
" Tuan Roderick...........?? ",, ulang nama dari Papah Zohan kepada Alex.
" Iya Tuan Roderick Tuan Zohan ",, jawab dari Alex kepada Papah Zohan.
" Dia adalah seorang Psikopat dan pembunuh berdarah dingin ",, sambung lagi perkataan dari Alex kepada Papah Zohan.
" Jika anda menyuruh Tuan Roderick untuk mencincang tubuh dari para musuh anda, dengan senang hati akan dia lakukan, atau anda juga mau menyuruhnya untuk menguliti kulit dari tubuh musuh anda, Tuan Roderick ini adalah jagonya Tuan, tinggal pilih saja anda mau menyuruh Tuan Roderick ini untuk menghukum musuh anda dengan cara yang bagaimana ",, lanjut lagi perkataan dari Alex kepada Papah Zohan.
" Sangat kejam sekali dia Tuan Damara, apakah menghukum dengan cara seperti itu tidak akan ketahuan oleh pihak kepolisian?? ",, tanya dari Papah Zohan kepada Alex.
" Anda tenang saja Tuan Zohan, Tuan Roderick ini sudah mempunyai anak buah yang sangat profesional sekali untuk masalah itu, jadi semuanya aman ",, jawab dari Alaex kepada Papah Zohan.
" Jika anda mau, saya akan mengirimkan nomornya keponsel anda ",, lanjut lagi perkataan dari Alex kepada Papah Zohan.
" Boleh Tuan, silahkan saja kirimkan nomornya keponsel saya ",, jawab dari Papah Zohan kepada Alex.
" Karena saya ingin memberikan hukuman yang berat untuk mereka yang sudah berani membuat hidup Keluarga kecil anak saya berantarakan seperti saat ini ",, lanjut lagi perkataan dari Papah Zohan kepada Alex.
" Baiklah segera akan saya kirimkan nomornya keponsel anda Tuan Zohan ",, kata dari Alex kepada Papah Zohan.
" Dan jika anda nanti jadi menelfon Tuan Roderick katakan saja jika saya yang menyuruh anda Tuan Zohan ",, kata dari Alex lagi kepada Papah Zohan.
" Kenapa begitu Tuan Alex?? ",, tanya dari Papah Zohan kepada Alex.
" Karena Tuan Roderick orangnya tidak mudah percaya dengan sembarang orang jika dia tidak mengenal relasi dari orang yang sedang menelfonnya atau ingin memakai jasanya ",, jawab dari Alex kepada Papah Zohan.
" Dan jika sampai Tuan Roderick tidak percaya dengan anda, bisa-bisa jawa anda sendiri yang akan melayang ditangannya Tuan menggantikan para musuh anda itu ",, lanjut terus perkataan dari Alex kepada Papah Zohan.
Papah Zohan yang mendengar semua perkataan dari Alex, dia langsung saja merasa sedikit ngeri.
Sekejam-kejamnya Papah Zohan, Papah Zohan tidak bakal berani berbuat seperti Tuan Roderick yang dia lakukan.
" Bagaimana Tuan Zohan??, apakah anda masih mau menggunakan jasanya?? ",, tanya dari Alex lagi kepada Papah Zohan.
" Apakah anda sendiri sudah pernah menggunakan jasanya Tuan Alex?? ",, tanya balik dari Papah Zohan kepada Alex.
" Sudah sering kali, dan Tuan Roderick ini sudah mengenal baik siapa saya Tuan Zohan ",, jawab dari Alex kepada Papah Zohan.
" Dan saya juga tidak pernah merasa kecewa sama sekali terhadap semua pekerjaannya ",, sambung lagi perkataan dari Alex kepada Papah Zohan.
" Baiklah saya mau Tuan, karena semua saran yang anda sarankan pasti tidak akan mengecewakan ",, jawab dari Papah Zohan kepada Alex.
" Tentu saja Tuan Zohan, anda kan sudah mengenal saya juga dengan sangat baik selama ini ",, kata Alex kepada Papah Zohan.
" Baiklah kalau begitu akan saya tutup telefonnya, dan segera akan saya kirimkan nomornya keponsel anda ",, kata Alex lagi kepada Papah Zohan.
" Baik Tuan ",, jawab dari Papah Zohan kepada Alex.
Dan setelah itu akhirnya sambungan telefon mereka pun terputus juga.
