
Derral sangat pasrah akan jawaban yang diberikan oleh Ava kepadanya nanti.
Dan Derral juga pasrah jika Ava akan terus menerus merendahkannya seperti itu, sebab memang itu hasil kesalahannya sendiri.
" Tuan Derral .... ",, kata Ava kepada Derral.
Dan Derral yang tadi sedikit tetunduk kepalanya karena malu, dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Ava.
" Silahkan anda keluar dari dalam kamar pribadi saya ini dan ruang kerja saya Tuan ",, kata Ava kepada Derral dengan wajah yang super duper dingin sekali.
Derral yang mendengar perkataannya Ava pun, dia langsung saja berdiri dari berlututnya sambil terus menghadap kearahnya Ava.
Sedangkan Ava yang melihat Derral sudah berdiri, dia langsung mengkode Derral menggunakan jari telunjuknya kearah pintu keluar.
Mau tidak mau, Derral pun, langsung saja melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam kamar pribadinya Ava yang ada didalam kantornya itu.
Tapi sebelum sampai didepan pintu, Derral lalu membalikkan badannya untuk menghadap kearahnya Ava lagi.
" Nona jika anda meminta saya untuk menikahi anda, saya sangat bersedia sekali Nona ",, kata Derral lagi kepada Ava dengan tiba-tiba ketika Derral sudah menghadap kearahnya Ava.
" Huh..... tapi saya yang sudah tidak bersedia Tuan, apalagi mempunyai suami yang seperti anda Tuan Derral ",, jawab Ava kepada Derral sambil tersenyum miring.
" Lebih baik, saya menjadi perawan tua, daripada harus mempunyai suami seperti anda, yang mau menikahi ketika sudah tahu siapa saya yang sebenarnya!! ",, kata Ava lagi kepada Derral.
" Anda kemarin jika langsung mau menikahi saya karena perkataan anda sendiri yang sudah anda ucapkan itu, mungkin juga saya akan memberikan Perusahaan saya untuk anda kelola ",, sambung terus perkataannya Ava kepada Derral.
" Untungnya anda menolak saya, membuat saya menjadi tahu, bagaimana sifat asli dari laki-laki yang sudah saya tolong waktu itu ",, lanjut lagi perkataannya Ava kepada Derral.
Dan Derral dia masih diam saja sambil terus menatap lekat kearahnya Ava yang sedang berjalan kearahnya.
" Dan satu hal lagi Tuan Derral Altezza yang terhormat!! ",, kata Ava kepada Derral sambil menghentikan langkah kakinya yang sudah cukup dekat dengan Derral.
" Tidak cuma anda saja yang ingin menjadikan saya sebagai istrinya, tapi banyak, sudah banyak juga laki-laki yang lebih tampan serta kaya dari anda yang datang melamar saya, tapi saya tolak, dan masih banyak juga laki-laki yang mengejar-ngejar cinta saya sampai detik ini juga, tapi belum saya kasih jawaban kepadanya, jadi .......... ",, kata Ava lagi kepada Derral sambil menjeda perkataannya.
" Jadi jangan merasa jika diri anda sangat tampan diantara yang lain dan merasa jika hanya andalah yang mempunyai banyak fans ",, sambung perkataannya Ava lagi kepada Derral.
" Sekarang silahkan anda pergi dari Perusahaan saya, dan nikmatilah hukuman yang memang pantas anda dapatkan dari hasil ulah anda sendiri ",, kata Ava lagi kepada Derral dan langsung juga mengusir Derral lagi untuk keluar dari dalam Perusahaannya.
Derral sungguh merasa sangat terinjak-injak sekali harga dirinya oleh Ava, tapi Derral sekuat tenaga menahan amarahnya serta egonya.
Karena Derral takut, jika dia menuruti ego dan kemarahannya, itu akan membuat dirinya semakin hancur saja, dan semakin membuat Ava menilai buruk dirinya.
Derral membanting pintu kamar pribadi dan ruang kerjanya Ava dengan cukup keras sekali ketika dia keluar dari dalam dua ruangan itu.
Hingga membuat Dian sangat terkejut sekali dibuatnya, sampai-sampai Dian harus memegangi dadanya, karena saking terkejutnya.
Setidaknya Derral sudah mencobanya untuk memohon kepada Ava, walaupun hasilnya tidak seperti yang diharapakannya.
