Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
MAKAN GETHUK



Ava yang sudah sampai didalam kamar, dia langsung saja berjalan kearah ranjang dan setelahnya dia langsung saja membangunkan Derral yang masih tertidur.


" Derral, bangun,......... ",, kata Ava membangunkan Derral sambil mengguncang pelan tubuh Derral.


" Hmm ",, jawab Derral kepada Ava dengan posisi tidur masih tengkurap seperti tadi.


" Bangun, ini aku bawakan obat, dan gethuk untuk kamu ",, kata Ava kepada Derral.


" Obat untuk apa?? ",,, kata Derral kepada Ava dengan mata yang masih terpejam.


" Untuk menurunkan panas ditubuh kamu ini ",, jawab Ava kepada Derral.


" Tidak mau, bawa keluar lagi saja sana ",, kata Derral kepada Ava sambil membalikkan badannya untuk terlentang.


Ya wajar saja jika Derral tidak mau minum obat, karena dia jarang sekali meminum obat jika cuma panas badan biasa seperti sekarang.


" Tidak mau, pokoknya ini diminum dulu obatnya, tapi sebelum minum obat ini dimakan dulu gethuknya ",, kata Ava kepada Derral.


" Ge,,....... Ge apa tadi kamu bilang Ava??",, kata Derral kepada Ava.


" Gethuk ",, jawab Ava kepada Derral.


" Getuk?? ",, ulang kata dari Derral dengan suaranya yang aneh.


" Gethuk Derral, sudahlah tidak penting, ini cobain saja, ini itu makanan khas tradisional orang Jawa ",, kata Ava kepada Derral.


Derral yang disodorin gethuk oleh Ava, dia lalu mencoba duduk dan bersandar disandaran ranjang.


Setelahnya Ava lalu mengambil sedikit gethuk itu menggunakan tangannya dan dia suapin keDerral.


" Bagaimana??, apakah kamu suka dengan rasanya?? ",, tanya Ava kepada Derral.


" Not bad, tapi aku tidak suka dengan selainya itu, rasanya manis sekali dilidahku dan jujur aku baru pertama kali memakan makanan aneh seperti ini ",, jawab Derral kepada Ava


" Ini bukan selai, tapi gula jawa alias gula merah yang dicairkan Derral ",, kata Ava kepada Derral.


Derral yang mendengar penjelasan dari Ava, dia lalu mencoba mengambil gethuknya lagi tapi tanpa gula merahnya.


" Bagiku lebih baik tanpa selainya itu, walau rasanya cukup tawar bagi lidahku, setidaknya ini lebih baik ",, kata Derral kepada Ava sambil memakan gethuknya.


" Iya sudah terserah kamu, habiskanlah jika kamu suka, tapi aku minta sedikit ya ",, kata Ava kepada Derral.


" Aaaaa........ ",, kata Derral ingin menyuapi Ava.


" Aku sukanya sama gula merahnya ",, kata Ava kepada Derral.


Dan Derral pun langsung mengambil gethuk itu bersama gula merahnya juga, serta langsung saja menyuapkan untuk Ava.


" Enak, gethuk buatan Bi Paryem memang selalu enak dari dulu ",, kata Ava kepada Derral sambil mengunyah gethuknya.


" Sudah Ava, aku sudah kenyang ",, kata Derral kepada Ava.


" Kalau begitu minumlah dulu dan ini obatnya ",, kata Ava kepada Derral.


" Itu obat apa Ava?? ",, tanya Derral lagi kepada Ava.


" Obat yang biasa Mamah minum ",, jawab Ava kepada Derral.


" Iya baiklah, biasanya aku tidak pernah meminum obat seperti ini ",, kata Derral kepada Ava sambil mengambil obat yang Ava berikan tadi.


Setelah itu Derral langsung meminum obatnya bersama air putih yang ada diatas meja samping ranjang.


" Tidurlah lagi, aku mau mengembalikan gethuk ini kedapur dulu ",, kata Ava kepada Derral.


" Iya ",, jawab Derral kepada Ava.


Setelah mendengar jawaban dari Derral, Ava pun langsung saja melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam kamar sambil membawa gethuknya.


Ketika Ava sedang berjalan kearah dapur, dia tidak sengaja berpas-pasan dengan sang Oma yang baru saja mengecek sarapan untuk mereka semua.


