Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
BERDISKUSI



Kita tinggalkan Aaric dulu yang sebentar lagi akan mendapatkan sesuatu dari Opanya, mungkin sebuah hadiah, entahlah, kita lanjut part selanjutnya saja.


Karena kita akan membahas Via, Leon, dan juga Tanisa sejenak.


Via yang tadi sudah beranjak meninggalkan Tanisa, dia langsung saja menggandeng tangan dari Leon untuk sedikit menjauh dari mereka semua menuju kedalam kamarnya.


Leon yang sedang mengobrol dengan para Keluarganya, baik Leon dan Via mereka berdua langsung saja berpamitan sebentar kepada mereka semua untuk meminta ijin karena ada yang ingin dibicarakan berdua saja.


Setelah mendapatkan jawaban iya dari semua orang, Leon dan Via langsung saja melangkahkan kaki mereka untuk berlalu pergi dari hadapan semua orang.


" Via sebenarnya ada apa??, kenapa kamu menggandeng tanganku seperti ini??, apa sebenarnya yang ingin kamu bicarakan kepadaku Via?? ",, tanya Leon dengan ekspresi kebingungan kepada Via.


" Nanti saja jika sudah berada didalam kamarku, karena aku tidak bisa berbicara disini denganmu ",, jawab Via sambil terus menaiki tangga rumahnya.


Leon pun akhirnya diam saja sambil terus mengikuti langkah kakinya Via yang akan masuk kedalam kamarnya.


Dan akhirnya ketika mereka berdua sudah sampai didalam kamar Via, Leon pun langsung mendesak Via untuk segera berbicara kepadanya.


Karena Leon sudah sangat penasaran sekali apa sebenarnya tujuan dari Via mengajaknya berbicara berdua saja seperti itu, dan Leon pun juga takut jika Via akan membatalkan pernikahan mereka.


" Sekarang kamu katakan kepadaku Via??, karena kita sudah berdua saja didalam kamar ",, kata Leon kepada Via.


" Jangan katakan jika kamu ingin membatalkan pernikahan kita ",, sambung lagi perkataan dari Leon kepada Via.


" Siapa yang ingin membatalkan pernikahan kita Tuan Jenderal ku tersayang ",, jawab Via kepada Leon.


" Lha terus kamu mengajakku kesini untuk apa Via?? ",, tanya Leon kepada Via.


" Untuk membicarakan Tanisa dan Chico?? ",, jawab Via kepada Leon.


" Tanisa dan Chico??, memangnya mereka berdua kenapa?? ",, tanya Leon lagi kepada Via.


" Bukan mereka berdua, lebih tepatnya Tanisa saja ",, jawab Via lagi kepada Leon.


" Tanisa???, ada apa dengan Tanisa?? ",, tanya Leon lagi dan lagi kepada Via.


" Dia kelihatannya sedang menyukai Chico Leon ",, jawab Via kepada Leon.


Leon yang mendengar kabar dari Via dia sedikit terkejut, dan Leon langsung berfikir bagaimana cara menyampaikan kepada adiknya itu jika laki-laki yang dia sukai masih menyukai calon Kakak iparnya.


" Kita harus segera memberitahukan kepada Tanisa Leon, aku tidak mau cinta dia akan semakin berkembang untuk Chico dan nantinya itu malah bisa membuat dia semakin lebih sakit hati lagi, ketika tahu jika laki-laki yang dicintainya tidak mencintainya juga ",, kata Via kepada Leon.


" Iya kamu benar Via, tapi bukan sekarang saatnya kita memberitahukan kepada dia ",, jawab Leon kepada Via.


" Terus kapan dong waktu yang tepat untuk memberitahukan kepada Tanisa Leon?? ",, tanya Via kepada Leon.


" Ini aku sedang berfikir Via ",, jawab Leon kepada Via.


Via pun yang mendengar jawaban dari Leon dia pun sama-sama ikut berfikir juga.


" Eeemm Leon apakah kamu malam ini akan menginap disini lagi?? ",, tanya Via kepada Leon.


" Sepertinya tidak ",, jawab Leon kepada Via.


" Karena malam ini aku harus mengantarkan kedua orang tuaku dan Kakek serta Nenekku pulang kerumah ",, sambung lagi perkataan dari Leon kepada Via.


" Memangnya kenapa Via?? ",,, tanya Leon kepada Via.


" Kamu mau ya tidurnya aku temani supaya bisa melanjutkan kegiatan kita yang tertunda tadi ",, goda Leon kepada Via sambil tersenyum m35um.


Via yang digoda oleh Leon, dia reflek langsung saja memukul pelan lengannya Leon, sambil tertawa malu.


" Lha terus apa dong?? ",, tanya Leon kepada Via.