Setelah beberapa menit menunggu akhirnya ada pesan masuk juga kedalam ponsel milik Papah Zohan.
Ketika sudah dibuka oleh Papah Zohan, ternyata itu kiriman nomor dari Alex tentang Tuan Roderick tadi.
Dan yaps Tuan Roderick yang dibicarakan daritadi oleh Alex bersama Papah Zohan adalah Pietro suami dari Molly wanita cantik bermata indah yang ada diNovel King Psikopat.
Papah Zohan pun langsung saja menyimpan nomor itu untuk berjaga-jaga.
Karena sebenarnya Papah Zohan sedikit takut menggunakan jasa dari Pietro, sebab dia tidak mau sampai berurusan dengan Polisi.
Setelah selesai menerima telefon dari Alex, Papah Zohan akhirnya bergabung lagi masuk kedalam ruang perawatan Derral dan Ava.
Didalam ruang perawatan itu Papah Zohan lebih banyak melamun, karena dia sedang memikirkan solusi dan saran yang dikatakan oleh Alex tadi.
Papah Zohan sebenarnya dia sangat tertarik sekali dengan saran dari Alex dan ingin Dokter Rava merasakan hukuman yang sangat berat sekali.
Tapi Papah Zohan belum bisa memutuskan akan hal itu.
Ketika Mamah Gretl melihat sang suami tiba-tiba diam saja sambil lebih banyak melamun, dia pun mencoba mendekati dan berbicara baik-baik kepada Papah Zohan.
" Papah kenapa??, apa yang sedang Papah fikirkan?? ",, tanya dari Mamah Gretl kepada Papah Zohan.
" Tidak ada Mah, hanya kefikiran dari keadaan Derral dan Ava yang masih tertidur nyenyak diatas brankarnya saja ",, jawab dari Papah Zohan dengan berbohong kepada Mamah Gretl.
" Berdoa saja Pah, semua akan baik-baik saja, dan kita sebentar lagi akan berkumpul lagi seperti semula ",, kata Mamah Gretl kepada Papah Zohan.
" Aamiin Mah, semoga saja apa yang Mamah katakan itu segera terjadi ",, kata dari Papah Zohan kepada Mamah Gretl.
" Apakah Papah sudah makan??, karena Papah terlihat lebih kurus sedikit?? '',, tanya dari Mamah Gretl kepada Papah Zohan.
" Belum, lihatlah masih banyak makanan diatas meja sana Mah, Papah, Tuan Alano dan Nyonya Elsie belum menyentuhnya sama sekali, karena kita sedang tidak berselera makan ",, jawab dari Papah Zohan kepada Mamah Gretl.
" Walau kita sedang banyak fikiran seperti saat ini, makan itu adalah hal utama Papah, jadi lebih baik kita paksakan walau kita sebenarnya tidak lapar ",, kata dari Mamah Gretl kepada Papah Zohan.
" Apakah Papah tidak takut, jika nanti Ava dan Derral sadar, gantian kalian bertiga yang sakit?? ",, tanya dari Mamah Gretl kepada Papah Zohan.
Dan Papah Zohan relfek langsung menggelengkan kepalanya kepada Mamah Gretl.
" Makan ya Pah kalau begitu, akan Mamah ambilkan ",, kata dari Mamah Gretl lagi kepada Papah Zohan.
Papah Zohan pun langsung saja mengangguk kepada Mamah Gretl.
Setelahnya Mamah Gretl langsung saja beranjak berdiri dari shofa yang dia duduki menuju kearah meja yang ada didepan Mami Elsie dan Papi Alano.
Mamah Gretl pun juga menyuruh dan mengajak sang besan untuk menikmati makanan mereka yang sudah dingin itu karena tidak mereka sentuh daritadi.
Dan akhirnya mau tidak mau, walau mulut mereka terasa pahit serta kelu, Papah Zohan, Mami Elsie, Papi Alano dan juga Mama Gretl menikmati makanan mereka sambil menunggui sang anak yang masih pada belum sadarkan diri secara bersamaan seperti itu.
Sungguh hati kedua orang tua mana yang tidak sakit ketika melihat anak tercintanya sedang terbujur tidak berdaya bersama pasangannya diatas brankar rumah sakit seperti Derral dan Ava.
Begitulah yang sedang dirasakan oleh Mamah Gretl, Papah Zohan, Mami Elsie dan juga Papi Alano terhadap keadaan Ava dan Derral.
...🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️...
...***TBC***...