Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
OPA - AVA



Aaric yang sudah tidak berselera makan, dia langsung saja meminta ijin kepada Oma dan Mamah Gretl untuk mengajak Dian menuju keruang Keluarga.


" Kita semua saja ayo pindah keruang Keluarga, karena Oma juga sudah tidak bernaf5u makan ",, jawab Oma kepada Aaric,


" Iya ayo Oma, Mamah ",, ajak Aaric kepada Oma dan Mamah Gretl.


Setelahnya Aaric, Mamah Gretl, Oma dan Dian langsung berlalu dari ruang makan menuju kedalam ruang Keluarga.


Ketika mereka semua sudah pindah kedalam ruang Keluarga, yang mereka lakukan hanya diam dan diam saja dengan fikiran mereka masing-masing.


Disaat mereka semua sudah duduk diruang Keluarga sekitar sepuluh menit lamanya, tiba-tiba saja pandangan mereka semua teralihkan kepada Opa yang baru saja turun dari atas tangga dengan jalannya yang sangat pelan-pelan sekali.


Aaric sebagai cucunya, yang merasa kasihan dan juga takut jika Opa nanti terjatuh dari atas tangga, dia langsung saja beranjak berdiri dari duduknya untuk membantu Opa yang sedikit kesusahan turun dari atas tangga.


" Ayo Opa Aaric bantu ",, kata Aaric kepada Opa.


Opa hanya mengangguk saja kepada Aaric.


Dan setelahnya Opa menyuruh Aaric untuk mengantarkannya duduk bersama diruang Keluarganya.


" Ayah darimana??, kenapa naik keatas segala?? ",, tanya Mamah Gretl kepada Opa.


" Ayah dari dalam kamar Ava ",, jawab singkat dari Opa kepada Mamah Gretl dan masih didengar oleh semua orang yang ada disitu.


Yaps Opa yang tadi pergi tanpa berbicara sepatah kata pun dari meja makan, dia memang langsung menyusul Ava yang sudah masuk kedalam kamarnya.


Terlebih Opa mendengar perkataan dari Aaric tadi, Opa seperti tertampar saja secara tidak sengaja.


Dengan kakinya yang sudah tua, dan jalan menggunakan tongkat, Opa pun mencoba menyusuri anak tangga vilanya untuk menuju kedalam kamar Ava.


Sesampainya didepan kamar Ava, Opa langsung saja mengetuk pintunya dengan sangat perlahan-lahan.


" Ava................, cucuku?? ",, kata Opa sambil mengetuk pintu kamar Ava.


Ava yang berada didalam kamar sambil menangis dengan tidak jelas, ketika Ava mendengar pintu kamarnya diketuk dari luar, dia pun langsung saja mencoba membukakan pintu kamarnya.


Ava sedikit terkejut ketika melihat orang yang mengetuk pintunya adalah Opanya sendiri.


Terlebih lagi Ava sedikit merasa takut jika dimarahi Opa karena dia meninggalkan meja makan dengan sangat tidak sopan seperti tadi.


" Opa?? ",, kata Ava ketika melihat Opa.


" Bolehkah Opa masuk dulu?? ",, tanya Opa kepada Ava.


" Silahkan Opa ",, jawab Ava kepada Opa.


Dan lalu masuklah Opa kedalam kamar Ava, dan langsung duduk dipinggir ranjang berdua saja bersama Ava.


" Apa kamu sudah sangat ingin sekali melihat Derral suami kamu cucuku?? ",, tanya Opa kepada Ava.


" Iya Opa, perasaan Ava terasa tidak tenang berada berjauhan seperti ini dengannya, Ava sangat ingin sekali melihat Derral ",, kata Ava kepada Opa sambil meneteskan air matanya.


" Tapi bagaimana dengan keadaan kamu Ava yang Dokter mengatakan belum boleh berpergian jauh ",, kata Opa kepada Ava.


" Ava yang menjalani Opa, Ava yang lebih tahu bagaimana keadaan Ava, dan sekarang Ava merasa kuat jika pergi menggunakan pesawat ",, jawab Ava dengan mantap kepada Opanya.


" Ava nanti jika berada didalam pesawat akan Ava gunakan dengan lebih banyak tidur Opa, ijinkan Ava untuk pulang sekarang ",, kata Ava lagi kepada Opa.


" Baiklah jika itu keinginan kamu cucuku, tapi dengan satu syarat dari Opa ",, jawab Opa kepada Ava.


" Apa itu syaratnya Opa?? ",, tanya Ava kepada Opa.


