
Mamah Delfa yang sudah mematikan sambungan video callnya dengan Leon tadi, dia langsung saja mencoba untuk mengubungi suaminya yaitu Ayah Markus.
Ayah Markus yang sedang sibuk dengan pekerjaannya dikantor, dia langsung saja mengangkat sambungan telefon dari sang istri yaitu Mamah Delfa.
" Halo Mah ada apa menelfon Ayah?? ",, tanya dari Ayah Markus ketika sudah mengangkat sambungan telefon dari Mamah Delfa.
" Ayah, Via anak kita ternyata dia sedang berlibur dirumah kekasihnya Ayah ",, lapor dari Mamah Delfa kepada Ayah Markus.
" Mamah tahu darimana??, kan Via ijin sama kita jika dia ingin berlibur lagi disuatu tempat ",, jawab dari Ayah Markus kepada Mamah Delfa.
" Tadi Mamah baru saja menelfon Via, dan ternyata yang mengangkat adalah kekasihnya Ayah, katanya ponsel dari Via sedang tertinggal didalam kantornya ",, jawab dari Mamah Delfa kepada Ayah Markus.
" Dan apakah Ayah tahu, kekasih dari Via dia seroang polisi dan wajahnya cukup tampan Ayah ",, lanjut lagi perkataan dari Mamah Delfa kepada Ayah Markus.
" Baiklah sebentar, kalau begitu biar sekarang Ayah yang mencoba menelfon kenomor Via, pasti ponsel milik Via masih dibawa oleh laki-laki itu ",, kata Ayah Markus kepada Mamah Delfa.
Dan Mamah Delfa dengan b0d0hnya dia langsung saja mengangguk kepada Ayah Markus padahal Ayah Markus tidak dapat melihat anggukannya.
" Iya Ayah ",, jawab Mamah Delfa akhirnya kepada Ayah Markus.
Setelah itu sambungan telefon dari mereka berdua akhirnya terputus juga.
Geser keLeon, tadi ketika sambungan video call dari Mamah Delfa sudah terputus, Leon langsung saja melihat kearah ponsel Via sambil memikirkan sesuatu.
" Kenapa menjadi seperti ini?? ",, kata Leon kepada dirinya sendiri.
" Kan tadi aku tidak memperkenalkan diri kepada Mamahnya Via jika aku ini kekasihnya, kenapa Mamahnya Via salah mengira jika aku ini kekasih dari anaknya?? ",, kata Leon sambil bertanda tanya kepada dirinya sendiri.
" Sudahlah biarkan saja itu tidak penting!! ",, kata Leon lagi masih sambil berbicara sendiri, dan tidak mau mengambil pusing untuk masalah itu.
Setelahnya Leon ingin melanjutkan lagi pekerjaannya yang sedikit tertunda itu.
Namun ketika Leon baru saja mengalihkan pandangannya kearah laptop yang ada didepannya, tiba-tiba saja telinga dia langsung terganggu lagi dengan bunyi dering ponsel milik Via.
Dan kali ini yang menelfon adalah Ayah Markus, Ayahnya Via.
" Ayah is calling...........?? ",, kata batin dari Leon ketika melihat nama dari orang yang sedang menghubungi Via.
" Ada-ada saja hari ini, tadi Mamahnya, sekarang Ayahnya, apa mereka berdua sengaja bersekongkol?? ",, kata dari Leon kepada ponsel milik Via yang masih berdering itu.
" Hiiiihhhh!!! ",, kata gemas dari Leon sambil ingin membanting ponsel milik Via.
Akan tetapi langsung saja diurungkan oleh Leon sebab Leon tidak akan tega membanting ponsel yang tidak bersalah itu.
Dering pertama, kedua, ketiga dan keempat serta kelima sengaja Leon biarkan berbunyi terus menerus, hingga membuat Leon semakin sebal saja.
Ingin rasanya Leon mematikan sambungan video call itu, namun itu artinya dia tidak sopan.
Dan akhirnya untuk dering keenam Leon baru mau mengangkat sambungan video call dari Ayah Markus, sebab Leon sudah sangat-sangat-sangat terganggu sekali.
" Halo......... ",, kata Leon sambil mengangguk pelan kepada Ayah Markus.
" Apakah anda yang menjadi kekasih dari anak saya Via?? ",, tanya Ayah Markus dengan to the point sekali kepada Leon dengan wajah tegas khas seorang Ayah kepada laki-laki yang dekat dengan anak perempuannya.
" I.............i-i-i-iiya Tuan ",, jawab Leon malah mengiyakan pertanyaan dari Ayah Markus namun dengan nada yang sangat berat sekali.
Jawaban iya dengan nada yang cukup berat dari Leon, Ayah Markus malah salah mengartikan jika Leon dia sedikit takut dengannya.
