Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
MELAMAR



Jika Derral dan Ava selama satu minggu waktu mereka habiskan untuk dirumah sakit, hampir sama dengan Chico, dia juga sering keluar masuk kerumah sakit.


Bukan berobat untuk dirinya sendiri, melainkan untuk mengterapi sang Mamah supaya Mamah Elsa bisa kembali pulih dan sehat seperti sedia kala.


Jadwal satu minggu selama tiga kali membuat Chico sering bertemu dengan Joyce, bahkan jika Joyce tidak ada jam praktekpun Chico juga sering mengajak ketemuan Joyce diluar jam kontrol Mamahnya.


Seperti sekarang Chico mengajak Joyce untuk makan siang diluar sembari mengobrol kesana kemari membuat kedekatan dari Chico dan Joyce semakin dekat saja.


Chico merasa nyambung dengan Joyce, begitupun dengan Joyce yang juga merasa cocok mengobrol dengan Chico.


" Bolekah aku bertanya kepadamu Joyce?? ",, tanya Chico kepada Joyce.


" Tanya sajalah Chico??",, jawab Joyce kepada Chico sambil menikmati makanan yang dia pesan.


" Apakah kamu sudah mempunyai kekasih......??, karena aku takutnya jika mengajak berdua denganmu seperti ini akan dibilang perebut kekasih orang ",, kata Chico sambil bercanda kepada Joyce.


" Aku bahkan sudah mempunyai suami Chico....... ",, jawab Joyce kepada Chico.


Dan suara tawa dari Chico langsung pudar seketika mendengar jawaban dari Joyce.


" Kamu............. ?? ",, kata Chico kepada Joyce.


" Iya, aku sudah mempunyai suami Chico, lihatlah..... ",, kata Joyce lagi kepada Chico sambil memperlihatkan jari jemarinya.


Chico langsung memperhatikan jari jemarinya Joyce yang memang sudah ada cincin melingkar cantik dijari manisnya.


Melihat jari jemarinya Joyce, Chico jadi teringat dengan Via yang lebih memilih laki-laki lain dan menikah dengannya dibandingkan dengan dirinya.


" Huh........... tapi itu dulu Chico ",, sambung lagi perkataan dari Joyce kepada Chico.


" Maksud kamu Joyce?? ",, tanya dari Chico dengan ekspresi kebingungannya.


" Iya aku sudah mempunyai suami, tapi dulu sebelum dia meninggal kecelakaan pesawat ",, jawab dari Joyce kepada Chico.


" Itu artinya kamu sekarang seorang janda Joyce?? ",, kata Chico kepada Joyce.


Dan Joyce langsung saja mengangguki perkataan dari Chico.


Ada perasa lega yang tidak bisa dijabarkan didalam hati Chico ketika mengetahui jika Joyce ternyata seorang janda.


Entahlah apakah sudah tumbuh rasa tertarik atau suka didalam hati Chico untuk Joyce.


Namun satu hal yang pasti, Chico merasa masih banyak mempunyai kesempatan untuk memenangkan hati Joyce.


" Bisakah kamu menceritakannya kepadaku, kenapa kamu bisa menjadi seorang janda Joyce........... ",, kata Chico kepingin tahu cerita yang sesungguhnya.


" Eemm tapi jika kamu tidak mau jika tidak apa-apa, mungkin aku kurang sopan juga menanyakan hal ini kepadamu ",, sambung lagi perkataan dari Chico kepada Joyce.


Joyce langsung saja tertawa pelan mendengar perkataan dari Chico.


" Tidak apa-apa, lagipula sekarang kamu teman aku, kamu boleh tahu ko cerita sebenarnya ",, kata Joyce kepada Chico.


Chico hanya bisa tersenyum garing ketika mendengar perkataan dari Joyce,


" Dulu aku sudah pernah menikah Chico diusiaku yang menginjak kedua puluh empat tahun ",, awal mula Joyce bercerita tentang masa lalunya.


" Dipernikahanku itu aku sangat bahagia sekali bersama suamiku, karena dia adalah kekasih yang selama ini aku pacari ",, lanjut lagi cerita dari Joyce kepada Chico.


" Dia baik sekali, pengertian, dan juga lembut kepadaku, tapi semua itu tidak berlangsung lama ",, Cerita dari Joyce lagi sambil seperti menerawang masa lalunya.


" Resikonya menikah dengan seorang abdi negara, kami harus berpisah sejak dua bulan pernikahan, dan dia akan pulang beberapa bulan sekali untuk menemuiku dirumah, begitu terus hingga tidak terasa sudah dua tahun saja usia pernikahanku dengannya ",, sambung terus cerita dari Joyce kepada Chico.


" Apakah selama kamu menikah dengannya, kamu tidak mempunyai seoarang anak Joyce?? '',, tanya Chico kepada Joyce.


" Pernah Chico,........ dia dan diriku sudah sangat lama sekali menginginkan seorang anak hadir ditengah keluarga kecil kami, tapi........... ",, jawab Joyce dan dia tidak sanggup melanjutkan ceritanya lagi karena Joyce langsung menangis.


Chico yang melihat Joyce malah menangis dia langsung saja menggenggam tangan Joyce untuk memberikan kekuatan.


