Yes I'M Bojone

Yes I'M Bojone
KEGEMPARAN DIRUMAH DIAN



" Apa Dok hamil?? ",, begitulah yang dikatakan oleh Kak Lii kepada Dokter yang memeriksa keadaan dari Dian.


Kak Lii benar-benar sangat terkejut sungguh sangat terkejut sekali dengan perkataan dari Dokter itu tadi.


" Dokter tidak salah mendiaknosis kan Dok??, coba Dokter periksa lagi keadaan dari adik saya ",, kata Kak Lii kepada Dian.


" Oh Nyonya ini adik anda Tuan, maaf saya kira dia istri anda ",, kata Dokter itu kepada Kak Lii sambil merasa tidak enak kepada Kak Lii.


Sedang Dian sendiri dia sudah blank fikirannya tidak bisa berfikir apa-apa.


" Untuk lebih meyakinkan lagi, coba Nona Dian periksa dulu menggunakan tespack ini ",, kata Dokter itu lagi sambil memberikan sebuah tespack kepada Dian.


Dan panggilan dari Dokter itu berubah menjadi Nona kepada Dian.


" Saya tidak mau Dokter, Dokter pasti salah memeriksa keadaan dari saya!! ",, tolak Dian kepada Dokter yang memeriksanya itu.


" Dian!! ",, kata tegas dari Kak Lii kepada Dian dengan tatapan penuh amarah.


" Cepat periksa pakai tespack ini, atau Kakak akan marah kepadamu seumur hidup!! ",, kata Kak Lii lagi kepada Dian.


Akhirnya mau tidak mau dengan langkah lesu, Dian pun langsung saja mencoba untuk buang air kecil walau sedikit didalam kamar mandi yang ada didalam ruangan Dokter tersebut.


Dan setelah menunggu beberapa saat, akhirnya hasil dari tespack tadi pun sudah terlihat, jika ada dua garis merah terdapat ditespacknya, cuma garis yang atas belum terlalu jelas sekali warnanya.


" Ini sudah menunjukkan hasilnya Tuan, jika adik anda memang sedang mengandung ",, kata Dokter itu kepada Kak Lii sambil menunjukkan hasil tespacknya.


" Walau masih samar, tapi itu tetap positif hasilnya, dan warnanya akan terlihat semakin jelas nanti jika kadar hormon kehamilan didalam tubuh Nona Dian sudah semakin meningkat Tuan ",, sambung lagi perkataan dari Dokter tadi kepada Kak Lii.


" Dan jika saya perkirakan kehamilan dari Nona Dian baru memasuki usia empat minggu ",, kata Dokter itu lagi kepada Kak Lii dan Dia pun mendengar semua perkataan dari Dokter tersebut.


" Terus hal apa saja yang baik dilakukan oleh ibu hamil, eemm maksud saya ........... ",, kata Kak Lii dengan bingung untuk menyampaikan maksudnya.


Untung saja sang Dokter sudah faham maksud dari Kak Lii tadi, dan Dokter itu langsung menyela perkataan dari Kak Lii.


Dokter itu langsung saja menjelaskan hal apa saja yang bagus untuk Ibu hamil dan yang harus dihindari baik makanan minuman dan lain sebagainya kepada Kak Lii dan masih didengar oleh Dian.


Walau Kak Lii sedikit marah kepada Dian, namun dia tetap tidak mau terjadi apa-apa kepada Dian dan juga kepada calon keponakannya itu.


Kak Lii begitu serius sekali mendengarkan perkataan dari Dokter tersebut.


Sedang Dian sendiri, dia sudah tidak bisa mencerna semua perkataan dari Dokter itu.


Setelah puas mendengarkan petuah dari Dokter, dan juga sudah mendapatkan resep obat yang baik dikonsumsi untuk ibu hamil, Kak Lii pun langsung saja ijin untuk berpamitan pulang kepada Dokternya.


Ketika sudah berada didalam mobil, sebelum Kak Lii menjalankan mobilnya, dia bertanya terlebih dahulu kepada Dian tentang siapa Ayah dari calon keponakannya itu.


" Dian ayo cepat jawab Kakak ",, kata Kak Lii kepada Dian, karena Dian malah diam saja daritadi.


" Dian, jika kamu tidak mau menjawab pertanyaan dari Kakak, Kakak akan menabrakkan mobil ini!! ",, ancam dari Kak Lii dengan sangat super tegas sekali kepada Dian.


Dian yang sangat tahu sekali sifat dari Kakaknya yang sangat menyeramkan jika sedang tidak mengontrol emosinya.


Dian pun akhirnya menjawab dengan takut-takut kepada Kak Lii.


" Kak Aaric Kak, Kak Aaric Ayah dari janin yang sedang dikandung oleh Dian ",, jawab Dian kepada Kak Lii sambil menunduk dengan air mata yang mengalir deras dari kelopak matanya.


