Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
MENGGODA



" Kamu menginap didalam kamarku, lihat saja nanti aku kerjai kamu ",, kata batinnya Ava ketika dia dan juga Derral sedang berada didalam lift untuk menuju kedalam kamarnya.


..........>>>>><<<<<..........


Ketika Derral dan juga Ava yang sudah sampai dilantai kamarnya Ava, mereka berdua langsung saja berjalan menuju kedalam kamarnya Ava tanpa berbicara satu sama lainnya.


Mereka berdua berjalan berdampingan tapi saling pada diam dengan fikiran mereka masing-masing.


Dan ketika Ava sudah sampai didepan kamarnya, dia langsung saja membuka pintu kamarnya yang berwarna coklat itu.


" Silahkan masuk dan anggap saja kamar sendiri ",, kata Ava kepada Derral dengan cuek sambil berlalu menuju kedalam ruang walk in closetnya.


Sedangkan Derral yang sudah masuk kedalam kamarnya Ava, dia langsung melihat-lihat apa saja yang menjadi interior atau pajangan dinding yang ada didalam kamarnya Ava.


" Not bad, sepertinya aku akan betah tidur malam ini didalam kamar ini ",, kata Derral berbicara sendiri sambil terus berjalan-jalan untuk melihat-lihat isi didalam kamarnya Ava.


Sedangkan Ava tadi ketika dia sudah masuk kedalam ruang walk in closetnya, dia langsung saja berfikir bagaimana caranya untuk mengerjai Derral.


" Apa yang harus aku lakukan??, berfikir Ava berfikir ", kata Ava untuk dirinya sendiri sambil mengetuk-ngetuk kepalanya menggunakan jarinya.


" Ko aku kefikirannya ide itu mulu sih, apa tidak ada ide yang lain lagi sih, ayolah ide mentuo seko otakku ( ayolah ide keluarlah dari otakku) ",, kata Ava lagi untuk dirinya lagi.


Dan setelah lama berfikir Ava tetap stuck dengan idenya itu saja, dan mau tidak mau Ava langsung saja mengeksekusi ide yang selalu muncul diotaknya itu.


Derral yang sedang sibuk memperhatikan semua kamarnya Ava, pandangan dia dibuat teralihkan dengan suara pintu ruang walk in closetnya Ava yang terbuka.


Dan ketika Derral melihat kearah pintu ruang walk in closet, mata Derral dibuat sangat melotot sekali.


Sebab Derral melihat Ava keluar dari ruang walk in closetnya hanya menggunakan lingerienya saja yang berwarna biru tua yang sangat kontras sekali dengan warna kulit ditubuhnya


Dan ternyata ide yang selalu muncul diotaknya Ava ya seperti itu, membuat Derral mati kutu dengan keseksiannya.


Ava yang sudah keluar dari dalam ruang walk in closetnya dia langsung saja berjalan mendekati Derral sambil membawa kotak P3K yang baru saja diambilnya itu dari tempat penyimpanan obat.


Sedangkan Derral dia dibuat mati gaya oleh tingkahnya Ava yang berjalan santai hanya menggunakan lingerie seksinya itu kearahnya.


Derral bak patung hidup yang terus menatap Ava tanpa berkedip sama sekali.


Karena memang entah kenapa kaki dan sekujur tubuhnya Derral seolah-olah mati rasa ketika melihat Ava hanya menggunakan lingerienya saja seperti saat ini.


" Sini suamiku, luka diwajahnya aku obati dulu ",, kata Ava kepada Derral sambil menggandeng Derral untuk menuju kearah ranjangnya.


Derral pun hanya menurut saja ketika tangannya ditarik pelan oleh Ava menuju keranjangnya.


Seperti kerbau yang menurut pada Tuannya, begitulah yang terjadi dengan Derral saat ini.


Ava dan Derral yang sudah sampai diatas ranjang, Ava langsung saja membersihkan dan mengibati luka memar serta darah yang ada diwajahnya Derral, dengan keadaan yang sangat seksi sekali karena memakai lingerie saja.


Derral yang kodratnya menjadi laki-laki normal, dia tidak bisa dipungkiri ingin selalu melirik kearah bukit kleponnya Ava yang kenyal dan menggoda itu.


" Kamu kenapa Derral melihatku seperti itu?? ",, tanya Ava kepada Derral dengan berpura-pura tidak tahu kenapa wajahnya Derral yang terlihat kaku sekali didepannya sambil terus melirik kearahnya.


