
Sedang kita geser keAva dan Derral lagi yuk.
Derral pagi itu dia sangat puas sekali karena sudah bisa menuntaskan h45ratnya lagi kepada Ava dengan indah dan nikmat.
Senyum bahagia selalu Derral lihatkan pagi itu kepada Ava, namun tidak dengan Ava.
Sebab Ava ketika sudah selesai melakukan hubungan itu dengan Derral tadi, dia yang ingin beranjak bangun dari atas ranjang, harus mengalami terjatuh terlebih dahulu, sebab dibagian inti kewanitaannya terasa sangat perih dan juga nyeri sekali.
Derral yang melihat hal itu, masih belum berpakaian sama sekali, dia langsung saja bergegas menggendong Ava untuk naik keatas ranjang lagi.
" Iki gara-gara serulingmu sing kegedhen mlebu nang gonaku, rasane loro tenan bolu kukusku " ( ini gara-gara seruling kamu yang kebesaran masuk kedalam milikku, rasanya sangat sakit sekali dibolu kukusku ini ) ",, gerutu Ava kepada Derral dengan menggunakan Bahasa Jawa sambil meringis menahan nyeri dibagian miss Vnya.
Jika biasanya Derral akan gemas dan marah kepada Ava yang selalu menggunakan Bahasa Jawa ketika berbicara dengannya.
Kali ini Derral malah langsung saja tersenyum manis kepada Ava walau dia tidak mengerti akan arti dari perkataannya Ava.
" Mau kamu menggunakan Bahasa aneh kamu itu, yang terpenting kamu bisa selalu disampingku dan mendampingiku setiap saat, jadi jika aku membutuhkanmu aku bisa langsung mengsalurkannya saat itu juga denganmu sayang ",, kata Derral kepada Ava dengan suara lembutnya sambil tersenyum manis sekali.
" ยกยกCrees que soy una perra eh!! " ( Memangnya kamu kira aku ini jalan9 hah!! ) ",, jawab Ava dengan nada marah kepada Derral sambil menggunakan Bahasa keseharian mereka, yaitu Bahasa Spanyol.
" No, no te enojes, cariรฑo, eso no es lo que quise decir Ava " ( Tidak, jangan marah dulu sayang, bukan seperti itu maksud dari perkataanku Ava ) ",, jawab Derral kepada Ava.
" Terserah!!, minggir aku mau kekamar mandi!! ",, kata Ava dengan nada yang seperti marah kepada Derral.
" Sini Ava aku bantu kedalam kamar mandinya ",, kata Derral kepada Ava.
" Tidak mau aku bisa sendiri!! ",, jawab Ava kepada Derral dengan nada yang sangat ketus sekali.
Ava langsung saja beranjak berjalan menuju kedalam kamar mandi walau harus tertatih-tatih dalam berjalannya.
Sedang Derral dia langsung saja takut jika Ava beneran marah kepadanya, sebab itu akan mempengaruhi olahraga terbarunya dengan Ava yang bisa membuat kecil perutnya, namun bisa juga membuat anak kecil didalam perut Ava.
" Aduh sepertinya aku salah berbicara tadi, aku harus secepatnya membujuk Ava, bisa jadi pensiun dini nanti tongkat baseballku ini ",, kata Derral kepada dirinya sendiri.
Setelahnya Derral langsung saja mencoba mengetuk pintu kamar mandi untuk bisa ikut mandi berdua dengan Ava.
Namun sayang setelah cukup lama mengetuk pintunya, pintu kamar mandi tetap saja tidak terbuka dari dalam.
Sebab Ava sedang asik berendam didalam bathtube untuk merilaxkan semua otot-otot tubuhnya yang tadi menegang semua karena baru saja melakukan olahraga pagi dengan Derral.
Dan Ava tidak mempedulikan ketukan pintu kamar mandi yang sedang dilakukan oleh Derral.
Walau awalnya sakit tadi ketika terkena air dibagian miss Vnya, akan tetapi sekuat tenaga Ava tahan untuk bisa berendam didalam bathtube.
Hingga akhirnya sekarang Ava sudah terbiasa dengan rasa sakit yang dirasakannya dibagian miss Vnya itu ketika berendam didalam bathtube.
Sedangkan Derral yang tidak dibukakan pintu kamar mandinya oleh Ava, dia hanya bisa berjalan kesana kemari seperti setrikaan karena bingung bagaimana cara membujuk Ava yang sedang merajuk seperti itu kepadanya.
Kita tinggalkan Ava dan Derral sejenak, kita geser lagi keLeon dan juga Via yuk.
Leon dan Via saat ini mereka berdua sudah berada didalam ruang tamu rumah mewah milik Leon.
Tadi ketika baru saja masuk, sebenarnya Leon ingin langsung masuk kedalam kamarnya untuk bersiap-siap berangkat bekerja, namun ditahan sebentar oleh Via.
" Ada apa?? ",, tanya dingin dari Leon kepada Via.
