
Aaric yang sedang tertawa tiba-tiba saja dia mendapatkan pukulan seperti itu oleh seseorang, membuatnya langsung saja terdiam dan langsung juga menolehkan kepalanya untuk melihat seseorang yang sudah berani memukul kepalanya dengan cukup keras sekali seperti tadi.
" Papah................ ",, kata Aaric dengan nada sedikit manja ketika dia sudah melihat wajah dari seseorang yang tadi memukul kepalanya.
Dan tadi yang memukul kepalanya Aaric ternyata adalah Papah Zohan yang baru saja masuk kedalam mansion, dan melewati ruang tamu.
Namun ketika Papah Zohan sedang melewati ruang tamu, dia melihat Aaric sedang tertawa sendiri namun televisi dalam keadaan tidak menyala, membuat Papah Zohan reflek langsung saja memukul Aaric untuk menyadarkan Aaric.
Karena Papah Zohan takutnya jika Aaric tertawa sendiri seperti itu dia sedang kerasukan setan.
" Kamu kenapa tertawa seperti itu sendirian Aaric, sudah seperti orang gila tahu!!, dan Papah fikir kamu itu sedang kerasukan makhluk kasar!! ",, kata Papah Zohan kepada Aaric.
" Ko makhluk kasar sih Pah, yang benar itu makhluk halus ",, jawab Aaric kepada Papah Zohan.
" Ya terserah Papah dong mau berbicara bagaimana, kan ini mulut-mulutnya Papah ",, kata Papah Zohan kepada Aaric.
Membuat Aaric langsung saja menunjukkan wajah gemasnya kepada sang Papah.
" Kamu kenapa tertawa sendiri seperti itu Aaric??, kamu belum menjawab pertanyaan dari Papah lho ",, kata Papah Zohan lagi kepada Aaric.
" Dan andai saja jika yang melihat kamu tertawa sendiri seperti tadi itu Mamah kamu, Mamah kamu itu pasti dia akan memanggil cenayang untuk datang kemansion kita ",, sambung lagi perkataannya Papah Zohan kepada Aaric.
" Papah sama Mamah itu sama saja, dan Aaric tertawa sendiri seperti itu ya tidak apa-apa Pah, hanya bahagia saja menikmati pesta pernikahannya Ava dan juga Derral ",, jawab Aaric sekenanya kepada Papah Zohan.
" Awas saja kalau kamu berbohong kepada Papah ",, kata Papah Zohan kepada Aaric.
Dan setelah itu Papah Zohan langsung saja berlalu dari dalam ruang tamu meninggalkan Aaric sendirian lagi disitu.
" Papah itu bisa saja merusak imajinasiku yang sedang membayangkan Ava lagi memarahi Derral ",, gerutu Aaric ketika Papah Zohan sudah berlalu masuk kedalam kamarnya.
Sedangkan kembali lagi kedalam kamarnya Ava.
Derral yang sudah selesai mandi, dia langsung saja keluar dari dalam kamar mandi hanya menggunakan handuk saja.
Dan Ava sendiri dia juga sudah selesai membersihkan makeup yang menempel diwajahnya, namun Ava belum melepaskan gaun pengantinnya itu.
" Kenapa kamu belum melepaskan gaun pengantin kamu Ava??, bilang saja jika kamu menungguku untuk melepaskannya ",, kata Derral kepada Ava ketika Derral melihat Ava masih memakai gaun pengantinnya.
" Siapa yang menunggu kamu, kalau cuma untuk melepaskan gaun ini tanpa bantuan kamu juga mudah sekali bagi aku ",, jawab Ava kepada Derral sambil berdiri dari duduknya.
Derral hanya menampilkan wajah cueknya saja ketika dia mendengar jawabannya Ava sambil mengambil baju dari koper yang tadi dibawakan oleh Maminya yang pengertian sekali kepadanya.
Dan Ava ketika melihat Derral cuek sekali seperti itu, dia langsung saja mencoba melepaskan zipper gaunnya yang ada dibelakang dengan sedikit bersusah payah.
Walau sedikit kesusahan Ava tetap tidak mau meminta tolong kepada Derral, karena Ava sedikit gengsi dihadapannya Derral.
Dan Derral pun dia juga tidak peduli kepada Ava, jika Ava tidak memanggilnya.
