Mafia's In Love

Mafia's In Love
Novel Temen SkySal



Hallo reader tercinta. Author bawa novel bagus ne. Yang patut kalian baca. Uda tamat juga. Pastinya action donk. Kan reader Sisca Nasty reader action. Gak mungkin saya bawa novel horor😅


bisa di cek ya. Karena ada di Noveltoon juga.



Judul : Lentera Don Gabriel Emerson


Penulis : SkySal


Firda mengusap air mata yg mengalir di pipi nya, ia menarik nafas dalam dalam dan menghembuskan nya perlahan. Firda memandang keluar gerbang, ia ingin pergi, ia tak mungkin tinggal bersama seorang kriminal, bahkan nyawa nya hampir saja melayang dan kapan saja bisa melayang karena suami nya.


Firda hendak melangkah keluar namun kaki nya seperti menolak melangkah. Firda mencoba menguatkan hati nya dan mengatakan pada diri nya sendiri bahwa ia memang harus pergi, ini sudah keputusan yg sangat benar.


"pergilah, Firda..."


"Tidak mungkin kamu bisa hidup dengan seorang Mafia..."


"Suami mu mempersilahkan mu pergi..."


"Berada di sisi nya sama saja menantang maut..."


Suara suara itu mencoba menguatkan tekad Firda namun tetap saja, pada akhir nya ia berbalik dan malah berlari masuk ke dalam rumah dengan berderai air mata.


Firda berlari memasuki rumah, ia menaiki anak tangga dengan tidak sabar ingin segera bertemu dengan Gabriel.


Firda membuka pintu kamarnya dan ia mendapati Gabriel yg meringkuk di tepi ranjang, membelakangi nya.


Firda langsung masuk dan ia merangkak naik ke atas ranjang, membuat Gabriel tersentak kaget dan langsung menolehkan kepala nya.


Firda melihat wajah Gabriel sembab, airmata bahkan masih mengalir di sudut mata Gabriel. Gabriel menangis untuk pertama kalinya dan itu membuat hati Firda tercubit, dadanya terasa sesak melihat kelemahan sang suami.


Sementara Gabriel yg melihat Firda kembali merasa tidak percaya dan ia hanya tercengang, menganggap semua ini hanya mimpi.


Namun saat ia merasakan Firda mendekap nya dan mencium ubun ubun nya berkali kali, Gabriel tahu ini bukan mimpi apa lagi saat air mata Firda jatuh memabasahi kening nya.


"Kamu kembali... '' entah itu pertanyaan atau pernyataan, namun Gabriel berkata dengan begitu lirih dan penuh haru. Ia mendesakan wajahnya di perut Firda dan Firda mendekap sang suami dengan erat.


Keduanya sama sama tak berbicara dan hanya terdengar suara tangisan yang semakin lama semakin mereda.


Firda masih mendekap Gabriel dan masih terus menghujani kepala dan kening suaminya itu dengan ciuman dan kecupan.


"Jangan meninggalkan ku..." lirih Gabriel akhirnya sambil menghirup aroma sang istri, ia melingkarkan tangannya di pinggang Firda dengan erat.


"Aku mencintaimu..." ucap Firda yg membuat Gabriel langsung mendongak, menatap Firda tak percaya. Pupil matanya melebar dan bibir nya sedikit terbuka, Gabriel merasa ia sedang bermimpi atau berhalusinasi sekarang. Namun pemikiran itu musnah saat ia merasakan tangan mungil Firda membelai pipinya dan menghapus air matanya dengan begitu lembut.


"Aku ingin meninggalkan mu, aku takut pada mu" ucap Firda masih menghapus air mata Gabriel dan kemudian membelai rambut Gabriel


"Tapi aku mencintai mu, aku tidak bisa pergi karena aku mencintaimu. Aku tahu aku bisa saja mati karena mu, tapi tetap saja hati ku meneriakan cinta untuk mu" tutur nya yg membuat jantung Gabriel seperti akan melompat dari tempat nya dan ia masih tercengang, mencoba mencerna apa yg sedang di ungkapkan istri nya.


"Dan karena aku mencintaimu, aku tidak akan pergi dari sisi mu. Aku akan bertahan semampu ku di sisi mu, asalkan jangan pernah kamu kembali pada dunia hitam itu"


Gabriel langsung menganggukan kepalanya dan ia menarik tangan Firda yg masih setia membelai nya, Gabriel mengecup tangan Firda berkali kali dan mata nya kembali terasa panas. Air mata kembali meluncur bebas dari sudut matanya.


Gabriel merasa bodoh karena sekarang ia begitu cengeng dan terus saja menangis. Tapi Gabriel tak perduli, ia menangis karena takut di tinggal Firda dan ia juga menangis karena Firda tidak meninggalkan nya.


Gabriel tidak tahu kenapa ia menangis karena dua alasan yg sangat berbeda itu.


"Aku juga mencintai mu, jangan meninggalkan ku" lirih Gabriel dan Firda mengangguk. Ia menunduk dan mengecup kening suami nya. Gabriel memejamkan mata, meresapi perasaan hangat yg hinggap di hati nya karena ciuman ringan Firda itu.


"Semoga ini bukan mimpi, aku tidak mau kamu pergi"


"Aku di sini, ini bukan mimpi"