Mafia's In Love

Mafia's In Love
S2 Bab 77



Setelah mengganti pakaiannya yang basah. Serena masuk ke dalam mobil yang sama dengan wanita itu. Tiga mobil hitam melaju dengan cepat.


Serena tersenyum bahagia, seperti baru saja mendapat hadiah undian yang sangat besar. Ia duduk di samping wanita itu sambil memegang tangannya seperti seorang ibu.


“Kita mau kemana?” tanya Serena pelan.


“Kita akan pulang ke rumah. Mulai sekarang rumahmu ada di situ. Kau akan menemukan banyak saudaramu di sana.” Wanita itu tersenyum tipis.


Dua pengawal yang ada di bangku depan hanya bisa melirik ke arah spion. Tidak pernah mereka menemukan Big Bos wanita itu bersikap ramah seperti itu. Serena wanita pertama yang bisa mendapat perlakuan ramah dari dirinya.


Queen Star selalu saja membunuh orang yang sudah berhasil mengetahui identitas Big Bos mereka. Identitas Big Bos mereka selalu menjadi rahasia di dunia ini. Tidak ada yang berhasil mengetahui wajah pemimpin Queen Star, selain Zeroun Zein.


Ya, Wanita itu tertembak karena tembakan yang baru saja di lepas oleh Zeroun. Pria itu ingin membalaskan dendamnya untuk keluarga yang pernah dibantai oleh Queen Star.


Tetapi, Zeroun tidak berhasil mengetahui identitas Queen Star, dalam hidupnya ia hanya dendam sama wajah wanita itu. Sampai ujung dunia akan terus ia cari wajah wanita itu untuk membalaskan dendamnya.


Mobil-mobil itu berhenti di areal bukit yang dipenuhi taman bunga. Serena mencari-cari markas menyeramkan yang sejak tadi memenuhi isi kepalanya.


“Ayo, turun.” Wanita itu mengajak Serena turun dari dalam mobil.


“Taman bunga?” ucap Serena tidak percaya.


Wanita itu berjalan ke arah pohon besar yang ada di ujung taman. Serena mengikuti langkah wanita itu, beberapa orang yang sejak awal bersamanya pergi membawa mobil-mobil itu. Serena hanya menurut tanpa bisa mengeluarkan kata lagi.


Dengan tenang, wanita itu menyentuh salah satu bagian pohon. Pohon itu terbuka layaknya sebuah pintu.


“Ayo, Erena. Ini rumah kita.” Wanita itu melangkah masuk.


“Kenapa pohon ini bisa terbuka,” ucap Serena dengan bingung.


Pohon itu kembali tertutup saat Serena berada di dalamnya. Mereka berdua menuruni anak tangga, melewati lorong redup yang sangat panjang.


Serena tidak lagi ingin mengeluarkan kata, ia hanya mengikuti wanita itu untuk melihat kejutan berikutnya. Beberapa puluh meter kemudian, mereka tiba di satu ruangan yang sangat luas. Semua orang yang ada di tempat itu membungkuk hormat menyambut kedatangan wanita itu.


“Selamat malam, Bos.”


“Perkenalkan, ini adalah Erena. Mulai sekarang wanita ini akan menjadi bagian dari Queen Star.” Wanita itu menarik tangan Serena untuk diperkenalkan dengan semua anggota mafia Queen Star.


“Salam kenal,” jawab Serena dengan polos.


Wanita itu tertawa kecil saat mendengar kalimat yang baru saja diucapkan oleh Serena.


“Erena, kau bisa memanggilku Mommy. Aku wanita yang tidak memiliki nama, karena nama itu membuat satu ancaman untuk nyawaku.”


“Mommy?” ulang Serena dengan wajah bingung.


“Ya, Semua orang memanggilku dengan sebutan Bos. Tapi, aku ingin kau memanggilku Mommy. Kau juga mempunyai adik bernama Shabira, hingga waktunya tiba kau akan bertemu dengannya.” Wanita itu tersenyum penuh arti.


“Shabira? nama yang indah.” Hati Serena sangat berbunga-bunga saat itu. Selain memiliki sosok ibu, ia juga memiliki adik perempuan.


“Istirahatlah. Kita akan mulai latihan besok pagi.” Wanita itu memberi kode untuk membawa Serena pergi dari tempat itu.


“Saya akan mengantar anda, Bos.” Wanita muda menunduk di hadapan Serena.


“Bos?” tanya Serena lagi.


