Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
DERRAL _ AVA



Derral yang sudah pergi dari parkiran taman dia mengendarai mobilnya menuju kemansionnya dengan kecepatan seperti kerasukan setan.


Mobil sport miliknya dia pacu dengan kecepatan yang cukup kencang sekali.


Hingga membuat Chico langsung saja berpegangan erat pada pegangan yang ada diatas pintu itu.


Chico tidak banyak bertanya dan menegur Derral, sebab Derral keadaannya sedang emosi apalagi dia juga sedang mengendarai mobil.


Hingga tidak lama kemudian, akhirnya mereka sampai juga didalam mansionnya Derral.


Dengan keluar dari dalam mobil, sambil membanting pintu mobil.


Derral lalu melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam mansionnya.


" Derral tunggu!!! ",, panggil Chico kepada Derral yang ingin masuk kedalam mansionnya.


" Apa??!! ",, jawab Derral dengan singkat kepada Chico sambil mengalihkan pandangannya kearahnya Chico.


" Kamu berhutang penjelasan kepadaku?? ",, kata Chico kepada Derral sambil berjalan mendekati Derral.


Namun Derral tidak memperdulikan perkataannya Chico, dia langsung saja berlalu meninggalkan Chico lagi untuk masuk kedalam mansionnya.


Chico yang sudah penasaran sekali dengan cerita sebenarnya, dia terus saja mengikuti Derral hingga Derral sudah duduk dishofa yang ada diruang keluarganya.


Ketika Derral sudah duduk dishofa yang ada diruang keluarganya, dia langsung saja memanggil kepala asisstan mansionnya untuk mengambilkan wine miliknya.


" Derral ",, panggil Chico lagi kepada Derral sambil ikut duduk juga dishofa yang ada disitu.


" Apa sih Chic, kamu jangan membuatku semakin pusing saja deh ",, jawab Derral kepada Chico dengan bermalas-malasan.


" Kamu ...... ",, perkataannya Chico langsung terpotong dengan perkataannya Derral.


" Iya baiklah akan aku ceritakan siapa wanita tadi, puas kamu !! ",, kata Derral memotong perkataannya Chico tadi.


Dan Chico langsung saja tersenyum lebar ketika mendengar perkataannya Derral seperti itu.


Sebelum memulai bercerita, Derral menuangkan sebotol wine yang tadi diambilkan asisstan mansionnya kedalam gelas wine yang sudah disediakan.


Dan ketika sudah dituang, Derral langsung saja menenggaknya dengan sekali tenggakan.


" Nama dia Ava ",, kata Derral ketika sudah menghabiskan satu gelas wine yang diminumnya tadi.


" Aku bertemu dia secara tidak sengaja dijalanan perbukitan yang ada didaerah ......... ",, kata Derral kepada Chico sambil menyebutkan nama daerah yang dekat dengan vilanya Ava.


" Disitu mobilku mogok Chic, dan sudah aku benerin selama berjam-jam, tetap tidak bisa menyala mesinnya ",, lanjut lagi perkataannya Derral kepada Chico sambil meminum satu gelas wine lagi.


Begitupun dengan Chico yang ikut meminum wine yang diberikan oleh Derral sambil terus mendengarkan ceritanya Derral.


" Memangnya disitu apa tidak ada kendaraan yang lewat sama sekali Derr, hingga kamu harus tertahan disitu selama berjam-jam?? ",, tanya Chico kepada Derral.


" Tidak ada sama sekali kendaraan yang lewat, disana sepi ",, jawab Derral kepada Chico.


" Dan ketika aku sudah putus asa dengan mobilku, aku mengucapkan perkataan aneh yang membuatku harus bertemu dengan wanita tadi ",, lanjut lagi perkataannya Derral kepada Chico.


Dan Derral langsung saja menceritakan perkataan yang pernah dia ucapkan kemarin ketika dia sudah putus asa dengan mobilnya yang mogok.


Semuanya Derral ceritakan kepada Chico, hingga dia bisa sampai bertemu dengan Ava, dan Ava mengancamnya dengan perkataan yang membuatnya sedikit kefikiran dan juga takut.


Chico yang sudah mendengar semua ceritanya Derral, dia langsung saja tertawa dengan sangat keras sekali.


Hingga membuat Derral sedikit sebal, sampai Derral harus melemparkan bantal shofa yang ada disitu kearahnya Chico.


" Sorry-sorry bro, habisnya cerita kamu lucu menurut aku ",, kata Chico kepada Derral, ketika sudah terkena lemparan bantalan shofa tadi.


