
Ketika Derral sedang mengembalikan kotak P3Knya ketempat semula, Ava sendiri dia lalu mencoba memakai pakaiannya kembali.
Dan disaat Ava melihat Derral sudah berjalan kearah ranjang, Ava langsung saja menyuruh Derral untuk mendekat kearahnya.
" Ada apa?? ",, tanya Derral kepada Ava.
" Maafkan aku....... ",, kata Ava dengan suara pelan.
" Tidak apa-apa ",, jawab singkat Derral kepada Ava.
" Istirahatlah, supaya cepat sembuh luka kamu itu ",, kata Derral kepada Ava.
" Apa kamu tidak mau beristirahat juga Derral?? ",, tanya Ava kepada Ava.
" Nanti saja ",, jawab singkat dari Derral kepada Ava.
Dan ketika Ava ingin bertanya lagi kepada Derral, tiba-tiba saja ponsel milik Derral yang ditaruh diatas meja samping ranjang berbunyi dengan cukup keras sekali.
Derral langsung saja mengambilnya dan langsung juga mengangkat sambungan telefonnya itu yang ternyata dari sekretarisnya.
" Halo Egon......?? ",, kata Derral kepada Egon sambil berlalu menuju kebalkon kamar.
Sedang Ava yang melihat Derral pergi dia hanya bisa diam saja dan langsung mencoba merebahkan badannya diatas ranjang lagi.
" Biarlah, aku mau istirahat dulu, perut aku rasanya sakit sekali saat ini ",, kata Ava untuk Derral.
" Halo Tuan Derral ",, jawab Egon kepada Derral.
" Ada apa kamu menelfon saya Egon?? ",, tanya Derral kepada Egon.
" Tuan, apakah besok anda akan berangkat kekantor?? ",, tanya Egon kepada Derral.
" Ada apa memangnya??, apa ada hal penting yang terjadi dikantor?? ",, tanya Derral lagi kepada Egon.
" Tuan, besok anda akan kedatangan tamu penting dari kantor penyelenggara untuk acara tahunan pemilihan Pengusaha muda dan CEO terbaik disetiap tahunnya Tuan Derral ",, lapor dari Egon kepada Derral.
" Baiklah besok saya akan usahakan untuk datang kekantor ",, jawab Derral kepada Egon.
" Dan siapkan jamuan terbaik untuk mereka Egon, jangan sampai mempermalukan saya ",, lanjut lagi perkataan dari Derral kepada Egon.
'' Baik Tuan Derral, segera akan saya laksanakan ",, jawab Egon kepada Derral.
" Kapan tepatnya acara itu akan dimulai Egon?? ",, tanya Derral kepada Egon.
" Satu minggu lagi Tuan Derral, dan semua yang anda butuhkan untuk acara penghargaan para pengusaha muda itu sudah saya siapkan semuanya Tuan ",, jawab Egon lagi kepada Derral.
" Bailklah,...... apa ada hal lain lagi yang ingin kamu sampaikan Egon kepada saya?? ",, tanya Derral kepada Egon.
" Tidak ada Tuan ",, jawab Egon kepada Derral.
" Kalau begitu saya mau istirahat dulu ",, kata Derral kepada Egon.
" Baik Tuan ",, jawab Egon kepada Derral.
Dan setelahnya sambungan telefon mereka akhirnya terputus juga.
Derral yang sudah selesai bertelefonan dengan Egon, dia langsung saja melangkahkan kakinya lagi untuk masuk kedalam kamar.
Dan ketika Derral sudah masuk kedalam kamar, dia melihat Ava sudah cukup terlelap dalam tidurnya.
Senyum tipis dibibir Derral langsung mengembang ketika melihat wajah tidur nan cantik milik Ava.
" Sepertinya aku sudah mulai mencintai kamu Ava ",, kata batin dari Derral sambil melihat kearah Ava yang sedang tertidur.
" Entah kenapa ketika melihat luka tusumu tadi, rasanya aku ingin menggantikannya ",, kata batin dari Derral lagi untuk Ava.
" Tidak akan aku biarkan seorangpun akan merusak rumah tangga ini dan mengambil kamu dari sisiku ",, kata batin Derral lagi.
" Kalau sampai ada yang berani macam-macam denganku, dia harus menanggung akibatnya, walau nyawa sekalipun taruhannya ",, kata batin Derral lagi dengan sangat menggebu-gebu.
Setelahnya Derral langsung saja mencoba pelan-pelan merebahkan badannya disampingnya Ava.
" Kamu sungguh sangat cantik sekali Ava, pantas saja jika banyak laki-laki yang mencoba mendekatimu ",, kata Derral sambil menyingkirkan rambut yang menutupi matanya Ava.
Dan tanpa sadar Ava langsung saja menyilangkan tangannya kepinggang kekar milik Derral.
