
Hari pun akhirnya berganti dengan hari lagi, dan saat ini Derral sudah bersiap-siap untuk berangkat kekantor.
Ketika anak buah suruhan dari Dokter Rava sudah melihat mobil milik Derral keluar dari dalam mansionnya, dia langsung saja melapor kepada Dokter Rava maupun Fara.
Dan Fara sendiri ketika mendapatkan laporan dari anak buah Dokter Rava, dia langsung saja mencoba melancarkan aksinya dengan menunggu mobil tersebut lewat dijalanan yang sering dilewatinya.
Ketika Derral sudah setengah perjalanan menuju kePerusahaan miliknya, dan Fara yang sudah daritadi menunggu kedatangan mobil milik Derral yang disopiri anak buahnya.
Dari jauh Fara yang sudah melihat mobil milik Derral akan melintasi jalanan tersebut, dengan sengaja Fara langsung berpura-pura untuk menyeberang jalan disaat mobil sudah semakin dekat dengan tempatnya berdiri, dan alhasil Fara pun langsung tertabrak mobil milik Derral.
Fara tidak kenapa-kenapa dan hanya terdapat luka lecet sedikit saja dikaki dan juga tangannya karena terkena aspal jalan ketika dia terjatuh tadi.
Sebelum Derral dan anak buahnya menyadari keadaannya, Fara langsung saja berpura-pura pingsan saat itu juga disaat Derral dan anak buahnya belum keluar dari dalam mobil.
Derral sungguh sangat terkejut sekali ketika anak buahnya mengerem mobil secara mendadak seperti itu.
" Kamu itu bagaimana sih menyetir mobilnya!! ",, marah Derral kepada anak buahnya.
" Maaf Tuan, saya benar-benar tidak melihat jika ada orang yang sedang menyeberang jalan, dan wanita itu yang salah Tuan Derral, menyeberang jalan dengan sembarangan ",, jawab anak buah itu kepada Derral.
Derral dan anak buah tadi mereka berdua langsung saja turun dari dalam mobil untuk melihat keadaan dari wanita yang sudah ditabrak oleh mereka.
Dan semua orang yang ada disekitar situ langsung saja mendekat dan juga mencoba melihat keadaan dari Fara.
Ketika mereka semua melihat jika yang menabrak adalah seorang Derral Altezza pengusaha muda yang terkenal itu, mereka semua langsung saja terkagum-kagum, terutama untuk para kaum hawa.
Sebab mereka bisa melihat ketampanan yang begitu nyata dari Derral.
Namun mereka semua hanya bisa menganggumi tanpa bisa memegang atau menyentuh Derral, sebab anak buah yang selalu mendampingi Derral sudah sigap daritadi mengamankan Derral dari para orang yang seperti itu.
" Sudah masukkan dia kedalam mobil dan antarkan dia kerumah sakit!! ",, perintah tegas dari Derral kepada anak buahnya.
" Baik Tuan ",, jawab anak buahnya kepada Derral sambil mengangguk sopan.
Setelahnya anak buah itu langsung saja menggendong Fara untuk dimasukkan kedalam mobil.
Setelahnya Derral dan anak buahnya langsung saja ikut masuk juga kedalam mobil, tapi kali ini Derral duduknya pindah kedepan, karena dia tidak mau satu bangku dengan wanita asing yang baru saja ditabrak oleh anak buahnya.
Semua yang dilakukan oleh Fara dilihat jelas oleh Dokter Rava yang ternyata sudah kembali keSpanyol lagi dan sedang bersembunyi disebuah apartemen.
Bagaimana Dokter Rava bisa melihat itu, sebab dia juga ada diantara kerumunan orang-orang tadi.
Dokter Rava langsung tersenyum senang, karena step pertama untuk menjalankan rencananya akan terlaksana.
Setelah melihat Fara dimasukkan kedalam mobil milik Derral, Dokter Rava langsung saja bergegas pergi meninggalkan tempat tersebut menuju keapartemennya lagi.
Sedang Fara sendiri ketika sudah berada didalam mobil Derral, senyum licik dengan sembunyi-sembunyi dia tunjukkan sambil melihat kearah Derral yang sedang duduk didepan.
Ketika sedang diperjalanan, Fara berpura-pura sadar dari pingsannya dengan wajah yang dia buat seburuk mungkin.
" Aaaah kepalaku pusing sekali ",, kata Fara ketika dia sudah mencoba sadar dari pura-pura pingsannya.
Derral dan anak buahnya, mereka berdua langsung saja menolehkan pandangan mereka kearah Fara.
Dan Fara yang sudah melihat wajah dari Derral serta anak buahnya, dia langsung saja berpura-pura takut dan juga terkejut.
" Kalian berdua siapa??, dan kenapa saya berada didalam mobil ini??!! ",, kata Fara berpura-pura ketakutan kepada Derral dan anak buahnya.