" Iya aku akui, dia cantik, tapi aku sudah terlanjur sebal dengan dia karena sudah berani mempermalukanku untuk kedua kalinya seperti tadi didepan umum ",, jawab Derral kepada Chico.


" Itu sih salah kamu sendiri ",, kata Chico kepada Derral.


" Eh tapi jika memang benar, bisnis kamu mengalami penurunan, kamu memang benar-benar harus menikahi Ava bro ",, kata Chico kepada Derral.


" Lagipula Ava cantik, jika kamu tidak mau, biar aku saja yang menikahi dia ",, lanjut lagi perkataannya Chico kepada Derral sambil tertawa menggoda Derral.


Derral bukannya menjawab, dia langsung saja melemparkan bantalan shofa lagi kearahnya Chico, hingga membuat Chico langsung saja tertawa semakin keras dari sebelumnya.


Sedangkan kita geser keAva.


Ava yang tadi sudah pergi dari taman tadi, dia langsung saja dengan segera mengendarai mobilnya untuk pulang kevilanya.


Sekitar dua jam lamanya, akhirnya Ava sudah sampai divila pribadi miliknya itu.


Dan waktu pun juga sudah menunjukkan pukul sembilan malam lebih.


" Bi, itu semua stok makanan ada didalam mobil saya, tolong keluarkan semuanya ya Bi, aku capek mau istirahat dulu ",, kata Ava kepada Bibi yang ada disitu.


" Baik Nona ",, jawab sang Bibi kepada Ava.


Dan Ava langsung saja masuk kedalam kamarnya, ketika sudah mendengar jawabannya Bibi, untuk mengistirahatkan badannya yang sedikit capek itu.


" Huh, nyamannya, akhirnya bisa juga rebahan diatas ranjangku yang empuk ini ",, kata Ava ketika dia sudah terlentang diatas ranjangnya.


" Kiro-kiro wong lanang mau, bar tak tinggal diapakno karo wong-wong yo?? "


"( kira-kira laki-laki tadi setelah tak tinggal, dia diapain sama orang-orang ya?? ) ",, kata Ava sambil berbicara sendiri menggunakan Bahasa Jawanya yang medok sekali.


" Aaah, salahe sopo dadi wong ko sombong, ketemu aku manih tak gawe nyesel kuwe ketemu aku "


" ( aah salahnya sendiri, jadi orang ko sombong, bertemu aku lagi, tak buat kamu menyesal sudah bertemu aku lagi ) ",, kata Ava lagi sambil menggunakan Bahasa Jawanya lagi.


Untuk Bahasa Jawa yang seperti itu, Ava, Oma dan juga Opanya mereka bertiga sudah sangat fasih sekali, namun untuk Bahasa Jawa yang lebih kromo atau halus, mereka bertiga juga sudah bisa menguasai namun masih banyak belajar lagi.


Sebab bagi Ava, Oma, dan Opanya, Bahasa Jawa halus, atau kromo alus, itu benar-benar seperti harus halus sekali dalam pengucapannya.


Ava setelah berkata seperti itu, dia langsung saja beranjak turun dari atas ranjangnya untuk masuk kedalam kamar mandi.


Ava ingin mandi dan merilaxkan badannya yang sedikit lengket karena baru saja pergi.


Setelah selesai Ava langsung saja melangkahkan kakinya keatas ranjangnya lagi untuk tidur.


Sebab besok Ava sudah harus kembali kemansion untuk kembail lagi kerutinitasnya menjadi seorang pimpinan Perusahaan.


Ava maupun Derral tidak tahu, apakah ada kegemparan, akibat ulah isengnya Ava yang tadi sudah mempermalukan Derral ditempat umum.


Dan jikalau pun itu terjadi, pihak yang paling dirugikan disini adalah Derral, dan pihak yang paling diuntungkan adalah Ava.


Sebab Derral jika nama dia tercemar jelek diluar, pastilan banyak investor atau koleganya akan berfikir ulang untuk bekerjasama dengannya.


Namun Derral tidak tahu saja, jika Ava adalah pemimpin Perusahaan yang akan menjadi saingannya mulai tahun ini.


Sebab Ava dia mulai fokus dalam berkarir menjadi CEO sejak satu tahun belakangan ini.


Sebelumnya, Ava masih seenaknya sendiri dalam mengelola Perusahaan dengan dibantu oleh Papah dan juga Kakaknya yaitu Aaric.


...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...


...***TBC***...