" Tidak perlu kamu lanjutkan lagi jika kelanjutannya sangat menyesakkanmu Joyce ",, kata Chico kepada Joyce.


" Tidak apa-apa, aku masih sanggup ko Chico ",, jawab Joyce kepada Chico.


Chico masih terus menggenggam kedua tangan Joyce sambil mengelusnya juga tanpa sadar.


" Disaat aku mempunyai kabar gembira untuk kepulangannya nanti, tiba-tiba saja aku mendapatkan kabar dari instansinya jika pesawat helikopter yang ditumpangi lima orang termasuk suamiku mengalami kecelakaan dengan menabrak sebuah bukit dan terbakar seketika serta penumpangnya tidak ada yang selamat sama sekali ",, lanjut lagi cerita dari Joyce kepada Chico.


" Aku syok, aku terkejut dan aku terpuruk Chico pada waktu itu, dan keterpurukanku membuatku keguguran anak yang sudah selama ini aku harap-harapkan bersama dia ",, sambung lagi cerita dari Joyce sambil masih ada sisa-sisa air mata dimatanya.


" Bodohnya aku tidak bisa menjaga kenang-kenangan yang sangat berharga darinya, andai aku tidak mengalami keguguran pastilah aku bisa menyalurkan kerinduanku dengannya melalui anakku itu ",, kata Joyce kepada Chico.


" Tapi semua itu sudah terlewat Chico, sebagai Dokter Kejiwaan tentu saja aku tidak boleh gila bukan?? ",, kata Joyce kepada Chico sambil tertawa.


Dan Chico pun langsung ikut-ikutan tertawa mendengar candaan dari Joyce.


" Kamu benar sekali Joyce, andaikan kamu gila, tidak akan aku biarkan Mamahku berobat denganmu ",, jawab Chico kepada Joyce.


" Itulah mengapa, ketika aku terpuruk dulu aku selalu menerapkan apa yang sudah aku pelajari supaya aku tidak menjadi gila karena keadaan ",, kata Joyce kepada Chico sambil tertawa.


" Joyce........... ",, panggil Chico kepada Joyce.


" Hmm, apa Chico?? ",, jawab Joyce kepada Chico.


" Sekarang aku sudah tahu bagaimana kisah masa lalumu,............. apakah kamu tidak mau mengetahui juga bagaimana cerita masa laluku Joyce?? ",, kata Chico kepada Joyce.


" Untuk apa Chico??, selagi kamu bukan suami atau kekasih orang, yang terpenting kamu orangnya baik dan tidak akan berbuat hal buruk atau macam-macam denganku, aku masih mau berteman denganmu Chico ",, jawab Joyce kepada Chico.


" Bagaimana kalau aku sudah tidak mau berteman denganmu lagi Joyce ",, kata Chico kepada Joyce.


" Hah......... !! ",, jawab Joyce dengan bengong.


" Iya aku sudah tidak mau lagi berteman denganmu, tapi aku maunya kamu menjadi istriku, apakah kamu mau Joyce...........?? ",, kata Chico kepada Joyce.


Sungguh Joyce sangat terkejut sekali mendengar lamaran dari Chico kepadanya.


Joyce tidak menyangka akan hal itu karena mereka pun baru mengenal bisa hitungan hari saja, namun Chico sudah langsung berani melamarnya.


Wajah Joyce terlihat sekali jika dia sangat terkejut, sampai dia speechles tidak bisa menjawab perkataan dari Chico yang terakhir.


" Jika kamu tidak mau menjawabnya sekarang, akan aku beri waktu dulu Joyce untuk menerima lamaranku tadi ",, kata Chico lagi kepada Joyce.


" Jujur aku sangat terkejut dan juga bingung Chico, karena kita masih sangat baru sekali dalam berkenalan ",, jawab Joyce kepada Chico.


" Itulah mengapa aku tidak mau berlama-lama lagi dalam mengenalmu Joyce, karena aku tidak mau kamu keburu diambil oleh orang lain, seperti yang sudah pernah aku alami dulu ",, kata Chico kepada Joyce.


" Baiklah kalau begitu tolong beri aku waktu sampai besok Chico supaya aku bisa berfikir dulu sekarang, jujur kalau sekarang aku tidak bisa memberikan jawabannya kepadamu ",, kata Joyce kepada Chico.


" Ok, besok aku akan menjemput kamu dirumah sakit selesai jam praktek kamu, bagaimana?? ",, kata Chico kepada Joyce.


" Baiklah Chico ........... ",, jawab Joyce kepada Chico.


Setelahnya mereka meneruskan makan mereka dan ketika sudah selesai Chico langsung mengantarkan Joyce pulang kerumah pribadinya, rumah peninggalan dengan mantan suaminya dulu.


Chico sungguh sangat nekat dan juga terburu-buru sekali dalam mengutarakan perasaannya kepada Joyce.


Mungkin karena pengalamannya dengan Via dulu, membuat Chico tidak mau mengalami nasib yang sama lagi ketika dia merasa cocok dengan seorang wanita sekarang.


...🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃...


Mampir yuk readers dikisahnya Pietro dan Molly 😉



...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...