Mafia's In Love

Mafia's In Love
Peresmian Z.E. Group Part. 2



“Selamat malam, tuan Daniel.”


Mendengar satu suara asing, secara perlahan Serena membalikkan tubuhnya. Serena tersenyum manis, saat pandangannya bertatap langsung dengan Zeroun saat ini.


“Erena ….” Zeroun terperanjat kaget, melihat wanita yang sangat ia rindukan kini ada di hadapannya. Bukan hanya Zeroun, mendengar Zeroun menyebut nama Erena, juga membuat jantung Daniel dan Tama berhenti berdetak.


“Kau masih hidup, sayang?” sambung Zeroun dengan mata berkaca-kaca.


Serena menatap bingung, wajah Zeroun yang kini berdiri di hadapannya. Serena merasakan aliran darah yang aneh, saat pertama kali berhadapan langsung dengan Zeroun. Sesuatu yang terasa hilang, saat ini terasa kembali.


Daniel dan Tama beranjak dari duduknya. Wajah keduanya sudah terlihat pucat pasi. Sesuatu yang selama ini mereka takuti, hari ini telah terjadi.


“Maaf tuan Zeroun. Tapi ini Serena, istri saya. Bukan Erena kekasih anda.” Dengan sekuat tenaga, Daniel menyangkal perkataan Zeroun saat ini. Daniel tidak ingin, Zeroun mengambil Serena dari genggaman tangannya.


“Kau tidak bisa membohongiku, tuan Daniel. Dia Erena! Aku sangat mengenalnya!” Zeroun terus menatap wajah Serena yang terlihat bingung. Tangannya sudah terkepal kuat, untuk menahan rindu yang bergejolak di dadanya.


“Maaf tuan, tapi apa yang di katakan oleh tuan Daniel benar. Nona Serena, bukan wanita yang sama dengan Erena.” Tama membantu Daniel untuk menyangkal perkataan Zeroun.


Tatapan Zeroun terus ia pusatkan pada wajah Serena, yang kini memandangnya tanpa kata.


“Katakan, kenapa kau melakukan semua ini? Apa misimu selanjutnya Erena! Apa ini salah satu trikmu, sayang?” Meraih tangan Serena.


“Jangan sentuh istriku!” ucap Daniel menahan emosi, saat melihat Zeroun ingin menggenggam tangan Serena.


“Siapa anda? Maaf, nama saya Serena, bukan Erena. Mungkin anda salah orang, tuan Zeroun,” jawab Serena pelan. Serena memandang Daniel dengan satu senyuman manis, “Ini suamiku, tuan.”


‘Senyuman itu, senyuman itu hanya milikku Erena. Kenapa kau memberikannya pada orang lain, di hadapanku. Apa yang terjadi, kenapa kau melakukan semua ini,’ gumam Zeroun dalam hati.


“Anda sudah dengar sendiri tuan. Kalau ini istri saya, Serena!” ucap Daniel dingin.


“Maafkan saya tuan Daniel. Mungkin karena saya sangat rindu dengan kekasih saya, hari ini.” Zeroun mengepal kuat kedua tangannya, untuk menahan amarah yang kini memenuhi dadanya. Namun Zeroun tidak ingin berbuat gegabah, ia menahan emosinya saat ini.


‘Apa dia mengakui, kalau nona Serena bukan orang yang sama dengan kekasihnya. Tapi pria itu bilang, kalau pria bernama Zeroun adalah kekasih nona Serena. Apa benar, Zeroun itu adalah orang sama dengan pria ini.' Batin Tama.


‘Apa yang telah terjadi, siapa Erena. Kenapa hatiku terasa sakit seperti ini.’ Serena hanya menatap Zeroun dengan wajah penuh tanya.


“Maafkan saya, karena sudah mengganggu ketenangan anda tuan. Silahkan menikmati, hidangan yang tersedia.” Tersenyum secara paksa.


Mata Zeroun terus memeriksa setiap inci tubuh Serena. Matanya terhenti pada bagian punggung Serena yang sedikit terbuka. Satu senyum bahagia, terukir kembali di bibirnya.


‘Bekas luka itu, semangkin meyakinkanku. Kalau kau adalah Erenaku yang telah lama menghilang,’ gumam Zeroun dalam hati.


“Sekali lagi, selamat tuan atas peresmian gedung ini.” Daniel mengulurkan tangan di depan Zeroun.


“Terima kasih.” Membalas uluran tangannya, dan kembali melirik ke arah Serena.


“Saya permisi dulu.” Zeroun berbalik arah, dan meninggalkan meja Daniel. Langkahnya semangkin ia percepat. Ada rasa ingin merebut Serena saat ini, namun hal itu masih ia tahan untuk menciptakan suasana tenang di gedung ini.


Daniel kembali duduk dan membuang napasnya kasar. Serena ikut duduk dan menggenggam tangan Daniel dengan penuh tanya.


“Siapa Erena? Kenapa dia memangilku dengan nama itu?” Serena menatap wajah Daniel untuk menuntut satu jawaban.