Dan Derral dia sambil berjalan turun menaiki lift untuk sampai dilantai bawah, dia terus menampilkan wajah yang sangat tidak bersahabat sama sekali kepada semua orang yang ditemuinya.
" Bukannya aku tidak mau menolong kamu Tuan Derral, tapi hatiku masih sakit hati sekali dengan semua sikap yang kamu berikan kepadaku dari kemarin ",, kata Ava sambil berbicara sendiri.
" Biarlah kamu menyesal sekarang, dan merasa hancur sekarang karena ulah kamu itu, supaya kamu bisa belajar dari semua kesalahanmu itu Tuan Derral supaya tidak sombong dan juga angkuh lagi ",, kata Ava lagi kepada Derral.
" Aku akui kamu memang tampan, tapi sayang karena ketampananmu itu, dan seringnya kamu dikejar-kejar oleh para perempuan, membuat kamu lupa bahwa masih ada yang lebih dari kamu ",, sambung lagi perkataannya Ava kepada dirinya sendiri.
Dan setelah berbicara sendiri seperti itu, Ava langsung saja beranjak berdiri dari duduknya untuk menuju kearah kamar mandi untuk mencuci mukanya, karena tidak cuma Derral saja yang sedang merasa stres.
Tapi Ava juga yang ikut-ikutan stres karena mengalami hari yang cukup buruk karena sikapnya Derral.
Dian yang tadi sudah melihat Derral pergi, dia langsung saja segera masuk kedalam ruang kantornya Ava.
Dan kebetulan Ava juga baru saja keluar dari dalam kamar pribadinya.
" Nona maafkan saya Nona, tadi saya sudah mencegah Tuan Derral masuk kedalam kantornya Nona, tapi dia marah-marah dan langsung saja masuk kedalam sini, dan langsung juga mengunci pintunya dari dalam Nona ",, lapor Dian kepada Ava yang sedang mencoba duduk dikursi kerjanya itu.
" Iya tidak apa-apa, bukan salah kamu juga Dian, sudah kamu lanjutkan saja pekerjaan kamu, saya mau lanjut bekerja lagi ",, jawab Ava kepada Dian.
" Baik Nona ",, jawab Dian lagi kepada Ava.
Dan Dian lalu melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam ruang kerjanya Ava, namun sebelum itu, Dian tadi dia menundukkan sedikit badannya kepada Ava terlebih dahulu sebelum berlalu keluar.
Waktu sudah menunjukkan pukul dua siang, dan Ava sendiri dia belum makan siang sama sekali, karena lupa dan juga tidak lapar.
Ava terus larut dalam pekerjaannya yang menumpuk itu yang ada dimeja kerjanya, hingga Ava sampai lupa waktu, jika waktu sudah menunjukkan pukul lima sore.
Dian yang belum pulang pun, karena menunggui Ava dimeja kerjanya sendiri, dia lalu mencoba masuk kedalam ruang kantornya Ava.
Setelah dipersilahkan masuk oleh Ava, Dian langsung saja masuk kedalam kantornya Ava.
" Nona ko belum pulang, ini sudah jam lima sore, apakah pekerjaan Nona ada yang bisa saya bantu?? ",, tanya Dian kepada Ava dengan sangat sopan sekali.
" Tolong rapikan berkas-berkas itu, dan urutkan sesuai urutan tanggal, kepala suratnya, dan juga nomor seri berkasnya Dian ",, jawab Ava kepada Dian sambil menunjuk berkas-berkas yang tadi sudah ditanda tanganinya.
" Baik Nona ",, jawab Dian kepada Ava.
Dan Dian langsung saja mengerjakan tugasnya sesuai perintahnya Ava tadi, sedangkan Ava sendiri, dia sedang sibuk mengecek file-file berkasnya yang sudah dia simpan didalam komputernya.
Ava dan Dian mereka berdua sangat serius sekali dalam bekerja, hingga mereka sampai lupa waktu, dan waktu pun sudah menunjukkan pukul tujuh malam.
Ketika hari sudah mulai gelap, Ava lalu menyuruh Dian untuk pulang saja keapartemennya, dan untuk pekerjaannya Dian, akan dilanjutkan keesokan harinya.
...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...
...***TBC***...