
Setelah Keluarga Altherr menempuh perjalanan cukup lama, akhirnya mereka semua sampai juga di rumah sakit tempat Via sedang dirawat.
" Ayo segera kita masuk saja ke dalam ",, kata Papah Zohan kepada semua Keluarganya.
Dan semua orang hanya mengangguk saja kepada Papah Zohan.
" Oh ya Pah, apakah Papah sudah tahu dimana ruang perawatannya Via berada?? ",, tanya dari Via kepada Papah Zohan.
" Belum tahu, sebentar biar Papah bertanya dulu kepada Tuan Markus ",, jawab dari Papah Zohan kepada Via.
Via hanya mengangguk saja kepada Papah Zohan.
Sambil berjalan Papah Zohan sambil mencoba menghubungi Ayah Markus.
Dan Ayah Markus sendiri yang sedang menenangkan Mamah Delfa, dia sedikit terkejut ketika ponselnya tiba-tiba saja berdering dengan cukup kencang.
" Sebentar Mah, Ayah mau mengangkat sambungan telefon ini dulu ",, kata Ayah Markus kepada Mamah Delfa.
Mamah Delfa pun hanya mengangguk saja kepada Ayah Markus.
Dan Ayah Markus lalu memilih keluar dari dalam ruang perawatan itu, supaya tidak berisik mengganggu semua orang.
Ketika sudah dilihat oleh Ayah Markus, ternyata yang sedang menelfonnya adalah Papah Zohan.
Tanpa fikir panjang Ayah Markus langsung saja mengangkat sambungan telefon dari Papah Zohan.
" Halo Tuan Zohan ",, kata Ayah Markus kepada Papah Zohan.
" Halo juga Tuan Markus ",, sapa balik dari Papah Zohan kepada Ayah Markus.
" Ada apa ya Tuan Zohan??, apakah ada yang bisa saya bantu?? ",, tanya dari Ayah Markus kepada Papah Zohan.
Saat ini Papah Zohan mengajak semua Keluarganya untuk berhenti terlebih dahulu di persimpangan lorong rumah sakit.
" Tuan Markus, saat ini saya sudah berada di rumah sakit tempat Via sedang dirawat, dan dimanakah ruangannya ya Tuan?? ",, jawab dari Papah Zohan kepada Ayah Markus.
Ayah Markus yang mendengar perkataan dari Papah Zohan dia langsung saja merasa sedikit terkejut.
Sebab Papah Zohan bisa tahu jika Via sedang dirawat di rumah sakit.
Walau begitu Ayah Markus tidak mau banyak bertanya kepada Papah Zohan karena takut jika Papah Zohan segera menunggu jawabannya.
Ayah Markus memilih memberikan penjelasan dimana letak ruang perawatannya Via berada.
Dan untuk rasa penasarannya bisa Ayah Markus tanyakan nanti saja jika sudah bertemu.
Dengan sambungan telefon yang masih terhubung Papah Zohan lalu mengajak jalan semua Keluarganya melewati setiap tanda yang diberitahukan oleh Ayah Markus.
" Nah jika anda sudah masuk ke dalam lift, anda pencet saja angka tiga Tuan, karena ruang perawatan Via ada di lantai yang paling atas sendiri ",, kata Ayah Markus lagi kepada Papah Zohan.
" Nanti jika sudah sampai saya harus belok yang sebelah mana Tuan ",, kata Papah Zohan kepada Ayah Markus.
" Jika anda nanti anda sudah sampai, anda belok saja ke kiri, di situ ada tiga kamar, dan ruang perawatan Via ada di nomor dua ",, jawab dari Ayah Markus kepada Papah Zohan.
" Iya ini saya sudah keluar dari dalam lift, lalu belok kiri dan oh ya itu saya sudah melihat anda sedang berdiri membelakangi saya Tuan ",, kata Papah Zohan kepada Ayah Markus.
Dan Ayah Markus yang mendengar perkataan dari Papah Zohan dia reflek langsung saja membalikkan badannya.
Tanpa berpamitan melalui telefon ketika Ayah Markus serta Papah Zohan sudah saling melihat, mereka berdua langsung saja mematikan sambungan telefonnya.
" Tuan Zohan, Nyonya Gretl, Ava dan juga Tuan Derral, oh ada Aaric juga bersama istri kamu ya, ayo mari-mari silahkan masuk ",, sapa ramah dan hangat dari Ayah Markus kepada semua Keluarga Altherr.
Semua orang hanya tersenyum ramah saja menanggapi sapaan dari Ayah Markus tadi.
