
Mamah Emma ketika mereka semua sudah pada duduk diruang tamu rumahnya, dia terus tersenyum pada Via dan membuat Via menjadi risih serta malu sendiri.
" Emm Ma........mah, apakah ada yang salah dengan penampilan Via saat ini?? '',, akhirnya Via memberanikan diri bertanya kepada Mamah Emma.
" Mamah itu masih berfikir kapan bertemu dengan kamu Nak, karena wajah kamu sungguh tidak asing bagi Mamah........ ",, jawab Mamah Emma kepada Via dan masih didengar yang lainnya.
Tanisa yang mendengar jawaban dari Mamahnya, dia langsung saja tersenyum lucu.
" Oh ya Tanisa, itu kaki kamu kenapa??, kenapa harus diperban seperti itu dan memakai tongkat segala kalau berjalan?? ",, tanya Ayah Cana kepada Tanisa.
" Oh ini tadi tidak sengaja terjatuh dari tangga Ayah, ketika Tanisa baru saja selesai mandi, dan kaki Tanisa masih basah, membuat Tanisa terpeleset akhirnya kesleo dan terkilir deh kakinya ",, jawab Tanisa berbohong kepada Ayahnya sambil melirik kearah Leon dan juga Via.
Leon pun hanya diam saja ketika adiknya berbohong seperti itu kepada Ayah mereka, karena Leon dan Tanisa mereka tidak mau membuat kedua orang tuanya khawatir.
" Kamu ini ada-ada saja kelakuannya seperti anak kecil, makanya lain kali besok harus lebih hati-hati lagi ",, kata Ayah Cana kepada Tanisa.
" Iya Ayah ",, jawab Tanisa kepada Ayah Cana.
" Oh ya Mah, apa Mamah masih mempunyai majalah-majalah lamanya Mamah?? ",, tanya Tanisa kepada Mamah Emma.
" Masih, itu masih Mamah simpan didalam lemari buku ",, jawab Mamah Emma kepada Tanisa.
" Coba deh ambil Mah, dan lihatlah sendiri siapa model yang ada didalam majalah itu ",, kata Tanisa kepada Mamah Emma.
Mamah Emma pun langsung saja berpamitan untuk mengambil majalah miliknya yang dulu yang masih disimpannya.
Sedang Via sendiri dia masih belum menangkap arti maksud perkataan dari Tanisa kepada Mamah Emma tadi.
Mamah Emma yang sudah mengambil setidaknya tiga buah majalah lamanya, dia pun langsung saja membawanya keruang tamu untuk bergabung dengan yang lainnya lagi.
" Ini Tanisa majalah lamanya ",, kata Mamah Emma kepada Tanisa.
Tanisa pun langsung saja mengambil dan membuka majalah yang tadi disodorkan oleh Mamah Emma.
" Lihatlah, apa sekarang Mamah sudah mengerti maksud Tanisa?? ",, kata Tanisa kepada Mamahnya sambil menunjukkan foto seorang model.
Via pun sekarang baru faham perkataan dari Tanisa, jika yang dimaksud Tanisa adalah fotonya yang dulu ketika masih menjadi model.
Via langsung saja tersenyum tipis ketika melihat Tanisa memperlihatkan fotonya kepada Mamah Emma.
Bahkan Ayah Cana pun yang duduk disebelah Mamah Emma, dia juga ikut-ikutan melihat foto seorang model yang ditunjukkan oleh Tanisa tadi.
Sedang Leon dia memilih mengambil satu majalah yang ada dimeja depannya untuk dia lihat sendiri.
Leon langsung saja tersenyum manis kepada Via ketika sudah melihat foto Via dicover majalah itu yang cukup seksi dan juga cantik.
" Apa...........?? ",, kata Via kepada Leon dengan tanpa suara.
Leon malah mengkode kiss dengan bibirnya kepada Via, dan Via pun langsung saja tersenyum manis kepada Leon.
Membuat Leon jadi ikut-ikutan tersenyum juga kepada Via.
" Owalah, ternyata kamu Shelvia Abram, model yang dulu sangat terkenal itu, tapi sekarang ko sudah jarang sekali terlihat dilayar kaca maupun dimajalah Nak, kenapa?? ",, kata Mamah Emma kepada Via.
" Kenapa mengundurkan diri Nak, kan sayang, banyak lho perempuan yang ingin menjadi sepertimu, tapi kamu malah melepaskannya begitu saja?? ",, tanya Mamah Emma kepada Via.