" Kita begini saja deh untuk memberitahukannya kepada Tanisa, kamu nanti dirumah tolong coba kasih tahu kepada Tanisa tentang Chico, dan jika Tanisa tidak percaya dengan semua perkataan kamu, kamu bisa menyuruh Tanisa untuk membuktikannya sendiri ",, saran Via kepada Leon.


" Caranya?? ",, tanya Leon kepada Via.


" Aku akan mengajak ketemuan Chico, dan kalian nanti juga ikut datang, tapi datangnya jangan bersama-sama denganku........... ",, kata Via kepada Leon.


" Kenapa tidak boleh datang bersama-sama denganmu Via, kan aku tidak suka jika kamu mau menemui laki-laki lain selain aku ",, jawab Leon kepada Via dengan nada yang sedikit merajuk.


" Masalahnya, Ava itu pernah bercerita jika orang seperti Chico itu dia selalu menyuruh anak buahnya untuk selalu mengikuti kegiatan dari wanita yang dia sukai ",, kata Via kepada Leon.


" Siapa Ava??, dan itu artinya kamu selalu diikutin sama anak buah Chico dong?? ",, tanya Leon lagi kepada Via.


" Ava itu sahabat aku, dan suami dari Ava dia sahabat dekatnya Chico, dan mungkin saja iya selama beberapa minggu ini aku diikutin sama anak buah Chico ",, jawab dari Via kepada Leon.


" Ok, aku mengerti, baiklah nanti aku akan mencoba berbicara dari hati kehati kepada Tanisa, dan aku sendiri pun juga tidak mau mempunyai adik ipar yang dulunya pernah menyukai istriku ",, kata Leon kepada Via.


" Bagaimana kalau Tanisa kita jodohin sama Ozzie saja adik laki-lakiku itu?? ",, saran dari Via lagi kepada Leon.


" Iya boleh-boleh saja, tapi jika mereka tidak mau bagaimana?? ",, tanya Leon kepada Via.


" Untuk urusan itu mudah saja, tapi sekarang kita fokus saja dulu sama pernikahan kita ya Singaku ",, kata Via sambil mendekat kearah Leon dengan kedua tangan yang dia kalungkan kedua pundak Leon.


Leon pun yang dipeluk seperti itu oleh Via, dia langsung saja melingkarkan kedua tangannya dipinggang seksi milik Via.


Mata yang saling beradu, bibir yang tersenyum saling terkunci satu sama lainnya, membuat Leon pelan tapi pasti langsung saja memajukan wajahnya hingga akhirnya pun bibir mereka saling menempel satu sama lainnya.


Leon dan Via lalu berciuman dengan penuh penghayatan sekali, dan kemesraan diantara mereka terlihat begitu sangat kental.


Bibir dan lidah yang saling membelit, menandakan jika mereka begitu menikmati ciuman bibir mereka.


Namun ketika mereka berdua sedang asik berciuman, tiba-tiba saja pintu kamar Via terbuka dari luar tanpa ada suara pintu yang diketuk terlebih dahulu.


Hal itu membuat Via dan Leon sedikit terkejut hingga mereka reflek melepaskan ciuman mereka untuk mengalihkan pandangan mereka kearah pintu.


Orang yang melihat Via dan Leon sedang berciuman mesra seperti tadi, dia pun merasa malu sendiri.


" Eeeh maaf silahkan diteruskan saja ciumannya ",, kata orang itu kepada Via dan juga Leon.


Dan orang yang membuka pintu kamar Via tadi langsung saja menutup pintu kamar Via lagi dengan malu-malu sambil tertawa lucu.


" Dasar adik kurang ajar, masuk kekamar Kakak perempuannya kenapa tidak ketuk pintu dulu sih ",, kata Via kepada orang tersebut yang ternyata adalah Ozzie adik laki-lakinya.


Sedangkan Leon, dia juga malah langsung tertawa lucu, karena baru saja ketahuan berciuman dengan Via oleh Ozzie.


" Sudah yuk kita turun kebawah lagi Via, takutnya mereka semua pada menunggu kita ",, ajak Leon kepada Via.


" Ayo, sebelum siOzzie mengadu yang tidak-tidak sama keluarga kita, biar aku beri dulu sebuah tampolan dikepalanya ",, jawab Via kepada Leon.


Leon pun cuma menggelengkan kepalanya saja ketika melihat sikap Via yang dari awal ketemu dengannya tidak ada kata jaim-jaimnya sama sekali sebagai seorang perempuan.


Padahal Via sendiri dulunya dia seorang model yang akan selalu disorot tingkah lakunya oleh para penggemarnya, termasuk Mamah Emma yang ternyata menyukai Via.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...