
Jika tadi pagi dirumah Ayah Markus, dan dimansion Derral.
Sekarang kita beralih kepagi yang sama namun dirumah yang berbeda, tepatnya dirumah mewah milik Chico.
Chico setelah menghadiri Penghargaan semalam, dia pun langsung saja pulang kerumahnya.
Setibanya dirumahnya, waktu sudah menunjukkan pukul satu dinihari.
Chico sebelum masuk kedalam kamarnya sendiri, dia melangkahkan kakinya untuk kedalam kamar Mamahnya sebentar.
Didalam kamar itu Chico melihat jika Mamahnya sudah tertidur lelap diatas ranjang empuk miliknya.
Sedangkan untuk kedua suster yang dikerjakan oleh Chico, juga sudah tertidur lelap diatas ranjang yang sengaja disediakan disitu untuk menemani Mamah Elsa.
Senyum Chico mengembang sedikit ketika melihat wajah tenang dari Mamahnya.
Sebelum meninggalkan kamar sang Mamah Chico pun membenahi selimut Mamahnya sampai keatas dadanya.
" Semoga esok hari ada keajaiban ya Mah, selama ini Chico sangat berharap jika Mamah bisa sembuh dan bercanda lagi dengan Chico, supaya rumah Chico ini bisa ramai lagi dengan cerewet dan omelan-omelan dari Mamah untuk Chico ",, kata batin Chico sambil memandangi wajah tidur sang Mamah.
Setelahnya Chico langsung saja melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam kamar sang Mamah menuju kedalam kamarnya sendiri.
Rumah yang ditinggali Chico dan Mamahnya saat ini adalah rumah hasil dari kerja keras Chico sendiri.
Sedang rumah peninggalan dari Ayahnya dulu, sudah Chico jual, karena didalam rumah itu banyak kenangan dengan Ayahnya yang pastinya akan membuat hati dan perasaannya menjadi tambah sakit.
Tidak cuma rumah saja peninggalan dari Ayahnya yang Chico jual.
Semua aset yang behubungan dengan Ayahnya, sudah Chico jual untuk membeli aset yang baru atas namanya sendiri.
Kecuali Perusahaan, Perusahaan yang Chico pegang saat ini adalah Perusahaan milik Ayahnya.
Namun Chico sendiri dia mempunyai sebuah Perusahaan yang bernama PT. C.A Tbk kepanjangan dari PT. Chico Alvarez Tbk yang bekerjasama dengan Perusahaan milik Derral.
Chico yang sudah masuk kedalam kamar, sebelum berlalu kedalam kamar mandi, dia mengecek ponselnya terlebih dahulu, karena siapa tahu ada informasi penting dari anak buahnya tentang Via.
Akan tetapi harapan tinggallah harapan, sebab apa yang diharapkan oleh Chico tidak terkabulkan juga.
Chico yang merasa suntuk karena belum mendapatkan informasi tentang Via, Chico akhirnya berlalu juga masuk kedalam kamar mandi untuk berendam sejenak didalam bathtubenya.
Setelah sekitar tiga puluh menit merilaxkan otaknya, Chico pun akhirnya keluar juga dari dalam kamar mandi.
Chico malam itu dia tidur cukup lelap, mungkin karena waktu juga sudah menunjukkan pukul dua dini hari.
Disaat pagi menjelang seperti sekarang, Chico yang baru saja bangun disekitar pukul setengah tujuh pagi.
Tiba-tiba atensi dari dia teralihkan dengan suara dering ponsel miliknya yang berada diatas meja samping ranjang berdering dengan cukup kencang sekali.
Chico pun dengan malas-malasan mengambil ponselnya untuk melihat siapa yang sudah menelfonya pagi itu.
Ketika Chico melihat nama anak buahnya tertera dilayar ponselnya, Chico langsung saja mengangkatnya dengan wajah yang masih mengantuk, karena dia kurang tidur semalam.
" Halo ",, kata Chico dengan suara orang yang masih mengantuk.
" Halo Tuan Chico, saya ada kabar bagus untuk anda ",, kata anak buahnya kepada Chico.
" Kabar apa yang ingin kamu sampaikan kepada saya?? ",, tanya Chico kepada anak buahnya dengan suara orang khas yang baru bangun tidur.
" Kami sudah tahu dimana keberadaan dari Nona Via Tuan ",, jawab dari anak buah itu kepada Chico.
Chico yang awalnya mengantuk, mata dia langsung saja jreng terbuka dengan sanga lebar sempurna.
Seakan rasa kantuk yang dirasakan oleh Chico tadi hilang seketika.
" Apa benar yang kamu bilang tadi??, jika kalian sudah mengetahui keberadaan dari Via?? ",, tanya Chico lagi dengan sangat bersemangat sekali.
" Benar Tuan, saat ini Nona Via sudah kembali pulang kerumahnya, kerumah Tuan Markus Ayahnya ",, jawab anak buah itu lagi kepada Chico.