" Itu semua karena anak Mamah ",, jawab Via kepada Mamah Emma sambil melihat kearah Leon.
Dan Leon yang mendengar perkataan dari Via dia pun juga ikut mengalihkan pandangannya kearah Via, sebab dia tidak faham akan maksud perkataan dari Via tadi.
" Leon.......?? memangnya Leon kenapa Nak??, apa dia melarangmu untuk menjadi seorang model?? '',, kata Mamah Emma kepada Via dengan sedikit bingung.
Leon pun gantian mengalihkan pandangannya kearah Mamahnya ketika mendengar perkataan dari Mamah Emma tadi.
" Kenapa aku dibawa-bawa, aku saja tidak tahu jika Via ternyata mantan seorang model?? ",, kata Leon bertanda tanya didalam hatinya.
" Bukan Mah, Leon tidak melarang Via, tapi Vianya sendirilah yang menginginkan mundur dari dunia modeling untuk menjadi ibu rumah tangga saja, apalagi calon suami Via adalah seorang aparatur Negara, yang pastinya dia akan banyak membutuhkan suport dari Via ketika dia sudah capek bekerja dikantor ",, jawab Via kepada Mamah Emma.
" Jika Via menjadi model, Via pasti akan sangat sibuk sekali, dan bahkan Via tidak jarang akan sering pergi keluar Negeri untuk mengikuti kontrak kerja dengan berbagai brand ternama, terus kapan ada waktunya untuk suami Via nantinya, terlebih Via juga sudah menginginkan menjadi seorang ibu dari anak-anaknya Tuan Jenderalku ini Mah ",, kata Via lagi kepada Mamah Emma dan masih didengar oleh semua orang yang ada disitu.
Tidak cuma Leon saja yang bisa mengambil hati dari kedua orang tua Via, melainkan Via juga, nyatanya Via saat ini bisa merangkai kata dengan begitu apiknya hingga membuat Mamah Emma dan Ayah Cana tersentuh dengan perkataan Via tadi.
Dan untuk Tanisa sendiri, dia langsung saja tersenyum sambil menggelengkan kepalanya ketika sudah mendengar perkataan dari Via tadi.
" Mereka cocok, sama-sama pintar mengambil hati orang lain ",, kata batin dari Tanisa untuk Via dan Leon.
Sedang Leon sendiri dia langsung saja tersenyum manis dengan sangat lebar sekali ketika mendengar perkataan dari Via.
Dan Mamah Emma yang melihat Leon bisa tersenyum begitu ketika mendengar jawaban dari Via tadi, Mamah Emma langsung saja menggoda Leon dan memuji Via.
" Anak laki-laki Mamah, sepertinya sedang senang sekali tuh, dan kamu Nak sungguh Mamah sangat senang Leon bisa mendapatkan wanita yang mengutamakan keluarganya sepertimu ",, kata Mamah Emma kepada Leon dan juga Via.
Leon pun reflek langsung saja mengusap lembut rambut kepala Via dengan begitu mesranya dihadapan kedua orang tuanya.
" Dasar bucin, sudah lama Ayah tidak melihatmu lembek seperti ini, biasanya kamu terlihat garang, dingin dan tidak bisa tersenyum ", kata Ayah Cana kepada Leon.
" Iya, semua ini berkat dia Ayah yang sudah merubah Leon menjadi seperti ini, dan Leon akan segera menikahi Via akhir minggu ini ",, kata Leon kepada Ayah dan juga Mamahnya.
Ayah Cana dan Mamah Emma yang mendengar perkataan dari Leon mereka berdua langsung saja terkejut setengah mati.
Karena fikir Mamah Emma dan Ayah Cana, Leon dan Via akan menikah mungkin satu atau dua bulan lagi.
" Kenapa cepat sekali Leon, akhir minggu ini?? ",, kata Ayah Cana kepada Leon dengan ekspresi terkejut.
Leon pun akhirnya menjelaskan kepada Ayah Cana dan Mamah Emma kenapa dia akan menikahi Via akhir minggu ini, karena dia akan segera menangani beberapa kasus.
Mamah Emma dan Ayah Cana yang sudah mendengar penjelasan dari Leon pun, akhirnya mereka merestui dan menyetujui keputusan dari Leon untuk segera menikahi Via.
Ayah Cana dan Mamah Emma berharap serta berdoa semoga pernikahan dari Via dan Leon bisa berjalan dengan lancar tanpa kendala sesuai rencana mereka semua.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...