Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
KESEDIHAN LEON



Masih di bab Leon dan juga Via.


Saat ini semua Keluarga sudah berada di dalam ruang perawatannya Via.


Dan Via sendiri memang sudah di pindahkan ke ruang perawatan biasa untuk pemulihan pasca 0p3r451 yang di jalaninya tadi.


Tapi sayang, rambut yang awalnya panjang indah tergerai, harus botak keseluruhan karena 0p3r451 yang harus di jalaninya tadi.


Sebelum Dokter yang menangani Via keluar dari dalam ruang perawatan itu, Leon mencegahnya sejenak untuk menanyakan perkembangan kondisi dari sang istri.


Dan sekarang Leon, Dokter itu beserta para Ayah sedang duduk di shofa yang tersedia di dalam ruang perawatan itu.


Kecuali dengan para Mamah, yaitu Mamah Delfa dan Mamah Emma mereka berdua memilih menunggui Via yang masih belum sadarkan diri.


" Dokter bagaimana keadaan dari istri saya Via?? ",, tanya dari Leon kepada sang Dokter.


" Kami tidak bisa memastikannya sekarang Tuan ",, jawab dari sang Dokter kepada Leon.


" Sebenarnya apa yang terjadi dengan istri saya Dokter, hingga dia harus sampai di 0p3r451 seperti itu?? ",, tanya dari Leon lagi kepada Dokter yang duduk di depannya.


" Istri anda mengalami Cedera Otak Traumatik Tertutup atau biasa kita sebut dengan COT Tertutup Tuan ",, jawab dari Dokter itu kepada Leon dan masih di dengar oleh Ayah Markus maupun Ayah Cana.


Walau Ayah Markus yang sudah tahu bagaimana kondisi dari Via, namun dia tetap mendengarkan dengan serius penjelasan dari Dokter itu.


" Tolong bisa jelaskan lebih detail lagi Dokter bagaimana keadaan dari istri saya?? ",, kata Leon kepada Dokter itu.


" COT Tertutup yang di alami oleh Nyonya Via karena dia mengalami benturan yang cukup keras ketika waktu kecelakaan itu Tuan, dan untung saja Cedera yang di alami oleh Nona Via tidak terlalu parah, bisa di katakan Nona Via mengalami COS Cedera Otak Sedang atau Glasgow Coma Scale ( GCS ) yang pointnya sekitar sembilan sampai tiga belas Tuan ",, jawab detail dari sang Dokter kepada Leon.


Dan penjelasan dari Dokter itu kepada Leon sama persis dengan yang sudah dia sampaikan kepada Ayah Markus dan Mamah Delfa tadi.


" Kami tadi sebelum melakukan 0p3r451 juga sudah melakukan MRI serta CT scan untuk melihat keretakan otak yang di alami oleh Nyonya Via Tuan ",, sambung lagi perkataan dari sang Dokter kepada Leon.


" Terus sekarang bagaimana dengan 0p3r451nya Dokter, apakah berjalan dengan lancar?? ",, tanya dari Leon lagi kepada Dokter itu.


" Puji Tuhan sesuai harapan kita semua Tuan, jika 0p3r451 yang kita lakukan tadi berjalan dengan lancar dan juga sukses Tuan ",, jawab dari sang Dokter kepada Leon sambil tersenyum ramah.


" Syukurlah ",, jawab serempak dari Ayah Markus dan juga Ayah Cana secara bersamaan.


" Berapa lamakah istri saya bisa sadar seperti sedia kala lagi Dokter setelah pasca 0p3r451 ini?? ",, tanya Leon kepada Dokter itu.


" Biasanya untuk beberapa jam yang akan datang jika efek bius sudah hilang, Nyonya Via bisa sadar seperti sedia kala Tuan ",, jawab dari sang Dokter kepada Leon.


" Tapi di empat puluh delapan jam yang akan datang itu adalah fase kritis untuk Nyonya Via Tuan, karena kami harus mengobservasi untuk kelanjutan dari 0p3r451 yang di jalaninya ",, sambung lagi perkataan dari sang Dokter kepada Leon.


" Apakah nanti akan ada gejala alergi pada obat anestesi, perdarahan otak, penggumpalan darah, koma, infeksi, stroke, gangguan memori, kejang, gangguan berbicara, mendengar, melihat, keseimbangan dan lain-lainnya Tuan ",, lanjut lagi perkataan dari Dokter kepada Leon.


Leon langsung merasa sedikit tertekan mendengar penjelasan dari Dokter.


Tidak cuma Leon saja yang merasa takut ketika mendengar penjelasan dari Dokter tadi, melainkan Ayah Markus dan Ayah Cana pun sama halnya dengan Leon.