Padahal kenyataannya Ava sangat malu, risih dan juga tidak nyaman memakai lingerie saja seperti itu didepannya Derral.


Itu semua Ava lakukan karena terpaksa, dan juga ingin menyiksa Derral.


" Bisakah kamu memakai baju kamu Ava?? ",, kata Derral kepada Ava yang sedang terus mengobati luka diwajahnya.


" Memangnya kenapa??, apa yang salah dengan lingerie aku, aku memang seperti ini jika didalam kamarku, dan lebih nyaman jika dibuat tidur ",, jawab Ava kepada Derral sambil meraba seluruh badannya dengan berpura-pura tidak faham akan maksudnya Derral.


" Lingerie kamu tidak salah, yang salah itu kamu memakainya didepan aku!! ",, kata Derral kepada Ava dengan nada yang sedikit ketus.


Karena tidak tahukah Ava jika Derral sudah cukup merasa sangat panas dingin karena ulahnya yang seperti itu.


" Lhah, kenapa aku salah memakainya didepan kamu, kan kamu itu suami aku ",, jawab Ava dengan wajah sok lugunya didepannya Derral.


" Terserah kamu saja!! ",, kata Derral lagi kepada Ava.


Dan setelah itu Derral langsung saja berdiri dari duduknya diatas ranjang untuk berlalu pergi dari hadapannya Ava kebalkon kamar.


Sedangkan Ava sendiri dia langsung saja tersenyum jahat sekali karena sudah berhasil membuat wajahnya Derral memerah karena menahan sesuatu dari dalam tubuhnya.


" Si4l4n siAva, dia itu sengaja memakai lingerie seksi didepanku, atau memang itu kebiasaan dia seperti itu ketika didalam kamarnya ",, gerutu dari Derral ketika dia sudah sampai dibalkon kamarnya Ava sambil melepaskan ikatan dasinya yang serasa mencekik lehernya sekali.


" Aku bisa gila, jika semalaman harus melihat Ava memakai lingerie seperti itu ",, gerutu Derral lagi dengan sambil melepaskan semua kancing kemejanya.


Walaupun Derral melepaskan hasr4tnya itu, dia juga tidak salah, kan memang Derral sudah menjadi suaminya Ava.


Kalaupun Derral melampiaskannya kepada Ava, itu juga karena Ava yang sudah memancing dan menggodanya terlebih dahulu.


Dan Ava sendiri setelah melihat kepergian dari Derral tadi, dia langsung saja melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam kamar mandi untuk mandi, karena memang dia daritadi belum mandi.


Ava sengaja tidak mau mengunci pintu kamar mandinya, karena dia memang ingin semakin menggoda Derral.


Walau Ava tahu resikonya jika Derral akan menuntaskannya kepada dirinya.


" Tidak apalah Derral mau melakukannya kepadaku, kan aku adalah istrinya, daripada Derral melakukannya dengan wanita lain atau seorang jalan9, aku pasti akan langsung meminta cerai kepadanya ",, kata Ava sambil berendam didalam bathtubenya.


" Tapi apakah aku sudah siap?? ",, tanya Ava kepada dirinya sendiri.


" Tapi bagaimanapun juga Derral sudah menjadi suamiku, mau tidak mau memang aku harus melayaninya ",, kata Ava lagi sambil terus berbicara sendiri.


" Entahlah mau bagaimana jalan kehidupan rumah tanggaku ini, yang penting aku mau menikmatinya dulu seperti ini, untuk kedepannya lihat nanti sajalah ",, kata Ava lagi sambil berendam untuk merilaxkan otaknya yang sudah full dengan banyak fikiran satu hari itu.


Sedangkan Derral yang sudah puas melihat pemandangan mansionnya Papah Zohan dari atas balkon kamarnya Ava yang ada dilantai tiga sambil meredakan hasr4tnya yang membuncah tadi.


Derral langsung saja melangkahkan kakinya untuk masuk lagi kedalam kamar.


Dan ketika Derral sudah masuk kedalam kamar, dia tidak melihat keberadaannya Ava sama sekali, jadi fikir Derral Ava pastilah sedang keluar kamar.


Setelah itu Derral lalu melangkahkan kakinya untuk menuju kedalam kamar mandi, untuk mandi dan bersih-bersih badannya.


Namun alangkah terkejutnya Derral ketika dia baru saja membuka pintu kamar mandi, melihat pemandangan yang tidak pernah dia bayangkan sama sekali.


...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...


...***TBC***...