandi dan hanya keluar menggunakan handuk sepinggangnya saja, Derral langsung melihat jika Ava sudah beranjak turun dari atas ranjang dan sedang berjalan kearahnya, lebih tepatnya kearah kamar mandi.
" Kamu sudah bangun Ava??, dan kamu mau kemana?? ",, kata Derral kepada Ava.
" Mau mandi karena ini sudah terlewat jam mandi soreku ",, jawab Ava dengan lirih kepada Derral.
Sebab Ava masih merasa sedikit sakit dan pusing dikepala serta tengkuknya.
" Pelan-pelan saja mandinya jika masih merasa pusing, atau mau aku mandikan saja Ava?? ",, kata Derral sambil menggoda Ava.
Ava yang mendengar godaan dari Derral, dia langsung saja menatap Derral dengan tatapan horornya, sedang Derral sendiri yang ditatap seperti itu oleh Ava, dia langsung tertawa lucu kepada Ava.
" Iya-iya baiklah, sana mandi, nanti jika sudah selesai mandinya akan aku obati lukanya sekaligus diminum juga obatnya ya yang tadi sudah diresepkan oleh Dokter ",, kata Derral kepada Ava sambil meredakan suara tawanya.
Dan Ava pun hanya mengangguk saja kepada Derral.
Setelahnya Ava langsung saja melanjutkan langkah kakinya menuju kedalam kamar mandi untuk mandi.
Sedang Derral sendiri dia langsung memilih menuju keruang walk in closetnya untuk berganti baju sekaligus menunggu Ava selesai mandi.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...