Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
KEDATANGAN SAMPAH



Disaat mobil yang dikendarai oleh Derral sudah sampai didepan pelataran kantornya Ava.


Ava langsung saja segera menyiapkan barang-barang bawaannya yang dia taruh dikursi belakang mobil tadi.


Setelah bisa mengambil barangnya, Ava sebelum berlalu dari dalam mobil, tiba-tiba saja Ava memberikan kecupan singkat dipipi kanannya Derral, hingga membuat Derral sangat terkejut sekali.


" Hati-hati dijalan, aku masuk dulu Derral ",, kata Ava kepada Derral setelah Ava sudah memberikan kecupan singkatnya itu dipipinya Derral.


Derral langsung saja tersenyum manis sekali kepada Ava ketika dia diberikan hadiah pagi oleh Ava berupa sebuah kecupan.


" Iya, jika sudah selesai meeting nanti kabari aku Ava ",, kata Derral kepada Ava.


" Iya ",, jawab Ava dengan singkat dan dia langsung saja berlalu masuk kedalam kantornya.


Derral tidak langsung menjalankan mobilnya terlebih dahulu, namun dia melihat Ava dulu yang sedang berlalu masuk kedalam kantornya dengan sedikit tergesa-gesa.


Ketika Ava sudah tidak terlihat lagi dari pandangannya, Derral langsung saja berlalu pergi dari depan kantornya Ava.


Sapaan demi sapaan dilontarkan dan diucapkan oleh para karyawannya Ava ketika mereka semua melihat atasan mereka baru saja datang kekantor.


Dan Ava ketika sudah sampai didalam lift, dia langsung saja menekan tombol lift yang langsung mengarah kelantai ruang meeting dengan clientnya.


Ava, Dian dan para jajaran Direksinya selesai meeting dengan clientnya Ava sekitar pukul sembilan lebih lima belas menitan tadi.


Meeting berjalan lancar, dan clientnya Ava pun puas dengan hasil kinerja karyawannya Ava.


Dan Ava serta Dian saat ini mereka berdua sedang naik lift menuju kelantai ruangannya Ava berada.


" Dian apa jadwal saya hari ini?? '',, tanya Ava kepada Dian.


" Nanti akan ada meeting dengan PT HIROSIMA dijam satu siang Nona Ava ",, jawab Dian kepada Ava.


" Dan dijam empat sorenya ada ajakan makan oleh Tuan Elon Nona diRestoran bintang lima ",, lanjut lagi perkataannya Dian kepada Ava.


" Batalkan ajakan makan itu, saya tidak mau, dan jangan terima lagi ajakan makan dari laki-laki itu, karena saya tidak suka, terlebih lagi saat ini saya sudah mempunyai suami ",, jawab Ava kepada Dian sambil berjalan keluar dari dalam lift yang sudah terbuka.


" Baik Nona ",, jawab Dian sambil mencoret daftar tadi dari buku agendanya.


" Dan untuk PT HIROSIMA apakah itu kerjasama kita untuk benang wollnya?? ",, tanya Ava kepada Dian.


" Benar Nona ",, jawab Dian kepada Ava dengan sopan.


" Baik nanti saya akan datang, tapi sekarang saya mau kekantornya Derral dulu, dan jika nanti ada yang mencariku suruh kembali saja besok ",, kata Ava kepada Dian.


" Baik Nona ",, jawab Dian lagi kepada Ava.


Dan setelah itu Ava langsung saja masuk kedalam ruang kerjanya untuk mengambil tas dan juga ponselnya.


Setelah mengambil itu semua, Ava langsung saja melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam gedung kantornya menuju kekantornya Derral menggunakan taksi yang sudah distopnya tadi.


Sekitar setengah jam lamanya Ava berada didalam taksi, akhirnya taksi yang dia naiki sudah sampai juga didepan gedung kantornya Derral.


Salah satu karyawannya Derral yang menjadi mata-matanya Caroline wanita yang mengejar-ngejar Derral.


Ketika dia sedang ingin menuju kekantin yang ada dilantai dasar, wanita itu yang bernama Amber yang melihat kedatangan dari Ava, dia langsung saja mengikuti Ava dari belakang.


" Nona Oline dia sedang berada diatas, tidak akan aku biarkan kamu dengan mudah masuk kedalam ruangannya Tuan Derral ",, kata Amber didalam hatinya sambil terus mengikuti Ava dari belakang.


Memang benar Caroline sedang berada didalam ruangannya Derral sekitar sepuluh menit yang lalu, dan Derral pun sudah mencoba mengusir Oline secara halus maupun kasar.


Namun Oline tetap tidak mau keluar juga dari dalam ruang kerjanya.


Derral tidak mau jika Ava akan salah sangka kepadanya ketika Ava datang melihat Oline ada dialam ruangannya.


Dan Derral lalu menyuruh Egon untuk menyeret kasar Caroline keluar dari dalam ruangannya.


