
Sedang Papah Zohan, Derral, dan juga Papi Alano mereka bertiga yang sudah sampai diparkiran rumah sakit, mereka semua lalu memutuskan untuk naik kedalam mobilnya Papah Zohan saja.
Sebab mobil Derral hanya muat untuk dua orang saja, karena cuma ada dua kursi saja didalamnya.
Derral yang mengendarai mobil Papah Zohan, dan setelahnya dia langsung saja tancap gas untuk keluar dari dalam parkiran rumah sakit supaya bisa segera menuju kemarkasnya.
" Apakah cukup jauh Derral markas kamu itu?? ",, tanya dari Papah Zohan kepada Derral.
" Lumayan Pah, jika dari disini ",, jawab Derral kepada Papah Zohan.
" Bagaimana Derral ceritanya, Nak Ava bisa sampai tertusuk seperti itu?? ",, tanya Papi Alano kepada Derral, dan Papi Alano dia duduk dikursi depan sebelahnya Derral.
Derral langsung saja menceritakan kepada Papi Alano sama seperti dia menceritakan kepada Papah Zohan tadi.
" Apakaha wanita itu sampai sekarang tidak berhenti juga menggoda kamu Derral?? ",, tanya dari Papi Alano kepada Derral.
" Iya Pah, sungguh Derral sudah sangat muak sekali dengan Oline ",, jawab Derral kepada Papi Alano.
" Apakah anda juga mengenal dari wanita yang sudah menusuk Ava Tuan Alano?? ",, tanya dari Papah Zohan kepada Papi Alano.
" Kenal Tuan, dia memang dari dulu selalu gencar mendekati Derral, bahkan dia terang-terangan selalu mencoba mengambil hatinya Derral namun selalu gagal, bahkan Oline pun juga pernah mendatangi saya untuk bisa menjadi istrinya Derral, namun tidak saya ijinkan ",, jawab dari Papi Alano kepada Papah Zohan.
" Murahan sekali wanita itu ",, kata dari Papah Zohan ketika dia mendengar perkataan dari Papi Alano tadi.
" Iya Pah, sangat murahan sekali!! ",, jawab Derral menimpali perkataan dari Papah Zohan.
Dan ketika mereka semua sedang sibuk berbincang, tiba-tiba saja ponsel Derral yang ada disaku jasnya berdering dengan cukup kencang sekali.
" Angkat saja dulu Derral, dan kita menepi sebentar ",, kata Papah Zohan kepada Derral.
Dan Derral tanpa banyak berkata dia langsung saja menepikan mobilnya dulu dipinggir jalan raya.
" Sudah kamu angkat saja telefonnya, biar Papi yang menggantikan kamu menyetir ",, kata Papi Alano juga kepada Derral.
Dan Derral hanya mengangguk saja kepada Papi Alano sambil berlalu turun untuk bertukar posisi kepada Papi Alano.
" Halo Egon ",, kata Derral ketika dia sudah mengangkat sambung telefonnya, yang ternyata dari Egon.
" Halo Tuan Derral ",, jawab Egon kepada Derral.
" Ada apa?? ",, tanya Derral kepada Egon.
Sedangkan Papi Alano dia sudah mulai menjalankan mobilnya lagi.
" Kami sudah membawa Nona Caroline kemarkas Tuan, dan dia daritadi memberontak terus, hingga reflek akhirnya kami memberikan suntikan bius kepadanya ",, jawab Egon kepada Derral.
" Terserah kamu, mau kamu dia suntik apa, yang terpenting jangan kamu suntik mati dulu siOline ",, kata Derral kepada Egon.
" Baik Tuan ",, jawab singkat Egon kepada Derral.
" Dan ini saya sedang menuju kesana, kamu terus jaga dia jangan sampai dia lolos dan kabur dari markas saya ",, kata Derral kepada Egon.
" Siap Tuan ",, jawab Egon kepada Derral.
Dan Derral langsung saja mematikan sambungan telefonnya itu ketika dia sudah mendengar jawaban dari Egon tadi.
" Bagaimana Derral?? ",, tanya dari Papah Zohan kepada Derral yang daritadi terus mendengarkan pembicaraannya Derral.
" Oline sudah dibawa kemarkas Derral Pah ",, jawab Derral kepada Papah Zohan.
" Berikan alamat markas kamu kepada Papah, itu didashboard ada kertas nota, ambil saja dan tuliskan alamat markas kamu itu Derral disitu ",, kata Papah Zohan lagi kepada Derral.
