
Semua orang masih menunggu kabar dari Via yang belum sadarkan diri dari tadi.
Dan Leon pun masih setia menuggu Via didalam kamarnya sambil berdoa semoga Via baik-baik saja keadaannya.
Leon tidak mau meninggalkan Via semenit pun, karena Leon tidak mau kejadian serupa akan terulang untuk kedua kalinya.
Setelah semua orang termasuk Leon sekalipun sudah menunggu sekitar hampir tiga jam lamanya.
Akhirnya Via pun tersadar juga ketika waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang.
" Aaaaaaahhh pusing sekali kepalaku ",, kata Via ketika dia baru saja bangun dari tidur cantiknya tadi.
Leon yang sedang menerima telefon didekat jendela, dia langsung saja membalikkan badan kearah Via ketika dia mendengar suaranya Via.
Tanpa berpamitan dengan orang yang sedang bertelefonan dengannya, Leon langsung saja mematikan sambungan telefonnya itu dan langsung juga melangkahkan kakinya menuju kearah ranjang.
" Sayang, Via hei kamu sudah bangun?? ",, kata Leon kepada Via dengan nada yang terlihat sangat senang sekali.
" Leon ko kamu ada disini??, apakah kita sudah resmi menikah?? ",, kata Via kepada Leon sambil memegangi kepalanya.
" Kita belum menikah sayang, tadi ada sedikit masalah, dan aku sengaja mengundur acara pernikahan kita sejenak untuk menunggu kamu sehat dulu ",, jawab Leon kepada Via yang sedang memegangi kepalanya.
" Ini minum dulu sayang, sama obatnya juga supaya kepala kamu tidak pusing lagi ",, kata Leon kepada Via lagi sambil mengambilkan segelas air minum dan juga obat yang tadi sudah ditebus diapotek.
Via pun langsung saja meminum obat bersama air putih yang sudah diambilkan oleh Leon.
" Terus, ini artinya aku belum menjadi istri kamu Leon?? ",, kata Via yang belum sepenuhnya sadar.
" Iya belum, dan ini apakah aku harus memundurkannya satu jam lagi atau bagaimana sayang??, supaya kamu benar-benar merasa baikan dulu ",, kata Leon kepada Via.
Via yang mendengar perkataan dari Leon, dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearah jam dinding yang menempel indah didinding kamarnya.
" Astaga sudah jam dua belas, seharusnya kita menikah jam sepuluh tadi Leon ",, kata Via kepada Leon ketika sudah melihat jam.
" Iya, sekarang bagaimana menurut kamu Via,.........?? ",, kata Leon kepada Via.
" Ayo lebih baik kita segera laksanakan pernikahan kita Leon, aku tidak mau jika ditunda-tunda lagi ",, kata Via kepada Leon.
" Apa kamu yakin Via??, apa kamu tidak mau beristirahat dulu lagi?? ",, kata Leon kepada Via.
" Aku sudah beristirahat daritadi Leon, sudah ayo,......... panggilkan yang lain juga untuk bersiap-siap dan mana para MUAnya??, jangan bilang jika mereka sudah pada pulang?? ",, kata Via kepada Leon.
" Tenang saja sayang, para MUA itu masih ada disini, dan bayaran mereka aku tambahin, dan para Keluarga mereka semua juga masih ada dibawah ",, jawab Leon kepada Via sambil tersenyum.
" Syukurlah aku senang mendengarnya, sudah ayo Leon kita segerakan pernikahan kita, aku yakin kamu juga sudah tidak sabar ingin melakukan hal itu bersamaku ",, kata Via kepada Leon.
Leon langsung saja tertawa lucu ketika mendengar perkataan dari Via tadi, dan langsung juga mencubit gemas hidung mancung milik Via.
Via pun jadi ikut-ikutan tertawa melihat Leon yang sedang tertawa karenanya.
Sedang diluar kamar Via, daritadi semua Keluarga sedang membicarakan Chico.
Sejauh, sedalam dan serapat apapun bangkai ditutup-tutupin akhirnya ketahuan juga.
Dan semua Keluarga akhirnya tahu jika laki-laki yang sedang menyamar tadi alias Chico dia melakukan itu karena dia mencintai Via dan akan menculik Via.
Semua Keluarga sedang membicarakan perihal itu, tidak ada yang menyalahkan Via sama sekali, namun mereka merasa sangat kasihan sekali melihat nasib Via yang dicintai laki-laki seperti Chico.
Begitulah yang mereka katakan sambil berbisik-bisik, dan menurut mereka Via lebih serasi jika bersama Leon daripada dengan Chico.