Ayah Markus lalu membukakan pintu untuk semua orang supaya bisa masuk ke dalam ruang perawatan Via.
Ayah Cana, Mamah Emma, Leon, dan juga Mamah Gretl langsung saja pada mengalihkan pandangan mereka ke arah pintu yang terbuka itu.
Dan mereka semua langsung melihat ternyata Keluarga Altherr yang baru saja datang.
" Via........... ",, kata Ava sambil meneteskan air matanya.
" Tuan Leon, bagaimana ini bisa terjadi Tuan Leon?? ",, tanya dari Ava kepada Leon sambil menangis bersedih.
Derral yang berdiri di sampingnya Ava dia hanya bisa mengusap punggung Ava untuk memberikan ketenangan.
Leon yang ingin menjawab pertanyaan dari Ava dia sedikit bingung, sebab ada Derral di sampingnya Ava.
" Emm............ ",, kata Leon yang sedikit susah membuka mulutnya karena kecelakaan dari Via menyangkut nama Chico.
Namun Leon sangat tahu sekali, jika bukan Chico penyebab kecelakaan dari Via.
" Emm......... Via mengendarai mobilnya sambil menerima telefon ",, akhirnya hanya jawaban itu yang keluar dari dalam mulut Leon.
Sebagai pembisnis dan juga sudah banyak bertemu dengan orang, Derral sangat tahu sekali jika Leon saat ini tidak menjawab jujur pertanyaan dari Ava.
Namun Derral tidak mau menanggapinya, sebab menurut Derral bukan haknya dan bukan waktu yang tepat juga.
Sedang Papah Zohan dan Mamah Gretl beserta Aaric dan juga Dian mereka semua memilih duduk terlebih dahulu untuk memberikan ruang kepada Ava dan juga Derral yang masih ingin melihat keadaan dari Via.
" Tuan Markus, bagaimana ini bisa terjadi??, bagaimana ceritanya Via bisa sampai kecelakaan seperti ini Tuan?? ",, tanya dari Papah Zohan kepada Ayah Markus.
Sebelum menjawab Ayah Markus langsung melihat ke arah istrinya terlebih dahulu.
" Biar Mamah saja Ayah ",, kata Mamah Delfa yang melihat tatapan dari sang suami.
Ayah Markus hanya mengangguk saja kepada Mamah Delfa.
" Begini ceritanya Tuan Zohan ",, kata Mamah Delfa kepada Papah Zohan dan masih didengar oleh semua orang yang ada di situ.
Leon langsung saja mengalihkan pandangannya kearah sang Mamah mertua ketika Mamah Delfa ingin bercerita kepada semua Keluarga Altherr.
Mau bagaimanapun juga Leon menutupi, pastilah kebenaran akan segera terungkap.
Mamah Delfa akhirnya menceritakan sedetailnya kepada Papah Zohan dan yang lainnya bagaimana Via bisa kecelakaan mobil.
Bahkan penyebab kecelakaan Via karena terkejut mendengar kata undangan pernikahan dari Chico pun Mamah Delfa juga dia ceritakan kepada semua orang.
Dan Papah Zohan serta Aaric sedikit terkejut mendengar cerita dari Mamah Delfa tadi
Terutama Derral, dia yang paling terkejut sendiri, karena ternyata kecelakaan yang sedang dialami oleh Via karena rasa terkejutnya mendengar pernikahan dari Chico.
Chico dan Leon mereka berdua reflek langsung saling pandang ketika sudah mendengar semua cerita dari Mamah Delfa tadi.
Dan Ava sendiri pun tidak bisa berbuat apa-apa ketika mendengar cerita dari Mamah Delfa.
" Apakah benar yang diceritakan oleh Nyonya Delfa Tuan Leon, jika Chico juga memberikan kartu undangan pernikahannya kepada Via?? ",, tanya dari Derral kepada Leon.
" Iya seperti itulah Tuan Derral ",, jawab dari Leon kepada Derral.
" Tapi kecelakaan ini bukan salah Tuan Chico Tuan Derral, karena kecelakaan ini adalah murni kelalaian dari Vianya sendiri ",, sambung lagi perkataan dari Leon kepada Derral.
Derral hanya diam saja tidak tahu mau menanggapi apa perkataan dari Leon.
Sebab Derral sendiri bingung, karena di satu sisi Chico adalah sahabat baiknya sejak dulu.
...🥥🥥🥥🥥🥥🥥🥥🥥🥥🥥🥥🥥🥥...
Yuk mampir yuk dicerita terbaru saya🤗
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...