Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
KEJAHILAN DARI AVA



Geser lagi kemansion Papah Zohan.


Aaric yang tadi sebelum kedatangan dari Dokter Rava, dia terus berusaha mencoba menghubungi Dian, namun sayang Dian tidak mau mengangkat bahkan membalas satu pesannya sama sekali.


Aaric sedikit putus asa, rasa sakit disekujur tubuhnya sedikit teralihkan dengan perasaan gundah yang sedang dirasakannya kepada Dian.


Aaric yang sudah putus asa, dia lalu mencoba memfoto wajah dia sendiri dengan ditambahi pesan dibawahnya.


" Dian maafkan aku, dan inilah akibat dari kesalahanku, mendapatkan hukuman dari Papah ",, pesan Aaric kepada Dian untuk kesekian kalinya sambil melampirkan foto wajahnya yang babak belur itu.


Dian yang berada didalam kamar apartemennya ketika melihat foto yang dikirimkan oleh Aaric dengan wajah yang berlumuran darah dan babak belur seperti itu, karena baru saja dihajar oleh Papah Zohan tadi.


Membuat Dian sedikit kasihan dan merasa tidak tega kepada Aaric, namun Dian tetap masih tidak mau membalas pesan yang dikirimkan oleh Aaric tadi.


" Apakah dia berpura-pura saja dengan wajah seperti itu, hanya karena ingin aku maafkan?? ",, kata Dian sambil melihat foto wajah dari Aaric yang tadi baru saja Aaric kirimkan kepadanya.


" Aah biarkan saja, saat ini aku sedang tidak ingin diganggu olehnya ",, kata Dian lagi dan kali ini Dian langsung saja mematikan ponselnya.


Sedangkan Aaric sendiri, dia semakin uring-uringan saja ketika mengetahui jika nomor ponselnya Dian sedang tidak aktif.


Aaric yang sedang uring-uringan seperti itu, tiba-tiba saja dikejutkan dengan suara ketukan pintu kamarnya, yang ternyata yang mengetuk pintunya adalah Papah Zohan bersama Dokter Rava tadi.


" Mari Dokter silahkan masuk ",, kata Papah Zohan kepada Dokter Rava ketika pintu kamar sudah dibukakan oleh Aaric.


Dokter Rava langsung saja menyuruh Aaric untuk merebahkan badannya diatas ranjang, supaya dia bisa memeriksa keadaan dari Aaric.


Dan ketika Dokter Rava sudah selesai memeriksa seluruh badan serta membersihkan luka diwajah Aaric, Dokter Rava langsung saja memberikan resep obat untuk diminum oleh Aaric.


" Hanya luka memar saja Tuan, dan anak anda hanya perlu beristirahat untuk beberapa hari saja, serta jangan lupa diminum obat yang saya berikan Tuan ",, kata Dokter Rava kepada Papah Zohan ketika sudah selesai memeriksa Aaric.


" Baik Dokter, mari silahkan akan saya antar ",, kata Papah Zohan kepada Dokter Rava, dan Papah Zohan tidak mempedulikan Aaric sama sekali.


Sedangkan Aaric daritadi dia hanya diam saja ketika diperiksa oleh Dokter Rava, tanpa mengajak berbicara sama sekali dengan Papahnya.


Sebab Aaric sangat tahu sekali, jika sang Papah pastilah masih marah sekali kepadanya.


Dan Aaric setelah kepergian dari Papah Zohan serta Dokter Rava, dia lalu memutuskan untuk masuk kedalam kamar mandi, untuk berendam sejenak didalam bathtubenya menghilangkan rasa stres yang mendera otaknya.


Dan kita geser keDerral dan Ava yang saat ini mereka masih berada didalam kamar.


Derral yang mengajak Ava beristirahat, dia lalu mencoba ingin memeluk Ava, namun selalu Ava tahan untuk tidak mendekat kearahnya.


Serta Ava juga menghindar bahkan membelakangi Derral jika Derral ingin memeluknya.


" Ava, aku ini suami kamu, kenapa kamu aku peluk seperti ini tidak mau sih?? ",, kata Derral kepada Ava.


" Ya tidak mau saja, sudah aku mau tidur, jika kamu masih mau tidur diatas ranjang ini, diam, atau aku akan tendang kamu kebawah ",, jawab Ava kepada Derral.


" Tendang saja jika kamu bisa dengan keadaan kamu yang sedang seperti itu Ava ",, tantang dari Derral kepada Ava.


"Jangan coba-coba memancingku Derral, karena aku tidak suka dipancing seperti itu!! ",, jawab Ava kepada Derral dengan posisi masih membelakangi Derral.


Dan Derral yang mendengar perkataan dari Ava, dia langsung saja tersenyum miring dan langsung juga mempunyai ide untuk mengerjai Ava.


Tapi sayang, biasanya jika Derral mengerjai Ava, pasti Derral sendirilah yang akan kalang kabut sendiri.