Dan bagaimana mereka semua bisa mengetahui tentang masalah itu??.............
Dan orang itu langsung saja menyampaikan apa yang dia dengar dari cerita Tanisa tadi kepada Mamah Emma kepada semua Keluarga.
Disaat mereka semua sedang pada beristirahat sambil menunggu Via sadar, tiba-tiba saja telinga mereka semua mendengar teriakan dari Leon dari lantai atas yang mengatakan jika Via sudah sadar.
Sungguh mereka semua sangat senang sekali, dan para MUA langsung saja bergegas menuju kedalam kamar Via untuk mendandani Via lagi.
Namun kali ini ada Leon juga didalam kamar siVia untuk menjaga sekaligus menemani Via yang sedang dirias.
Dan ketika sekitar satu setengah jam lamanya Via dirias oleh para MUA, akhirnya Via selesai juga diriasnya.
Leon begitu sangat terpesona sekali melihat wajah cantik dari calon istrinya itu.
Sungguh kecantikan dari Via tidak bisa disembunyikan, karena memang Via sudah cantik sejak lahir.
Pak Pendeta pun juga sudah dipanggil lagi oleh salah satu anak buah dari Ayah Markus untuk datang lagi kerumah mewah Ayah Markus.
Ava dan Derral juga daritadi masih setia menunggu dan belum pulang kemansion mereka.
Dan ketika Ava mendengar jika sang sahabat sudah sadar dari pingsannya, dia sungguh sangat senang sekali.
Via yang sudah selesai diriasnya oleh para MUA, dia langsung saja dituntun oleh Leon untuk segera keluar dari dalam kamar untuk berjalan menuruni tangga rumah mewah milik Ayahnya.
Semua Keluarga besar yang ada disitu, mereka semua langsung saja menatap kagum serta terpesona kearah Leon dan Via yang sedang menuruni tangga dan terlihat sangat serasi sekali.
Hingga tiba saatnya ketika Leon berjalan menuju kearah altar bersama Via, semua keluarga langsung saja berdiri ditempat duduk yang sudah disediakan oleh Ayah Markus.
" Baiklah semuanya sudah siap dan sudah berkumpul disini, apakah pemberkatan dari pernikahan Tuan Leon dan Nona Via bisa segera kita mulai?? ",, kata Pak Pendeta kepada semua orang.
" Silahkan Pak Pendeta segera nikahkan anak-anak kami ",, jawab dari Ayah Cana kepada Pak Pendeta.
" Bagaimana Tuan Leon, Nona Via??, apakah kalian berdua sudah siap?? ",, kata Pak Pendeta kepada Leon dan juga Via.
" Kami sudah siap Pak Pendeta ",, jawab Via dan Leon kepada Pak Pendeta secara bersamaan.
Setelahnya Pak Pendeta langsung saja melaksanakan ritual pemberkatan pernikahan dari Leon dan juga Via dengan secara hikmat, tenang dan juga sakral sekali.
Prosesi demi prosesi satu persatu Pak Pendeta laksanakan untuk mengesahkan pernikahan dari Leon dan juga Via.
Setelah semua langkah dan proses pemberkatan sudah terlaksana dengan sempurna semuanya, akhirnya Pak Pendeta mengesahkan pernikahan dari Leon dan juga Via.
Leon dan Via akhirnya mereka berdua sudah sah menjadi sepasang suami istri baik secara Negara dan juga Agama.
Walau mereka harus mengalami sedikit masalah dibeberapa jam yang lalu, akhirnya mereka berdua saat ini sudah lega.
Sebab Pak Pendeta sudah menyatakan jika Leon dan Via sudah resmi halal baik secara Negara dan juga Agama.
Senyum mengembang sempurna terlihat jelas diwajah Leon dan juga Via.
Tidak lupa juga untuk semua Keluarga yang hadir, mereka semua juga merasa bahagia melihat Leon dan Via akhirnya sudah resmi menikah.
Ava sebagai sahabat dari Via, dia tidak menyangka jika sahabat baiknya akan menikah juga hari itu dengan orang yang tidak dia duga.
Sedang Derral sendiri, ketika dia melihat Leon dan Via berciuman diatas altar tadi, dia berdoa didalam hatinya semoga pernikahan Via dan Leon langgeng sampai maut yang memisahkan.
Serta tidak lupa Derral juga berdoa untuk Chico, semoga Chico bisa segera move on dari Via dan mendapatkan wanita yang lebih baik lagi selain Via.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...