Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
?? TANISA



Ava, Derral beserta Papah Zohan, Mamah Gretl dan juga Aaric mereka semua saat ini sudah berada didalam pesawat jet milik keluarga mereka pribadi.


Mereka semua sengaja mempercepat kepergian mereka, karena perjalanan yang mereka tempuh tidaklah dekat.


Cukup lama, memakan banyak waktu, dan yang pasti akan membuat tubuh mereka sedikit lelah karena hampir seharian berada didalam pesawat.


Opa, Omanya Ava dan Aaric sudah ditelefon oleh Papah Zohan jika hari itu mereka semua akan terbang keIndonesia.


Sang Opa sangat senang sekali mendengar kabar tersebut, dia bahkan sudah tidak sabar menunggu bersama sang Oma untuk kedatangan dari anak dan cucu-cucunya.


Papah Zohan sengaja belum memberitahukan tujuan kedatangannya keIndonesia kepada sang Opa untuk apa, karena Papah Zohan tidak mau membuat Papahnya terkejut jika mendengar beritanya.


Alhasil Papah Zohan sengaja menundanya terlebih dahulu, dan akan menyampaikan maksud kedatangan mereka nanti jika sudah sampai diIndonesia.


Meninggalkan Ava sekeluarga besarnya, kita beralih lagi keVia dan juga Leon.


Leon dan Via yang sudah selesai bersiap-siapnya, mereka berdua langsung saja segera beranjak keluar rumah untuk masuk kedalam mobil milik Leon.


Akan tetapi ketika Leon dan Via baru saja masuk kedalam mobil, ponsel milik Leon tiba-tiba saja berdering dengan cukup kencang sekali.


Melihat nama Tanisa dipanggilan masuk, Leon pun langsung saja mengangkat sambungan telefonnya menggunakan handsfree sambil menyalakan mesin mobilnya.


" Halo Tanisa, ada apa menelfon Kakak?? ",, kata Leon kepada Tanisa sambil mengendarai mobilnya keluar dari area komplek perumahannya Via.


Via yang duduk dikursi sebelah Leon, dia hanya diam saja sambil terus mendengarkan Leon yang sedang menerima telefon dari Tanisa.


" Kak bisa jemput Tanisa sekarang diklinik tidak?? ",, kata Tanisa kepada Leon.


" Klinik??, kenapa kamu berada diklinik Tanisa, bukannya kamu disuruh sama Via kebutiknya?? ",, kata Leon kepada Tanisa.


" Iya tadi memang Tanisa kebutik, tapi ketika Tanisa baru saja membeli minum dikedai minuman yang ada diseberang butik milik Nona Via, Tanisa yang ingin kembali kebutik, tidak sengaja ditabrak sebuah mobil Kak, dan kaki Tanisa menjadi terkilir sekarang ",, jawab Tanisa kepada Leon.


Yaps wanita muda yang ditabrak oleh Chico tadi adalah Tanisa, adik kandungnya Leon.


" Iya baiklah, sekarang Kakak akan menjemput kamu, kamu sekarang ada diklinik mana?? ",, kata Leon kepada Tanisa.


Tanisa pun langsung saja menyebutkan alamat klinik yang didatanginya kepada Leon.


Leon yang sudah mendengar jawaban dari Tanisa dia langsung saja mematikan sambungan telefonnya dan langsung juga bertanya kepada Via dimana tepatnya klinik itu berada.


" Iya aku tahu alamatnya, sudah ikuti saja jalan ini, dan memangnya Tanisa diklinik kenapa Leon?? ",, kata Via kepada Leon.


" Dia baru saja ditabrak oleh seseorang, katanya kakinya sekarang terkilir ",, jawab Leon kepada Via.


" Astaga.........., ada-ada saja, ayo segera kita jemput Tanisa sekarang ",, kata Via kepada Leon dengan nada yang sedikit terkejut.


Singkat cerita Leon serta Via sudah sampai diklinik yang mereka tuju, dan mereka berdua yang sudah turun dari dalam mobil, langsung saja masuk kedalam klinik untuk mencari keberadaan dari Tanisa.


Setelah beberapa langkah berjalan, Leon dan Via akhirnya melihat Tanisa sedang menunggu dikursi tunggu didepan ruangan Dokter.


" Tanisa, dimana orang yang sudah menabrak kamu??!! ",, tanya Leon kepada Tanisa ketika sudah berada didepan Tanisa.


" Dia sudah pergi Kak ",, jawab Tanisa kepada Leon.


Leon pun yang mendengar jawaban dari Tanisa, dia langsung saja naik darah, karena fikir Leon Chico tidak bertanggung jawab kepada Tanisa.


" Eh-eh-eh Kak, jangan salah faham dulu Kak....... ",, kata dari Tanisa yang melihat Kakanya seperti sedang marah.


" Dia sudah bertanggung jawab ko Kak kepada Tanisa dan yang membawa Tanisa kesini ya Tuan itu yang sudah menabrak Tanisa ",, kata Tanisa lagi kepada Leon.


