
Kita geser keChico sejenak.
Chico yang semalam sudah keluar dari dalam rumah mewahnya Ayah Markus, dia langsung saja mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang cukup kencang sekali.
Dan ketika Chico sudah sampai dijalanan yang cukup sepi, dia langsung saja menghentikan mobilnya dan langsung juga memukul stir mobilnya dengan sangat kuat sekali.
" Aaarrrrrgggghhhh!! ",, kata Chico sambil memukul stir mobilnya yang sebagai pelampiasan kemarahannya.
" Si4l!!, apa aku tadi tidak salah dengar Tuan Markus mengatakan jika Via sudah mempunyai seorang kekasih?? ",, kata Chico dengan sambil menunjukkan wajah memerah karena marah.
" Siapa laki-laki yang sudah berani merebut Via dariku??!! ",, kata Chico lagi kepada dirinya sendiri.
" Tidak akan aku biarkan Via dimiliki oleh laki-laki lain, selain diriku!! ",, sambung lagi perkataan dari Chico untuk Via.
Setelahnya Chico langsung saja menelfon anak buahnya untuk mencari keberadaan dari Via.
Dan ketika sudah selesai menelfon para anak buahnya, Chico langsung saja memasukkan lagi ponselnya kedalam saku jasnya.
" Tidak akan aku biarkan hubungan kalian berjalan mulus Via, akan aku buat kalian putus ditengah jalan!! ",, kata Chico sambil tersenyum devil sambil juga membayangkan wajah dari Via.
Lalu setelah itu Chico memilih mengendarai mobilnya lagi untuk menuju kesuatu tempat.
Yaitu tempat yang bisa menghilangkan rasa marahnya seperti sekarang yang sedang dia rasakan.
Tempat yang selalu menjadi tujuan akhirnya jika dia sedang mengalami banyak masalah seperti sekarang dan belum bisa menemukan jalan keluarnya.
Dan tempat itu adalah sebuah pinggir tebing yang sebelahnya adalah jurang yang cukup dalam namun sangat indah sekali pemandangannya dari atas situ.
Chico jika seperti itu kepada Via, terlihat sekali jika dia tidak mencintai Via, melainkan terobsesi dengan Via saja.
Dan jika Chico tahu kalau dirinya bukanlah tipe laki-laki idaman dari Via, apakah Chico masih mau memperjuangkan Via untuk menjadi miliknya atau dia akan berbuat nekat kepada Via.
Entahlah, namun yang pasti, tipe laki-laki idaman Via ya seperti Leon, dingin-dingin empuk menenangkan🤭🤭.
Dan bicara soal Leon serta Via.
Via yang yang sedang dipeluk oleh Leon, lama-kelamaan mata dia pun akhirnya terpejam juga.
Leon yang memeluk Via sambil duduk dishofa seperti itu, entah kenapa dia pun merasa nyaman dengan kehadiran Via dikehidupannya untuk beberapa hari itu.
Selama beberapa menit berpelukan seperti itu dengan Leon yang selau mengusap lembut rambut kepala Via menggunakan tangan kanannya, dan mengusap lembut juga luka yang ada ditangan Via yang sakit tadi dengan tangan kirinya.
Membuat Leon pun lama-kelamaan ikut memejamkan matanya juga dengan kaki yang dia sejajarkan diatas meja depannya.
Sedang diluar rumah, Tanisa yang baru saja sampai dirumah sang Kakak, dia pun langsung saja masuk kedalam rumah sambil membawa satu paper bag besar yang berisi beberapa pakaian untuk Via nanti.
" Itu laptop Kak Leon ko ada disini?? ",, kata Tanisa ketika melewati ruang keluarga melihat laptop Leon yang masih ada diatas meja situ.
Tanisa pun setelahnya lalu mencoba melangkahkan kakinya menuju keruang makan.
" Kosong, namun bekas makanannya masih berada diatas meja??, dimanakah Kak Leon dan Nona Via berada?? ",, kata Tanisa ketika sudah sampai diruang makan.
" Jangan-jangan merekaaaaaaaaa............!! ",, kata Tanisa dengan berfikir yang tidak-tidak tentang Kakak laki-lakinya bersama Via.
Tanisa yang mempunyai fikiran yang melayang entah kemana, dia langsung saja mencoba berjalan mendekati kamar tamu yang ditempati oleh Via dengan langkah kaki yang sangat pelan sekali.
Ketika Tanisa sudah sampai didepan kamar Via yang pintunya sedikit terbuka itu, Tanisa pun langsung saja mengintip kamar Via dengan memanjangkan lehernya.
" Ranjangnya kosong, apakah mereka melakukannya didalam kamar Kak Leon ya?? ",, kata Tanisa dengan tanpa suara ketika sudah melihat ranjang Via tidak ada orang sama sekali.