" Berapa nomor rekening anda Tuan Leon, akan segera saya ganti tadi untuk pembayaran rumahnya ",, kata Via kepada Leon.
" Nanti transfer saja kerekening Tanisa ",, jawab singkat dari Leon kepada Via.
" Terus kenapa tadi juga anda mengaku-ngaku jika saya ini calon istri anda Tuan, itu tidak sopan namanya, jika saya tidak terima anda bisa saya tuntut lho!! ",, kata Via dengan menerocos panjang kali lebar kepada Leon.
" A.........., issshhh ",, sahut Via dengan gemas karena dia bingung ingin menjawab bagaimana perkataan dari Leon.
Setelahnya Via langsung saja merubah mimik mukanya menjadi memelas dihadapan Leon.
" Emm Tuan Leon, ijinkan saya tinggal disini dulu lagi ya untuk beberapa hari hingga sampai Nyonya yang tadi sudah pindahan bersama anaknya ",, kata Via kepada Leon sambil menunjukkan wajah memelas yang dibuat-buat.
" Iya ",, jawab singkat dari Leon kepada Via.
" Terimakasih Tuan Leon ",, kata Via dengan sangat bersemangat sekali kepada Leon.
" Terpaksa!! ",, kata Leon sambil berlalu pergi masuk kedalam rumah meninggalkan Via sendirian.
Via yang mendengar jawaban dari Leon dia langsung saja rasanya ingin sekali melempari Leon dengan bantalan shofa, namun tidak jadi, karena langsung dia urungkan.
Setelah kepergian dari Leon, Via memilih merebahkan badannya sejenak dishofa yang dia duduki sambil memainkan ponselnya.
Selang tiga puluh menit kemudian Leon pun keluar lagi dari dalam kamar sudah berpakaian dinas lengkap dan Via yang melihatnya dia sedikit terpesona melihat penampilan dari Leon yang terlihat semakin gagah saja.
Leon yang melihat Via bersantai dishofa ruang tamu miliknya, dia langsung saja menegurnya.
" Saya mau berangkat bekerja dulu, anda boleh pergi kemanapun didalam rumah ini asal jangan masuk kedalam kamar saya!! ",, perintah tegas dari Leon kepada Via.
" Memangnya didalam kamar anda ada apanya, ada boomnya atau anda sedang menyembunyikan seorang wanita dan takut ketahuan oleh saya ya Tuan?? ",, jawab Via kepada Leon.
Namun Leon tidak menjawab perkataan dari Via, dan dia lebih memilih langsung saja ingin keluar dari dalam rumahnya menuju kemobilnya.
" Tunggu ",, cegah Via dengan tiba-tiba kepada Leon.
Leon pun langsung saja menghentikan langkah kakinya dan langsung juga menghadap kearah Via lagi.
Via yang melihat Leon berhenti melangkah, dia langsung saja berjalan untuk mendekati Leon.
Jantung dari Leon tiba-tiba saja berdetak lebih cepat dari biasanya, ketika Via begitu dekat dengannya, bahkan Leon bisa mencium aroma parfum yang ada ditubuhnya Via.
Dengan berdiri tegak seperti yang biasa Leon lakukan, Leon pun hanya diam saja ketika Via sedang membenarkan kancing bajunya yang terlepas dari lubangnya.
Setelahnya Via langsung juga membenarkan topi yang dipakai oleh Leon yang menurut Via tidak simetris keseimbangannya.
" Nah sempurna, topinya sudah pas diposisinya, dan bajunya pun juga sudah rapi, kalau begini kan penampilan anda semakin tambah tampan sekali ",, kata Via dengan tersenyum manis kepada Leon.
" Terimakasih ",, jawab Leon dengan singkat kepada Via sambil menahan detak jantungnya yang sedang bertalu-talu.
Tidak tahukah Via, jika apa yang dilakukannya tadi membuat Leon sangat terpesona melihat sikap manis dari Via.
Setelahnya Leon langsung saja berbalik badan meninggalkan Via untuk berangkat bekerja, dengan terus menenangkan detak jantungnya.
" Hati-hati dijalan dan semangat dalam bekerja ",, kata Via memberikan semangat kepada Leon.
Leon tidak mempedulikan perkataan dari Via, dia terus melangkah hingga akhirnya sudah masuk kedalam mobilnya.
Padahal didalam hatinya Leon, dia ingin membalas perkataan dari Via dengan tersenyum manis sambil mengusap lembut rambut kepalanya Via.
" Badan dia besar, kekar, berotot, binaragawan sesuailah dengan pekerjaannya yang sebagai polisi diNegara ini ",, kata Via sambil melihat mobil Leon yang berlalu keluar dari pintu gerbang.
Yaps pekerjaan dari Leon Kakak kandung dari Tanisa adalah seorang polisi berpangkat Jenderal yang ada diNegara Spanyol itu.
...๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ...
...***TBC***...