Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
COBA LAGI



" Aiiisshh bicara apa sih kamu Ava!!! ",, kata Ava lagi sambil memukul kepalanya sendiri menggunakan telapak tangannya.


..........>>>>><<<<<..........


Ketika Ava sedang sibuk dengan pemikirannya yang kurang soklin rinso, dia tidak sadar jika Derral sudah selesai berganti baju rumahannya yang tadi diberikan oleh Egon.


" Keluarlah Ava, aku sudah selesai ",, kata Derral kepada Ava dengan nada yang sangat santai sekali.


Ava yang mendengar perkataan dari Derral dia langsung saja seperti terkena sihir, karena badan Ava tiba-tiba langsung tidak bergerak untuk beberapa detik.


Setelah itu, Ava langsung saja membuka pintu ruang walk ini closetnya dan berjalan keluar dengan menampilkan wajah yang biasa saja.


" Kenapa harus mengintip dan bersembunyi seperti itu, jika ingin melihatnya, dengan senang hati akan aku tunjukkan kepadamu ",, kata Derral kepada Ava yang sedang berjalan santai seperti tidak terjadi apa-apa diantara mereka tadi, dengan sambil duduk diatas ranjang empuknya Ava.


" Siapa yang bersembunyi dan mengintip Derral?? ",, jawab dan elak dari Ava kepada Derral sambil menghentikan langkahnya didepannya Derral.


" Entahlah, siapa tadi yang mengintipku dibalik pintu itu ",, kata Derral lagi dengan mode kalem sambil menunjuk pintu ruang walk in closetnya Ava.


Ava dibuat sedikit gelagapan oleh perkataannya Derral tadi, ternyata dia ketahuan mengintip oleh Derral.


Dan memang Derral tadi ketika menoleh kekanan, dia tidak sengaja melihat Ava sedang mengintipnya dibalik pintu walk in closetnya.


" Aku tidak menggodamu, memang aku terkadang seperti itu didalam kamarku, lebih suka memakainya didekat ranjang seperti tadi ",, kata Derral lagi kepada Ava sambil menatap Ava.


" Sudah lupakan!!, ayo kita keluar untuk makan malam, jangan sampai kita terlambat, nanti Papah bisa curiga kepada kita ",, kata Ava kepada Derral sambil mengulurkan tangannya kepada Derral.


" Memangnya kenapa kalau kita terlambat datangnya dan Papah kamu curiga kepada kita Ava ",, jawab Derral kepada Ava.


Dan tanpa Ava sadari, tangannya itu langsung saja ditarik oleh Derral hingga dia akhirnya terjatuh tepat diatas tubuhnya Derral.


Ava sangat terkejut, namun dia langsung saja berusaha untuk melepaskan tubuhnya dari pelukannya Derral.


" Seperti apa yang membuat Papah kamu curiga kepada kita Ava, apakah seperti ini contohnya?? ",, kata Derral lagi kepada Ava dengan semakin memeluk erat tubuhnya Ava yang sedang berada diatas tubuhnya.


" Lepaskan aku Derral ",, kata Ava sambil terus memberontak diatas tubuhnya Derral.


" Kenapa harus dilepaskan??, kamu kan istri aku, tidak berdosalah jika kita bermesraan seperti ini diatas ranjang ",, jawab Derral dengan santai kepada Ava.


" Memang ora dosa, tapi aku lagi ora mood nglakoni iku karo sampeyan Mas Derral " ( Memang tidak berdosa, tapi aku lagi tidak berselera melakukan itu dengan kamu Mas Derral ) ",, jawab Ava kepada Derral dengan menggunakan Bahasa Jawa.


Lagi dan lagi, masih sama seperti biasanya, Derral sangat marah sekali ketika mendengar Ava berbicara menggunakan Bahasa Jawa seperti itu.


" Kamu kenapa selalu menggunakan Bahasa yang tidak bisa aku fahami, dan membuat telingaku menjadi geli sendiri Ava ",, kata Derral kepada Ava dengan sambil menampilkan wajah gemasnya.


" Yo sak senengku tho ya " ( Ya suka-suka aku tho ya ) ",, jawab Ava kepada Derral.


Dan Derral yang mendengar jawaban dari Ava masih menggunakan Bahasa Jawa, dia langsung saja membalikkan posisi, dengan Ava yang sekarang berada dibawah tubuhnya.


Ava sungguh sangat terkejut sekali, dengan gerakan tiba-tiba dari Derral yang seperti itu kepadanya.