Dan Derral langsung saja mengambil kertas itu, setelahnya dia langsung juga menuliskan alamat markasnya untuk dia berikan kepada Papah Zohan.
Ketika Papah Zohan sudah menerima alamat markasnya Derral, dia langsung saja mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.
Baik Derral maupun Papi Alano mereka berdua hanya diam saja tidak memperdulikan dengan apa yang ingin dilakukan oleh Papah Zohan.
Namun ketika Papah Zohan sudah mulai menghubungi seseorang, Derral dan Papi Alano mereka juga mendengarkan pembicaraan dari Papah Zohan dengan orang yang ditelefonnya itu, dan Derral pun cukup mengenal siapa orang yang sedang ditelefon oleh Papah Zohan.
" Halo Tuan Amos ",, kata Papah Zohan ketika sambungan telefonnya sudah diangkat oleh Tuan Amos, Ayahnya Caroline.
" Halo juga Tuan Zohan, apa ada yang bisa saya bantu Tuan?? ",, jawab ramah dari Tuan Amos kepada Papah Zohan.
" Ada Tuan, bisakah anda menemui saya dijalan.......... ",, kata dari Papah Zohan kepada Tuan Amos sambil menyebutkan alamat markas Derral.
" Bisa.........., dan kalau boleh tahu ada apakah anda mengajak saya ketemuan disana Tuan?? ",, kata dari Tuan Amos kepada Papah Zohan.
" Nanti kita bahas disana saja Tuan Amos, tidak enak jika dibahas melalui telefon ",, jawab dari Papah Zohan kepada Tuan Amos.
" Baiklah Tuan Zohan, kapankah saya harus datang kesana?? ",, tanya dari Tuan Amos kepada Papah Zohan.
" Sekarang dan saat ini juga Tuan Amos ",, jawab dari Papah Zohan kepada Tuan Amos.
" Tapi mohon maaf jika untuk saat ini saya tidak bisa Tuan Zohan, karena saya sedang ada keperluan penting lainnya ",, jawab dari Tuan Amos kepada Papah Zohan.
Dan Tuan Amos memang sengaja menghindar dari Papah Zohan.
" Huh!!, katakan saja jika anda saat ini sedang menghindar Tuan Amos, sama seperti biasanya ",, kata Papah Zohan kepada Tuan Amos dengan nada yang sangat dingin sekali.
" Sungguh saya sedang tidak menghindar Tuan Zohan ",, jawab dan elak dari Tuan Amos kepada Papah Zohan.
" Jangan berbohong kepada saya Tuan Amos, bahkan saat ini saja anda masih berada didalam kantor anda dan sedang mengundang seorang jalan9 kekantor anda!! ",, sindir dari Papah Zohan kepada Tuan Amos.
" Sungguh kasihan sekali wanita yang menjadi istri anda!! ",, kata dari Papah Zohan kepada Tuan Amos dengan nada mengejek.
Tuan Amos yang ada diseberang sana, sungguh dia sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan dari Papah Zohan.
Sebab Papah Zohan bisa mengetahui apa yang sedang diperbuatnya saat ini.
" Jika anda tidak segera datang kealamat yang saya sebutkan tadi, semua rahasia anda akan saya bongkar kepada istri anda, dan juga anak kesayangan anda yang bernama Caroline akan menjadi santapan lezat bagi para anak buah saya Tuan Amos",, kata Papah Zohan lagi kepada Tuan Amos.
" Semua pilihan ada ditangan anda Tuan Amos, selamat sore!! ",, kata Papah Zohan lagi kepada Tuan Amos.
Dan Papah Zohan langsung saja mematikan sambungan telefonnya itu, sambil tersenyum miring.
Sedangkan Tuan Amos yang ada diseberang sana, dia sungguh sangat ketakutan sekali mendengar perkataan dari Papah Zohan.
Tuan Amos, dia langsung saja menyuruh jalan9 yang disewanya itu untuk segera pergi dari dalam kantornya, sebab dia ingin segera datang menemui Papah Zohan dimarkas Derral.
Dan untuk Derral sendiri, dia sedikit terkejut ketika baru saja mengetahui suatu kenyataan dari perkataan Papah Zohan tadi, jika Tuan Amos Ayah dari Caroline suka bermain dengan seorang jalan9 yang jelas-jelas sudah mempunyai seorang isri yang dari dulu menemaninya.
...🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊...
...***TBC***...