“Iya, Erena. Kau putriku. Mereka harus memanggilmu dengan sebutan itu.”


“Baiklah,” ucap Serena pasrah.


Serena mengikuti langkah wanita itu menuju ke arah ruangan lainnya. Ia berpapasan dengan pria yang tidak terlalu tua. Pria itu menatap tidak suka wajah Serena, matanya terpancar tatapan membunuh.


“Siapa pria itu?” bisik Serena pelan.


“Dia tangan kanan Bos besar, Bos. Pria paling menyeramkan. Sejak Queen Star berdiri, hanya pria itu yang sudah lama berada di Queen Star.” Wanita muda itu berbisik di telinga Serena.


“Dia yang paling lama? maksudnya yang lain pada kemana?” Serena mengerutkan dahinya.


Wanita itu mengkodekan dengan jari yang mengiris leher.


“Mat-i?" tanya Serena terpaku.


“Iya,” jawab wanita itu cepat.


“Siapa namamu? namaku Erena.” Serena mengulurkan tangan.


“Aku tidak memiliki nama, semua orang di sini tidak memiliki nama, Bos.” Wanita itu beranjak dari duduknya.


Serena hanya diam memandang wanita itu berlalu pergi meninggalkan kamarnya.


Apa langkahku sudah benar? aku masuk ke dunia seperti ini hanya untuk menghindari perjodohan dengan CEO muda itu.


Serena menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


“Sudah terlanjur, aku hanya perlu menikmati hidupku mulai detik ini.”


Sejak malam itu, Serena tidak pernah kembali ke rumah Tuan Wang. Tuan Wang mengirim semua pengawal miliknya untuk mencari keberadaan Serena. Tapi, tidak satu orangpun berhasil menemukan Serena. Queen Star memang sangat sulit untuk ditemukan. Tidak ada satu orangpun yang berhasil menemukan markas Queen Star sampai detik ini.


Satu tahun telah berlalu. Ilmu bela diri Serena samakin tinggi. Wanita berusia 24 tahun itu sudah bisa menguasai aneka teknik menembak. Bahkan ia juga bisa berprofesi sebagai dokter dalam situasi mendesak. Hampir seluru misi Queen Star, dipimpin langsung oleh Serena.


Sore itu, wanita yang ia panggil Mommy dalam keadaan sekarat. Sakit kanker yang selama ini ia derita sudah semakin parah dan sudah tidak bisa tertolong lagi.


Serena duduk di samping wanita itu untuk mendengar wasiat terakhir yang ingin wanita itu katakan.


“Serena, pergilah ke kota Taf Po. Temui Shabira, di kota itu. Kalian harus melanjutkan misi-misi Queen Star selanjutnya. Aku sudah tidak memiliki banyak waktu lagi, untuk menemani hidupmu.” Wanita itu mengelus lembut rambut Serena.


“Kau bisa menganggap Shabira sebagai adik. Tapi, saat kalian menjalankan misi wanita itu adalah bawahanmu. Ingat selalu aturan yang ada Erena. Jangan pernah biarkan orang lain lolos dan bisa menghirup udara bebas, saat mereka berhasil mengetahui identitasmu.” Wanita itu mengungkapkan isi hatinya dengan penuh penekanan.


“Mommy, jangan tinggalin aku.” Buliran air mata menetes di pipi Serena.


“Erena! apa yang kau lakukan. Kau ketua mafia Queen Star. Jangan menangis seperti gadis manja pada umumnya. Beberapa misi yang ada di Kota Taf Po sudah di susun dengan rapi. Selesaikan misi itu dan kembali ke Kota ini secepatnya. Jika nanti kau kembali saat aku sudah tiada, kau harus tetap ingat perkataanku. Membunuh tanpa menggunakan hati. Buang semua perasaan kasihan yang pernah ada di dalam hatimu, Erena.”


Serena hanya mengangguk cepat, “Aku akan mengingat pesan itu, Mommy. Aku pergi dulu.”


Wanita itu tersenyum dengan penuh bahagia, saat melepas kepergian Serena sore itu.


“Aku bisa meninggalkan dunia ini dengan tenang sekarang. Erena akan tetap membuat Queen Star jaya dan tidak terkalahkan. Aku sudah mewariskan Queen Star di tangan wanita yang tepat.”


***


Kota Taf Po. Hongkong


Serena baru saja tiba di markas baru miliknya. Sosok wanita berambut panjang dengan wajah yang sangat cantik menyambut kedatangannya malam itu. Sejak pertama kali melihat wajah Shabira, Serena sudah menganggap wanita itu sebagai adik yang akan ia lindungi.