Namun ketika Egon hampir saja ingin menyeret Oline, tiba-tiba saja ponselnya Egon berbunyi, dan yang menelfon ternyata resepsionis kantornya Derral yang mengatakan jika ada Ava sedang bertengkar dengan salah satu karyawan kantornya Derral.


Begitupun dengan Oline yang sudah tidak diperdulikan lagi, dia juga ikut berlalu menyusul langkah kakinya Derral dan Egon yang sudah keburu masuk kedalam lift para petinggi kantor.


Apalagi Oline tadi mendengar nama Ava disebut-sebut dalam perbincangannya Egon dan Derral.


Tentu saja Oline ingin juga melihat wajahnya Ava secara langsung dihadapannya.


Dan ketika Ava tadi yang ingin masuk kedalam lift yang khusus untuk petinggi Perusahaan, Amber yang menjadi mata-matanya Caroline sengaja menjagal kakinya Ava sekaligus mendorong punggungnya Ava hingga kepalanya Ava tidak sengaja terbentur dinding pinggiran pintu lift.


" Ops sory, tidak sengaja ",, kata Amber kepada Ava dengan gayanya sok cantik.


Ava yang bukan wanita lemah, dia yang awalnya sangat terkejut, langsung saja mentralkan rasa terkejutnya itu dan langsung juga menendang kaki dari Amber hingga Amber jatuh tersungkur kelantai marmer yang keras itu.


Alhasil kelakuannya Ava membalas perbuatan dari Amber sontak saja langsung saja mengalihkan pandangan dari semua karyawannya Derral yang sedang berlalu lalang.


" Dasar sampah!! ",, kata Ava kepada Amber.


" Aduh, apa-apaan anda Nona, apa salah saya, kenapa anda menendang kaki saya seperti ini?? ",, kata Amber dengan sambil berdrama ketika semua karyawannya Derral sudah mengerubungi mereka.


" Apa-apaan kata kamu hah!! ",, kata Ava dengan sangat marah sekali, sebab Amber sangat pintar sekali bersandiwaranya.


" Mulai sekarang kamu saya pecat, dan kamu akan menjadi daftar hitam disemua cabang Perusahaan saya dan Perusahaannya Derral dan semua Perusahaan-Perusahaan yang bekerjasama dengan Perusahaan saya dan Derral!! ",, kata Ava dengan sangat marah sekali kepada Amber yang sudah berdiri dari terduduknya tadi diatas lantai.


" Siapa anda beraninya memecat saya, ini kantornya Tuan Derral, bukan kantor Anda ",, kata Amber dengan sangat berani kepada Ava.


" Siapa saya kamu tanyakan??!! ",, kata Ava kepada Amber sambil mencengkeram kuat kedua pipinya Amber dengan tangannya.


Hingga membuat Amber langsung mengaduh kesakitan.


" Asal kamu dan kalian semua tahu!!, apa saja miliknya Derral itu juga milik saya, termasuk Perusahaan ini!! ",, kata Ava dengan sangat tegas sekali, sambil terus menekan tangannya dipipinya Amber.


Derral dan Egon yang sudah sampai diloby kantornya dia langsung saja melihat Ava sedang mencengkeram wajahnya Amber.


" Ada apa ini Ava?? ",, tanya Derral kepada Ava ketika dia dan Egon sudah sampai diloby kantor.


Dan semua orang yang mendengar serta melihat kedatangan dari Derral, mereka semua langsung saja menyingkir serta memberikan jalan.


Begitu dengan Ava yang melihat kedatangannya Derral, dia langsung saja melepaskan tangannya itu dari pipinya Amber dengan sangat kasar sekali.


" Astaga dahi kamu?? ",, kata Derral kepada Ava ketika dia melihat dahinya Ava yang membiru dan cukup bengkak.


" Ini kenapa?? ",, tanya Derral kepada Ava dengan sambil mengusap lembut dahinya Ava yang bengkak itu.


" Derral!!!, kenapa kamu begitu lembut sekali kepada wanita jalan9 ini!! ",, kata Oline kepada Derral yang baru saja sampai diloby kantor.


Derral yang mendengar perkataannya Oline yang mengatai Ava jalan9, Derral langsung saja berjalan kearahnya Oline.


Dan Oline yang melihat Derral berjalan kearahnya dia langsung saja tersenyum manis dan juga senang sekali.


Namu Oline salah sangka dengan tujuan Derral mendekatinya.


Sebab tiba-tiba..............


Plakkkkkkkkkkk!!!


Tamparan begitu keras Derral berikan kewajahnya Oline hingga membuat sudut bibirnya Oline mengeluarkan darah.


...πŸ•ΈπŸ•ΈπŸ•ΈπŸ•ΈπŸ•ΈπŸ•ΈπŸ•ΈπŸ•ΈπŸ•ΈπŸ•ΈπŸ•ΈπŸ•ΈπŸ•Έ...


Akhirnya done juga ketika rasa malasnya author tadi saya lawan terusπŸ˜πŸ˜πŸ˜‚


...πŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•ŠπŸ•Š...


...***TBC***...