Di dalam hati Leon terus berdoa, semoga setelah sadar nanti, Via tidak mengalami hal seperti yang di sebutkan oleh Dokter tadi.


" Tapi anda tenang saja Tuan, kami akan memantau perkembangan dari kesehatan Nyonya Via, setiap satu atau dua jam sekali ",, kata Dokter itu lagi kepada Leon.


" Iya Dokter ",, jawab singkat dari Leon kepada Dokter itu.


" Emm, apakah masih ada yang ingin anda tanyakan lagi Tuan kepada saya?? ",, tanya dari sang Dokter kepada Leon.


" Tidak ada Dokter, nanti jika saya membutuhkan penjelasan dari Dokter lagi, saya akan menemui Dokter sendiri ",, jawab dari Leon kepada Dokter tersebut.


" Iya Dokter terimakasih ",, jawab dari Leon, Ayah Markus dan juga Ayah Cana kepada Dokter itu secara bergantian.


Setelahnya Dokter dan asisstannya langsung berlalu keluar dari dalam ruang perawatannya Ava.


Ketika para tenaga medis tadi sudah pada pergi, Leon langsung saja beranjak berdiri dari duduknya untuk melihat keadaan dari Via sang istri.


Kepala yang penuh dengan perbanlah yang pertama kali terlihat di mata Leon.


Jangan lupakan luka lecet, memar dan juga lebam yang terlihat di wajah, lengan dan juga kaki Via yang tertutup selimut itu.


Wajah yang awalnya mulus cantik, putih bersih, sekarang terlihat banyak luka di sana karena kecelakaan yang baru Via alami tadi.


" Via, ini aku Leon, sadarlah sayang ",, kata Leon sambil menggenggam erat tangan Via.


Mamah Delfa tidak henti-hentinya menangis dengan cukup pilu melihat keadaan sang putri tercintanya yang masih terbujur tidak berdaya seperti itu di atas brankar rumah sakit.


" Leon maafkan Mamah Leon ",, kata Mamah Delfa kepada Leon.


" Iya Mah, ini sudah takdirnya Via, Mamah jangan menyalahkan diri sendiri seperti ini terus Mah, nanti Mamah bisa sakit ",, jawab Leon berlapang dada memaafkan Mamah Delfa.


" Mamah belum bisa tenang sebelum melihat Via sadar seperti sedia kala lagi Leon ",, kata Mamah Delfa kepada Leon sambil menangis.


" Mamah tenang saja Via tidak kenapa-kenapa, tadi Dokter mengatakan jika Via akan segera sadar sebentar lagi ",, jawab Leon kepada Mamah Delfa dengan sedikit berbohong.


Hal itu Leon lakukan supaya sang Mamah mertua tidak terlalu kefikiran dengan kedaannya Via.


" Benarkah??, benarkah Dokter tadi mengatakan hal itu kepada kamu Leon?? ",, tanya Mamah Delfa kepada Leon.


" Benar Mah ",, jawab Leon kepada Mamah Delfa sambil tersenyum.


" Sudah ya, Mamah yang tenang, dan Mamah beristirahatlah saja dulu, biar Leon yang menjaga Via sekarang ",, kata Leon kepada Mamah Delfa.


Mamah Delfa langsung saja mengangguk kepada Leon.


Dan lalu Mamah Delfa melangkahkan kakinya ke arah shofa yang di duduki oleh Ayah Markus.


Ayah Markus langsung saja merangkul pundak sang istri untuk memberikan ketenangan dan kekuatan kepada Mamah Delfa.


Begitupun dengan Mamah Emma, dia juga memilih meninggalkan Leon dengan ikut duduk di samping sang suami.


Kali ini Keluarga Ayah Markus dan Keluarga Ayah Cana sedang di berikan cobaan hidup dengan kecelakaan dari Via.


Kita sebagai manusia hanya berencana dan juga terus berdoa semoga jalan kebaikan selalu menyertai kita semua.


Leon sendiri sepeninggalan dari para Mamahnya, dia menatap ke arah sang istri yang masih memejamkan matanya sambil terus mengusap dan mencium tangan Via.


" Cepat sadar Via, andai aku tadi mengantarkanmu ke rumah Ayah, pasti tidak akan terjadi seperti ini, maafkan aku Via ",, kata batin dari Leon sambil menatap kearah Via.


" Seharusnya aku tidak mengijinkanmu tadi ",, sambung lagi perkataan dari Leon untuk Via.


Di dalam dada Leon timbul rasa penyesalan dan sakit yang tidak bisa dia jelaskan dengan kata-kata melihat keadaan Via seperti sekarang.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...