
Leon yang sudah menyemburkan peluru cairnya didalam lubang terdalam milik Via, dia langsung saja ambruk diatas tubuhnya Via.
Nafas dia tersengal-sengal, keringat dia cukup bercucuran, dan senyum dia langsung mengembang dengan sempurna sambil menatap kearah Via yang berada dibawahnya.
Begitupun dengan Via, dia juga menampilkan senyum termanis dan terbaiknya kepada sang suami, karena pada akhirnya mereka bisa melakukan hal itu juga dimalam pernikahan mereka yang kedua.
Leon dan Via yang saling tersenyum dengan perasaan bahagia, dan Leon langsung saja memeluk Via lagi dengan begitu erat sekali, dengan keadaan pistol miliknya masih menancap dilubang terdalam milik Via.
" Apakah kamu mau mengulanginya lagi sayang?? ",, tanya Via kepada Leon.
Leon langsung saja mengangkat wajahnya untuk melihat wajah Via.
" Tentu saja aku akan melakukannya lagi sayang, tapi apakah kamu sekarang tidak merasakan sakit?? ",, jawab Leon kepada Via.
" Tentu saja sakit Leon, tapi untuk memuaskanmu diranjang aku akan menahan rasa sakitnya supaya kamu bisa semakin puas ",, kata Via kepada Leon.
Senyum dibibir Leon semakin mengembang saja dengan sangat lebar sekali mendengar jawaban dari Via.
" Tapi nanti saja sayang, karena aku baru saja mengeluarkan bibit penerus bangsa tadi yang jumlahnya sangat banyak sekali kedalam perut kamu, sekarang lebih baik kita beristirahat dulu ",, kata Leon kepada Via sambil beranjak bangun dari atas tubuhnya Via.
Leon langsung saja tidur disamping Via sambil menarik Via kedalam pelukannya.
" Akhirnya aku bisa menikmati semua yang ada pada tubuh kamu sayang, dan mulai saat ini semua yang ada ditubuh kamu adalah candu untukku ",, kata Leon kepada Via.
Via langsung tersenyum manis sekali sambil menatap lekat wajah sang suami.
" Aku rasanya masih tidak menyangka, karena pada akhirnya kamulah yang akan menjadi suami aku Leon ",, kata Via kepada Leon.
" Dari sebegitu banyaknya laki-laki yang mendekatiku berbulan-bulan hingga bertahun-tahun lamanya, mereka semua aku tolak, tapi dengan kamu, hanya cuma hitungan hari tahu-tahu sekarang aku berakhir menikah denganmu ",, lanjut lagi perkataan dari Via kepada Leon.
" Itu namanya jodoh sayang, mau sejauh apapun kamu pergi dariku, selama apapun kamu berpacaran dengan laki-laki lain, jika kamu sudah ditakdirkan untuk menjadi istriku, kamu akan kembali kepadaku ",, kata Leon kepada Via.
" Walau pertemuan kita singkat, apakah kamu sudah benar-benar mencintaiku Leon?? ",, tanya Via dengan sangat serius sekali kepada Leon.
" Aku sungguh sangat mencintaimu Via, dan rasa tertarik yang aku miliki adalah alasan terkuat untuk membuatmu menjadi milikku ",, jawab mantap dari Leon kepada Via.
" Ketika mengetahui kamu dari Tanisa jika kamu belum mempunyai pasangan, aku sengaja langsung melamar kamu kemarin ",, lanjut lagi perkataan dari Leon kepada Via.
" Apakah kamu mempunyai masa lalu yang cukup menyedihkan Leon yang belum sempat kamu ceritakan kepadaku??, hingga membuatmu tidak mau mengenalku lebih jauh dulu ",, tanya Via kepada Leon.
" Pernah, itulah mengapa aku sangat mantap sekali meminang kamu untuk menjadi istriku walau aku belum mengenal siapa kamu sebenarnya, karena menurut aku kamu sedikit berbeda dari setiap gadis yang pernah aku temui ",, jawab Leon kepada Via.
" Apa kamu tidak takut Leon jika aku ternyata bukan wanita baik-baik seperti yang kamu bayangkan?? ",, tanya Via lagi kepada Leon.
" Tidak, karena aku bisa melihat kepribadian kamu dari bola mata dan cara berbicara kamu kepadaku ",, jawab Leon kepada Via.
