Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
BERBINCANG



Semua gerak-gerik dari Via masih diawasi oleh anak buah dari Chico.


Bahkan ketika Via dan Leon mendatangi sebuah klinik untuk menjemput Tanisa pun, mereka juga melihat dan mengetahuinya.


Tapi bodohnya anak buah dari Chico, mereka tidak memberitahukan perihal itu kepada Chico.


Jika mereka pada melapor, pastinya Chico akan langsung tahu jika gadis yang sudah ditabraknya adalah adik dari laki-laki yang sudah merebut Via darinya.


Fikiran Chico sedikit buyar ketika dia sedang meeting dengan para koleganya, karena dimata Chico dia masih terbayang-bayang Leon yang sedang menempel dan memeluk pinggang ramping milik Via dengan mesra dihadapannya.


Chico rasanya sudah tidak sabar ingin segera menyelesaikan meetingnya, supaya dia bisa segera merefreshkan otaknya yang sedang banyak fikiran itu.


Sedang geser kebeda Negara, ada seseorang yang sedang menikmati sesauatu yang indah dengan sahabat wanitanya.


Dan orang itu adalah Dokter Rava.


Dokter Rava saat ini sedang bergoyang hebat dengan teman wanitanya diatas ranjang apartemen yang disewanya, wanita itu yang nantinya akan dia suruh untuk menjebak Derral dan merebut Ava secara halus dari Derral.


" Aaaahh kau begitu nikmat dari dulu Fara ",, kata Dokter Rava sambil terus menggerakkan p***tnya dengan cepat sekali.


" Aaaaahh dan kamu juga dari dulu selalu bisa membuatku ketagihan Rava ",, jawab dari Fara kepada Dokter Rava sambil menikmati g0y4ng94nnya Dokter Rava.


Dan setelah cukup lama mereka bermain billiard, akhirnya Dokter Rava sampai juga pada puncak kenikmatannya.


Dokter Rava langsung saja ambruk diatas tubuh seksinya Fara dengan nafas yang masih tersengal-sengal.


Mereka begitu menimati permainan mereka dengan begitu puas sekali.


Dokter Rava langsung saja berpindah posisi menjadi berada disamping Fara sambil menetralkan deru nafasnya itu.


Sedang Fara sendiri dia langsung saja memiringkan badannya sambil menyangga kepalanya menggunakan tangan kanannya untuk melihat Dokter Rava.


" Pekerjaan apa yang ingin kamu berikan kepadaku Rava ",, kata Fara kepada Dokter Rava.


" Kamu harus bisa menjebak laki-laki yang bernama Derral dan membuat wanita yang bernama Ava harus menjadi milikku ",, kata Dokter Rava kepada Fara.


" Apakah kamu ada foto mereka?? ",, tanya Fara kepada Dokter Rava.


Dokter Rava langsung saja mengambil ponselnya yang ada diatas meja samping ranjang.


Setelahnya Dokter Rava langsung saja menunjukkan kepada Fara sebuah fotonya Derral dan Ava yang diambil secara candid oleh para anak buahnya.


" Apa mereka sepasang suami istri Rava?? ",, tanya Fara kepada Dokter Rava ketika sudah melihat fotonya Derral dan Ava.


" Iya, dan aku sangat tergila-gila dengan wanita itu ",, jawab Dokter Rava kepada Fara.


" Laki-lakinya sangat ganteng, boleh juga ",, kata Fara kepada Rava sambil tersenyum licik.


" Iya, dan kamu harus bisa membuat dia terjerat dengan kecantikanmu, serta kamu jga harus bisa berteman dengan Ava, supaya kamu bisa lebih mudah menjebak mereka berdua ",, kata Dokter Rava kepada Fara.


" Siaaap, beres, dan apa imbalan yang akan aku dapatkan jika aku bisa menyelesaikan pekerjaan ini?? ",, tanya Fara kepada Dokter Rava.


" Kamu sudah tahu sendiri, selain bisa menikmati tubuh Derral Fara ",, jawab Dokter Rava sambil memainkan kedua bukit milik Fara yang sedang menggantung indah didepannya.


Fara pun langsung saja tersenyum miring kepada Dokter Rava.


" Ok, dan jangan lupakanku jika kamu sudah memiliki wanita itu ",, kata Fara kepada Dokter Rava.


" Kamu tidak mungkin aku lupakan Fara, karena hanya kamu saja yang bisa membuatku sangat melayang sekali seperti tadi ",, kata Dokter Rava kepada Fara.


Fara pun bukannya menjawab perkataan dari Dokter Rava, melainkan dia malah langsung saja mendekatkan dua buah bukitnya itu kedalam mulut Dokter Rava.