“Serena, kau adalah Serena. Istriku dan hanya milikku.” Daniel memvonis satu peryataan yang tidak dapat terbantahkan lagi.


Dari kejauhan, Zeroun tampak sedih melihat kebersamaan Serena dan Daniel saat ini. Hatinya terasa seperti di remas secara paksa. Sungguh ia sangat ingin memeluk Serena saat ini. Satu pria bertubuh tegab, menghampiri Zeroun saat ini. Membungkuk hormat untuk menerima perintah, dari sang majikan.


“Baik bos!”


Pria itu melangkah mundur untuk melaksanakan satu misi yang di perintah sang majikan.


Suasana pesta itu terlihat tenang dan tertib. Beberapa pelayan, terus menghidangkan aneka makanan di atas meja-meja para tamu undangan. Beberapa pelayan lainnya sibuk berlalu lalang, membawa satu nampan berisi minuman.


Hingga tiba-tiba. Satu sirine bahaya, membuat panik semua orang. Sirine itu terdengar jelas, satu pria paru baya dengan panik berteriak keras.


“Kebakaran!”


Suasana acara itu menjadi gaduh dan tidak tertib lagi. Daniel dan Tama, juga sudah terlihat panik mendengar kabar itu. Dengan erat, Daniel menggenggam tangan Serena dan membawanya pergi dari situ.


Serena menatap ke arah Zeroun yang terlihat dingin menatapnya. Hati Serena terasa sakit, saat melihat wajah Zeroun terlihat sedih. Zeroun membuat kosentrasi Serena menjadi pecah. Hingga akhirnya seseorang bertubuh tegab, menabrak tubuh Serena. Membuat genggaman tangan Daniel terlepas darinya. Puluhan orang yang panik, membuat Daniel kehilangan Serena.


Daniel terus mencari-cari keberadaan Serena. Namun sudah menghilang, tidak ada lagi seorangpun di dalam gedung itu. Tama yang kini ada disamping Daniel, mulai mengirim pesan singkat kepada Biao.


Serena terus berlari mengikuti langkah Zeroun. Zeroun terus menarik Serena dengan cepat dan membawanya ke suatu tempat. Membawa Serena masuk ke dalam dan mengunci pintu itu dengan cepat. Kini keduanya sudah berada di sebuah ruangan yang begitu luas.


“Katakan sayang, apa yang terjadi? Kenapa kau melakukan semua ini?” tanya Zeroun secara cepat, Zeroun benar-benar frustasi saat mengingat status Serena yang kini adalah istri Daniel, “Kenapa kau sejahat ini padaku, Erena!” Matanya berkaca-kaca.


Serena hanya diam tanpa ingin mengeluarkan kata. Tangannya terkepal kuat merasakan takut.


“Katakan sayang, jangan diam seperti ini!” Zeroun memegang kedua pipi Serena untuk menagih satu penjelasan.


“Maaf, tapi aku tidak mengenal anda tuan. Saya Serena, bukan Erena. Anda sudah salah orang,” ucap Serena pelan.


Deg! jantung Zeroun berhenti seketika, saat sosok wanita yang sangat ia cintai dan ia rindukan. Hari ini, di depan matanya, tidak lagi mengakui dirinya.


“Apa yang kau katakan, Erena?”


Serena menggeleng cepat, “Maaf tuan, tapi nama saya Serena.”


“Kau bohong Erena! Kau bohong!” Teriak Zeroun hingga memenuhi isi ruangan itu, “Katakan, apa misimu Erena! Kenapa kau menikah dengan Daniel! Kenapa Erena!” Emosi Zeroun benar-benar sudah terpancing. Zeroun mendorong tubuh Serena hingga terpojok di dinding. Mengunci kedua tangannya.


Serena menunduk dalam untuk menahan rasa takut. Buliran air mata kembali menetes di pelupuk matanya, tiba-tiba hatinya kembali mengingat nama Daniel yang kini tidak kunjung menolong dirinya.


“Kenapa kau menangis, Erena. Air mata apa ini?” Mengecup setiap tetes air mata yang menetes di pipi Serena.


“Jangan lakukan itu, aku mohon,” pinta Serena lirih.


Hal itu justru memancing api amarah dalam diri Zeroun. Zeroun menarik tubuh Serena ke dalam pelukannya, dan menciumnya dengan penuh hasrat. Serena terus berontak untuk memalingkan wajahnya dari Zeroun. Namun, dengan ahlinya Zeroun menemui bibir Serena dan menciumnya.


Semua rasa kerinduannya, ia lampiaskan saat ini juga. Zeroun mengunci kedua tangan Serena dan menciumnya dengan paksa.


Air mata Serena terus saja mengalir, saat menerima prilaku buruk dari Zeroun saat ini. Serena terus berontak dan ingin menendang Zeroun untuk bisa kabur dari sana. Namun, dengan cepat Zeroun menahan kaki Serena.


“Kau tidak akan bisa menyerangku, Erena! Hanya aku yang tahu semua kelemahanmu!”


**Ceritakan apa yang sekarang kamu rasakan, readers🤗


Like, Komen dan Vote**.