Padahal kenyataan yang sebenarnya, Leon berat mengatakan iya, karena kenyataannya dia memang bukan kekasihnya Via.
" Iya Tuan saya seorang Jenderal ",, jawab Leon dengan jujur kepada Ayah Markus.
" Waaah, pintar sekali siVia mencari seorang kekasih ",, jawab Ayah Markus kepada Leon sambil tersenyum bangga untuk Via.
" Baiklah saya merestui hubungan kalian berdua, puas-puaskanlah kalian berdua liburan, saya tidak akan menganggu kalian, dan saya percaya kepada anda Tuan Jenderal, jika anda tidak bakal berbuat macam-macam dengan anak saya Via ",, lanjut lagi perkataan dari Ayah Markus kepada Leon yang hanya bisa diam saja daritadi.
" Kalau begitu saya akhiri dulu telefonnya ya Tuan Jenderal, silahkan lanjutkan lagi pekerjaannya dan maaf saya yang sudah menganggu anda ",, sambung lagi perkataan dari Ayah Markus kepada Leon dengan sopan.
" Tya Tuan ",, jawab dari Leon kepada Ayah Markus.
Dan setelahnya sambungan video call dari Ayah Markus kepada Leon akhirnya terputus juga.
Sungguh Leon menjadi tambah bingung sekali dengan situasi yang baru saja dialaminya itu.
Bahkan Ayah Markus pun malah terlihat segan kepada Leon yang ternyata seorang Jenderal.
Semua itu terjadi karena kedatangan dari Via tadi kekantor polisi untuk mengantarkan makan siang untuknya.
Semua anggota polisi yang sudah hampir semuanya mengetahui kisah masa lalu dari Leon, mereka semua sekarang mempunyai gosip baru tentang sang Jenderal yang sudah bisa move on dari mantan kekasihnya dulu dengan bisa menggandeng wanita yang lebih cantik dari yang sebelumnya, seperti itulah sekiranya yang sedang digosipkan oleh semua anggota polisi dibelakang Leon.
Sedangkan Ayah Markus sendiri, dia sangat bangga sekali ketika baru saja mengetahui jika kekasih dari anaknya Via adalah seorang Jenderal besar dikepolisian yang ada diNegaranya.
" Huh, kenapa hidupku yang awalnya teratur menjadi berantakan hanya karena kedatangan dari Via, sehari saja dirumahku ",, gerutu dari Leon sambil menghembuskan nafasnya dengan cukup kasar.
" Bagaimana jika nanti dia sudah tinggal dirumah yang ada didepanku, bagaimana dengan kehidupanku?? ",, lanjut lagi gerutuan dari Leon untuk dirinya sendiri.
Sebenarnya hidup Leon tidak cuma teratur saja, namun membosankan, dan juga datar-datar saja seperti permukaan pizza yang belum diberi toping.
Namun apakah Leon tidak sadar, ketika adanya Via satu hari saja dihidupnya, hidup Leon bisa sedikit berwarna, karena dia bisa merasakan jantung tiba-tiba berdetak kencang, senyum yang sudah lama menghilang muncul lagi dipermukaan.
Dan hal sensasi malu yang sudah lama tidak dia rasakan, ketika ketahuan oleh sekretarisnya disaat tadi sedang makan disuapi oleh Via.
Mungkin dengan kedatangan dari Via memang ditakdirkan untuk membuat hidup Leon yang datar akan menjadi bergelombang.
Sedang Via sendiri, dia belum menyadari jika ponselnya tidak berada didalam tas jinjing yang sedang dibawanya.
Via saat ini sedang asik berada disupermarket sambil memilih sayur-sayuran serta barang-barang yang ingin dibelinya dan dimasaknya untuk makan malam nanti bersama Tanisa dan juga Leon.
Dan untuk Chico yang lebih tepatnya dia terobsesi dengan Via, bukan mencintai Via.
Chico yang masih berada didalam kantornya, dia saat ini bisa tersenyum dengan senang, sebab fikir Chico dia sekarang sudah mengetahui siapa Via dan dimana Via tinggal.
" Aku akan mendapatkanmu Via, tunggu waktunya tiba ",, kata Chico sambil menaruh kedua telapak tangannya dibelakang kepalanya.
" Sampai mana kamu bisa bertahan bersembunyi dariku?? ",, kata Chico lagi kepada dirinya sendiri.
...π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄...
Dan bagaimana reaksi dari Chico ketika dia sudah menemukan Via, namun Via sedang asik jalan berdua dengan Leonπ€π€¨.
Apakah Chico akan marah, berkelahi dengan Leon, atau bahkan akan menculik Via dari sisi Leon, entahlah, kita lanjut part selanjutnya sajaππ.
...ποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈ...
...***TBC***...