
Dan Derral dia yang sudah tidak tahan dengan lidahnya Ava, dia langsung saja menarik tongkat ajaibnya itu dari dalam mulutnya Ava dan langsung memposisikannya didepan lubang surganya Ava.
Namun suara ketukan pintu kamar mereka membuyarkan konsentrasi fikiran mereka yang sudah hampir pada puncaknya.
" Sial4n sekali yang mengetuk pintu itu ",, kata Derral ketika dia mendengar pintu kamarnya diketuk dari luar, dengan posisi tongkat baseballnya sudah menempel sedikit dicelah bolu kukusnya Ava.
" Derral........... ",, panggil Ava dengan mata sayu karena sudah terbakar g41rah ketika dia juga mendengar suara ketukan pintu itu.
" Aaaah persetan!!! ",, kata Derral dengan gemas dan dia tidak memperdulikan lagi suara ketukan pintu itu.
Derral lalu langsung saja mencoba memasukkan tongkat baseballnya itu kedalam celah bolu kukus miliknya Ava.
Sedangkan Mamah Gretl, yaps Mamah Gretllah yang daritadi yang mengetuk pintu kamarnya Ava, karena ada hal yang ingin dia sampaikan dan katakan kepada Ava.
Dan Derral tanpa sengaja mengumpati Mamah Gretl, yaitu Mamah mertuanya dengan kata si4lan.
Namun ketika Mamah Gretl sudah mengetuk pintu kamarnya Ava dengan cukup lama dan tidak mendapatkan tanggapan dari Ava, Mamah Gretl langsung saja mengurungkan niatnya yang ingin berbicara sama Ava.
" Mungkin Ava sama Derral sedang tidur, aku kembali saja nanti ",, kata Mamah Gretl ketika dia sudah cukup lama berdiri didepan kamarnya Ava dan tidak dibukakan pintunya.
Sedangkan Derral yang sudah tidak mendengar suara ketukan pintunya lagi, dia akhrinya bisa memfokuskan fikirannya lagi untuk segera memasukki Ava.
" Aaaaah Derral sakit ",, kata Ava dengan lirih kepada Derral ketika Derral sudah sedikit mendorong tongkat baseballnya itu kedalam lubang surgawinya Ava.
" Sabar dan bertahanlah Ava, tahan sebentar saja ",, kata Derral kepada Ava, dengan semakin mencoba terus memasukkan tongkat baseballnya itu kedalam bolu kukusnya Ava.
" Aaaaaah Derraaaall ",, kata Ava lagi dengan sambil memejamkan matanya, sambil juga memeluk Derral dengan sangat erat sekali.
" Aaaaahh sempit sekali kamu Ava ",, kata Derral kepada Ava ketika Derral sedikit kesusahan dalam memasuki Ava.
Ava tidak menjawab perkataannya Derral, hanya tetesan air mata yang mengalir dari sudut matanya yang menjawab semuanya.
" Bertahanlah, ini hanya sebentar saja ",, kata Derral dengan tidak pantang menyerah sambil mengusap air matanya Ava yang mengalir itu.
Dan bleeeeesssss, akhirnya perjuangannya Derral serta pertahanan Ava membuahkan hasil yang membuat Derral sangat lega sekali.
Tapi tidak dengan Ava yang masih menahan rasa sesak dan rasa sakit serta nyeri dicelah bolu kukusnya yang robek itu.
" Sakit Derral ",, kata Ava dengan lirih kepada Derral sambil menatap Derral dengan mata yang berembun air mata.
" Sabar ya, kita mulai perlahan saja ",, kata Derral dengan suara lembutnya menenangkan Ava sambil mengecup pelan bibirnya Ava.
Ava hanya mengangguk saja kepada Derral, dan Derral langsung saja memulai menggerakkan tongkat baseballnya itu kedalam lubang surganya Ava dengan perlahan tapi pasti.
Gerakan pertama Ava masih merasakan rasa nyeri dilubang surga dunianya itu, dan dia hanya bisa menahan rasa nyerinya itu dengan sambil menggigit bibirnya sendiri.
Gerakan keduanya Derral, Ava sudah mulai terbiasa, dan Derral juga sudah cukup lumayan kencang menggerakkan tongkat baseballnya itu.
" Aaaahhhh Derral, faster ",, kata Ava kepada Derral ketika dia sudah mulai merasakan enak dengan gesekan dua kulit sensitif itu.
Dan ketika Ava sudah berkata seperti itu, itu tandanya Ava sudah mulai terbiasa dengan rasa yang ada didalam goanya itu.
Mendengar perkataannya Ava, Derral langsung saja semakin bersemangat dan semakin cepat pula dalam menggerakkan tongkat baseballnya didalam surga dunianya Ava.
" Aaaaaahhhh, Aaaahhh Ava enak sekali ",, kata Derral kepada Ava sambil memejamkan matanya, sambil juga terus menggerakkan tongkat baseballnya itu.
Ava tidak bisa menjawab d354hannya Derral, sebab dia sendiri, juga sedang menikmati miliknya yang sedang digesek dengan tongkat baseballnya Derral.
" Ava aku sungguh sudah tidak tahan sekali ",, kata Derral lagi kepada Ava.