Derral tidak menjawab perkataan dari Ava, akan tetapi dia langsung saja mencoba semakin mendekatkan badannya ketubuh Ava yang masih membelakanginya itu.


" Derral, don't touch me!! ",, kata Ava kepada Derral.


" Tidak mau, karena aku masih ingin menyentuh tubuh seksi istriku ini ",, jawab Derral kepada Ava.


" Ya sudah beristirahatlah, begini lebih nyaman dan enak ",, kata Derral dengan tangan yang sudah meraba tubuh Ava hingga hampir sampai diklepon kenyal milik Ava.


Ava yang merasakan tangan milik Derral sudah sampai dipinggir kleponnya, dia langsung saja menangkap tangan Derral dengan segera.


" Derral jangan mulai Derral, aku tidak mau melakukannya denganmu saat ini!! ",, kata Ava kepada Derral dengan nada yang masih bisa menahan rasa jengkelnya.


" Apa kamu tidak merasakannya Ava, tongkat baseballku ini sudah sangat mengeras sekali bukan?? ",, kata Derral kepada Ava sambil men9***k-ge***kan tongkat baseballnya itu kep***tnya Ava.


Ava langsung saja menggertakkan giginya, karena Ava sungguh sudah tidak tahan dengan sikap m***m dari Derral.


" Baiklah jika itu mau kamu Derral, akan aku pu45kan kamu ",, kata Ava kepada Derral sambil tersenyum miring yang penuh arti.


Tapi sayang Derral tidak melihat wajah licik dari Ava, sebab dia masih membelakangi Derral.


Derral yang mendengar perkataan dari Ava wajah dia langsung jreng..... cling blink-blink langsung terlihat jelas diwajahnya.


Sedang Ava setelah berkata seperti itu kepada Derral, dia langsung saja beranjak bangun dari atas ranjang dan langsung juga berusaha melepaskan sabuk serta celana kain milik Derral.


Derral hanya diam saja ketika melihat kelakuan dari Ava yang seperti itu kepadanya.


Sedang Ava sendiri dia terus tersenyum menggoda bagaikan seorang jalan9 yang ingin memu45kan pelanggannya.


" Apakah kamu siap Derral?? ",, kata Ava kepada Derral ketika Ava ingin melepaskan segitiga bermuda milik Derral.


Derral hanya mengangguk pelan sambil mengangkat sebelah alisnya kepada Ava.


Setelah itu Ava langsung saja melepaskan paksa segitiga bermuda milik Derral dengan segera ketika sudah melihat wajah dari Derral.


Dan makbedunduk ciluk baaaaaaa berdirilah dengan tegak tongkat baseball milik Derral dengan sempurna didepan wajah Ava.


" Ha......... ternyata cuma segini besarnya, mari let's go Derral kita bersenang-senang ",, kata Ava kepada Derral sambil men9urut manja tongkat baseball milik Derral.


Derral sudah dibuat sedikit keenakan dengan tangan lembut dari Ava yang sedang memegang tongkat baseballnya itu.


Dan setelah berkata seperti itu, Ava langsung saja memasukkan tongkat baseball milik Derral kedalam mulutnya.


" Aaaahh....... ",, d354h Derral sambil langsung memejamkan matanya menikmati permainan mulut dari Ava.


Ava walau dia sebenarnya ingin muntah dan sedikit gelagapan namun sebisa mungkin Ava tahan, dan Ava terus memainkan tongkat baseball milik Derral dengan sangat menggebu sekali.


" Rasakan itu Derral, pasti kamu merasa keenakan kan?? ",, kata batin dari Ava sambil melirik wajah Derral yang sedang memejamkan matanya, karena merasa keenakan.


" Aaah, Ava, aaaaahhh, enak sekali ",, d354h dari Derral sambil terus menikmati permainan lidah dari Ava ditongkat baseballnya.


" Avaa aku sungguh sudah sangat tidak tahan sekali ",, kata Derral kepada Ava dengan suara yang terdengar sangat tersiksa karena g4irah.


" Inilah saatnya ",, kata Ava didalam hatinya.


Dan setelah itu, Ava langsung saja menghentikan kegiatannya itu dan langsung juga beranjak turun dari atas ranjang, serta langsung keluar dari dalam kamar.


Meninggalkan Derral yang sedang kalang kabut sendiri karena ulah Ava yang seperti itu kepadanya.


" Avaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!! ",, teriak dari Derral kepada Ava ketika Ava malah meninggalkannya sendirian dalam keadaan yang sudah berada diatas nirwana.


Sedangkan Ava yang sudah berada didepan kamar, dia langsung saja tertawa dengan cukup puas sekali, karena sudah bisa mengerjai Derral lagi.


...🤪🤪🤪🤪🤪🤪🤪🤪🤪🤪🤪🤪🤪...


...***TBC***...