
Jakun Aaric naik turun ketika melihat bibir tipis Dian disuasana gelap didalam mobilnya.
Jantung Aaric pun juga semakin menggebu saja, dan memacu serta memompa darah dengan sangat cepat sekali.
Begitupun dengan Dian, bukit teletubiesnya pun juga sedikit turun naik, karena Dian juga sedang merasa sangat berdebar-debar sekali dadanya.
Mobil milik Aaric sama dengan mobil para laki-laki berduit lainnya, kaca mobilnya dibuat film, jadi tidak akan tembus pandang dari luar.
Aroma parfum bercampur keringat yang menguar dari dalam diri Aaric dan juga Dian, menambah keintiman diposisi mereka berdua.
Dan aroma parfum itu juga yang membuat fikiran mereka melayang entah kemana-mana.
Aaric jadi lupa akan niatnya yang ingin membantu melepaskan seatbelt yang sedang dipakai oleh Dian.
Setan yang suka dengan orang yang berdua saja seperti Aaric dan juga Dian pun.
Dia langsung saja mempengaruhi fikiran dari Aaric untuk semakin mendekatkan wajahnya kewajah Dian.
Semakin dekat, semakin dekat saja wajah Aaric sudah berada tepat satu centi didepan wajah Dian.
Dian pun juga hanya diam saja dan tidak mendorong tubuh Aaric untuk menjauh dari atas tubuhnya.
" Dian, kamu ternyata cantik sekali ",, kata Aaric kepada Dian.
Dan tanpa sadar juga tangan Aaric mengusap lembut bibir tipis milik Dian.
Dan Dian juga yang merasakan bibirnya diusap seperti itu oleh Aaric dia reflek menutup matanya untuk merasakan sentuhan tangannya Aaric.
Perlahan tapi pasti, bibir yang awalnya disentuh oleh tangannya, Aaric gantikan dengan bibirnya sendiri.
Dia yang terkejut langsung saja membuka matanya ketika merasa Aaric sedang mencium bibirnya.
Aaric pun juga sama melihat kearah mata Dian yang berada tepat didepannya itu.
Entahlah, Dian pun sepertinya juga menginginkan lebih dari Aaric, tidak cuma Aaric saja yang merasakan itu.
Aaric lalu mencoba menggerakkan bibirnya itu diatas bibirnya Dian.
Dan sambil memejamkan matanya, Aaric terus mencoba m3nc***u bibirnya Dian.
Dian yang melihat Aaric memejamkan matanya, dia pun lalu ikut-ikutan memejamkan matanya juga.
Pelan-pelan Dian lalu mencoba mengikuti irama bibir dan juga lidahnya Aaric yang sedang menciumnya itu.
Sedang Aaric sendiri yang merasa Dian membalas ciumannya, dia semakin menjadi saja dalam m3nc***u bibirnya Dian.
Akhirnya mereka berciuman dengan cukup intens, menggebu, liar dan juga sangat 53n5u4l sekali.
Mimpi apa semalam Dian dan juga Aaric, hingga membuat mereka bisa berciuman seperti itu.
Insting laki-laki didalam diri Aaric pun, menuntun tangan Aaric untuk menj4m4h area pribadi milik Dian.
Dan kali ini tubuh Dian yang pertama dij4m4h oleh Aaric adalah bukit teletubies milik Dian yang sangat kenyal seperti agar-agar itu.
Dian pun tidak menolak atau mencoba menyingkirkan tangannya Aaric, sebab Dian sendiri juga sudah sangat terlena akan ciuman yang Aaric berikan kepadanya.
Aaric satu persatu dia mencoba melepaskan kancing kemeja yang dipakai oleh Dian.
Hingga akhirnya terlihatlah bukit pribadi yang selama ini ditutupin oleh Dian.
" Eenggghhh ",, d354h Dian ketika tangan Aaric memainkan bukit kecil warna hitam yang ada diatas bukit besarnya.
Aaric yang mendengar d354han dari Dian, dia reflek langsung saja melepaskan ciuman dibibirnya Dian untuk berpindah kebukit pribadi miliknya Dian.
Dibukit itu Aaric memberikan jejaknya supaya Aaric tidak tersasar jika kemudian hari dia ingin singgah lagi dibukit tersebut.
" Aaaaahhhh ",, d354h Dian lagi ketika Aaric sedang memberikan jejak dibukit miliknya.
Perlahan dengan pelan-pelan, Aaric mencoba mengeluarkan bukit milik Dian dari wadahnya.
Dan Aaric pun langsung saja memasukkan pucuk bukit kecil milik Dian itu untuk dia rasakan bagaimana rasanya.
" Aaaahh Kak Aaric ",, d354h Dian ketika dia sudah merasa tidak karuan dibagian inti bawahnya itu karena ulah h154pan mulutnya Aaric.
" Dian aku juga sudah tidak tahan ",, kata Aaric kepada Dian ketika dia melepaskan h154p4nnya.
" Kak Aaric ",, hanya kata itu yang Dian ucapkan kepada Aaric dengan mata sayu yang berkabut.