Bagai kesempatan dalam tidur, Derral mencoba semakin menempelkan tubuhnya mendekat ketubuh Ava.
Alhasil Derral akhirnya berhasil memeluk Ava juga dengan sambil tiduran seperti itu.
Dan Ava yang merasa nyaman dipeluk oleh Derral, dia langsung menempelkan wajahnya mendekat kedada Derral.
Derral sampai merasa kegelian dengan tingkah Ava yang seperti kucing itu.
Senyum Derral langsung saja mengembang dengan sangat lebar sekali, sebab ternyata Ava ketika tidur terlihat sangat manis sekali.
Setelahnya Derral langsung saja mencoba memejamkan matanya untuk tidur bersama Ava.
Sedangkan diluar kamar mereka, tepatnya diruang makan mansion Papah Zohan.
Papah Zohan yang sudah berada dimeja makan, dia langsung saja menyuruh Mamah Gretl untuk memanggilkan Derral, Ava dan juga Aaric.
" Jika Aaric tidak mau turun untuk makan siang, biarkan saja, dia tidak akan mati jika tidak makan satu kali saja ",, begitulah yang dikatakan oleh Papah Zohan kepada Mamah Gretl tadi.
Dan Mamah Gretl pada waktu itu, dia hanya bisa mengangguk saja kepada Papah Zohan.
Mamah Gretl yang sudah sampai didepan kamar Ava, dia langsung saja mengetuk pintunya dari luar, namun ketika sudah cukup lama mengetuk dan tidak segera dibukakan pintunya daritadi.
Akhirnya Mamah Gretl mencoba membuka pintunya itu, dan Mamah Gretl langsung saja masuk kedalam kamar Ava dan Derral.
" Ternyata mereka masih tidur dengan nyenyak sekali, pantas saja tidak dibukakan daritadi pintunya ",, kata Mamah Gretl ketika dia melihat Ava dan Derral sedang tertidur dengan saling memeluk satu sama lainnya didalam satu selimut yang sama.
Setelahnya Mamah Gretl memutuskan untuk keluar lagi dari dalam kamar Ava dan menutup pintunya dari luar.
Apa yang mamah Gretl katakan tadi, Derral bisa mendengarnya dengan sangat jelas sekali.
Sebab Derral sebenarnya dia sudah bangun ketika mendengar pintu kamarnya diketuk dariluar tadi, namun disaat Derral ingin beranjak bangun dari tidurnya, tiba-tiba saja Ava semakin mengeratkan saja pelukannya itu ketubuhnya.
Alhasil Derral membiarkan saja pintunya diketuk terus dari luar, dan dia lebih memilih menikmati pelukan dari Ava.
Sebab jika Ava sadar dan bangun, jangankan untuk dipeluk, didekati saja pasti Ava seperti angsa yang langsung bakal cerewet sekali.
Mamah Gretl yang sudah menutup pintu kamar Ava dari luar, dia langsung saja berpindah tempat kekamar Aaric.
Sedang Derral, sepeninggalan dari Mamah Gretl, dia semakin mengeratkan saja pelukannya itu ketubuh Ava.
Mamah Gretl langsung saja masuk ketika mendengar kata masuk dari Aaric tadi.
" Astaga Nak wajah kamu?? ",, kata Mamah Gretl yang terkejut ketika melihat wajah dari Aaric yang babak belur seperti itu.
" Tidak apa-apa Mah, dua hari juga sudah hilang semua luka ini ",, kata Aaric kepada Mamahnya.
" Cerita Nak kepada Mamah, kesalahan apa yang sebenarnya kamu lakukan hingga membuat Papah kamu sangat marah sekali kepadamu?? ",, kata Mamah Gretl sambil mengajak Aaric untuk duduk dipinggir ranjang.
" Aku sudah meniduri Dian Mah, dengan sengaja memberikannya obat perang954ng ",, jawab Aaric dengan jujur kepada Mamah Gretl sambil menundukkan pandangannya.
Mamah Gretl sungguh sangat syok sekali ketika mendengar pengakuan yang sangat mengejutkan dari Aaric.
Dan tidak berfikir lama, Mamah Gretl langsung saja berdiri dari duduknya dan langsung juga memberikan satu buah tamparan dipipi Aaric dengan sangat keras sekali.
Plaaaakkkkk!!!
Suara tamparan sangat menggema didalam kamar Aaric dari Mamah Gretl kepipi Aaric.
Aaric hanya bisa diam saja ketika mendapatkan tamparan seperti itu dari Mamahnya.
Tanpa banyak berbicara dengan Aaric lagi, Mamah Gretl langsung saja berlalu pergi dari hadapan dan kamar Aaric tanpa sempat mengutarakan maksudnya untuk mangajak Aaric makan siang bersama diruang makan.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...