" Ok, awasi dia kemanapun dia pergi mulai sekarang, dan saya akan segera menuju kesana, awas saja jika kalian semua berbohong kepada saya, akan saya potong lidah kalian satu persatu!! ",, kata Chico kepada anak buahnya dengan sangat tegas sekali.
" Baik Tuan, kami sampai sekarang masih berjaga tidak jauh dari rumah Tuan Markus ",, jawab anak buah itu kepada Chico.
" Iya ",, jawab super singkat dari Chico kepada anak buahnya.
Chico yang baru saja mendapat kabar dari anak buahnya tentang Via, dia langsung saja dengan semangat beranjak menuju kedalam kamar mandi untuk mandi.
Dan dengan waktu yang sangat singkat sekali Chico akhirnya sudah selesai mandi, dan dia langsung segera berganti pakaian.
Hanya membutuhkan waktu lima belas menit saja akhirnya Chico sudah selesai bersiap-siapnya, dan Chico langsung saja keluar dari dalam kamar untuk segera pergi menuju kerumah Ayah Markus.
Chico sungguh sangat tidak sabar sekali ingin segera sampai dirumah milik Ayah Markus.
Dan setelah menempuh perjalanan sekitar empat puluh menit didalam mobil, Chico akhirnya sampai juga didepan pelataran rumah mewah Ayah Markus.
Penjaga pintu gerbang rumah Ayah Markus, mereka langsung saja membukakan gerbangnya untuk Chico, sebab mereka masih mengenali wajah Chico.
Chico yang sudah keluar dari dalam mobil, dia pun langsung segera melangkahkan kakinya kedepan pintu rumah dan langsung juga memencet bel pintunya.
Via dan Leon yang sedang asik bercanda didalam ruang Keluarga hanya berdua saja, mereka pun langsung menghentikan candaan mereka karena mendengar suara bel pintu yang berbunyi.
Sedang untuk Tanisa sendiri, dia disuruh oleh Via untuk mengecek butiknya yang ada dikota itu yang terletak tidak terlalu jauh dari rumah mewah Ayah Markus.
" Sepertinya ada tamu Via ",, kata Leon kepada Via.
" Iya ",, jawab Via kepada Leon.
" Eeeh bibi mau kemana?? ",, tanya Via kepada asisstan rumahnya yang sedang melewati ruang Keluarga.
" Mau membukakan pintunya Nona ",, jawab bibi tersebut kepada Via.
" Tidak perlu, biar saya saja yang membuka pintunya ",, jawab Via kepada asisstan rumah tangganya.
" Baik Nyonya ",, jawab asisstan itu kepada Via.
Dan asisstan itu pun langsung kembali kedalam untuk melanjutkan lagi pekerjaannya.
Sedangkan Via, dia langsung berpamitan kepada Leon, untuk membukakan pintu rumahnya.
Leon pun hanya mengangguk saja menjawab perkataan dari Via tadi.
Via yang sudah sampai didepan pintu, dia langsung saja membukakan pintunya.
Namun alangkah terkejutnya Via ketika dia sudah membukakan pintunya, dia melihat seorang laki-laki yang dihindarinya dari kemarin sudah berada tepat didepannya dirumah tempat tinggalnya yang asli.
" Chico ",, kata Via sambil menunjukkan wajah keterkejutannya.
Senyum Chico pun langsung mengembang dengan sempurna ketika yang membuka pintu ternyata Vianya sendiri.
" Halo Via, miss me?? ",, kata Chico kepada Via dengan senyum yang mengembang dengan sempurna.
Leon yang merasa Via sedikit lama membuka pintunya, dia pun mencoba mendekati Via sambil mengatakan sesuatu.
" Siapa Via yang datang?? ",, kata Leon dengan tiba-tiba dari dalam rumah.
Senyum yang awalnya mengembang dengan sempurna dibibir Chico langsung pudar seketika, ketika dia melihat laki-laki gagah yang baru saja keluar dari dalam rumah dan langsung berdiri dibelakang Via serta langsung juga memeluk pinggang ramping Via dengan mesra.
Suasana pun menjadi awkward sekali diantara mereka bertiga.
Dan insting serta perasaan Leon pun merasa jika laki-laki yang ada didepannya, dia juga menyukai Via, wanita yang ingin dinikahinya minggu depan.
Sedang Chico sendiri, dia menatap Leon dengan tatapan permusuhan yang sangat kental terasa sekali.
Via pun yang berada diantara dua laki-laki tampan, dia menjadi bingung sendiri mau berbuat apa.
Akan tetapi satu hal yang pasti ketika Via dihadapkan dengan situasi seperti sekarang, hatinya lebih condong kepada Leon.
Dan Via pun tidak bisa membohongi perasaannya, jika dia lebih tertarik dengan Leon daripada Chico.
...😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬...
Nah lho.........😵💫
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...