Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
KENTUT



" Tuan biarkan saya beristirahat untuk sejenak, sungguh badanku benar-benar capek sekali ",, begitulah yang dikatakan oleh Via kepada Chico.


Dan kita beralih kedalam ruang perawatan Ava sejenak.


Sebab ketika Via ingin mengistirahatkan badannya diranjang empuk dan besar yang memang tersedia didalam ruang perawatan Ava, Chico selalu menggoda dan mengganggu Via terus menerus, bahkan Chico pun juga mengikuti kemanapun Via pergi.


" Kita kan bisa beristirahat bersama disini sayang ",, jawab Chico kepada Via sambil ikut merebahkan badannya diranjang samping Via.


" Minggir atau saya tendang Tuan!! ",, kata Via lagi kepada Chico ketika Chico malah semakin berani saja dengan memeluk Via dari belakang.


" Tidak mau, begini lebih nyaman untuk tidur Nona ",, jawab Chico lagi dengan semakin menjengkelkan untuk Via.


" Jangan menyalahkan saya Tuan, karena anda yang memintanya sendiri!! ",, kata Via kepada Chico.


Chico yang belum bisa mencerna perkataan dari Via, tiba-tiba saja Via langsung menyiku perut Chico, menggunakan tangannya dengan sangat kencang sekali, hingga membuat Chico langsung saja mengaduh kesakitan.


Dan disaat Chico merasa kesakitan seperti itu, Via langsung saja bangun dari tidurannya, dan langsung juga mengeluarkan jurusnya, yaitu ..........??


Duuuuuuuutttttttt.............


" Aaah leganya ",, kata Via ketika dia bisa mengeluarkan kentut yang daritadi ditahannya.


Yaps, jurus Via adalah kentut, sebab Via sudah menahan kentut daritadi, dan itu membuat perutnya sedikit sakit.


Via sengaja masuk kedalam kamar yang tersedia didalam ruang perawatan Ava karena dia ingin mengeluarkan kentut yang ditahannya daritadi.


Tapi karena berhubung Chico mengikutinya terus menerus, membuat Via tidak jadi lagi untuk mengeluarkannya.


Namun disaat Via sudah tidak tahan dengan kentut yang ditahannya, dan Chico pun membuatnya selalu kesal, alhasil Via mengeluarkan kentutnya juga, dan langsung dia hadapkan tepat kewajah Chico.


Chico yang mendapatkan bom angin seperti itu, dia langsung saja ingin muntah ketika dikasih kentut oleh Via, yang baunya sungguh mematikan bagi nyamuk.


Sungguh sikap Via tidak mencerminkan wajahnya yang cantik.


" Wleeeeekkkk, jorok sekali sih anda Nona ",, kata Chico kepada Via sambil menutupi hidungnya.


" Salah siapa anda mengganggu saya, rasakan itu aroma parfum alami yang saya hasilkan dari dalam tubuh saya!! ",, jawab Via kepada Chico.


Chico langsung saja menunjukkan wajah sebalnya kepada Via, dan Via sendiri malah tertawa melihat wajah menderita dari Chico karena ulahnya.


" Rasakan itu!! ",, kata Via kepada Chico sambil tertawa dengan sangat puas sekali.


Sedangkan untuk Ava dan Derral sendiri ketika ditinggal berdua saja seperti itu oleh semua orang.


Ava dan Derral entah kenapa menjadi sedikit canggung, gara-gara teringat dengan perkataan dari Dian yang tentang belah duren itu.


" Emm Ava, Derral ",, kata Derral dan Ava bisa secara bersamaan.


" Kamu saja duluan ",, kata Derral dan Ava lagi secara bersamaan.


Ava dan Derral langsung tersenyum tipis ketika bisa berbicara secara bersamaan terus menerus seperti itu.


" Baiklah kamu duluan saja Ava ",, kata Derral kepada Ava.


" Eem baiklah ",, jawab Ava kepada Derral.


" Tadi kamu sama Papah darimana Derral?? ",, tanya Ava kepada Derral.


" Dari memberikan pelajaran kepada orang yang sudah menyerang kita ",, jawab Derral kepada Ava.


" Siapakah orangnya itu Derral?? ",, tanya Ava lagi kepada Derral.


" Caroline ",, jawab singkat Derral kepada Ava.


" Caroline?? ",, ulang nama oleh Ava.


Dan Derral langsung saja mengangguk kepada Ava.


" Caroline wanita yang tadi datang kekantor kamu kah?? ",, kata Ava kepada Derral.


" Iya........ dia dalang dari semua ini, dengan cara membayar pembunuh bayaran ",, jawab Derral kepada Ava.


" Pasti Papah sudah memberikan pelajaran yang sangat menyeramkan bukan?? ",, kata Ava kepada Derral sambil tersenyum tipis.


" Iya, dan sungguh kemarahan dari Papah kamu membuatku sedikit takut ",, jawab Derral kepada Ava sambil tertawa kecil.


Dan Ava yang melihat Derral tertawa kecil seperti itu, dia pun langsung juga ikut-ikutan tertawa bersama Derral.