" Aaric Kakak kandungnya Ava?? ",, kata Kak Lii kepada Dian.


Dian pun langsung mengangguk pelan kepada Kak Lii.


Kak Lii yang sudah mendapatkan jawaban dari pertanyaannya, Kak Lii pun langsung saja menjalankan mobilnya untuk kembali pulang kerumah mereka.


Dan ketika mereka sudah sampai dipelataran rumah mereka lebih tepatnya rumah Ayah Chyou, Kak Lii langsung saja menggandeng tangan Dian untuk dia ajak masuk kedalam rumah.


" Mah,............ Mamah ",, teriak-teriak dari Kak Lii kepada Mamah Sherlly sambil menyuruh Dian untuk duduk diruang Keluarga.


Mamah Sherlly yang mendengar teriakan dari Kak Lii, dia pun langsung saja berjalan kearah sumber suara.


" Lho kalian ko sudah pada pulang cepat sekali, astaga Dian, apa kamu sedang sakit Nak, kenapa wajah kamu pucat sekali?? ",, kata Mamah Sherlly kepada Kak Lii dan juga Dian.


" Dian bukannya sakit Mah, tapi dia sedang hamil!! ",, kata Kak Lii dengan tegas kepada Mamahnya.


" Hamil??!!! ",, kata Mamah Sherlly dengan wajah yang sangat-sangat terkejut sekali.


" Dan Ayah dari janin yang sedang dikandung oleh Dian adalah Kakak kandungnya Ava Mah ",, kata dari Kak Lii lagi kepada Mamah Sherlly.


Mamah Sherlly sampai tidak bisa berbicara apa-apa ketika mendengar kelanjutan dari perkataannya Kak Lii.


Bahkan Mamah Sherlly pun dia sampai memegangi dadanya, karena tidak bisa menahan rasa terkejutnya.


Sedang Dian sendiri dia hanya bisa menunduk saja sambil terus mengeluarkan air matanya.


Kak Lii ketika sudah berkata seperti itu kepada Mamah Sherlly, dia langsung saja menelfon Ayah Chyou yang masih berada dikantor.


Ayah Chyou yang tidak dijelaskan duduk permasalahannya oleh Kak Lii kenapa dia disuruh pulang cepat saat itu juga pun, membuat Ayah Chyou menjadi sangat khawatir sekali kepada semua Keluarganya.


Didalam ruang Keluarga itu mereka bertiga tidak ada yang berbicara sama sekali, Kak Lii, Mamah Sherlly dan juga Dian mereka pada membisu dengan fikiran mereka masing-masing.


Akhirnya setelah tiga puluh menit pada diam-diaman, Ayah Chyou yang sudah ditunggu oleh mereka bertiga pun sampai juga dirumah mewahnya.


" Ada apa Lii, ada apa??, dan kamu kenapa Dian menangis seperti itu?? ",, tanya Ayah Chyou dengan wajah yang benar-benar sangat kebingungan dan juga sangat khawatir sekali.


" Dian hamil Ayah, dan saat ini usia kehamilannya sudah memasuki minggu keempat ",, jawab Kak Lii kepada Ayah Chyou dengan segera.


Sama seperti yang lain, Ayah Chyou pun langsung juga sangat terkejut sekali mendengar perkataan dari Kak Lii.


Ayah Chyou tidak menyangka jika putri satu-satunya bisa mencoreng nama baik keluarga.


" Siapa Dian Ayah dari anak kamu itu, cepat katakan kepada Ayah!! ",, kata dari Ayah Chyou kepada Dian dengan nada yang sangat marah sekali.


" Aaric Ayah, Kakak kandung dari Ava ",, bukan Dian yang menjawab melainkan Kak Lii.


" Aaric?? ",, ulang nama dari Ayah Chyou kepada Kak Lii.


" Iya, dialah Ayah dari calon cucu Ayah ini ", jawab Kak Lii lagi kepada Ayah Chyou.


Tidak mau berlama-lama, setelah mendengar siapa Ayah dari calon cucunya, Ayah Chyou langsung saja menelfon Papah Zohan.


Dan Papah Zohan yang sedang bersantai diruang Keluarganya, karena dia tidak berangkat kekantor.


Papah Zohan juga dibuat sangat terkejut sama seperti yang lainnya ketika Ayah Chyou mengatakan jika Dian sedang hamil anaknya Aaric.


Setelah selesai berbincang sebentar melalui sambungan telefon, baik Ayah Chyou dan Papah Zohan akhirnya memutuskan untuk mengakhiri sambungan telefon mereka.


Dan Papah Zohan yang sudah mengakhiri sambungan telefonnya, dia pun langsung saja gantian menelfon Aaric untuk segera pulang kemansion saat itu juga.


...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...


...***TBC***...