Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
AVA MALU



Kita bahas pasangan terfenominal kita dahulu yuk, siapa lagi kalau bukan Ava dan juga Derral.


Tadi ketika Ava sudah selesai berendamnya, dia langsung saja melanjutkannya dengan membilas badannya dengan air shower yang mengalir cukup deras itu.


Sedangkan Derral dia masih berjalan mengitari kamarnya untuk menunggu Ava selesai mandi yang rasanya bagi Derral Ava mandinya sangat lama sekali.


Ketika Ava sudah selesai mandi, dia langsung saja melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam kamar mandi hanya menggunakan bathrobenya saja.


Dan Derral yang melihat Ava sudah membuka pintu kamar mandi, dia langsung saja berjalan mendekati Ava.


" Ava, hei sayang maafkan aku ya, aku tadi tidak bermaksud mengatakan hal seperti itu kepadamu ",, kata Derral kepada Ava.


" Iya ",, jawab Ava dengan cuek kepada Derral.


" Beneran apa kamu sudah tidak marah lagi kepadaku?? ",, tanya Derral kepada Ava sambil mengikuti langkah kaki dari Ava yang masih berjalan dengan tertatih.


Namun Ava tidak mau menjawab perkataan dari Derral sama sekali.


" Sudah sana mandi, mau aku tarik itu burung perkututmu itu!! ",, kata Ava kepada Derral.


" Baiklah, aku mau mandi dulu, kamu jangan keluar dulu ya dari dalam kamar ini Ava ",, kata Derral kepada Ava.


Ava masih saja cuek kepada Derral, dan dia tidak mempedulikan Derral yang sedang ingin mandi.


Setelah Derral langsung saja berlalu masuk kedalam kamar mandi, sedang Ava sendiri memilih untuk berganti baju dengan baju rumahan yang sudah dibawanya tadi didalam kopernya.


Dengan masih merasakan sakit dibagian inti bawahnya, Ava terus melangkahkan kakinya untuk mengambil baju yang ada didalam koper yang Derral taruh diatas shofa yang ada disitu.


Sedangkan Derral yang sudah tidak sabar ingin mengobrol dengan Ava, dia hanya membutuhkan waktu lima menit saja untuk mandi, setelahnya Derral langsung saja keluar dari dalam kamar mandi hanya menggunakan handuk yang dililitkan dipinggangnya untuk menemui Ava.


" Lho Ava ko kamu memakai baju itu, apa kamu tidak mau berangkat bekerja?? ",, tanya Derral ketika sudah melihat Ava.


" Apakah aku harus berangkat bekerja sedangkan keadaanku sedang seperti ini??!! ",, tanya balik dari Ava kepada Derral dengan nada sedikit ketus.


" Tapi hari ini aku tidak bisa menemanimu dirumah??, sebab aku ada meeting penting dengan clientku ",, jawab Derral kepada Ava.


" Memangnya apa aku menyuruh kamu untuk menemaniku disini??!! ",, tanya lagi dari Ava kepada Derral.


" Iya tidak sih?? ",, jawab Derral malah seperti laki-laki b0d0h, karena melihat Ava merajuk kepadanya.


" Iya sudah sana, cepetan ganti baju, dan tolong katakan kepada Papah untuk mengirimkan orang kepercayaannya untuk menggantikan Dian ",, kata Ava kepada Derral.


" Kenapa tidak kamu sendiri yang menelfon Papah Ava?? ",, tanya Derral kepada Ava dengan nada sedikit heran, sebab Ava malah menyuruhnya sedangkan Ava bisa menelfon Papah Zohan sendiri.


" Aku malu ",, jawab Ava kepada Derral.


" Malu kenapa hmm??, apa karena kita sudah melakukan hal itu semalam dan tadi pagi ",, kata Derral kepada Ava sambil menggoda dengan alis yang dinaikkan satu keatas.


Ava langsung saja sedikit melototkan matanya ketika mendengar godaan dari Derral tadi.


" Ok-ok baiklah istri tercantikku, jangan seperti itu dong, nanti keluar lho bola matanya ",, kata Derral sambil menjawil dagu dari Ava.


" Nanti biar aku menyuruh salah satu sekretarisku untuk menghandle kantor kamu dulu sayang, biar kamu tidak malu dengan Papah ",, kata Derral lagi sambil memeluk pinggang rampingnya Ava dari depan.


" Iya baiklah ",, jawab Ava kepada Derral.


" Senyum dong ",, kata Derral lagi kepada Ava.