" Ava mau kemana??, dan apa yang kamu bawa itu Nduk?? ",, kata sang Oma kepada Ava.


Setelah sekian lama sang Opa dan Oma menetap diIndonesia, tentu saja Bahasa Jawa mereka sudah sangat medhok sekali.


" Gethuk Oma, Oma mau??, tadi suami Ava mau minum obat tapi sarapannya belum matang, jadi ya Ava bawakan gethuk ini dulu untuk mengisi perutnya ",, jawab Ava kepada sang Oma.


" Suami kamu kenopo??, apa sedang sakit?? ",, kata sang Oma yang daritadi berbicara menggunakan Bahasa yang campur aduk.


" Lagi kurang enak badan Oma, kecapekan dari kemarin ",, kata Ava lagi kepada Omanya.


" Owalah, ya wis ben suami kamu biar tidur saja, nanti jika ada jamu keliling yang biasa Oma minum, nanti akan Oma belikan ",, kata Oma kepada Ava.


" Waah boleh itu Mah, nanti pesankan untuk Ava juga ya Oma, jamu yang biasa Ava minum dulu ",, kata Ava sambil mempunyai fikiran licik.


Fikiran licik karena Ava tidak sabar ingin segera melihat ekspresi dari Derral yang akan disuruh meminum jamu khas minuman orang Indonesia oleh Sang Oma.


" Iya nanti Oma pesankan, sudah kamu istirahat juga sana, nanti kalau gantian kamu yang sakit kan ora lucu ceritane Ava ",, kata sang Oma lagi kepada Ava.


" Siap Oma, tapi sebentar, Ava mau menaruh ini dulu didalam dapur ",, kata Ava kepada Omanya.


Dan sang Omapun hanya mengangguk saja kepada Ava.


Setelah itu mereka berpisah haluan dengan tujuan mereka masing-masing.


Oma yang sudah berpisah dengan Ava dia lalu berjalan keluar vila sebentar, untuk berpesan kepada penjaga pintu gerbang depan, jika ada jamu yang biasa lewat dan biasa sang Oma minum, dia disuruh masuk saja kedalam.


Dan sang penjaga pintu gerbang pun langsung menjawab iya dengan sopan kepada majikannya.


Setelahnya Omanya Ava dia berlalu menuju kedalam vilanya lagi untuk bersantai ruang Keluarga untuk menikmati waktunya sambil menonton televisi.


Dan ternyata diruang Keluarga ada sang Opa yaitu suaminya sedang membaca koran paginya seperti biasanya.


" Seko ngendi Bune....?? ( Darimana Ibune?? ) ",, tanya dari sang Opa kepada Oma sambil menggunakan Bahasa Jawa yang fasih.


" Dari luar sebentar tadi untuk menyuruh Pak satpam untuk menunggui tukang jamu lewat ",, jawab Oma kepada Opa.


" Tukang jamu??, bukannya dia kalau kesini dua atau tiga hari sekali, kemarin Bune kan sudah beli jamu tho?? ",, kata sang Opa kepada Oma.


" Bukan untuk Bune suamiku, tapi untuk siDerral yang lagi kurang fit katanya, dan Ava juga meminta untuk dibelikan juga ",, jawab sang Oma kepada Opa.


" Oh, Derral lagi sakit tho, palingan dia kecapekan saja, karena sudah sibuk dikantor ",, kata Opa kepada Oma.


" Iya, tadi kata Ava juga begitu ",, jawab Oma kepada Opa.


Yaps walau mereka tinggal divila namun Vila sang Opa tidak jauh dari pedesaan, jadi masih banyak tukang jamu lewat untuk menawarkan dagangannya kepada pemilik atau orang-orang yang tinggal divila.


Awalnya yang beli cuma pekerja yang ada divila saja, karena berhubung sang Oma yang penasaran dengan minuman yang sering diminum sama pekerjanya.


Membuat sang Oma menjadi ingin mencobanya juga, dan sang Oma langsung suka dengan rasa jamu yang pahit-pahit khas dari sari tumbuhan itu.


Dari situlah sang Oma menyukai jamu, ketika dia baru tinggal diIndonesia kurang lebih sekitar dua tahunan.


...🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟...


Mampir yuk diPietroπŸ€—



...πŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈπŸ•ŠοΈ...


...***TBC***...