
Jam makan siang pun tiba, Papi Alano dia sudah menyuruh Varez untuk membelikannya makan untuknya dan juga Derral.
Karena Papi Alano sangat yakin sekali, jika Derral pastilah belum makan siang.
Papi Alano yang masih berada didalam ruang kantornya, dia lalu ingin mencoba menghubungi Derral.
" Halo Derral?? ",, kata Papi Alano kepada Derral ketika Papi Alano sambungan telefonnya sudah diangkat oleh Derral.
" Halo Pi ada apa?? ",, tanya Derral kepada Papi Alano.
" Ada apa, ada apa!!, ini sudah jam dua belas siang, ayo cepat kesini sekarang juga!! ",, kata Papi Alano kepada Derral.
Derral diseberang sana langsung saja mengecapkan mulutnya, karena malas ketika mendengar perkataan dari Papinya itu.
" Iya, Derral kesana sekarang ",, jawab Derral dengan malas-malasan kepada Papi Alano.
" Papi juga sudah memesankan makanan untuk kamu, cepetan kesini sebelum Nona Ava datang, kita makan siang dulu bersama ",, kata Papi Alano lagi kepada Derral.
" Memangnya kenapa sih jika dia datang, biar sajalah ",, sahut reflek dari Derral ketika mendengar perkataan dari Papi Alano.
" Jangan berkata seperti itu Derral, cepetan kesini atau Perusahaan kamu sahamnya Papi ambil alih semuanya!! ",, kata Papi Alano kepada Derral dengan sedikit mengancamnya juga.
" Iya-iya, beraninya mengancam, seperti bisa saja mengambil alih perusahaanku ",, jawab Derral lagi kepada Papi Alano.
" Dasar anak ini daritadi membantah terus!!, dalam sepuluh menit jika kamu belum sampai diPerusahaan Papi, Papi akan tendang kamu kejalanan ",, kata Papi Alano lagi kepada Derral.
" Iya-iya !!! ",, jawab Derral lagi kepada Papi Alano dengan nada yang sedikit jutek.
Dan setelah itu sambungan telefon mereka akhirnya terputus juga.
" Dasar anak itu, dari dulu selalu begitu jika tidak mau bertemu dengan orang yang tidak dia sukai, terus bagaimana ceritanya nanti jika aku ingin menjodohkan mereka berdua?? ",, kata Papi Alano untuk Derral ketika sambungan telefonnya sudah terputus.
" Biar sajalah, kan masih ada banyak waktu lagi untuk memikirkannya ",, kata Papi Alano lagi untuk dirinya sendiri.
Sambil menunggu makanan yang dia pesan dari Varez datang, dan juga sambil menunggu Derral datang, Papi Alano lalu melajutkan pekerjaannya lagi yang sekiranya belum selesai dia kerjakan.
Sedangkan Derral sendiri, dia yang tadi sudah selesai menelfon Papinya, dengan malas-malasan dia langsung saja beranjak berdiri dari duduknya untuk berlalu pergi kekantornya Papi Alano bersama Egon sekretarisnya.
Singkat cerita, jam makan siang pun sudah selesai daritadi, dan Derral pun sudah sampai diPerusahaannya Papi Alano sejak tadi juga.
Derral dan Papi Alano mereka berdua juga sudah makan siang bersama dengan makanan yang tadi dibelikan oleh Varez.
Papi Alano dan Derral mereka berdua makan siang terlebih dahulu didalam ruang kantornya Papi Alano tadi sambil menunggu kedatangan dari Ava dan beserta para stafnya.
Dan kita beralih kePerusahaan Altherr untuk terlebih dahulu.
Waktu sudah menunjukkan pukul satu siang, Ava baru saja bangun dari tidurnya, yaps memang Ava tadi menyempatkan tidur dulu untuk mengurangi rasa pusing dikepalanya sebab pekerjaan yang harus dia kerjakan didalam komputer maupun harus menandatangi berkas-berkas yang menumpuk diatas meja kerjanya sangatlah banyak sekali.
Ketika Ava baru saja tidur sekitar lima belas menit lamanya, dia sudah disuruh bangun oleh Dian untuk segera datang kePerusahaan Papi Alano.
Dan Ava langsung saja bangun dari tidurnya dengan keadaan capek sekali untuk cuci muka, bersih-bersih badannya didalam kamar mandi, serta juga Ava akan berganti baju yang baru lagi yang dia ambil dari dalam lemari yang tersedia didalam kamar pribadinya yang ada didalam kantornya.
