Mafia's In Love

Mafia's In Love
Erena dan Shabira



Di dalam mobil, Mr. X kembali mengingat satu nama yang sempat disebutkan oleh Biao. Pikirannya kembali dipenuhi rasa penasaran yang amat dalam, kepada pemilik nama. Padahal, rasa penasarannya akan segera terjawab beberapa saat yang lalu. Namun, semua harus gagal ketika Kenzo datang dan merusak semua misi yang sudah ia susun rapi.


Serena, nama itu mengingatkanku pada dirimu sayang.


Mr. X kembali membayangkan wajah Erena.


Di sebuah resto ternama yang ada di pusat kota. Rombongan Mr.X dan Kenzo kini telah tiba di sana. Tidak lagi dengan tampilan menyolok, mereka masuk hanya membawa dua orang pengawal saja. Sisanya terlihat berjaga di depan resto. Satu ruangan yang bersifat privat, menjadi pilihan mereka untuk duduk dan bercerita saat ini. Hanya Mr.X dan Kenzo yang masuk ke dalam ruangan itu. Beberapa pengawal tampak berjaga dari balik kaca yang kini membatasi ruangan itu.


“Apa hubunganmu dengan Daniel?” tanya Kenzo cepat.


“Kami hanya rekan bisnis Kenzo, tidak lebih,” jawab Mr.X santai.


“Untuk apa bunga itu kau kirimkan?” tanya Kenzo dengan tatapan curiga.


“Aku hanya menjenguk istri dari rekan bisnisku saat ini, apa itu salah?” Mr. X masih dengan wajah tidak bersalah.


“Daniel adalah sepupuku, kami bersaudara. Jangan pernah memiliki niat buruk padanya, terutama dengan Serena!” tegas Kenzo dengan tatapan tajam.


“Serena?” ulang Mr.X lagi, yang memang sejak tadi sudah memenuhi isi kepalanya.


“Jangan berpikir terlalu jauh! Serena sangat jauh berbeda dengan Erena!” sambung Kenzo, yang seolah mengerti isi pikiran Mr.X.


Mr. X kembali diam, hatinya kembali berfikir jernih. Meskipun ia sempat manaruh curiga dengan Serena karena kemiripan nama yang mereka miliki. Namun, perkataan Kenzo barusan, menyadarkan dirinya. Kalau Erena yang ia miliki sudah tiada dan tidak akan pernah kembali.


“Apa yang terjadi pada Erena?” tanya Kenzo penasaran.


Mr. X tertunduk dalam dan kembali mengingat memori yang terjadi sebelum ia kehilangan sang kekasih.


1 hari sebelum Erena kecelakaan…


Disebuah rumah yang sangat mewah nan megah. Terdapat banyak pengawal yang berserak di sembarang arah. Bukan pengawal dengan level yang biasa, satu senjata api selalu menemani langkah mereka kesana kemari. Di dalam ruangan yang berukuran sedang, terlihat Erena yang sedang duduk santai dengan satu apel merah yang kini ada di genggaman tangan kirinya. Lembar demi lembar majalah ia buka, untuk mencari informasi yang sedang ia cari saat ini.


“Sayang, apa kau tahu. Kemana Shabira pergi?” tanya Mr. X pada Erena.


Erena terlihat menghentikan kegiatannya saat ini. Tatapan matanya kini ia fokuskan pada sosok pria yang sudah berada di kursi yang sama dengannya.


“Aku tidak tahu!” jawabnya singkat, namun sangat jelas raut wajahnya sedang menyimpan sebuah rahasia.


“Apa kau yakin?” tanyanya lagi.


“Aku tidak suka ia menikah dengan pria itu!” tegas Erena yang kembali membuka majalah.


“Erena sayang, apa yang kau katakan pada Shabira? hingga dia mau untuk meninggalkan pria yang sangat ia cintai?”


“Untuk apa dia menikah dengan pria itu, sedangkan nyawanya dalam bahaya!” teriak Erena yang kini sudah berdiri dari duduknya. Satu buah majalah yang sejak tadi ia baca, juga sudah jatuh di atas karpet.


“Aku tidak ingin membahas hal itu, saat ini!” Serena melangkah pergi meninggalkan ruangan itu dengan perasaan emosi.


***


Mr. X kembali sadar atas lamunannya beberapa detik yang lalu, kini tatapan matanya kembali ia alihkan pada Kenzo yang terlihat sudah menagih satu penjelasan.