“Selamat malam, Bos. Saya Shabira.” Shabira menunduk hormat menyambut kedatangan Serena malam itu.


“Aku sudah tahu, kalau kau adalah Shabira.” Serena tersenyum ramah memandang wajah Sahbira.


“Mulai detik ini, saya akan melindungi anda, Bos.” Shabira menundukkan kepalanya karena takut memandang wajah Serena.


“Ayo kita masuk, Shabira.” Serena menggandeng tangan Shabira layaknya seorang adik. Hal itu membuat semua orang terbelalak kaget saat melihat keakraban antara Serena dan Shabira.


“Mommy bilang harus menganggapmu bawahanku saat bekerja, itu berarti di markas ini aku adalah Kakakmu.” Serena terus berjalan sambil menggandeng tangan Shabira.


Shabira tersenyum bahagia, saat mendengar perkataan Serena.


Kakak … apa sekarang aku memiliki kakak.


Sejak pertemuan pertama itu, Shabira selalu ada di samping Serena. Serena tidak pernah lagi ingat dengan nama Tuan Wang. Serena menikmati hidupnya dengan bahagia.


Tetapi, walapun ia ketua mafia Queen Star. Tidak bisa dipungkiri dia adalah putri dari Tuan Wang. Siang itu Serena tertangkap oleh pasukan khusus yang di kirim oleh Tuan Wang. Serena melarang semua bawahannya untuk membantai habis pasukan khusus itu.


Serena menurut untuk pulang ke rumah. Ia ingin menceritakan semua perjalanan hidupnya setahun terakhir ini kepada Tuan Wang. Hatinya dipenuhi harapan besar, kalau Tuan Wang akan melupakan perjodohan dirinya dengan CEO muda itu.


Plaak!


Satu tamparan membekas di pipi kiri Serena.


“Apa yang sudah kau lakukan, Erena! Lihatlah penampilanmu sekarang, kau berubah menjadi berandal.”


Tuan Wang mengepal kuat tangannya, saat melihat penampilan putri semata wayangnya itu.


“Apa sekarang aku sudah pantas, untuk mencari pria yang aku cintai itu, Pa?” Serena menatap wajah Tuan Wang dengan begitu berani.


“Kau sudah berubah, Serena. Kurung anak ini di dalam kamar. Secepatnya aku akan mengadakan pesta pertunangan di rumah ini.” Tuan Wang memalingkan pandangannya dari Serena dengan wajah kecewa.


“Papa masih ingin menjodohkanku dengan pria lemah itu?” teriak Serena tidak terima.


“Jaga ucapanmu Serena, Daniel adalah pria yang pantas untuk menjadi suamimu. Pria itu akan memberikanmu kebahagiaan dan kehormatan yang tiada tara.” Tuan Wang masih menahan amarahnya.


“Daniel? Aku tidak peduli dengan nama pria itu. Aku menolak pertunangan ini, Pa. Aku akan kembali ke duniaku. Tempat itu membuatku bebas. Di rumah ini aku selalu menjadi boneka Papa. Papa selalu mengatur hidupku, bahkan pernikahaan yang hanya terjadi sekali seumur hidupku ini, juga papa atur dengan begitu mudah.” Serena memutar tubuhnya untuk pergi meninggalkan rumah.


“Erena! tangkap dia, dan jangan biarkan ia kabur lagi!” perintah Tuan dengan penuh emosi.


Dengan cepat, Serena merebut pistol dengan ilmu bela diri yang ia miliki. Serena menembak semua pengawal yang ingin menangkap dirinya saat itu. Puluhan tembakan Serena lepas, hingga semua pengawal yang berjaga di rumah utama Wang itu tergeletak di lantai.


“Erena ….” ucap Tuan Wang tidak percaya.


“Jangan pernah mencariku lagi, Pa. Jika Papa tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi. Sebaiknya Papa harus memikirkan nyawa bawahan Papa sebelum mengirim mereka untuk menangkapku lagi. Sampai kapanpun, aku hanya ingin menikah dengan pria yang aku cintai.” Serena pergi meninggalkan rumah Tuan Wang. Hatinya diselimuti kecewa yang begitu besar.


“Daniel. jika waktunya tiba, aku juga akan membunuh pria itu!” ucap Serena penuh dendam.


.


.


Baca Juga karya kedua Author, "Permaisuri Modern". Udah ada lebih 30 Bab lho.😊