" Nona??, apakah Nona sudah siap?? ",, tanya Dian sambil mengetuk pintu kamar pribadinya Ava yang ada didalam ruang kerjanya.
" Iya saya sudah siap?? ",, jawab Ava kepada Dian sambil membuka pintu kamarnya.
" Ini Nona makanannya, anda belum makan daritadi, dan ini sudah sekitar jam satu siang lebih lho Nona ",, kata Dian kepada Ava sambil memberikan makanan yang sudah dipesankannya direstoran biasanya Ava pesan.
" Tapi Nona saya sudah makan, dan ini memang makanan anda yang sudah saya belikan daritadi ",, jawab Dian kepada Ava sambil mengikuti langkah kakinya Ava yang ingin mengambil tasnya.
" Kasihkan Pak sopir saja nanti, ayo Dian bawa berkas-berkasnya, kita sudah terlambat ",, jawab Ava kepada Dian sambil berlalu pergi dari dalam ruang kantornya.
Dian mau tidak mau dia terus mengikuti langkah kakinya Ava yang sudah berlalu keluar dari dalam ruang kerjanya.
Walau Dian sebenarnya sedikit khawatir dengan Ava karena Ava belum makan siang.
Ava diikuti Dian beserta tiga jajajaran Direksi Perusahaannya yang sengaja disuruh ikut olehnya untuk menyaksikan kerja samanya dengan Perusahaannya Papi Alano.
Sebab nantinya salah satu dari jajaran Direksinya itu akan ditunjuk oleh Ava untuk menangani proyek tersebut.
Ava dan Dian yang sudah berada dijalanan sekitar empat puluh menitan akhirnya mereka sampai juga diPerusahaannya Papi Alano.
Ava dan Dian beserta tiga jajaran Direksinya, mereka semua sudah disambut ramah oleh Egon dan juga Varez yang memang ditugaskan oleh Papi Alano untuk menjemput Ava dan para staf kantornya.
" Mari Nona silahkan masuk ",, kata Egon dan Varez dengan ramah kepada Ava.
Dan Ava hanya mengangguk kecil saja menanggapi sapaan dari Egon maupun Varez.
Setelah itu, mereka semua langsung saja masuk kedalam Perusahaannya Papi Alano, dengan pengarahan dari Egon maupun Varez untuk menuju keruang meeting.
Sesampainya didepan ruang meeting, Varez langsung saja membukakan pintunya untuk Ava supaya bisa langsung masuk kedalam.
Dan Ava sendiri ketika sudah masuk kedalam ruang meetingnya, dia langsung melihat Papi Alano dan juga Derral yang sedang berdiri berdampingan untuk menyambutnya, serta juga ada jajaran Direksi dari staf kantornya Papi Alano.
" Selamat siang Nona Ava, mari-mari silahkan duduk ",, kata Papi Alano kepada Ava dengan ramah dan juga sopan, sedangkan Derral sendiri dia hanya tersenyum formal saja kepada Ava.
Ava langsung saja menanggapi sambutan ramah dari Papi Alano dengan tersenyum formal yang sopan.
Papi Alano dia langsung saja menarikkan satu kursi untuk Ava, dan tentunya dia sudah membuat Ava bisa duduk bersebelahan dengan Derral.
Dan Derral maupun Ava mereka berdua hanya cuek-cuek saja ketika duduk bersebelahan seperti itu.
Itu semua tidak luput dari pandangannya dari Papi Alano, yang melihat Derral dan Ava pada saling acuh.
" Baiklah... kelihatannya semua sudah berkumpul disini, apakah meetingnya bisa dimulai Nona Ava ",, kata Papi Alano yang memimpin jalannya rapat itu.
" Silahkan Tuan Alano ",, jawab Ava kepada Papi Alano dengan ramah.
" Terimakasih Nona Ava ",, kata Papi Alano kepada Ava sambil tersenyum.
Dan selanjutnya Papi Alano langsung saja memulai rapatnya, Papi Alano menjelaskan ini dan itu tentang kerjasamanya dengan Perusahaan Altherr nantinya.
Baik pembagian hasil dan lainnya Papi Alano jelaskan juga didalam meeting itu.
Ava, Dian dan para jajaran Direksinya mereka sangat mendengarkan sekali dengan penjelasan dari Papi Alano.
Sedangkan Derral dia malah tidak bisa konsentrasi sendiri, karena duduk berada didsebelahnya Ava, karena bawaannya Derral dia ingin sekali melirik terus kearahnya Ava yang sedang duduk hampir menghadap kearahnya karena serius mendengarkan penjelasannya Papi Alano.
...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...
...***TBC***...