Dan Ava pun langsung saja tersenyum dengan terpaksa kepada Derral.


Derral yang sudah sampai didalam kantornya, dia langsung saja menyuruh salah satu sekretarisnya untuk menuju kekantor milik Papah Zohan yang sedang dipegang oleh Ava.


Ketika sekretaris dari Derral sedang sibuk bekerja mengerjakan semua pekerjaan dari Dian yang belum pada selesai, tiba-tiba saja dia ditegur oleh seseorang.


" Anda siapa kenapa anda duduk dikursi kerjanya Dian??, dan apa yang sedang anda lakukan dikantor ini?? ",, tegur orang itu kepada sekretaris dari Derral.


Sekretarisnya Derral yang mendengar kalimat teguran itu, dia langsung saja mendongakkan kepalanya dan langsung juga berdiri dari duduknya.


" Maaf Tuan, nama saya Yanis sekretaris dari Tuan Derral yang kedua ",, kata Yanis kepada orang itu sambil sedikit menundukkan badannya dengan hormat.


" Dan saya ditugaskan oleh Tuan Derral untuk menggantikan pekerjaannya Nona Dian sementara waktu sekaligus untuk menghandle pekerjaan dari Nyonya Ava hari ini Tuan ",, lanjut lagi perkataan dari Yanis kepada orang yang sedang berdiri didepannya.


" Memangnya anak saya Ava ada dimana??, kenapa kamu juga yang menghandle pekerjaannya?? ",, tanya orang itu kepada Yanis yang ternyata adalah Papah Zohan.


" Nyonya Ava kata Tuan Derral dia sedang kurang enak badan Tuan ",, jawab dari Yanis kepada Papah Zohan.


Mendengar jawaban dari Yani, Papah Zohan tidak melanjutkan lagi perbincangannya dengan Yanis, sebab Papah Zohan memilih langsung saja mengambil ponselnya yang ada didalam saku jasnya.


" Halo Derral ",, kata Papah Zohan yang ternyata sedang menelfon Derral.


Derral yang sedang sibuk dengan pekerjaannya dan melihat ada panggilan masuk dari Papah mertuanya dia langsung saja mengangkatnya.


" Halo Papah ",, jawab Derral kepada Papah Zohan.


" Apa benar Yanis ini sekretaris kamu?? ",, tanya Papah Zohan kepada Derral.


" Benar Pah ",, jawab Derral kepada Papah Zohan.


" Terus apa benar juga jika Ava hari ini dia sedang kurang enak badan??, sepertinya semalam dia baik-baik saja?? ",, tanya dari Papah Zohan lagi kepada Derral.


" Emmm, anu Pah, Ava diaaaa.......... sedang tidak bisa berjalan ......... ",, kata Derral dengan suara pelan dan malu-malunya kepada Papah Zohan.


Dan perkataan dari Derral belum selesai langsung saja terpotong dengan suara tawa dari Papah Zohan.


" Iya-iya, Papah sekarang sudah mengerti kenapa Ava tidak bisa berangkat kekantor ",, kata Papah Zohan kepada Derral ketika sudah bisa meredakan suara tawanya.


Derral yang mendengar suara tawa dan perkataan dari Papah Zohan, dia langsung saja mengusap tengkuknya dengan malu, padahal Papah Zohan sedang tidak berada didepannya sekarang.


" Papah doakan semoga cepat jadi itu penerus Keluarga Altezza dan Altherr selanjutnya ",, kata Papah Zohan lagi kepada Derral.


" Iya Pah, aamiin ",, jawab Derral kepada Papah Zohan sambil tertawa garing.


" Sudah kalau begitu kamu lanjutkan saja pekerjaan kamu itu, besok biar Papah menyuruh orang kepercayaan Papah untuk menggantikan pekerjaannya Dian, biar Yanis bisa kembali lagi bekerja dengan kamu disana ",, kata Papah Zohan kepada Derral.


" Baik Pah, nanti Derral akan sampaikan kepada Yanis ",, jawab Derral kepada Papah Zohan.


Dan setelah itu sambungan telefon mereka pun akhirnya terputus juga.


Papah Zohan yang sudah selesai menelfon Derral, dia langsung saja menggelengkan kepalanya sambil tersenyum lucu mengingat perkataan dari Derral tadi.


Setelahnya Papah Zohan langsung saja melangkahkan kakinya untuk pergi dari depan ruangan Ava menuju kekantor miliknya lagi yang satunya yang sedang dipimpin oleh Aaric anak tertuanya.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...