
Kembali didalam rumah Dian.
Jika diSpanyol baru menunjukkan waktu siang, namun tidak diIndonesia, diIndonesia waktu sudah menunjukkan sekitar pukul enam sore.
Dian yang masih meringkuk diatas ranjangnya dengan keadaan yang sangat berantakan sekali, dia yang daritadi menangis lama-lama membuatnya tertidur dengan sendirinya.
Dan ketika waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam, Mamah Sherlly yang merasa Dian tidak keluar dari dalam kamar daritadi, dia langsung saja mencoba untuk menuju kedalam kamar Dian.
Mamah Sherlly sengaja tidak mau mengetuk pintu kamar Dian.
Disaat Mamah Sherlly mencoba membuka pintunya ternyata tidak dikunci, Mamah Sherlly langsung saja masuk kedalam kamar Dian dan melihat Dian sedang tidur meringkuk dengan rambut yang acak-acakan.
Mamah Sherlly pun langsung saja duduk dipinggir ranjang tempat Dian tidur.
Walau Mamah Sherlly marah dan juga kecewa kepada Dian, akan tetapi rasa kasihan lebih dominan didalam dirinya.
Semua sudah terlanjur, mau bagaimana pun semarah-marahnya dia kepada Dian, Dian tetap anak kandungnya, dan anak yang dikandung oleh Dian adalah calon cucunya yang tidak bersalah sama sekali.
" Dian.............. ",, panggil Mamah Sherlly dengan pelan sambil mengusap lembut kaki Dian.
Namun Dian tidak merespon panggilan dari Mamahnya.
" Dian bangun yuk, kita makan malam ",, kata Mamah Sherlly lagi kepada Dian sambil menggoyangkan badan Dian.
Dan berhasil, Dian pun sudah mencoba membuka matanya.
Akan tetapi ketika Dian membuka mata, kepala dia langsung saja terasa pusing, karena efek hamil mudanya dan juga karena daritadi dia menangis terus.
" Mamah ",, kata Dian sambil memegangi kepalanya yang sangat pusing sekali.
" Keluar yuk, kita makan malam dulu ",, kata Mamah Sherlly kepada Dian dengan lembut.
" Dian tidak mau Mah ",, jawab Dian dengan lirih sambil mencoba duduk dari rebahannya.
" Tapi kamu harus makan Nak, kasihan nanti janin dalam kandungan kamu ",, kata Mamah Sherlly kepada Dian.
Namun Dian tetap menggelengkan kepalanya kepada Mamah Sherlly.
" Apakah ini yang membuat sikap kamu berubah ketika baru pulang dari Spanyol Dian?? ",, tanya dari Mamah Sherlly kepada Dian.
" Iya Mah ",, jawab Dian sambil mengangguk pelan kepada Mamahnya.
" Maafkan Dian Mah, Dian tidak tahu jika Dian hamil ",, kata Dian dengan suara yang sedikit takut kepada Mamahnya.
" Apakah kamu selama ini menjalin hubungan dengan Kakaknya Ava Dian?? ",, tanya Mamah Sherlly kepada Dian.
" Tidak ",, jawab Dian sambil menggelengkan kepalanya.
" Jika tidak, apa itu artinya dia memp3rk054 kamu Dian?? ",, tanya dari Mamah Sherlly lagi kepada Dian dari hati kehati.
" Tidak ",, jawab tidak lagi dari Dian kepada Mamah Sherlly.
" Terus artinya kamu melakukan itu atas dasar suka sama suka?? ",, tanya Mamah Sherlly lagi dan lagi kepada Dian.
" Tidak juga Mah ",, jawab Dian yang sangat membingungkan sekali.
" Ceritalah kepada Mamah, jangan membuat Mamah bingun Dian, karena daritadi jawaban kamu hanya tidak terus ",, kata Mamah Sherlly kepada Dian.
" Kak Aaric memberikanku obat peran954ng didalam minuman yang Dian minum Mah dan terjadilah .......... ",, kata Dian kepada Mamah Sherlly sambil menundukkan kepalanya.
Dan Dian tidak berani cerita semua dengan jujur, karena Dian sedikit malu kepada Mamahnya.
Mamah Sherlly pun langsung saja menarik nafasnya cukup panjang untuk bisa menyerap cerita dari Dian dengan baik.
" Jadi setelah kejadian itu, kamu kembali pulang kesini untuk menghindari Aaric begitu Dian?? ",, tanya Mamah Sherlly lagi kepada Dian.
" Dian sedikit kecewa dengan sikap Kak Aaric Mah, dan Dian rasanya masih tidak mau melihat Kak Aaric ",, kata Dian kepada Mamah Sherlly.
