
Derral hanya bisa melongo melihat Ava makan begitu lahapnya dijam yang sudah menunjukkan pukul satu dini hari tepat.
Dan Derral sendiri dia sampai sudah kenyang lebih dulu melihat cara Ava makan begitu menikmati sekali makanan yang tadi diantarkan oleh Senon.
" Daddy tidak makan??, ini cobain enak lho ",, kata Ava kepada Derral.
" Tidak,...... sudah kenyang,......... Mommy saja yang makan ",, jawab Derral kepada Ava.
" Iya sudah kalau tidak mau ",, kata Ava kepada Derral.
Sambil menikmati acara televisi yang sedang tayang, tidak sadar Ava sudah menghabiskan tiga porsi makanan yang dia makan.
" Aaah kenyang sekali perutku ",, kata Ava sambil mengusap perutnya.
" Daddy habiskan ",, perintah Ava kepada Derral.
" No Mommy, Daddy tidak bisa makan dijam segini ",, jawab Derral kepada Ava.
" Kenapa memangnya??, takut gemuk begitu??!!",, kata Ava kepada Derral.
" Salah satunya ya itu Mommy, hehehe ",, jawab Derral kepada Ava sambil tertawa.
" Tidak mau tahu pokoknya habiskan Daddy...... ",, kata Ava kepada Derral.
" Mommy pasti sudah kenyang, ayo kita tidur lagi yuk didalam kamar ",, ajak Derral mencoba mengalihkan pembicaraan.
" Tidak mau, Mommy mau melihat Daddy makan itu dulu ",, jawab kekeh dari Ava kepada Derral.
" Ayolah Daddy, masa Daddy tidak mau mengabulkan permintaan dari Mommy sih ",, kata Ava lagi kepada Derral dengan ekspresi seperti ingin menangis.
" Ok-ok, akan Daddy makan, Mommy jangan menangis ya, nanti baby love bisa ikutan bersedih ",, jawab Derral kepada Ava sambil mengusap lembut perutnya Ava juga.
Ava langsung saja tersenyum sangat manis sekali ketika mendengar jawaban dari Derral tadi.
Dan setelahnya Derral lalu mencoba mengambil salah satu makanan yang ada didepannya untuk dia nikmati dan juga habiskan.
" Hmm, not bad ",, kata Derral ketika sudah mencicipi satu gigitan.
Derral terus menikmati beberapa makanan itu, hingga tidak sadar tahu-tahu sudah habis dua porsi makanan dan beberapa camilan.
Ava yang melihat Derral akhirnya mau makan juga, dia merasa senang sekali.
Ava yang merasa kakinya capek dan menggantung terus daritadi, dia lalu menekan tombol yang ada dishofa untuk meluruskan kakinya.
Sambil menonton televisi, Ava terus mengusap-usap lembut perutnya hingga lama-kelamaan Ava pun terlelap sendiri dalam tidurnya.
Derral melihat jika mata Ava lama-lama menutup karena mengantuk, dan Derral hanya membiarkannya saja, karena dia sedang asik menikmati makanan yang sedang dimakannya.
Setelah dirasa perutnya sudah kenyang, Derral lalu mencoba mencari Senon yang ternyata dia sedang berkumpul ditaman belakang dekat kolam bersama para bodyguard yang sedang berjaga.
Senon yang dipanggil oleh Derral, dia langsung saja bergegas berdiri mendekati Derral, begitupun dengan para anak buah yang juga langsung pada berdiri untuk memberi hormat kepada Derral juga.
" Bawa semua kembali kebelakang sisa makanan tadi Senon, saya dan istri saya sudah kenyang ",, kata Derral sambil berjalan menuju keruang Keluarga lagi.
" Baik Tuan Derral ",, jawab Senon kepada Derral.
" Dan jika kalian semua mau menghabiskan semua makanan ini, habiskanlah, karena besok saya dan istri saya sudah tidak mau memakan ini lagi, sayang jika dibuang ",, kata Derral kepada Senon.
" Baik Tuan ",, jawab Senon lagi kepada Derral.
" Sudah sana bawa kebelakang, ini semua makanannya masih banyak, kamu makan saja sama yang lainnya tadi ",, kata Derral lagi kepada Senon.
" Baik Tuan, terimakasih, kalau begitu saya permisi dulu Tuan ",, kata Senon kepada Derral sambil menundukkan sedikit badannya.
Derral hanya mengangguk saja kepada Senon.