“Aku tidak tahu, apa yang menyebabkan kecelakaan itu terjadi. Malam itu, aku mendapatkan kabar tentang kecelakaan Erena. Aku sudah menyuruh orang untuk memeriksa lokasi kecelakaan. Tapi mereka tidak menemukan tubuh Erena di sana,” jawab Mr. X dengan tatapan tajam.


Mr. X tidak ingin memberi tahu cerita yang sebenarnya. Rasa cintanya yang amat besar pada Erena, membuat dirinya berbohong pada Kenzo. Meskipun ia tahu, kalau Erena lah penyebab Shabira hilang di saat pesta pernikahannya dengan Kenzo.


“Lalu, kenapa kau mengatakan kalau Erena telah meninggal? apa kau berusaha untuk membohongiku?” tanya Kenzo yang masih belum percaya pada Mr. X.


“Satu hari setelah kecelakaan, aku mendapatkan kabar kalau Erena sudah ditemukan. Tapi aku hanya bisa melihat petinya dari jarak jahu. Erena sudah tidak bernyawa dan pergi meninggalkanku untuk selamanya. Aku merahasiakan semua ini, untuk melindungi identitas Erena,” ucap Mr. X yang sudah dipenuhi dengan raut wajah sedih.


“Kau yakin? jika Erena sudah tiada?” tanya Kenzo yang masih tidak percaya dengan cerita Mr. X.


“Apa kau fikir aku mengarang sebuah cerita tentang kematian kekasihku, Kenzo?” seru Mr. X yang sudah mulai emosi.


Satu pelayan wanita, masuk membawa dua gelas kosong dan satu botol minuman. Perlahan ia menuang minuman itu, untuk mengisi gelas kosong yang kini ada di hadapan Mr. X dan Kenzo.


“Maaf, aku tidak bermaksud seperti itu. Tapi Erena wanita yang tangguh, tidak semudah itu Erena pergi meninggalkan dunia ini. Hanya karena kecelakaan mobil?” jelas Kenzo sambil meneguk satu gelas minuman yang kini ada di hadapannya.


Satu kalimat yang baru saja di ucapkan oleh Kenzo, membuat secercah harapan baru bagi dirinya. Hatinya yang selama ini sudah merelakan Erena untuk pergi selama-lamanya, kini kembali muncul satu harapan baru. Satu harapan besar, kalau Erena memang benar masih hidup. Harapan mustahil yang tidak pernah terlintas di dalam pikirannya.


“Aku tidak ingin membahas tentang Erena. Aku hanya ingin mengatakan satu kebenaran, kalau aku tidak pernah tahu kemana Shabira pergi,” ucap Mr.X yang juga mengambil gelas yang sudah berisi minuman itu.


Pembicaraan antara Mr. X dan Kenzo, kali ini membuahkan hasil. Kenzo tidak lagi menyimpan curiga pada Mr. X atas hilangnya sang kekasih. Kenzo sangat tahu, kalau wanita yang selama ini ia cintai adalah orang kepercayaan Erena.


Hilangnya Shabira dan Erena dalam waktu yang berdekatan, membuat Kenzo menyimpan curiga pada Mr. X. Kalau dirinya adalah dalang dari semua masalah yang hadir dalam hidupnya. Namun, semua tuduhannya kepada Mr. X selama ini tidak benar. Bahkan, orang yang ia tuduh untuk menyembunyikan sang kekasih, kini sudah tiada di dunia ini.


Matahari semangkin bersinar, terik matahari sudah sangat terasa di kulit. Mr. X dan Kenzo sudah berpisah, dan kembali melanjutkan urusan mereka masing-masing. Meskipun pertemuan kali ini menghapus tuduhannya pada Mr.X selama ini. Tapi, masih tersimpan raut wajah curiga di diri Kenzo saat ini.


Kenzo sudah sejak lama mengenal Mr. X. Bahkan, kedekatan mereka saat itu, sempat menimbulkan tali persahabatan di antara keduanya. Namun, semua hancur saat Shabira hilang. Kehilangan Shabira juga di susul dengan hilangnya Erena dan Mr. X waktu itu.


“Aku tahu, kau sedang merencanakan sesuatu pada Daniel dan Serena. Aku tidak akan membiarkan mereka dalam bahaya!” Kenzo melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.


**Hai readers,,, buat yang belum kasih bintang 5 tolong kasih bintang 5 ya. Dan buat yang belum favorit, monggoh di jadikan favorit.


Bantu Author promo ya, soalnya ada target pembaca yang author targetkan. Kalau uda tercapai, author jdi lebih fokus up Novelnya.


Like, komen dan Vote jangan lupa...


Terimah kasih sudah membaca...😊**