
ALCO group.
Sonia duduk di sebuah kursi berwarna hitam. Wajahnya terlihat berseri karena bahagia.
Seorang pria yang menjadi bawahannya selama ini, terlihat berdiri di depan meja. Menyerahkan beberapa berkas hasil penyelidikannya selama ini.
“Kita masih mengeluarkan satu musuh untuknya. Mereka sudah terlihat begitu sibuk. Aku tidak pernah menyangka, kalau wanita itu pemimpin satu geng mafia. Apa wanita berbahaya seperti itu, yang membuat Daniel jatuh cinta padanya.”
Sonia mengambil beberapa berkas yang tergeletak di atas meja. Matanya berubah tajam dengan ukiran senyuman licik.
“Seharusnya dia mati dalam ledakan itu. Tapi, itu tidak jadi masalah. Wanita itu akan menyiksa Serena bukan?” Sonia menatap bawahannya.
“Benar, Nona. Wanita itu memiliki dendam yang sangat besar kepadanya.” Pria itu membungkuk hormat.
“Aku akan mengirim beberapa musuh masa lalu Serena yang lain lagi. Kita lihat, bagaimana jadinya ketika semua musuh yang ia miliki bergabung menjadi satu untuk membunuhnya. Saat ini, Daniel juga tidak akan menang melawan mafia-mafia itu.”
Sonia tertawa bahagia. Ia sudah tidak sabar untuk melihat kehancuran Serena saat ini.
“Saya sudah mengatur semuanya, Nona. Kali ini, wanita itu tidak akan bisa lolos lagi.”
“Seharusnya kita menyiapkan bunga yang indah untuk pemakamannya nanti.” Sonia beranjak dari duduknya, menatap luar jendela.
“Meskipun ia sudah tidak bernyawa, hal itu tidak akan pernah bisa, membayar rasa sakit hatiku selama ini!” Mata Sonia sudah dipenuhi kebencian.
“Nona, apa anda ingin melakukan rencana lain?” tanya pria itu dengan raut wajah bingung.
“Tidak ada. Aku hanya ingin duduk di sini sambil menonton pertunjukan yang akan segera di mulai.” Sonia benar-benar bahagia, saat melihat musuh yang paling ia benci tersiksa di luar sana.
Rumah Zeroun Zein.
Kenzo menghentikan mobilnya di depan pintu masuk rumah Zeroun. Beberapa pengawal menunduk hormat untuk menyambut kedatangannya siang itu.
“Selamat siang, Tuan. Ada yang bisa saya bantu?” ucap pengawal itu dengan penuh hormat.
“Dimana Zeroun? aku ingin menemuinya.”
“Tuan Zeroun ada di ruang kerja, mari saya antar, Tuan.”
Kenzo mengikuti langkah pria itu dari belakang. Ia sudah tidak sabar untuk menemui Zeroun dan meminta pertolongan Zeroun saat ini.
Pelayan itu mengangkat satu tangannya untuk mengetuk pintu. Kenzo tidak lagi mau menunggu, dengan cepat ia membuka pintu itu dan masuk ke dalam ruangan.
Di dalam ruangan, Zeroun duduk di sebuah kursi. Lukas berdiri di depan meja dengan posisi berhadapan dengan Zeroun. Keduanya terperanjat kaget, saat melihat Kenzo muncul dari balik pintu.
“Zeroun, ada yang ingin aku bicarakan padamu.” Kenzo berjalan cepat mendekati Zeroun.
Lukas menatap tajam ke arah pengawal yang berdiri di belakang Kenzo. Pengawal itu menunduk hormat dengan penuh rasa bersalah, “Maaf, Tuan. Saya sudah meminta Tuan Kenzo untuk menunggu, tapi ….”
“Keluar dari sini!” bentak Lukas kepada pengawal itu.
Tidak banyak membantah lagi, pengawal itu pergi meninggalkan ruang kerja milik Zeroun.
“Ada apa, Kenzo? kenapa wajahmu terlihat panik seperti itu?” Zeroun memandang Kenzo dengan santai dan tersenyum.
“Zeroun, aku butuh bantuanmu saat ini.” Kenzo mendekati meja Zeroun.
“Duduklah.” Zeroun menunjuk ke arah kursi yang ada di hadapannya.
Zeroun diam sejenak, menatap wajah Lukas dan Kenzo bergantian. Ia bersandar sambil menarik napas dalam.
“Maaf, Kenzo. Tapi aku tidak bisa melakukan hal itu.” Zeroun memalingkan wajahnya dari Kenzo.
“Aku tahu, bagaimana hubungan kalian bertiga. Tapi, saat ini aku butuh bantuanmu.”
Kenzo terus berusaha memohon kepada Zeroun.
