
Hai Hai, Saya Sisca Nasty.
Bagi Reader yg suka baca Fantasi Time Travel
Bisa baca karya ke dua Author.
Judul Karya : Permaisuri Modern
ini adalah cuplikan Prolog, jika penasaran bisa lanjut baca di novelnya ya.
Terima kasih.
Prolog
Seorang pria mengenakan pakaian kantor, masuk ke dalam kamar. Ia membuka jas kerja yang ia kenakan. Membuangnya sembarangan ke permukaan lantai. Melonggarkan dasi, dan melepaskannya. Membuka satu persatu kancing kemeja putih yang kini ia kenakan.
Tatapan matanya ia fokuskan pada wanita cantik, yang kini tertidur di hadapannya. Wanita itu tidur dengan tenang, mengenakan piyama berbahan satin warna cokelat. Selembar selimut, menutupi tubuhnya. Ia tidak pernah menyadari, kehadiran pria yang kini mendekatinya.
Pria itu menarik selimutnya dengan paksa, melemparkannya ke lantai. Wanita itu terbelalak kaget. Belum sempat ia teriak, pria itu sudah mengunci mulutnya dengan kecupan. Dengan sekuat tenaga, ia mendorong pria itu namun tidak berhasil.
Pria itu terlalu kuat, untuk menjadi lawannya malam ini. Buliran air mata menetes. Hingga akhirnya, ia menyerah dengan pria itu. Wanita itu duduk di atas tempat tidur, sambil menutupi bagian d**anya. Ia menatap pria yang kini ada disampingnya, dengan penuh kebencian.
Tubuh keduanya tidak lagi mengenakan sehelai benangpun. Wanita itu mengutip semua pakaian yang berserak. Sambil menangis terisak-isak, ia mengenakan pakaiannya lagi. Berlari keluar kamar, dengan rasa takut yang amat dalam.
Ia berlari kencang dengan tatapan mata ke bawah. Buliran air mata semakin deras membasahi pipinya. Ia menabrak satu pria, menatapnya dengan bingung.
“Shu Qi, apa yang terjadi? Kenapa kau menangis?” Pria itu menyentuh pipinya dengan raut wajah khawatir.
“Aku Dong Ming! apa yang terjadi?” tanyanya penuh rasa curiga.
“Ada pria jahat di dalam situ.” Wanita itu menunjuk ke arah kamar yang tadi ia tiduri.
“Siapa yang jahat? apa ada seseorang yang mengganggumu?” Wajahnya berubah, ia menatap ke arah kamar dengan penuh amarah.
Wanita itu hanya mengangguk takut, “Pria itu memaksaku untuk melakukan … hal yang tidak seharusnya kami lakukan,” ucapnya dengan suara serak.
“Pria itu berani menyentuhmu?” Ia mengepal kuat kedua tangannya, menahan amarah.
“Siapa yang berani masuk ke rumahku!” teriaknya penuh amarah.
Wanita itu menggeleng takut. Ia tidak kenal pria yang di kamar, maupun yang kini ada di hadapannya.
Tanpa banyak tanya, pria itu berjalan ke arah kamar. Wanita itu masih menghapus air matanya yang menetes, ia berlari ke arah pintu. Membuka pintu dengan paksa, ia semakin bingung memperhatikan keadaan sekitar.
Lanjut baca di Permaisuri Modern ya.😊
#########№###########
Bagi yang suka baca Chat Story'.
judulnya "Ketika Mama Pergi"