" Terus hasilnya apa yang kamu dapatkan dari hukuman yang Papah berikan kepada Caroline?? ",, tanya Ava lagi kepada Derral.


" Perusahaan, mobil, dua apartemen, rumah beserta isinya, untuk kita berdua ",, jawab Derral kepada Ava.


" Oh, sedikit............ ya sudah urus kamu saja surat-suratnya Derral ",, kata Ava kepada Derral.


" Iya ",, jawab Derral kepada Ava sambil mengangguk pelan.


" Ava.................. ",, panggil Derral kepada Ava.


" Hmmm ",, jawab Ava kepada Derral.


" Apakah kamu mau serius dengan pernikahan ini Ava?? ",, tanya Derral kepada Ava.


" Jika kamu sendiri bagaimana mau kamu?? ",, tanya balik dari Ava kepada Derral.


" Jujur rasa cinta dihatiku tidak tahu apakah sudah tumbuh untuk kamu apa belum, tapi yang pasti rasanya aku ingin selalu berada disamping kamu ",, jawab Derral kepada Ava dengan sangat jujur sekali.


Ava yang mendengar jawaban jujur dari Derral, dia langsung saja tersenyum miring.


" Apakah ini artinya kamu termakan oleh sumpah kamu sendiri itu Derral?? ",, kata Ava kepada Derral.


" Aku rasa iya Ava, dan sungguh perkataan kamu pada waktu itu selalu teringiang-ngiang ditelingaku dan membuatku sedikit ketakutan ",, jawab Derral kepada Ava sambil tertawa garing.


" Makane dadi wong ki ra perlu sombong, aku iki wae sing luwih sugih seko awakmu, ora sombong ko " ( makanya jadi orang itu tidak perlu sombong, aku saja yang lebih kaya dari kamu saja tidak sombong ko ) ",, kata Ava kepada Derral dengan sambil menggunakan Bahasa Jawa.


Dan Derral yang mendengar Ava menggunakan Bahasa Jawa dia langsung saja memutar matanya karena jengah dan sedikit sebal.


" Selalu seperti itu ",, kata Derral kepada Ava.


Dan Ava langsung saja tertawa lucu ketika melihat wajah sebalnya Derral karena dia ajak berbicara menggunakan Bahasa Jawa.


Ketika Ava dan Derral sedang seperti itu, tiba-tiba saja telinga mereka berdua mendengar keributan dari Via dan juga Chico.


" Itu mereka berdua kenapa sih, ramai sekali, sedang bermain gundu mungkin kali ya?? ",, kata Ava kepada Derral ketika mendengar Chico dan Via saling pada ribut, terlebih suara tawa dari Via terdengar sangat keras sekali.


" Gundu itu apa Ava?? ",, tanya Ava kepada Derral.


" Itu permainan khas orang Indonesia, kapan-kapan aku ajari permainannya ",, jawab Ava kepada Derral.


" Itu teman kamu Derral, dan Via sedang apa sih mereka??, membuatku penasaran saja ",, kata Ava lagi kepada Derral.


" Untuk apa penasaran, kan kita bisa membuat permainan kita sendiri Ava ",, jawab Derral kepada Ava sambil menaikan sebelah alisnya.


Dan Ava langsung saja melototkan matanya kepada Derral, namun Derral malah langsung tersenyum lucu ketika melihat wajah Ava.


Dan tiba-tiba saja..............


Via keluar dari dalam ruang kamar sambil tertawa dengan sangat keras sekali.


Dan kedatangan dari Via yang seperti itu, membuat Ava dan Derral langsung saja menatap Via dengan tatapan aneh mereka.


" Sumpah Nona Ava, teman anda dia begitu jorok sekali ",, keluh kesah dari Chico kepada Ava, ketika Chico sudah keluar menyusul Via.


" Memangnya dia kenapa Chico?? ",, tanya Derral kepada Chico.


Sedangkan Via dia masih saja tertawa dengan cukup keras sekali sambil duduk dishofa yang ada disitu.


" Dia daritadi kentut terus dan selama kentut aromanya sungguh sangat busuk sekali ",, jawab Chico kepada Derral sambil menampilkan wajah yang sangat sebal sekali.


" Maaf Tuan Derral ",, kata Via kepada Derral sambil tidak bisa mengontrol suara tawanya.


" Perut saya kembung belum makan, jadi bawaannya pengen kentut terus, eeh itu brokoli beracun malah mengikuti saya terus daritadi, ya jangan salahkan saya juga dong ",, kata Via lagi membela diri sambil masih tertawa dengan cukup geli sekali.


Ava langsung saja menggelengkan kepalanya ketika melihat tingkah dari sahabatnya yang tidak ada jaim-jaimnya sama sekali dihadapannya Chico.


Sedangkan Derral yang sudah mendengar jawaban dari Via, dia malah mentertawakan kesengsaraannya Chico karena harus menerima gas beracun dari Via.


Dan Chico pun semakin sebal saja, ketika Derral malah ikut-ikutan tertawa sama seperti Via.


...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...


...***TBC***...