Dian yang sudah dipenuhi kabut g41r4h dan juga kabut menggelora didalam tubuhnya, dia pun langsung saja mengangguk kepada Aaric.
" Pindahlah kebelakang ",, kata Aaric kepada Dian sambil mencoba melepaskan seatbelt yang dipakai oleh Dian.
Dan Dian ketika seatbeltnya sudah terlepas, dia langsung saja pindah kekursi belakang seperti perkataannya Aaric.
Dan semua makanan yang ada dibelakang tadi mereka pindahkan semua kekursi depan yang tadi diduduki oleh Dian.
Melihat Dian sudah pindah kekursi belakang, Aaric pun juga langsung saja menyusul Dian.
Aaric langsung saja mengulangi ciuman, cumbu4nnya dibukit pribadinya Dian tadi, dengan tangan yang mulai merambah kearea terlarang milik Dian.
" Aaaaah Kak Aaric ",, d354h Dian lagi kepada Aaric ketika Aaric sedang memainkan bukit pribadinya dan juga area terlarangnya.
Dengan tempat yang tidak bisa membuat mereka leluasa, Aaric lalu mencoba melepaskan segitiga bermuda milik Dian.
Dan Dian pun menurut saja apa yang dilakukan oleh Aaric kepadanya, bahkan ketika kaki dia diangkat keatas oleh Aaric pun Dian juga menurut.
" Wao ",, kata Aaric ketika sudah melihat area terlarang milik Dian.
Nafas Dian sudah tidak beraturan sekali, dada dia sudah turun Naik, Aaric juga tidak mau berlama-lama, dan Aaric langsung saja memajukan wajahnya untuk memainkan area terlarang milik Dian.
Walau Aaric tidak pernah melihat secara langsung milik terlarang seorang wanita, hanya melalui video yang sering ditontonnya itu, tapi setidaknya Aaric adalah laki-laki dewasa yang sangat tahu sekali bagaimana cara membuat wanita melayang.
Dengan sangat menggebu sekali, Aaric terus memainkan lidahnya dimilik Dian.
" Aaah Kak Aaric aaah ",, d354h dari Dian lagi sambil terus menyebut nama Aaric, ketika lidahnya Aaric mencoba memasukinya semakin dalam saja.
Setelah sekian menit lamanya, akhirnya Dian bisa juga sampai dipuncak kenikmatannya.
Deru nafas Dian sangat tidak beraturan sekali, ketika dia sudah bisa melepaskan cairan kenikmatannya itu.
Dan ketika Aaric suda melihat Dian bisa puas akan permainannya, gantian Aaric yang sekarang duduk dikursi sebelah Dian sambil menurunkan sedikit cel4n4 yang dipakainya.
" Ayo Dian, bantu aku ",, kata Aaric kepada Dian sambil mengurut singkong jumbonya itu yang sudah dia keluarkan dari dalam wadahnya.
Karena tidak mungkin mereka akan melakukan itu didalam mobil.
Akan berbahaya nantinya jika ketahuan oleh orang lain yang melihat mobil mereka bergoyang.
" Waaahh milik Kakak ...........?? ",, kata Dian sangat tercengang sekali ketika sudah melihat milik Aaric yang sangat besar itu.
" Ayo Dian ",, kata Aaric lagi kepada Dian.
Dan Dian yang melihat wajah tersiksa dari Aaric, dia langsung saja memasukkan singkong jumbo milik Aaric kedalam mulutnya.
" Aaaah Dian ",, gantian Aariclah yang mend354h karena permainan lidah dan mulut Dian.
" Dian aaah, Dian aaah ",, d354h Aaric lagi sambil memejamkan matanya menikmati h154pan dari mulutnya Dian.
Dian sedikit gelagapan ketika terus memainkan singkongnya Aaric karena cukup memenuhi mulutnya.
Dan setelah sekian paripurna Dian memainkan singkong milik Aaric, akhirnya keluar jugalah cairan getah singkong milik Aaric yang cukup banyak sekali itu dan langsung tumpah disela p4h4nya Aaric.
" Aaaaaaaah Dian ",, kata Aaric mend354h panjang yang pertanda dia sudah sampai dipuncaknya.
" Terimakasih ",, kata Aaric lagi sambil menarik tengkuknya Dian untuk dia cium bibirnya.
Akhirnya setelah mereka sudah puas akan permainan panas mereka didalam mobil.
Dan ketika mereka berdua juga sudah bisa menetralisir rasa didalam diri mereka masing-masing.
Aaric dan Dian langsung saja merapikan pakaian mereka lagi, supaya mereka bisa segera masuk kedalam ruang perawatan Ava.
Senyum dibibir Aaric dan Dian pun mengembang dengan sempurna ketika mereka bisa melakukan foreplay seperti itu didalam mobil.
Bahkan sekarang Aaric dan Dian dengan tidak malu-malu lagi, mereka berjalan menuju keruang perawatan Ava sambil bergandengan tangan dengan mesra sekali.
Entahlah Aaric dan Dian akan berakting dulu dihadapan Ava dan yang lainnya juga apa tidak.
Kita lihat saja dipart selanjutnyaππ
...πππππππππππππ...
...***TBC***...