Sungguh pasangan yang tidak ada kata romantisnya sama sekali.
" Eeeeehhh, eeeehhhh kamu mau apa Derral?? ",, kata Ava kepada Derral ketika Ava melihat Derral ingin duduk diatas ranjangnya.
" Ya aku mau tidurlah, capek sekali badan aku ini, kurang istirahat aku ",, jawab Derral kepada Ava sambil berdiri lagi.
" Memangnya kenapa?? ",, tanya Derral kepada Ava dengan menampilkan wajah kebingungannya.
" Sayang nanti hiasan diatas ranjang ini rusak, kan jadi tidak indah lagi kalau dipandang, jika kamu duduk diatasnya ",, jawab Ava kepada Derral.
Derral langsung saja menampilkan wajah sangat-sangat sebalnya kepada Ava ketika dia mendengar jawaban membagongkan dari Ava menurut Derral.
" Awas nanti jika hiasan diatas ranjang ini rusak!!, ambil bantal, tidur dishofa!! ",, kata Ava lagi kepada Derral.
" Kalau aku tidak mau bagaimana?? ",, jawab Derral kepada Ava dengan sengaja langsung saja duduk dipinggir ranjang itu.
" Eeeh, eeeh, berdiri tidak!! ",, kata Ava kepada Derral dengan sambil berjalan mendekati Derral.
" Tidak mau, hiasan seperti ini saja dibanggakan!! ",, jawab Derral kepada Ava sambil meraba hiasan kelopak bunga yang ada diatas ranjang
Dan Derral sengaja memancing kemarahannya Ava.
Ava yang melihat Derral ingin merusak hiasan yang ada diatas ranjang itu, dia semakin menunjukkan wajah sebalnya kepada Derral.
" Derral stop!! ",, kata Ava kepada Derral ketika Derral dengan perlahan dan sedikit demi sedikit merusak hiasan mawar yang berbentuk love yang sungguh indah itu diatas ranjang.
Namun Derral dia semakin menjadi ketika ditegur seperti itu oleh Ava.
Sambil menunjukkan tersenyum miringnya, tangan Derral semakin terus merusak hiasan taburan bunga mawar itu.
" Oh no Derral, stop, bunga lovenya ",, kata Ava lagi kepada Derral dengan menampilkan wajah cukup sedih karena ulahnya Derral.
" Cuma hiasan jelek seperti ini saja sedih ",, kata Derral kepada Ava.
Dan Derral lalu mempunyai fikiran licik untuk membalas perbuatannya Ava tadi ketika sedang berada didalam mobil.
Derral yang melihat wajahnya Ava yang seperti itu, dia langsung saja naik keatas ranjang, dan langsung juga merusak semua hiasan yang ada diatas ranjang, dan juga ada dipinggir-pinggir ranjang maupun disandaran ranjang.
Sungguh Derral sangat asik sekali menikmati perbuatannya yang sedang merusak hiasan seperti itu.
" Derral stop, awas kamu Derral, stop Derral!! ",, kata Ava kepada Derral sambil menghentikan aksinya Derral sambil juga ikut naik keatas ranjang dengan posisi masih memakai gaun pengantinnya yang berat dan ribet itu yang belum dia lepaskan juga, namun zipper gaunnya sudah terbuka setengah.
Alhasil membuat Derral yang tidak bisa menyeimbangkan badannya ketika ditahan-tahan seperti itu oleh Ava, dan juga Ava yang sedikit tidak bisa bergerak karena gaun yang dipakainya.
Membuat Derral dan Ava langsung saja terjatuh diatas ranjang itu dengan posisi Derral berada diatas badannya Ava.
Ava dan Derral mereka berdua langsung saja saling pandang ketika posisi mereka sedang seperti itu, dengan mereka berdua saling manatap dengan sangat lekat sekali ketika wajah mereka berada begitu dekatnya.
Perlahan Derral mencoba mendekatkan wajahnya kewajahnya Ava.
Semakin lama jarak itu semakin terkikis saja, ketika Derral semakin mendekatkan wajahnya kewajahnya Ava.
Hingga ketika jarak wajah diantara mereka sudah tidak ada lagi, Derral langsung saja mencoba menempelkan bibirnya kebibirnya Ava.
...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...
...***TBC***...