" Dasar wong lanang edan, untung cakep, jika tidak sudah tak uleg itu wajahnya sama sambal terasiku ( Dasar laki-laki gila, untungnya tampan, jika tidak sudah tak tumbuk itu wajah tampannya bersama sambal terasi buatanku ) ",, gerutu Ava ketika dia merasa terkejut tadi dengan ulahnya Derral.


" Kamu bisa tidak sih, jika berbicara denganku jangan menggunakan Bahasa planet kamu itu, membuatku pusing saja!! ",, jawab Derral kepada Ava dengan posisi masih berada diatas badannya Ava.


" Ya kalau tidak mau pusing, sudah sana minggir dari atas tubuhku!! ",, kata Ava kepada Derral.


" Jika aku tidak mau bagaimana?? ",, tantang Derral kepada Ava.


Alhasil Derrallah yang terlebih dahulu menahan kakinya Ava supaya tidak bisa bergerak.


Melihat akan hal itu, Derral langsung saja tersenyum miring sambil menatap Ava dengan sangat lekat.


Sedangkan Ava dia malah melototkan matanya kepada Derral, karena usahanya gagal oleh pergerakan kakinya Derral kekakinya.


" Sekarang kamu mau apa Ava ",, kata Derral lagi kepada Ava.


Ava langsung saja dia sedikit memberontak dengan terus mendorong tubuhnya Derral menggunakan kedua tangannya.


Sekuat-kuatnya wanita, pastilah dia akan kalah tenaga dengan laki-laki.


Dan Derral yang tidak suka ketika Ava memberontak seperti itu, dia langsung saja mencengkeram kedua tangannya Ava menggunakan kedua tangannya.


" Kamu semakin terlihat cantik jika sedang posisi seperti ini Ava ",, kata Derral kepada Ava ketika dia sudah bisa memegang kedua tangannya Ava disamping kiri dan kanan kepalanya Ava.


" Dan kamu terlihat semakin jelek serta menyebalkan jika dilihat dengan posisi aku seperti ini, lubang hidung kamu terlihat semakin besar saja Derral!!! ",, jawab Ava sekenanya saja kepada Derral.


" Aku suka jawaban kamu ",, kata Derral kepada Ava sambil tertawa dengan cukup keras sekali.


Dan tanpa diduga oleh Ava, Derral langsung saja melepaskan pegangan tangannya itu ditangannya Ava, dan langsung saja memegang kepalanya Ava untuk dia cium tepat dibibirnya.


Sungguh Derral daritadi dia sudah tergoda dengan bibirnya Ava yang menurutnya sangat menggoda untuk dia gigit.


Ava dibuat semakin terkejut saja, ketika dia tiba-tiba saja dicium oleh Derral tepat dibibirnya.


Ava yang terkejut, dia hanya diam saja, karena sedikit syok dengan bibirnya Derral yang menempel dibibirnya.


Sedangkan Derral dia langsung saja menggerakkan bibirnya dan juga lidahnya untuk menikmati bibir tipis pinknya Ava yang kenyal itu.


Ava langsung tersadar ketika Derral sedang mengh154p-h154p bibir bawahnya dengan lembut sambil terus menatap kearah wajahnya.


Namun sayang, Ava tidak bisa mendorong tubuhnya Derral yang seakan sudah melekat dengan tubuhnya itu.


Derral yang sudah tidak tahan, dia lalu menutup matanya sambil terus membuat Ava terlena dengan ciumannya.


Dan tanpa disadari oleh Ava, dia akhirnya menutup matanya juga ketika melihat Derral menutup matanya.


Walau tidak membalas ciuman yang diberikan oleh Derral, namun Ava lama-kelamaan menikmati juga bibir dan lidahnya Derral yang terus bergerak diatas bibir dan didalam mulutnya.


Perlahan pelan-pelan, Derral melepaskan ciumannya, dan dia lalu berpindah keleher putihnya Ava yang sangat mulus sekali itu.


" Aaaaahhhhhh ",, d354h dari Ava ketika Derral ternyata memberikan stempel kependudukan kepada lehernya Ava.πŸ˜‚πŸ˜œ


Namun ketika mereka sudah hampir saja terbuai dengan permainan mereka sendiri, tiba-tiba saja telinga mereka mendengar suara pintu kamar diketuk dari luar.


Alhasil mereka langsung saja menghentikan kegiatan indah mereka, untuk membukakan pintu yang diketuk daritadi tidak berhenti itu.


...πŸ’§πŸ’§πŸ’§πŸ’§πŸ’§πŸ’§πŸ’§πŸ’§πŸ’§πŸ’§πŸ’§πŸ’§πŸ’§...


Gagal maning😬😬😜


...πŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•Š...


...***TBC***...