" Terus kenapa dia sekarang pergi dan tidak mengantarkanmu pulang Tanisa?? ",, tanya dari Leon kepada Tanisa sambil menahan sedikit amarahnya.


" Sebenarnya dia tadi juga sudah menawarkan diri untuk mengantarkan Tanisa pulang, tapi tiba-tiba saja dia mendapatkan telefon penting yang mengharuskannya untuk kembali kekantor, tapi Kakak tenang saja, dia sudah meninggalkan kartu namanya kepada Tanisa ko Kak, ini ........... ",, jawab Tanisa kepada Leon sambil memperlihatkan kartu namanya Chico.


Leon pun langsung saja mengambil kartu nama itu dari tangan Tanisa dan langsung membacanya.


Ketika Leon sudah membaca nama yang tertera dikartu nama tersebut, dia langsung saja menatap Via dengan tatapan yang membuat Via penasaran.


Via pun akhirnya merebut kartu nama itu dari tangan Leon, dan ikut-ikutan membacanya.


" Chico Alvarez Maximiliano ",, kata Via ketika membaca kartu nama milik Chico.


" Iya Nona Via namanya Chico, dia masih muda dan sangat tampan sekali, mobilnya pun sangat mewah, pasti dia orang kaya ",, sahut Tanisa kepada Via dengan ekspresi senangnya.


Via dan Leon pun langsung saling pandang ketika mendengar perkataan dari Tanisa, dan terlihat sekali, jika Tanisa sedikit tertarik dengan Chico yang mempunyai wajah tampan seperti laki-laki idamannya.


" Eemm, apakah kita jadi kerumah kamu Leon?? ",, tanya Via mencoba mengalihkan pembicaraan.


" Eh kalian mau kerumah Mamah sama Ayah, iya Kak?? '',, tanya Tanisa kepada Leon.


Dan berhasil, akhirnya Tanisa bisa juga teralihkan dari Chico.


" Iya, apakah kamu mau ikut juga?? ",, tanya Leon kepada Tanisa.


" Mau-mau, tapi itu bagaimana dengan mobil Kakak yang masih terparkir didepan butiknya Nona Via?? ",, jawab Tanisa kepada Leon.


" Tenang saja, nanti biar saya menelfon pihak keamanan butik untuk menjaga mobilnya sementara waktu ",, jawab Via kepada Tanisa.


" Oh, ok baiklah ",, jawab Tanisa kepada Via.


Setelahnya Tanisa, Leon dan juga Via mereka bertiga langsung saja beranjak pergi meninggalkan klinik tersebut untuk menuju kerumah kedua orang tua dari Leon dan juga Tanisa.


Rumah dari kedua orang tua Leon dan Tanisa jaraknya bisa dibilang jauh bisa juga dibilang dekat, dan untuk menempuh perjalanannya bisa memakan waktu sampai dua jam lamanya jika sedang terjebak macet.


Dan cuma membutuhkan waktu satu jam saja jika perjalanan lancar-lancar saja.


Setelah beberapa menit berada didalam mobil, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Leon sampai juga didepan rumah yang cukup mewah milik Ayahnya Leon yaitu Ayah Cana.


Tanisa tadi ketika diperjalanan sudah memberitahukan kepada kedua orang tuanya jika mereka sedang berada diperjalanan menuju kerumah.


Dan ketika mobil milik Leon sudah sampai dipelataran rumah Ayah Cana.


Mamah Emma dan Ayah Cana pun langsung saja menyambut kedatangan mereka bertiga dengan tersenyum hangat.


" Waah ini pasti ya yang naman Shelvia??, cantik sekali, tapi tunggu ko wajahnya tidak asing ya dimata Mamah ",, kata Mamah Emma ketika sudah melihat Via.


" Sudah Mah nanti saja kita mengobrolnya, sekarang kita ajak mereka masuk dulu, pasti mereka capek diperjalanan daritadi ",, kata Ayah Cana kepada Mamah Emma.


" Iya sudah yuk, kita masuk dulu semuanya didalam, Mamah juga sudah menyiapkan camilan dan makanan kesukaan dari Leon, dan Tanisa, serta semoga Nak Via juga suka ya apa yang Mamah masak nanti ",, kata Mamah Emma kepada Via.


" Mamah?? ",, kata Via dengan sedikit terkejut sambil berjalan masuk kedalam rumah bersama Mamah Emma.


Sedang Leon yang berjalan dibelakang Via dan Mamahnya, dia hanya tersenyum lucu saja, sebab Mamahnya bisa langsung akrab dengan Via.


" Iya panggil Mamah dong sama seperti Leon dan Tanisa, kan kamu sebentar lagi juga akan menjadi istrinya Leon ",, jawab dari Mamah Emma kepada Via.


Dan setelah beberapa langkah berjalan, akhirnya mereka semua sampai juga didalam ruang tamu rumah Ayah Cana.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...