" Sudah ah jangan tanya lagi yang tidak penting, sekarang tidak saatnya untuk mengobrol seperti itu, karena sekarang adalah malam untuk kita bersenang-senang sayang ",, kata Leon lagi kepada Via.
" Ok, lain kali kamu janji harus menceritakannya kepadaku ya suamiku ",, kata Via kepada Leon.
" Tentu saja istri terseksiku ",, jawab Leon kepada Via.
" Ayo kita tidur dulu, lanjut lagi nanti ",, kata Leon sambil mengedipkan mata kepada Via.
Setelahnya mereka berdua memutuskan untuk mengistirahatkan badan mereka dan mengumpulkan tenaga mereka terlebih dahulu sebelum melanjutkannya lagi kegiatan indah mereka dengan keadaan masih belum memakai pakaian mereka sama sekali.
Jika Leon dan Via sedang merasa bahagia, tidak dengan Chico yang sudah sampai diLondon untuk mengecek rumah super mewah yang sudah dicarikan Ben untuk menjadi tempat tinggalnya.
DiSpanyol jika waktu baru menunjukkan hampir pukul sembilan malam, itu artinya diLondon baru menunjukkan hampir jam delapan malam, Spanyol lebih cepat satu jam daripada London.
Chico saat ini sedang melihat-lihat semua seisi rumah yang bakal dia tempatin nantinya.
Bersama Ben Chico ditemani mengelilingi rumah super mewah dan super besar yang sudah dipilihkan Ben untuknya.
" Sepertinya saya cocok dengan rumah ini daripada dua rumah yang sebelumnya Ben ",, kata Chico kepada Ben.
" Cepat selesaikan pembayarannya, karena saya secepatnya akan menempati rumah ini bersama Mamah saya ",, kata Chico kepada Ben.
" Baik Tuan ",, jawab Ben kepada Chico.
" Oh ya satu lagi tolong carikan saya sebuah rumah sakit, karena saya ingin mengajak Mamah saya berobat supaya cepat sembuh ",, kata Chico lagi kepada Ben.
" Penolakan dari Via membuatku sadar, saya lebih mementingkan diri saya sendiri daripada Mamah saya sendiri yang sudah melahirkan saya dulu ",, sambung lagi perkataan dari Chico kepada Ben.
" Sekarang saya tidak mau mencari perempuan lagi, karena saya ingin fokus dengan kesembuhan Mamah saya ",, lanjut lagi perkataan dari Chico kepada Ben.
Selain menjadi sekretaris, dan orang kepercayaan, Ben juga sering menjadi tempat curhat bagi Chico.
Ben sudah tahu semua kehidupan Chico dari dia masih kecil.
Sebab Benlah yang menemani Chico sudah hampir sepuluh tahun lamanya.
" Emm Tuan, maukah anda mendengarkan saran saya?? ",, kata Ben kepada Chico.
" Katakanlah Ben ",, jawab Chico sambil menghadap kearah jendela rumah yang super besar itu.
" Bahagiakanlah Mamah anda Tuan, karena dengan anda membahagiakan Nyonya Elsa, kebahagiaan akan menghampiri anda dengan sendirinya Tuan ",, kata Ben kepada Chico.
" Kamu benar Ben, jika saya sudah mulai pindah kesini kamu harus segera mencarikan saya sebuah rumah sakit terbaik yang ada diNegara ini untuk membantu kesembuhan dari Mamah saya ",, kata Chico kepada Ben.
" Baik Tuan ",, jawab Ben kepada Chico.
Setelahnya Chico langsung saja berlalu keluar dari dalam rumah tersebut untuk kembali kehotel tempatnya menginap.
Sebab esok hari dia dan Ben akan kembali lagi keSpanyol untuk menyelesaikan pekerjaannya yang akan dia tinggal cukup lama.
Chico sudah mempunyai keinginan jika dia pindah keLondon, dia akan mencoba mendirikan cabang Perusahaannya juga diNegara tersebut.
Selain bisa menambah pundi-pundi uangnya, semua itu Chico lakukan karena dia ingin mempunyai kesibukan diLondon, supaya dia bisa segera melupakan Via yang sudah berbahagia dengan Leon.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...