Tanisa pun langsung saja mencoba mencari kesemua penjuru kamar Via, dan alangkah terkejutnya Tanisa ketika dia mengalihkan pandangannya kearah shofa, dia melihat Kakak laki-lakinya sedang memeluk Via dengan mesra sambil duduk berdua seperti itu dengan mata yang saling terpejam.
Setelahnya Tanisa mencoba masuk kedalam kamar Via dengan sangat hati-hati sekali.
" Mereka sedang tertidur rupanya ",, kata Tanisa didalam hatinya.
" Ahaa, aku abadikan sajalah momen ini, lagipula aku setuju jika Kak Leon bersama Nona Via ",, kata Tanisa lagi didalam hatinya.
Setelahnya Tanisa langsung saja mengambil ponselnya yang ada didalam tas kecilnya untuk memfoto Leon dan juga Via dengan beberapa jepretan.
" Aaa bagus sekali hasilnya ",, kata Tanisa ketika sudah melihat hasil jepretannya.
Setelah itu dengan masih mengendap-ngendap seperti maling, Tanisa pun langsung saja pergi dari dalam kamar Via dengan sangat pelan-pelan sekali, supaya tidak membangunkan Singa yang sedang tidur, alias Kakak laki-lakinya.
Sebab jika Leon tahu kalau dirinya difoto seperti itu oleh Tanisa, pastinya ponsel milik Tanisa akan direbut paksa oleh Leon, dan Leon pun langsung saja akan menghapus semua foto yang baru saja diambil oleh Tanisa tadi.
Tanisa yang sudah berhasil keluar dari dalam kamar Via tanpa menimbulkan suara, dia langsung saja menutup pintunya lagi dari luar, namun tidak tertutup rapat seperti tadi.
Setelahnya Tanisa langsung saja memilih menuju kemeja makan untuk menikmati makan malam yang sudah dimasak oleh Via tadi.
" Selain cantik, dan model profesional, ternyata Nona Via dia juga pandai memasak ",, kata Tanisa ketika dia sangat menyukai masakan yang tadi dimasak oleh Via.
" Eeh tadi Nona Via tidak memakai bathrobe, tapi kaos siapa yang dia pakai ya?? ",, kata Tanisa yang baru sadar jika Via sudah tidak memakai bathrobe lagi.
Setelahnya Tanisa langsung saja mencoba membuka gelerinya untuk melihat foto yang baru saja diambilnya tadi.
" Waah pendek sekali kaosnya, bahkan p4h4 mulus Nona Via saja sampai terekspos seperti itu, pasti kaos itu milik Kak Leon?? ",, kata Tanisa sambil melihat foto-fotonya tdi.
" Andai tadi aku ada disini, aku mau tahu bagaimana reaksi dari Kak Leon yang melihat Nona Via tampil seksi seperti itu dihadapannya ",, kata Tanisa sambil tertawa sendiri sambil terus menikmati makannya.
" Semoga dengan kedatangan dari Nona Via bisa membuat Kak Leon mau membuka hatinya lagi untuk perempuan ",, kata Tanisa dengan tulus untuk kebahagian dari sang kakak.
Karena Tanisa jika teringat dengan masa lalu dari Leon dengan kekasihnya, dia akan menjadi sangat bersedih sekali.
Sebab Tanisa sangat tahu sekali, bagaimana cintanya sang kakak kepada kekasihnya dulu yang sudah berani berselingkuh dibelakangnya.
" Semoga apa yang aku harapkan terkabul, sudah ah aku mau tidur, sudah jam sebelas malam ternyata ",, kata Tanisa lagi ketika dia sudah selesai makan.
Dan setelahnya Tanisa langsung saja melangkahkan kakinya untuk menuju kedalam kamarnya.
Sedang Leon yang sedikit merasa capek dengan tangannya, dia langsung saja tersadar jika dirinya malah tertidur dishofa bersama Via.
" Cantik sekali siVia jika dia sedang tidur seperti ini",, kata batin dari Leon ketika melihat wajah tidurnya Via yang begitu dekat sekali dengan wajahnya.
Leon yang melihat wajah cantik dari Via, dia malah salah fokus dengan bibir tipis pink milik Via itu.
Pelan-pelan Leon pun mencoba mendekatkan wajahnya kewajah Via.
Namun ketika Leon sudah sampai tepat satu centi didepan bibir Via, dia langsung saja memalingkan wajahnya kearah lain.
...🤫🤫🤫🤫🤫🤫🤫🤫🤫🤫🤫🤫🤫...
Apakah Leon akan mencium Via ataukah tidak??🤭.
Kita lanjut part selanjutnya😂🤣.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...