" Tapi bagaimanapun juga kalian harus segera menikah Dian, karena jika tidak, Ayah kamu akan mengusir kamu dari sini dan mencoret nama kamu dari daftar keluarga, sebab Ayah sangat marah dan kecewa sekali dengan kamu Nak ",, kata Mamah Sherlly kepada Dian.
Dian pun langsung saja menangis ketika mendengar perkataan dari Mamah Sherlly tadi.
Dan ketika Dian menangis tiba-tiba saja perut dia merasakan mual yang amat sangat sekali.
Dian pun langsung saja beranjak turun dari atas ranjang dan langsung saja menuju kedalam kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya yang cuma lend1r air liur saja, sebab Dian belum makan apa-apa daritadi.
Mamah Sherlly yang melihat Dian begitu menyedihkan sekali keadaannya, sebagai seorang Mamah, Mamah Sherlly pasti langsung merasa sangat kasihan sekali.
" Jika tidak kuat keluar, Mamah ambilkan makanannya kesini ya Dian, setelah itu baru minum obat yang tadi diberikan oleh Dokter, supaya bisa mengurangi rasa mualnya ",, kata Mamah Sherlly kepada Dian.
" Iya Mah ",, jawab Dian dengan lirih kepada Mamah Sherlly.
" Mamah ambilkan dulu makanannya ",, kata Mamah Sherlly lagi kepada Dian.
Dian pun hanya mengangguk saja kepada Mamah Sherlly, setelahnya Mamah Sherlly langsung saja berlalu keluar dari dalam kamar Dian untuk menuju keruang makan.
Sesampainya diruang makan, Mamah Sherlly langsung saja ditanya oleh Ayah Chyou.
" Apakah dia tidak mau keluar?? ",, tanya Ayah Chyou kepada Mamah Sherlly sambil menikmati makanannya.
Saking kecewanya Ayah Chyou, bahkan Ayah Chyou tidak mau menyebut nama Dian.
" Dia itu anak Ayah juga!! ",, kata Mamah Sherlly kepada suaminya.
" Tapi dia sudah membuat Ayah marah, jika dia tidak mau makan biarkanlah saja, kenapa Mamah repot-repot mau mengambilkan makanan untuknya ",, kata Ayah Chyou kepada Mamah Sherlly yang sedang mengambil makanan untuk Dian.
Sedang Kak Lii dan Phillip yang ada disitu sedang makan, mereka berdua hanya diam saja tidak mau ikut dalam pembicaraan kedua orang tuanya.
" Jika itu maunya Ayah, baik....... tidak akan Mamah ambilkan, tapi jika besok Ayah melihat Dian sudah dikubur karena kelaparan dan baby yang dikandungnya kekurangan gizi dan menyebabkan Dian keracunan babynya sendiri yang meninggal karena tidak diberi makan, baiklah Mamah mau mempersiapkan pemakanan untuk Dian mulai sekarang!! ",, jawab tegas dari Mamah Sherlly kepada Ayah Chyou.
Mamah Sherlly ketika sudah berkata seperti itu kepada Ayah Chyou, dia langsung saja menyuruh sang bibi untuk mengambilkan telefon rumah untuk menghubungi petugas pemakaman.
Dan Ayah Chyou setelah mendengar perkataan dari Mamah Sherlly dia langsung saja berfikir sejenak.
Setelahnya Ayah Chyou mencegah Mamah Sherlly untuk menelfon petugas pemakaman dan menyuruh sang istri untuk mengantarkan makanan untuk Dian.
" Semarah-marahnya kita sebagai orang tua, mau bagaimanapun juga Dian tetap anak kita, semuanya sudah terlanjur, dan anak yang dikandungnya itu cucu kita dan dia tidak bersalah sama sekali, yang salah itu cara pembuatannya!! ",, kata Mamah Sherlly kepada Ayah Chyou dengan sangat tegas sekali.
Setelahnya Mamah Sherlly langsung berlalu pergi meninggalkan ruang makan untuk menuju kedalam kamar Dian.
Kak Lii dan Phillip jika sudah melihat sang Mamah marah, itu artinya memang mereka semua salah.
Sebab Mamah Sherlly jarang marah kepada mereka semua, terlebih memarahi Ayah Chyou seperti itu didepan mereka berdua.
Dan perkataan dari Mamah Sherlly menampar serta menyadarkan Kak Lii tentang sesuatu.
Mau bagaimanapun juga, Dian tetap adik perempuannya, mereka satu darah, dan anak yang dikandung oleh Dian adalah keponakan kandungnya.
Jadi Kak Lii juga sedikit merasa bersalah kepada Dian, karena dia bukannya menenangkan Dian, malah dia tidak bisa mengontrol emosinya tadi dihadapan Dian.
...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...
Awas jika tidak mau mampir, dihantui siPietro lho😅😅.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...