Dan semakin kencang pula tongkat baseballnya Derral memainkan perannya.
Biasanya tongkat baseball digunakan untuk memukul bola kasti, namun berbeda dengan tongkat baseballnya Derral yang digunakan untuk menggesekkan lubang kelinci yang kedalamannya lebih dalam dari palung mariana.
" Aaaaahhh Avaaaaaaaaaaaaa, aaah ",, kata Derral kepada Ava sambil mend354h dengan cukup panjang sekali yang menandakan jika Derral sudah sampai diujung dunianya, dunia pergesekan.
Dan Derral yang sudah merasakan pelepasannya, dia langsung saja ambruk diatas tubuhnya Ava dengan deru nafasnya dan nafasnya Ava saling bersahut-sahutan karena tidak teratur.
Namun ketika sedang nikmat-nikmatnya??, tiba-tibaaaaa...........
Guyuran air mengenai wajah seseorang, dan orang itu adalah Derral yang sedang tertidur diatas shofa tadi.
" Avaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!! ",, teriak sangat super menggelegar dari Derral didalam kamar itu.
Sungguh Derral dibuat sangat marah sekali oleh Ava ketika dia sedang bermimpi dengan sangat indah sekali, tapi tiba-tiba dia dibangunkan dan diganggu dengan cara seperti itu.
" Berisik tahu!!, lagian kamu daritadi aku bangunkan dan sudah aku panggil-panggil dengan sangat keras sekali, tidak bangun juga, malah kamu asik mengusap-usap anu kamu itu dengan sambil berkata aaahh, aaahh, aaahh, geli tahu!! ",, jawab Ava kepada Derral yang terlihat sedang sangat marah sekali.
" Kamu harus bertanggung jawab Ava!!, kepadaku!! ",, kata Derral dengan menahan rasa geramnya kepada Ava.
" Bertanggung jawab Ava, hmmm??!!, aku disuruh mengusap-usap anu kamu itu, iya maksud kamu begitu??!! ",, kata Ava kepada Derral dengan sedikit menantang.
" Jangan bermimpi!! ",, kata Ava lagi kepada Derral.
Dan setelah itu Ava langsung saja melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam kamarnya, tidak memperdulikan Derral yang sedang tidak karuan sekali rasa ditubuhnya.
Sedangkan Derral dia semakin pusing atas bawah saja, karena ulahnya Ava itu.
Pusing karena hasr4tnya tidak tersalurkan, dan pusing karena tidurnya dibangunkan dengan cara seperti itu.
Setelah kepergian dari Ava, Derral langsung saja melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam kamar mandi dan bersolo karir lagi seperti kemarin.
Ternyata Derral tadi setelah masuk kedalam kamar dan melihat hiasan kamar yang sengaja Aaric Kakak Iparnya berikan kepadanya dan juga Ava.
Derral yang sudah sangat capek sekali dan juga kurang tidur, dia ingin sekali langsung tidur, namun sayang, Derral dilarang Ava untuk tidur diatas ranjang, sebab nanti akan merusak hiasan yang ada diatas ranjang itu, begitulah apa kata Ava tadi.
Alhasil Derral mengalah saja daripada bertengkar dengan Ava, dan Derral lalu memilih merebahkan diatas shofa lagi.
Sedangkan Ava tadi setelah mengagumi hiasan didalam kamarnya, dia langsung saja melepaskan hiasan serta gaun yang melekat semua ditubuhnya dengan sedikit bersusah payah.
Dan setelah itu Ava memilih berendam untuk merilaxkan badannya didalam bathtubenya.
Namun ketika Ava sudah selesai dari rutinitasnya didalam kamar mandi, dan juga sudah selesai berganti baju.
Ava lalu mencoba membangunkan Derral untuk mandi dan bersih-bersih badannya, sebab waktu sudah menunjukkan pukul lima sore.
Tapi ketika Ava sudah mencoba membangunkan Derral berulang kali, Derral tidak kunjung bangun, juga namun tongkat baseballnya Derral malah terlihat semakin menonjol dari balik bungkusnya.
Dan Derral juga mend354h sambil mengusap-usap tongkat baseballnya itu dengan mata yang masih terpejam.
Ava yang geli sendiri dengan tingkahnya Derral, dia lalu mempunyai ide untuk membangunkan Derral, dengan cara menyiramnya dengan air yang dia ambil tadi dari dalam kamar mandi kamarnya.
Akhirnya usahanya Ava yang itu bisa membuahkan hasil, dan Derral langsung terbangun dari tidur lelapnya tadi.
...π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§...
Yaaaaaaahhh mimpi ternyata, mesake-mesake nemen tho mas Derralππ
Dan author sukaππ
Derral : Suka-suka!!, suka kali kamu thor membuatku menderita diceritamu iniπ.
Author : Iya, memang itu keinginankuπ
Derral : Awas ya thor ya!!!ππ
Author : Awas apa??!!, nasib kamu itu ada ditangan saya, jadi jangan macam-macam sama sayaπ€.
Derral : Ampun deh thor, ampunπππ£.
Author :ππππ
...πππππππππππππ...
...***TBC***...