Dengan senang hati Dokter Rava pun langsung melahap dua buah bukit itu secara gantian dengan penuh n4f5u.


Geser kerumah Ayah Cana, yaitu Via dan Leon.


Ketika mereka tadi sudah asik mengobrol diruang tamu, Mamah Emma langsung saja mengajak mereka semua untuk menikmati masakan yang sudah disiapkannya.


Diruang makan itu, Via dibuat begitu bingung mau mengambil makanan yang ada dimeja depannya, karena begitu banyak pilihan menu makannya yang kelihatannya sangat enak semua.


" Kamu mau makan yang mana Via?? ",, tanya Leon kepada Via, dan memudarkan pandangan Via kesemua makanan didepannya.


" Eeeh, biar aku ambil sendiri, dan kamu mau makan yang mana??, biar aku ambilkan ",, jawab Via kepada Leon.


" Makanan kesukaan Leon ini Nak dan itu selebihnya Leon juga suka, tapi pilih-pilih karena katanya mau menjaga bentuk tubuhnya ",, kata Mamah Emma kepada Via sambil menunjuk makanan kesukaannya Leon.


Via pun hanya menjawab dengan senyum tipis kepada Mamah Emma dan langsung saja mengambilkan makanan yang ditunjuk oleh Mamah Emma tadi.


" Terimakasih ",, kata Leon kepada Via yang sudah perhatian kepadanya sambil tersenyum manis.


Setelahnya Via pun mengambil makanan yang daritadi mengalihkan pandangannya.


Mereka akhirnya makan dengan tenang, dan diselingi dengan perbincangan hangat.


" Oh ya Nak Via, nanti setelah makan kamu istirahatlah sebelum kita berkunjung kerumah kedua orang tua kamu, pasti kamu capek kan daritadi belum istirahat ",, kata Ayah Cana kepada Via.


" Iya Ayah ",, jawab Via kepada Ayah Cana.


Dan Via pun juga disuruh untuk memanggil Ayah Cana dengan panggilan Ayah, sama seperti Leon dan Tanisa.


" Tidur saja didalam kamar Leon, disana kasurnya lebih besar dan lebih nyaman ",, kata Mamah Emma kepada Via.


Mamah Emma yang mengijinkan Via untuk masuk kedalam kamarnya, Leon pun langsung saja tersenyum tipis sekali.


" Saya tidur didalam kamar tamu saja Mah, takut diterkam Singa ",, jawab Via kepada Mamah Emma sambil bercanda.


Mamah Emma, Ayah Cana dan juga Tanisa langsung saja tertawa lucu ketika mendengar perkataan dari Via.


Sedang Leon, dia langsung menatap Via dengan tatapan dinginnya.


Namun Via yang ditatap seperti itu oleh Leon, dia bukannya takut, malah sengaja menggoda Leon dengan cara mengusap-usap lembut p4h4 milik Leon, yang membuat Leon menjadi merinding sendiri.


Dan usilnya Via, bukannya menghentikan aksinya dia malah tersenyum tanpa dosa kepada Leon.


Leon yang sudah tidak tahan dengan rasa geli dan sensasi terbakar menjalar dari dalam tubuhnya karena ulah Via, dia pun langsung saja mencekal tangan Via dengan cukup erat sekali dibawah meja makan.


" Mah lihatlah, dia marah kepada Via karena Via tidak mau tidur didalam kamarnya, hingga dia mencekal tangan Via dengan cukup kencang seperti ini ",, kata Via sambil mengangkat tangannya yang dicekal oleh Leon tadi.


Mamah Emma yang melihat perbuatan Leon kepada Via, dia malah salah mengartikan, padahal Vialah yang daritadi menggoda Leon terus.


" Leon-leon, pantas saja kamu buru-buru ingin segera menikahi Nak Via ternyata kamu sudah tidak tahan ",, kata Mamah Emma kepada Leon.


" Tapi tidak apalah, malah Mamah nanti akan segera mendapatkan seorang cucu dari kalian ",, sambung lagi perkataan dari Mamah Emma kepada Leon.


Leon yang mendengar perkataan dari Via dan Mamah Emma, dia langsung saja melepaskan cekalan tangannya Via tadi, dan langsung menatap Via dengan tatapan laser mematikannya.


Akan tetapi Via yang diberi tatapan seperti itu oleh Leon, Via bukannya takut, malah dia memeletkan lidahnya mengejek Leon.


Membuat Leon semakin gemas kepada Via dan rasanya dia ingin melumpuhkan Via diatas ranjangnya nanti.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...