Dan setelahnya Senon langsung saja mendorong troli makanan tadi kebelakang.
Sedang Derral sepeninggalan dari Senon tadi, dia langsung saja mencoba menggendong Ava untuk dia pindahkan kedalam kamar.
Ava yang tahu jika dirinya sedang digendong oleh Derral, dia semakin mengeratkan pegangannya sambil menyembunyikan wajahnya kedada Derral.
Sesampainya didalam kamar, dengan perlahan Derral langsung saja menaruh Ava diatas ranjang mereka dan menyelimutinya dengan mesra.
Derral mencium kening Ava dengan sangat mesra sekali.
Setelahnya Derral berlalu kedalam kamar mandi untuk gosok gigi lagi.
Melihat jam yang sudah menujukkan hampir jam dua dini hari, mau tidak mau membuat Derral harus memaksakan diri untuk tidur lagi, walau perutnya terasa kenyang dan juga sudah tidak mengantuk lagi sebenarnya.
" Rasanya sangat susah sekali untuk tidur lagi ",, kata Derral kepada dirinya sendiri.
" Ko aku seperti melupakan sesuatu ya?? apa sih?? ",, kata Derral masih berbicara sendiri.
Sekarang posisinya diganti, tadi Ava yang tidak bisa tidur sekarang Derrallah yang gantian tidak bisa tidur.
Derral terus mengingat-ingat hal yang sedang dilupakannya itu, dan ketika dia sudah teringat dia lalu tersenyum sendiri.
" Astaga, iya aku melupakan belum menyapa baby loveku ",, kata Derral sambil tertawa.
Setelah berkata seperti itu, Derral lalu berganti posisi dengan memposisikan wajahnya tepat diperut Ava yang sudah terlihat membuncit.
Membuka selimut dan baju tidur yang dipakai oleh Ava yang sebelumnya sudah Derral lakukan terlebih dahulu.
Dan Ava yang merasakan Derral sedang membuka bajunya, dia hanya diam serta membiarkannya saja.
" Maafkan Daddy ya baby love ",, kata Derral kepada calon babynya sambil mengusap perut Ava.
" Bukannya Daddy melupakan baby love, hanya saja Daddy tadi sangat kecapekkan sekali ",, kata Derral lagi sambil mengajak berbicara calon babynya.
Ava yang mendengar Derral berbicara kepada calon baby mereka dan juga merasakan tangan sDerral edang mengusap perutnya, dia langsung saja tersenyum dalam diamnya.
Ava sangat menikmati sekali apa yang sedang dilakukan oleh Derral keperut buncitnya, dan lama-lama membuat Ava semakin mudah lelap saja dalam tidurnya.
" Apa kabar seharian ini baby love didalam perut Mommy, baby love tidak nakal kan?? ",, kata Derral terus mengajak berbicara calon babynya.
" Jangan nakal ya, kasihan Mommy nanti Mommy bisa merasa kesakitan ",, kata Derral lagi kepada babynya.
" Yang sehat ya sayang didalam sana, Daddy sama Mommy sudah tidak sabar menantikan kehadiranmu disini ",, kata Derral lagi dan lagi.
Setelahnya Derral terus menciumin lembut perut buncitnya Ava, mengusapnya dengan penuh sayang seperti yang biasa dia lakukan.
" Selamat tidur ya baby love, Daddy mau tidur dulu, karena nanti pagi Daddy mau berangkat bekerja lagi ",, kata Derral kepada baby love.
Dan sebelum berpisah ciuman lama Derral berikan keperut Ava, seakan dia sedang mencium baby lovenya.
Lalu Derral menutup kembali baju tidur yang dipakai oleh Ava dan juga menyelimutinya lagi.
Setelah itu Derral langsung mencoba tidur lagi sambil memeluk Ava dengan mesra sekali.
Walau cuma beberapa jam saja mereka tidur, itu lebih baik, daripada tidak tidur sama sekali.
Lagipula itu Perusahaan adalah Perusahaan mereka masing-masing, jadi jika mereka berangkat kesiangan sedikit tidak akan ada yang berani memarahi mereka.
Akan tetapi sikap mereka yang seperti itu sangat tidak patut sekali dicontoh oleh para karyawan kantor yang lainnya.
Tapi mau bagaimanapun juga baik Derral dan Ava memang ada hak penuh didalam Perusahaan mereka masing-masing.
...🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️...
...***TBC***...