“Kenzo, kau tahu. Bagaimana kuatnya Gold Dragon yang aku miliki. Sangat sulit untuk membubarkan Gold Dragon waktu itu. Jika saat ini aku menghidupkan Gold Dragon lagi, aku harus memimpin mereka lagi. Aku tidak mau melakukan hal itu.” Zeroun menjelaskan alasan dirinya menolak permintaan Kenzo.
“Ini semua demi menyelamatkan nyawa Serena. Dia berada di Thailand. Adik James yang menyekap Serena saat ini. Aku dan Daniel sudah kehabisan banyak pasukan. Kami tidak akan menang melawan Laura saat ini.” Kenzo meninggikan nada bicaranya.
“Kau tahu, aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Erena. Dia juga sudah memiliki suamikan? Aku ingin lihat, sampai dimana suaminya berhasil untuk menolongnya.” Zeroun tersenyum tipis.
“Zeroun! awalnya aku pikir kau masih sahabatku. Tapi, setelah mendengar semua perkataanmu saat ini … Aku merasa kecewa dan menyesal karena sudah mengenal dirimu!” Kenzo beranjak dari duduknya.
“Kenzo. Satu hal yang harus kau tahu. Setelah aku berhasil menyelamatkan Erena, dia akan kembali dengan pria itu dan hidup bahagia dengannya. Aku harus kembali menjadi mafia, karena sudah menghidupkan Gold Dragon. Apa ini adil untuk hidupku?” Zeroun menatap mata Kenzo dengan seksama.
“Dimana letak kekejamanku, Kenzo? apa yang kau lakukan jika kau berada di posisiku saat ini?” sambung Zeroun lagi.
Kenzo menarik napas dalam, “Aku tidak akan pernah membiarkan wanita yang aku cintai mencintai orang lain. Tapi, jika dia mencintai pria lain dan bahagia dengan pria lain. Aku akan melindunginya dengan seluruh nyawa yang aku miliki.” Kenzo berjalan pergi meninggalkan Zeroun.
“Kenzo. Aku akan menolong Erena. Jika pria itu berjanji untuk menceraikan Erena!” Zeroun memalingkan pandangannya.
Kenzo menghentikan langkah kakinya. Menatap wajah Zeroun dengan penuh kebencian.
“Terima kasih atas tawarannya. Tapi aku tidak akan mengambil pilihan itu. Aku akan mencari cara lain untuk menyelamatkan nyawa Serena. Serena bukan barang yang bisa di beli atau di tukarkan. Dia wanita yang sangat berharga dan harus selalu dilindungi.”
Kenzo melanjutkan langkah kakinya, dan pergi meninggalkan ruang kerja milik Zeroun.
Zeroun hanya diam mendengar perkataan Kenzo. Ia mengepal kuat tangannya, untuk meredakan emosi yang memenuhi isi pikirannya saat ini.
“Tuan. Kenapa anda mengatakan hal itu?” Lukas mendekati posisi Zeroun.
“Apa yang harus aku katakan? aku tidak perlu mengatakan yang sejujurnya. Kalau aku sudah menghidupkan Gold Dragon lagi saat ini? Mereka akan memanfaatkan kepedulianku terhadap Erena.” Zeroun memandang wajah Lukas.
“Anda ingin menolong Nona Erena secara diam-diam?” Lukas mulai memahami situasi yang terjadi.
Sejak awal, Zeroun sudah menghubungi semua pasukan yang ia miliki. Seluruh anggota mafia Gold Dragon juga sudah menunggu kedatangannya saat ini. Zeroun dan Lukas hanya tinggal berangkat ke Thailand untuk menyelamatkan nyawa Serena.
“Itu jauh lebih baik. Daripada harus bekerja sama dengan mereka.” Zeroun berjalan ke arah foto Serena yang terpajang di dinding.
“Aku yakin. Pria itu tidak akan mungkin mau menceraikan Erena.” Zeroun menyentuh wajah Serena yang ada di foto.
“Tuan. Laura juga bukan lawan yang mudah untuk kita kalahkan. Dia pasti sudah menyiapkan strategi untuk melindungi hidupnya dari serangan kita.”
“Tapi dia hanya seorang wanita. Aku yakin, ia juga memiliki kelemahan. Sebelum berangkat, aku ingin kau memberi pelajaran pada wanita bernama Sonia. Pastikan ia tidak bisa tertawa lagi mulai detik ini!” Zeroun memasang wajah membunuh.
“Baik, Tuan. Saya akan memberi pelajaran pada wanita itu.” Lukas berjalan pergi meninggalkan Zeroun di ruang kerjanya.
Zeroun kembali memandang wajah Serena yang tersenyum manis.
Aku akan membalas budi, untuk kedua kalinya. Kerena dua kali kau menyelamatkan nyawaku waktu itu. Setelah ini kita impas. Aku tidak memiliki hutang budi lagi padamu, Erena. Nyawa di bayar nyawa. Bukankah itu prinsip hidupmu dulu.