" Baiklah Opa Ava setuju, dan tolong segeralah panggilkan Dokternya kesini, karena Ava sudah tidak sabar ingin segera menemui Derral sekarang ",, kata Ava kepada Opa.


" Ya sudah kamu istirahat dulu didalam kamar, Opa mau menelfon Dokternya dulu, dan nanti jika Dokternya sudah datang, Opa akan mengantarkannya kedalam kamar kamu ",, jawab Opa kepada Ava.


" Iya Opa ",, jawab singkat dari Ava kepada Opa.


" Opa keluar dulu ",, pamit Opa kepada Ava.


Ava hanya mengangguk saja kepada Opa.


Setelahnya Opa pun langsung saja berlalu keluar dari dalam kamar menuju keruang Keluarga vilanya.


Dan disinilah Opa sudah ikut duduk bergabung diruang Keluarga bersama istri, anak dan juga cucunya.


" Opa kenapa didalam kamar Ava, jangan bilang jika Opa baru saja memarahinya, Ava itu sedang hamil Opa, hormon dia sedang tidak stabil ", tegur dari Oma kepada Opa.


Sebab Oma sangat tahu sekali bagaimana karakter dari suaminya, dan dia sangat takut jika Ava baru saja dimarahi oleh Opanya.


" Opa tidak memarahi Ava Oma, Opa hanya menawarkan jika dia ingin pulang sekarang silahkan saja jika dia dijinkan oleh Dokter ",, jawab Opa dengan tenang kepada Oma dan masih didengar oleh Mamah Gretl, Aaric dan Dian.


" Jadi tolong telefonkan Dokter Hasan untuk mencarikan Dokter Kandungan dan suruh dia segera datang kevila kita ",, sambung lagi perkataan dari Opa kepada Oma.


" Syukurlah jika Opa tidak memarahi Ava, baiklah Opa akan segera Oma telefonkan Dokter Hasan ",, jawab Oma kepada Opa.


Dan tidak cuma Oma saja yang lega ketika mendengar Ava tidak dimarahi oleh Opa, melainkan Mamah Gretl dan Aaric pun sama.


Setelahnya Oma langsung saja bergegas meneflon Dokter Hasan dari telefon vilanya untuk meminta bantuan dengan mencarikan Dokter Kandungan seperti yang Opa minta.


Sedang Ava sendiri setelah kepergian dari Opanya tadi, dia langsung saja mencoba menghubungi Derral terus menerus, tapi sayang Derral tidak mengangkatnya sama sekali.


Bagaimana Derral bisa mengangkat sambungan teelfon dari Ava, jika dia masih saja pingsan efek obat bius yang disuntikkan ketengkuknya tadi.


Jika diIndonesia sudah menunjukkan kurang lebih pukul dua siang itu artinya diSpanyol baru menunjukkan pukul delapan pagi.


" Derral kamu dimana??, kenapa sudah kesekian kalinya aku menelfon tidak kamu angkat juga?? ",, kata Ava dengan sangat gelisah sekali.


Setelahnya Ava mencoba menelfon sekretaris dari Derral yaitu Egon untuk menanyakan keberadaan dari Derral.


" Halo Nyonya Ava?? ",, kata Egon dengan sangat ramah sekali kepada Ava.


" Egon, apakah suami saya sudah sampai dikantor, dan apakah juga hari ini dia sedang ada meeting penting dikantor?? ",, tanya segera dari Ava kepada Egon.


" Mohon maaf Nyonya Ava, Tuan Derral sedang ada meeting penting sekarang, dan kemungkinan ponsel Tuan Derral dia mode diam, jadi Tuan Derral tidak mendengar telefon dari anda Nyonya ",, jawab dari Egon kepada Ava.


" Iya baiklah kalau begitu, terimakasih Egon ",, kata Ava kepada Egon.


" Iya Nyonya ",, jawab Egon dengan sangat sopan sekali.


Setelahnya Ava langsung saja memutuskan sambungan telefonnya itu.


Dan ketika Ava sudah mendengar jawaban dari Egon, perasaan dia sedikit lega dan juga tenang.


Sedang Egon diseberang sana, dia langsung saja segera mempercepat laju mobilnya untuk segera sampai ditempat yang para anak buah Derral katakan.


Yaps Egon sebenarnya sudah tahu dimana keberadaan dari Derral, tapi dia sengaja berbohong kepada Ava supaya Ava tidak merasa khawatir kepada Derral, terlebih lagi Egon sudah tahu jika istri dari bosnya sedang hamil muda.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...