" Maafkan saya Nona, karena saya sudah menabrak anda tadi, dan sekarang kami akan membawa anda kerumah sakit ",, jawab anak buah Derral kepada Fara.
" Iya sekarang saya ingat, tadi saya sedang menyeberang jalan, dan tahu-tahu semuanya sudah gelap ",, jawab Fara kepada anak buah tersebut dan masih didengar oleh Derral yang hanya diam saja daritadi.
" Saya tidak mau diantarkan kerumah sakit, saya trauma dengan rumah sakit, tolong antarkan saya pulang saja, biar saya dirawat sama Ayah saya saja Tuan ",, kata Fara lagi kepada Derral dan anak buahnya.
" Tolong antarkan saya pulang Tuan, saya trauma berada dirumah sakit, karena dirumah sakit mengingatkan saya dengan Mamah saya yang meninggal dirumah sakit dulu ",, kata Fara kepada Derral sambil berakting menangis.
Padahal aslinya Fara sedang berbohong kepada Derral dan anak buahnya.
" Antarkan dia pulang!!, dan anda katakan dimana alamat tempat tinggal anda!! ",, kata Derral kepada Fara dengan nada dinginnya.
Fara pun langsung saja tersenyum licik tanpa sepengetahuan dari Derral.
Karena fikir Fara akhirnya dia bisa memancing Derral untuk pergi ketempat tinggalnya.
Setelahnya Fara langsung saja menyebutkan alamat tempat tinggalnya kepada anak buah Derral.
Menempuh perjalanan sekitar empat puluh menit lamanya, akhirnya mobil milik Derral bersama mobil milik anak buahnya yang selalu mengikuti Derral kemanapun Derral pergi, sampai juga disebuah apartemen yang cukup mewah sekali.
" Apakah disini benar tempat tinggalnya Nona?? ",, tanya anak buah itu kepada Fara.
" Benar sekali Tuan, terimakasih ",, jawab Fara dengan sopan kepada Derral dan anak buahnya.
" Iya sama-sama Nona ",, jawab ramah juga dari anak buah itu kepada Fara.
" Eeemm bolehkah saya meminta tolong, tolong antarkan saya untuk masuk kedalam apartemen saya Tuan?? ",, kata Fara mencoba membujuk Derral dan anak buahnya.
" Kamu antarkan dia, saya akan menunggu didalam sini saja, dan berikan dia sejumlah uang untuk mengganti rugi kecelakaan tadi ",, perintah Derral kepada anak buahnya.
" Baik Tuan ",, jawab sopan dari anak buah itu kepada Derral.
Fara yang mendengar perkataan dari Derral dia langsung saja menunjukkan wajah marah dan juga sebal sekali.
Sebab Fara sangat kesusahan sekali membuat Derral untuk bertekuk lutut kepadanya.
Fara langsung saja segera mencari ide supaya Derral bisa ikut juga masuk kedalam kamar apartemennya.
" Tuan bisakah anda ikut dengan kami, karena anda adalah bosnya, dan jika saya pulang dalam keadaan seperti ini pasti Ayah saya akan memaki-maki saya ",, kata Fara kepada Derral sambil menampilkan wajah memelasnya.
" Bisakah anda menolong saya Tuan ",, kata Fara lagi dengan suara yang dia buat sememohon mungkin kepada Derral.
Dengan terpaksa akhirnya Derral mau juga ikut mengantarkan Fara untuk masuk kedalam kamar apartemennya.
Fara ketika keluar dari dalam mobil Derral dia langsung saja berjalan dengan berpura-pura sedikit pincang.
Dan ketika Fara meminta bantuan kepada Derral untuk membantunya berjalan, dengan sangat tegas sekali Derral menolaknya.
" Sudah untung saya mau ikut untuk mengantarkan anda kedalam apartemen anda, bahkan jika anda meminta saya untuk mematahkan kaki anda saat ini juga, dengan senang hati akan saya lakukan!! ",, begitulah perkataan tegas dari Derral kepada Fara ketika Fara meminta dibantu berjalan oleh Derral.
Walau Fara merasa sangat sakit hati dengan ucapan Derral tadi, dengan sekuat tenaga Fara mencoba menahannya untuk melancarkan aksi rencananya yang sudah dia susun bersama Dokter Rava.
Fara hanya diantarkan oleh anak buah tadi bersama Derral saja untuk masuk kedalam apartemennya.
Sedang untuk anak buah yang lain mereka semua sedang menunggu diloby sampai Derral kembali lagi kedalam mobil.
...๐ฉธ๐ฉธ๐ฉธ๐ฉธ๐ฉธ๐ฉธ๐ฉธ๐ฉธ๐ฉธ๐ฉธ๐ฉธ๐ฉธ๐ฉธ...
Yeay part 200๐คฃ๐คญ
Apakah yang akan dilakukan Fara nantinya ketika Derral sudah masuk kedalam kamar apartemennya??๐ค.
Kita lanjut part sebelah๐ค๐คฃ.
...๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ๐๏ธ...
...***TBC***...